Satuan
Tampilan

Osphronemidae, Malaysia

Betta bellica

Betta bellica

Nama lain: Slender betta, Cupang bellica, Cupang alam bellica

Suhu
25–30°C
pH
4–7
Akuarium minimum
80 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
25–30°C
pH
4–7
Ukuran
9 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangSedangakuarium mulai 80 cm, ikan sepanjang 9 cm
  • AirSulitair lunak · pH 4–7, 1–5 dGH
  • SuhuMudah25–30°C
  • PerilakuSedangagak agresif

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • BW Aquatics: 24–28°C
  • Seriously Fish: 25–30°C
pH

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • BW Aquatics: 5–6,5
  • Seriously Fish: 4–7
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • BW Aquatics: 10 cm
  • Seriously Fish: 9 cm
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • BW Aquatics: 5
  • Seriously Fish: 4

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari BW Aquatics, Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.

Info singkat

  • Betta bellica tangkapan alam dari Malaysia, termasuk kompleks Betta bellica.
  • Daftar Merah IUCN: Least Concern (Risiko Rendah).
  • TDS: 60–100
  • Pemijahan: pembuat sarang busa1

Slender betta, Betta bellica, adalah ikan labirin pembuat sarang busa dari Semenanjung Malaysia dan Sumatra bagian timur laut, Indonesia. Namanya dipakai untuk kelompok B. bellica, yaitu kelompok ikan bertubuh panjang dan ramping dengan corak hijau berkilau di setiap sisiknya. Ikan ini paling sering ditemukan di hutan rawa gambut dan sungai air hitam (blackwater), makanannya hampir seluruhnya serangga, dan ia pelompat yang hebat; pernah terlihat melompat untuk menyambar mangsa dari dedaunan yang menjuntai di atas air. Populasinya sering diberi label berdasarkan lokasi asal untuk menjaga kemurnian galur.2

Butuh akuarium seberapa besar?

Disarankan akuarium dengan ukuran alas lebih dari 80 × 30 cm (sekitar 72 liter).2

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 25–30 °C
  • pH: 4,0–7,0
  • Kesadahan: 1–5 dGH2

Bagaimana cara merawatnya?

Ikan ini bisa dipelihara di akuarium yang didekorasi lengkap, walaupun banyak peternak memilih tanpa substrat supaya perawatannya lebih mudah. Akar dan dahan kayu (driftwood) bisa dipakai dan ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk beberapa sudut yang teduh, sementara pot tanah liat atau potongan pipa juga bisa ditambahkan sebagai tempat berlindung tambahan.

Menambahkan daun kering memberi tempat persembunyian ekstra dan seiring proses pembusukannya akan tumbuh koloni mikroba. Koloni ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, sementara tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk dianggap bermanfaat bagi ikan dari lingkungan air hitam. Namun, tidak perlu memakai gambut alami, karena pengambilannya tidak berkelanjutan dan merusak lingkungan.

Seperti anggota genus lainnya, spesies ini tampaknya paling nyaman dengan pencahayaan yang cukup redup. Bisa ditambahkan tanaman air yang tahan kondisi seperti itu, misalnya Microsorum, Taxiphyllum, atau Cryptocoryne spp., dan beberapa kelompok tanaman apung juga akan berguna.

Ikan ini membutuhkan air asam dengan kesadahan karbonat nyaris nol dan kesadahan umum (GH) yang sangat rendah, jadi mungkin perlu memakai unit reverse osmosis (RO) atau cara lain untuk mendapatkan air lunak, dan bila perlu air ini bisa diasamkan lagi dengan asam fosfat atau sejenisnya. Karena di alam hidup di perairan yang alirannya lambat, filtrasi jangan terlalu kuat; filter spons bertenaga aerator yang diatur agar sirkulasinya pelan sudah cukup.

Akuarium harus ditutup rapat dan jangan diisi air sampai penuh, karena seperti semua Betta spp. ikan ini sesekali perlu mengakses lapisan udara lembap yang terbentuk di atas permukaan air, dan ia pelompat yang sangat andal.2

Diberi pakan apa?

Karnivora. Diberi pakan blackworm hidup, cacing darah beku, dan pelet.1

Analisis isi lambung spesimen dari alam menunjukkan ikan ini hampir sepenuhnya memakan serangga, terutama larva capung jarum, yang diburunya di permukaan air. Ia pelompat yang hebat dan pernah teramati melompat keluar dari air untuk menangkap mangsa dari daun atau dahan yang menjuntai, dan percobaan di akuarium dengan serangga terbang tampaknya memicu perilaku serupa.

Biasanya ikan ini mau menerima pakan kering setelah mengenalinya sebagai makanan, tetapi sebaiknya rutin diberi pakan hidup atau beku berukuran kecil seperti kutu air, artemia, atau larva chironomid (cacing darah) agar warna dan kondisinya berkembang optimal.

Hati-hati jangan memberi pakan berlebihan, karena Betta spp. tampaknya sangat rentan mengalami kegemukan.2

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Perilakunya ternyata mirip dengan kompleks Unimaculata. Meskipun beberapa situs menyebutnya cukup damai, ikan ini cenderung lebih agresif. Perlakukan seperti Betta splendens.1

Tidak disarankan untuk akuarium komunitas biasa. Karena kebutuhan perawatan dan sifatnya, ikan ini paling baik dipelihara sendiri atau bersama spesies yang sangat damai, sebab ikan yang jauh lebih besar atau lebih aktif kemungkinan besar akan membuatnya tertekan.

Beberapa jenis cyprinid kecil cocok sebagai teman, dan bahkan bisa dipelihara bersama anabantoid lain asalkan ruangnya cukup, tetapi riset yang matang sebelum membeli sangat penting.

Laporan soal apakah ikan ini bisa dipelihara dalam beberapa pasang atau dalam kelompok tipe harem (satu jantan dengan beberapa betina) masih beragam. Sebagian menyatakan bahwa meskipun terjadi kejar-kejaran dan perselisihan soal wilayah, luka fisik jarang terjadi, sementara yang lain menyarankan memelihara satu pasang saja karena pernah melihat individu dominan dalam kelompok terus-menerus agresif terhadap sesamanya.2

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Jantan berwarna lebih bagus dan sirip punggung serta sirip ekornya lebih runcing dibanding betina.1

Jantan dewasa berwarna lebih pekat dan siripnya tumbuh sedikit lebih panjang dibanding betina.2

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Pembuat sarang busa.1

Pembuat sarang busa. Sangat penting menyediakan banyak tempat berlindung bagi betina, dan tabung film kamera bekas atau potongan selang plastik sering dipakai sebagai calon tempat bersarang. Jika ada tanaman apung, tanaman itu bisa ikut dijadikan bagian sarang.

Akuarium harus memakai tutup yang serapat mungkin (sebagian peternak memakai plastik wrap agar tidak ada celah sama sekali), karena burayak perlu akses ke lapisan udara hangat dan lembap; tanpa itu perkembangan organ labirinnya bisa terganggu.

Pasangan tidak perlu dipisahkan sebelum memijah. Jantan bisa membangun sarang di dalam tabung atau wadah, di bawah daun tanaman yang lebar, atau di antara vegetasi permukaan berdaun halus, dan biasanya tidak membiarkan betina mendekat sampai sarangnya selesai.

Betina yang siap kawin warnanya menjadi lebih pucat dan muncul garis-garis gelap di sisi tubuhnya. Pemijahan biasanya terjadi di bawah sarang dengan 'pelukan' khas anabantoid, yaitu jantan melilit tubuh betina.

Pada puncaknya, sperma dan 5–20 telur dilepaskan, lalu betina menangkap telur-telur itu di antara sirip perut dan tubuhnya. Jantan kemudian memindahkannya ke sarang, sementara betina memungut telur yang tercecer. Proses ini diulang sampai telur betina habis, dan bisa memakan waktu cukup lama.

Setelah memijah, betina sebaiknya dipindahkan karena jantan sepenuhnya mengambil alih tugas menjaga dan merawat sarang, dan bisa menjadi agresif.

Telur menetas dalam 24–48 jam dan tetap berada di sarang selama 3–4 hari berikutnya sampai kuning telurnya habis terserap, sementara jantan terus memungut dan mengembalikan yang jatuh. Begitu burayak mulai berenang bebas, jantan juga bisa dipindahkan karena ia mungkin mulai memakannya.

Ada perilaku menarik yang teramati pada beberapa spesies Betta, termasuk B. bellica, ketika burayak dibesarkan bersama induknya: saat anakan mulai menampilkan warna dewasa, aktivitas pemijahan di antara ikan yang lebih tua berhenti. Dalam beberapa kasus, ikan yang lebih tua juga kehilangan warna dan/atau mulai berperilaku menarik diri. Penyebab pastinya belum diketahui; mungkin berkaitan dengan menjaga kepadatan populasi yang layak, atau sekadar seleksi alam (yang terkuat yang bertahan). Bagaimanapun, perilaku pacaran dan pemijahan di antara ikan yang lebih tua biasanya kembali muncul jika anakan dipindahkan.

Burayak sudah cukup besar untuk langsung menerima pakan hidup yang bergerak seperti microworm dan naupli artemia, meskipun perlu dicatat ada laporan bahwa anakan Betta mengalami masalah kesehatan jika diberi naupli artemia dalam jumlah berlebihan. Ganti air sebaiknya sedikit-sedikit tapi rutin, bukan banyak sekaligus dan jarang-jarang.2

Sebaran alami

Hidup alami di: Malaysia, Indonesia12

Sungai, danau, wilayah: Sumatra, Semenanjung Malaya, Kinta River, Perak River2

Apa kata sumber
  • Malaysia · BW Aquatics1: “Wild-caught Betta bellica from Malaysia, from the Betta bellica complex.”
  • Indonesia · Seriously Fish2: “The slender betta, Betta bellica, is a bubble-nesting labyrinth fish from Peninsular Malaysia and northeastern Sumatra, Indonesia.”
  • Sumatra · Seriously Fish2: “Occurs throughout the provinces of Terengganu, Perak, Selangor, Pahang and Johor in Peninsular Malaysia, plus the provinces of Utara and Riau in northeastern Sumatra, Indonesia.”
  • Semenanjung Malaya · Seriously Fish2: “This species was first recorded from a heavily-vegetated forest swamp in Perak Province on the Malay Peninsula, and since its rediscovery in 1996 has most often been found in peat swamp forests and associated black water streams, although it does also occur in freshwater swamp forest.”
  • Kinta River, Perak River · Seriously Fish2: “The original type locality was 'Malaysia: Pengkalan-Pegou, on Kinta River, 150 km upstream of mouth of Perak River'.”

GBIF punya 9 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.

  • Catatan di negara asal
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 9 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Tersebar di seluruh provinsi Terengganu, Perak, Selangor, Pahang, dan Johor di Semenanjung Malaysia, serta di provinsi Utara dan Riau di Sumatra bagian timur laut, Indonesia.

Lokasi neotipe yang ditetapkan oleh Tan dan Ng (1996) adalah 'North Selangor peat swamp forest, adjacent to Perak Island, 43 kilometers towards Sungai Besae (3°39'12.9"N, 101°18'00.4"E), Selangor, Malaysia'. Lokasi tipe aslinya adalah 'Malaysia: Pengkalan-Pegou, on Kinta River, 150 km upstream of mouth of Perak River'.2

Habitat alami

Spesies ini pertama kali tercatat dari rawa hutan yang bervegetasi sangat lebat di Provinsi Perak, Semenanjung Malaya. Sejak ditemukan kembali pada 1996, ikan ini paling sering dijumpai di hutan rawa gambut dan sungai air hitam di sekitarnya, meskipun juga ada di hutan rawa air tawar.

Kanopi ranting yang rapat di atasnya membuat hanya sedikit sekali cahaya yang sampai ke permukaan air di lingkungan seperti ini, dan vegetasi di tepian juga cenderung tumbuh lebat.

Airnya biasanya berwarna gelap karena asam humat dan zat kimia lain yang dilepaskan bahan organik yang membusuk. Kandungan mineral terlarutnya umumnya nyaris nol dan pH bisa serendah 3,0 atau 4,0. Dasarnya biasanya tertutup daun-daun gugur, ranting, dan akar pohon yang terendam. Pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, ikan ini mungkin terpaksa bertahan hidup di dalam serasah daun yang lembap selama beberapa minggu karena air tidak selalu tersedia sepanjang tahun.

B. bellica sering ditemukan bersama spesies Betta lain, termasuk B. tussyae dan B. waseri di Pahang, B. livida dan B. hipposideros di Selangor, serta B. imbellis, B. persephone, dan B. pulchra di Perak.2

Catatan

Spesies ini bertubuh hijau berkilau dengan sirip panjang. Jantan berwarna lebih bagus, terutama saat memijah. Sirip punggung, sirip ekor, dan ekor jantan lebih runcing dibanding betina. Ini adalah betta pembuat sarang busa terbesar, dengan temperamen mirip Betta unimaculata.1

Nama spesies ini dipakai untuk kelompok B. bellica, yaitu kelompok spesies berkerabat dekat dalam genus ini yang anggotanya memiliki ciri-ciri berikut: tubuh panjang dan ramping dengan tepi punggung dan perut hampir sejajar; tinggi tubuh 23–28 % SL; 30–33 jari-jari sirip anal; 11–13 jari-jari sirip punggung; total 32–34 ruas tulang belakang; tubuh berwarna cokelat gelap dengan corak hijau berkilau di setiap sisik.

Spesies ini dapat dibedakan dari B. simorum, yang saat ini satu-satunya anggota lain kelompok tersebut, lewat ciri-ciri berikut: kepala membulat; bagian atas kepala tidak cekung di belakang mata; ujung sirip perut mencapai jari-jari sirip anal ke-8; panjang sirip perut 23,6–38,8 % SL; 33–34 sisik lateral (modus 33); sirip perut yang dirapatkan ke tubuh tidak mencapai pangkal sirip anal; jarak antara pangkal sirip perut dan pangkal sirip anal 10,5–12,6 % SL, rata-rata 11,2.

Populasi dari lokasi yang berbeda sering diberi label lokasinya, misalnya Selangor, Perak, Pahang, Johor, agar datanya akurat dan galurnya tetap murni. Satu-satunya spesimen tipe asli milik Sauvage seharusnya berasal dari Perak, tetapi hilang dan tidak pernah ditemukan kembali. Populasi Sumatra pernah dideskripsikan sebagai B. fasciata oleh Regan, 1910, tetapi takson ini kemudian disinonimkan dengan B. bellica oleh Witte dan Schmidt (1992), keputusan yang dikukuhkan oleh Tan dan Ng (1996).

Genus Betta adalah genus dengan jumlah spesies terbanyak dalam famili Osphronemidae. Anggotanya berhasil beradaptasi menghuni berbagai relung ekologi, dari parit berair diam hingga sungai perbukitan yang mengalir, termasuk beberapa lingkungan ekstrem seperti hutan rawa gambut yang sangat asam.

Pengelompokan anggotanya ke dalam sejumlah kelompok tidak resmi berisi spesies-spesies berkerabat dekat sebagian besar didasarkan pada ciri morfologi dan perilaku.

Seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, spesies ini memiliki organ pernapasan tambahan yang disebut labirin, yang memungkinkan ikan menghirup udara atmosfer sampai batas tertentu. Organ ini terdiri dari sepasang organ suprabranchial yang terbentuk dari pelebaran bagian epibranchial (atas) lengkung insang pertama dan terletak di dalam rongga di atas insang. Di dalamnya terdapat banyak lipatan kulit yang kaya pembuluh darah dan berfungsi sebagai permukaan pernapasan yang luas. Tingkat kerumitan strukturnya berbeda-beda antarspesies, dan cenderung lebih berkembang pada spesies yang hidup di lingkungan lebih keras.2

Sumber

2 sumber dan pustaka
  1. BW Aquatics bwaquatics.com
  2. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The fighting fishes (Teleostei: Osphronemidae: Genus Betta) of Singapore, Malaysia and Brunei. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 43-99
  • Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The labyrinth fishes (Teleostei: Anabantoidei, Channoidei) of Sumatra, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 115-138
  • Tan, H. H. and P. K. L. Ng (1996). Redescription of Betta bellica Sauvage, 1884 (Teleostei: Belontiidae), with description of a new allied species from Sumatra. Raffles Bulletin of Zoology 44(1), 143-155
  • Sauvage, H. E. (1884). Note sur une collection de poissons recueillie a Pérak, presqu'Ile de Malacca. Bulletin de la Société Zoologique de France v. 9, 216-220
  • Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-663
  • Witte, K.-E. and J. Schmidt (1992). Betta brownorum, a new species of anabantoids (Teleostei: Belontiidae) from northwestern Borneo, with a key to the genus. Ichthyological Exploration of Freshwaters 2(4), 305-3302