Satuan
Tampilan

Osphronemidae, Malaysia

Betta hipposideros

Betta hipposideros

Nama lain: cupang alam hipposideros, wild betta hipposideros

Suhu
22–28°C
pH
3,5–6
Akuarium minimum
80 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
22–28°C
pH
3,5–6
Ukuran
8 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangSedangakuarium mulai 80 cm, ikan sepanjang 8 cm
  • AirSulitair asam, air lunak · pH 3,5–6, 0–5 dGH
  • SuhuMudah22–28°C
  • PerilakuMudahdamai

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • Seriously Fish: 22–28°C
  • BW Aquatics: 24–29°C
pH

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • Seriously Fish: 3,5–6
  • BW Aquatics: 5–7
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • Seriously Fish: 8 cm
  • BW Aquatics: 9 cm
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish, BW Aquatics. Diperbarui 2026-11-02.

Info singkat

Betta hipposideros adalah ikan labirin yang mengerami telur di mulut oleh si jantan (paternal mouthbrooder). Ikan ini berasal dari rawa gambut di bagian barat Semenanjung Malaysia dan Sumatra bagian timur, Indonesia. Spesies ini termasuk kelompok B. waseri, dan cara paling mudah membedakannya dari kerabatnya adalah dari tanda hitam berbentuk tapal kuda di bagian tenggorokan. Ikan ini hanya hidup di rawa gambut dan sungai air hitam (blackwater) yang pH-nya bisa serendah 3,0 atau 4,0. Pada waktu tertentu dalam setahun, ikan ini mungkin harus bertahan hidup selama beberapa minggu di tumpukan serasah daun yang lembap.1

Termasuk kompleks Betta waseri.

  • Daftar Merah IUCN: Genting (Endangered)2

Butuh akuarium seberapa besar?

Akuarium dengan ukuran alas 80 × 30 cm (sekitar 72 liter) bisa menampung sepasang atau sekelompok kecil ikan ini.1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 22–28 °C
  • pH: 3,5–6,0
  • Kesadahan: 0–5 dGH1

BW Aquatics mencatat angka yang berbeda dari tabel data: suhu 24–29°C (tabel: 22–28°C), pH 5–7 (tabel: 3,5–6).

  • TDS: 60–200. Ikan dipelihara di air lunak dengan TDS rendah, tetapi sebenarnya ikan ini cukup toleran terhadap kondisi air.
  • pH: 5,0–7,0
  • Suhu: 24–29 °C. Warnanya jauh lebih bagus di suhu yang lebih hangat, di atas 26 °C.2

Bagaimana cara merawatnya?

Ikan ini bisa dipelihara di akuarium yang didekorasi lengkap, walaupun banyak breeder memilih tidak memakai substrat supaya perawatannya lebih mudah. Akar dan dahan kayu apung (driftwood) bisa dipakai dan diatur sedemikian rupa sehingga terbentuk beberapa sudut yang teduh. Kalau tidak menemukan driftwood dengan bentuk yang diinginkan, kayu beech atau oak biasa aman dipakai asalkan benar-benar kering dan kulit kayunya sudah dikupas. Pot tanah liat atau potongan pipa juga bisa ditambahkan sebagai tempat sembunyi tambahan.

Menambahkan serasah daun kering, misalnya daun beech, oak, atau ketapang, bisa membuat suasananya makin alami. Selain jadi tempat berlindung tambahan bagi ikan, daun yang membusuk juga memicu tumbuhnya koloni mikroba. Koloni ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga untuk burayak, dan tanin serta senyawa lain yang dilepaskan daun yang membusuk juga dianggap bermanfaat bagi ikan dari perairan air hitam.

Seperti anggota genus lainnya, spesies ini tampaknya paling cocok dengan pencahayaan yang cukup redup. Tanaman air yang tahan di kondisi seperti itu, misalnya Microsorum pteropus, Taxiphyllum barbieri, atau mungkin beberapa Cryptocoryne spp. dalam pot, bisa ditambahkan. Beberapa kelompok tanaman apung juga berguna untuk meredam cahaya yang masuk ke akuarium.

Karena di alam ikan ini hidup di perairan yang arusnya pelan, filter jangan terlalu kuat; filter spons bertenaga aerator yang diatur supaya sirkulasinya lembut sudah cukup. Akuarium harus ditutup rapat dan jangan diisi air sampai penuh. Seperti semua Betta spp., ikan ini sesekali perlu mengambil udara dari lapisan udara lembap yang terbentuk di atas permukaan air, dan ikan ini juga jago melompat.1

Diberi pakan apa?

Di alam kemungkinan memangsa serangga dan invertebrata kecil/zooplankton lainnya. Ikan di akuarium biasanya mau menerima pakan kering setelah mengenalinya sebagai makanan, tetapi tetap perlu rutin diberi banyak pakan hidup atau beku berukuran kecil seperti kutu air, artemia, atau cacing darah agar warna dan kondisinya optimal.

Serangga kecil seperti jangkrik atau lalat buah Drosophila juga cocok. Sebaiknya serangga ini diberi makan pakan serpihan atau bahan nabati lebih dulu sebelum diberikan ke ikan, supaya perutnya terisi. Hati-hati jangan memberi pakan berlebihan, karena Betta spp. tampaknya sangat rentan kegemukan.1

Karnivor. Diberi blackworm hidup, cacing darah beku, dan pelet.2

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Tidak disarankan untuk akuarium komunitas biasa. Karena kebutuhan dan sifatnya, ikan ini paling baik dipelihara sendiri atau bersama spesies yang sangat damai, sebab ikan yang jauh lebih besar atau lebih agresif kemungkinan akan mengintimidasinya dan kalah bersaing berebut makanan. Beberapa ikan cyprinid dan loach kecil yang di alam menghuni lingkungan serupa bisa dicampur.

Ikan ini bisa dipelihara berpasangan atau berkelompok, dan dalam kelompok akan memperlihatkan interaksi perilaku yang menarik.1

Cukup damai dan bisa dipelihara berkelompok. Sesekali para jantan akan pamer dan saling mengembangkan sirip (flaring), tetapi tidak sampai saling melukai. Disarankan sepasang per akuarium 19 liter.2

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Jantan dewasa lebih berwarna, siripnya lebih panjang, dan bentuk kepalanya lebih lebar dibanding betina.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Pengeram mulut oleh jantan (paternal mouthbrooder). Idealnya siapkan akuarium terpisah untuk pemijahan, kecuali ikan memang sudah dipelihara sendiri, dan tata akuarium tersebut seperti yang dijelaskan di atas. Akuarium harus ditutup serapat mungkin (sebagian breeder memakai plastik wrap supaya tidak ada celah), karena burayak membutuhkan lapisan udara hangat dan lembap; tanpa itu, perkembangan organ labirinnya bisa terganggu.

Setelah masa pendekatan (courtship) yang cukup lama, telur dan sperma dilepaskan saat 'pelukan' khas osphronemid, ketika jantan melilitkan tubuhnya ke tubuh betina. Mungkin diperlukan beberapa kali 'pelukan kosong' sebelum pemijahan benar-benar dimulai.

Telur yang sudah dibuahi ditangkap di sirip anal jantan, lalu dipungut oleh betina ke dalam mulutnya, kemudian disemburkan ke air untuk ditangkap oleh jantan. Setelah semua telur ada di mulut jantan, siklus ini diulang sampai telur betina habis, dan prosesnya bisa memakan waktu cukup lama.

Jantan yang sedang mengeram bisa menelan atau melepaskan telur sebelum waktunya kalau stres atau belum berpengalaman, jadi sebaiknya betina dan ikan lain dibiarkan tetap di tempatnya. Masa inkubasinya 10–21 hari, dan setelah itu jantan akan mulai melepaskan burayak yang sudah terbentuk sempurna dan bisa berenang bebas. Pada tahap ini burayak bisa dipindahkan atau dibiarkan tumbuh bersama induknya; beberapa laporan menyebutkan burayak justru tumbuh lebih cepat dalam kondisi seperti itu.

Burayak sudah cukup besar untuk langsung menerima pakan hidup yang bergerak seperti microworm dan naupli artemia, tetapi perlu dicatat ada laporan bahwa anakan Betta mengalami masalah kesehatan jika diberi naupli artemia terlalu banyak. Berikan sedikit-sedikit berbagai jenis pakan 2–3 kali sehari untuk pertumbuhan optimal, dan jangan mengganti air terlalu banyak sekaligus; ganti air kecil secara rutin lebih baik daripada ganti air besar sesekali.1

Pengeram mulut (mouthbrooder).2

Sebaran alami

Hidup alami di: Malaysia, Indonesia1

Sungai, danau, wilayah: Sumatra, Kepulauan Riau1

Apa kata sumber
  • Malaysia, Indonesia · Seriously Fish1: “Betta hipposideros is a paternal mouthbrooding labyrinth fish from peat swamps in western Peninsular Malaysia and eastern Sumatra, Indonesia.”
  • Sumatra, Kepulauan Riau · Seriously Fish1: “Its range also extends into Riau province, eastern Sumatra, and the Riau Archipelago, Riau Islands province, Indonesia.”

GBIF punya 9 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.

  • Catatan di negara asal
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 9 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Dideskripsikan dari hutan rawa gambut Selangor Utara di negara bagian Selangor, Semenanjung Malaysia bagian barat. Setelah itu ikan ini juga tercatat di beberapa lokasi di negara bagian Perak yang lebih ke utara. Sebarannya juga mencapai Provinsi Riau di Sumatra bagian timur serta Kepulauan Riau (Provinsi Kepulauan Riau), Indonesia.1

Habitat alami

Ikan ini hanya hidup di rawa gambut dan sungai air hitam di sekitarnya. Biotop purba ini umumnya ada di kawasan hutan hujan. Kanopi dahan yang rapat di atasnya membuat cahaya yang tembus ke permukaan air sangat sedikit, dan vegetasi di tepian juga cenderung tumbuh lebat.

Airnya biasanya berwarna gelap karena asam humat dan senyawa lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk. Kandungan mineral terlarutnya umumnya hampir nol dan pH-nya bisa serendah 3,0 atau 4,0. Dasar perairannya biasanya tertutup daun-daun gugur, ranting, dan akar pohon yang terendam. Pada waktu tertentu dalam setahun, ikan ini mungkin terpaksa bertahan hidup di dalam serasah daun yang lembap selama beberapa minggu karena genangan air tidak selalu ada.

Di Provinsi Riau, Sumatra, spesies ini ditemukan di habitat berarus lambat sampai tergenang, di antara serasah daun dan vegetasi yang menjuntai ke air. Di sana ia hidup bersama beberapa osphronemid lain, antara lain Belontia hasseltii, Betta coccina, B. aff. fusca, B. simorum, Parosphromenus sumatranus, Sphaerichthys osphromenoides, dan Tricopodus leerii.1

Catatan

Spesies ini termasuk kelompok/kompleks Betta waseri, yaitu kumpulan spesies yang berkerabat dekat di dalam genus ini. Secara tidak resmi, kelompok ini juga mencakup beberapa ikan yang belum teridentifikasi seperti B. sp. 'Medas'. Anggota kelompok ini memiliki kombinasi ciri berikut: warna dasar tubuh kuning tanah liat; sisik operkulum (tutup insang) berwarna emas berkilau pada jantan dewasa semua spesies kecuali B. tomi; tenggorokan bertanda hitam yang pada beberapa spesies menyatu dengan rahang bawah yang hitam; tidak ada garis di dagu (chin bar).

Cara paling mudah membedakan mereka adalah dengan melihat tanda di tenggorokan yang berbeda-beda menurut spesies; pada B. hipposideros tanda ini berbentuk tapal kuda hitam. Spesies ini juga bisa dibedakan dari anggota kelompok lain lewat kumpulan ciri berikut: bercak gelap di tenggorokan yang menyatu dengan bibir bawah yang hitam; ada garis-garis melintang di sirip punggung dan sirip ekor; tidak ada tepi gelap di sirip anal; operkulum biasanya bersisik emas, tanpa sisik hijau berkilau; tepi bawah operkulum cokelat; 6,5-7 sisik subdorsal (modus 6,5); 9-10 sisik postdorsal (modus 9,5); 31-32 sisik lateral (modus 32).

Genus Betta adalah genus dengan jumlah spesies terbanyak dalam famili Osphronemidae, dengan hampir 70 anggota yang diakui, dan tampaknya jumlahnya akan terus bertambah karena spesies baru terus dideskripsikan secara rutin sejak awal abad ini.

Spesies-spesies anggotanya berhasil beradaptasi menghuni beragam relung ekologi, dari parit yang airnya tergenang sampai sungai perbukitan yang berarus, termasuk beberapa lingkungan ekstrem seperti hutan rawa gambut yang sangat asam.

Pembagian anggota genus ini ke dalam sejumlah kelompok berisi spesies yang berkerabat dekat kini umumnya sudah diterima, tetapi sebagian besar masih didasarkan pada ciri morfologi/perilaku. Karena itu masih diperlukan kajian filogenetik molekuler, yang tentu akan berguna untuk menentukan hubungan kekerabatan ikan-ikan ini dengan lebih tepat.

Seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, spesies ini memiliki organ pernapasan tambahan yang disebut labirin. Dinamakan demikian karena strukturnya yang mirip labirin, organ ini memungkinkan ikan menghirup udara atmosfer sampai batas tertentu.

Organ ini terdiri dari sepasang organ suprabranchial yang terbentuk dari pelebaran bagian epibranchial (atas) lengkung insang pertama dan terletak di dalam rongga di atas insang. Di dalamnya terdapat banyak lipatan kulit yang kaya pembuluh darah dan berfungsi sebagai permukaan pernapasan yang luas. Tingkat kerumitan strukturnya berbeda-beda antarspesies, dan cenderung lebih berkembang pada spesies yang hidup di lingkungan yang lebih keras.1

Sumber

2 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com
  2. BW Aquatics bwaquatics.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The fighting fishes (Teleostei: Osphronemidae: Genus Betta) of Singapore, Malaysia and Brunei. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 43-99
  • Ng, P. K. L. and M. Kottelat (1994). Revision of the Betta waseri species group (Teleostei: Belontiidae). Raffles Bulletin of Zoology 42(3), 593-611
  • Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The labyrinth fishes (Teleostei: Anabantoidei, Channoidei) of Sumatra, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 115-138
  • Tan, H. H. (2009). Betta pardalotos, a new species of fighting fish (Teleostei: Osphronemidae) from Sumatra, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology 57(2), 501-5041

Video

  • Biggest betta ever? Betta hipposideros is a giant wild betta0:59, EN

  • Betta hipposideros0:37, EN

  • Wild Betta || HIPPOSIDEROS ||FRSPRPO BETTA0:06, MS

  • Raising a Community of Giant Wild Bettas Together14:29, EN