Osphronemidae, Malaysia
Chocolate Gourami
Sphaerichthys osphromenoides
Nama lain: Gurami Coklat, Gurami Cokelat, Sepat Coklat
- Suhu
- 26–31°C
- pH
- 4–6,5
- Akuarium minimum
- 60 cm
- Tingkat kesulitanSumber-sumber berbeda pendapat
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 26–31°C
- pH
- 4–6,5
- Ukuran
- 5 cm
- Akuarium minimum
- 60 cm
- Tingkat kesulitanSumber-sumber berbeda pendapat
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahakuarium mulai 60 cm, ikan sepanjang 5 cm
- AirSulitair asam, air lunak · pH 4–6,5, 0–3 dGH
- SuhuSedangair hangat · 26–31°C
- PerilakuMudahdamai
- KelompokMudahkelompok mulai 4 ekor
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- BW Aquatics: 25–29°C
- Seriously Fish: 26–31°C
- pH
- Seriously Fish, BW Aquatics · setingkat
- Kesadahan (dGH)
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- BW Aquatics: 0–4
- Seriously Fish: 0–3
- Ukuran
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- BW Aquatics: 6 cm
- Seriously Fish: 5 cm
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- BW Aquatics: 7
- Seriously Fish: 4
Diterjemahkan dan dirangkum dari BW Aquatics, Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-06.
Info singkat
BW Aquatics mencatat angka yang berbeda dari tabel data: ukuran 6 cm (tabel: 5 cm).
Daftar Merah IUCN: Data Deficient (kurang data). Spesies ini terancam oleh perusakan habitat rawa gambut yang masih terus berlangsung.
Catatan penting: Chocolate Gourami adalah spesialis air hitam (blackwater) yang sangat sensitif dan dianjurkan untuk penghobi yang sudah berpengalaman.
Chocolate Gourami adalah ikan labirin yang cantik dan tidak biasa. Tubuhnya tinggi dan pipih ke samping, dengan warna dasar cokelat pekat yang dilintasi pita vertikal berwarna krem pucat atau keemasan. Pinggiran sirip berwarna merah, biru, atau krem yang samar bisa muncul, tergantung populasi dan kondisi ikannya.
Ukuran: Ikan dewasa biasanya mencapai panjang total 5–6 cm.1
Chocolate gourami, Sphaerichthys osphromenoides, adalah gurami kecil dari Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan. Spesies ini sejauh ini adalah anggota genusnya yang paling dikenal. Habitatnya kebanyakan rawa gambut dan sungai air hitam, tempat pH bisa turun sampai 3,0 atau 4,0. Ikan ini adalah pengeram mulut (mouthbrooder) betina. Gerakannya lambat, dan dalam berebut pakan ia mudah kalah oleh teman satu akuarium yang lebih aktif dan ribut.2
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar: 5 cm SL. Alas akuarium: 60 × 30 cm. Volume: ~54 liter.
Akuarium dengan ukuran alas 60 × 30 cm atau lebih cocok untuk satu kelompok.2
Kondisi air seperti apa?
BW Aquatics mencatat angka yang berbeda dari tabel data: suhu 25–29°C (tabel: 26–31°C).
Air yang sangat lunak dan asam sangat dianjurkan.
- pH 4,0–6,5
- GH 0–4 °d
- KH 0–1 °d
- TDS sebaiknya di bawah 100 ppm
- Suhu: 25–29 °C
Ikan ini sangat sensitif terhadap amonia, nitrit, nitrat yang tinggi, dan perubahan kimia air yang mendadak. Masukkan ikan ini hanya ke akuarium yang siklus nitrogennya sudah matang.1
- Suhu: 26–31 °C
- pH: spesimen tangkapan alam membutuhkan nilai dalam kisaran 4,0–6,5 agar bisa tumbuh baik, tetapi ikan hasil budidaya biasanya lebih mudah beradaptasi.
- Kesadahan: 0–3 dGH untuk ikan tangkapan alam, sampai 10 dGH untuk ikan hasil budidaya.2

Bagaimana cara merawatnya?
Asalkan tersedia cukup tempat berlindung dan struktur, spesies ini tidak rewel soal dekorasi. Pot keramik, potongan pipa plastik, dan bahan buatan lainnya semuanya bisa dipakai. Tatanan yang tampak lebih alami bisa berupa substrat pasir lembut dengan akar kayu dan ranting yang diletakkan sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak area teduh dan gua.
Menambahkan serasah daun kering (daun beech, oak, atau ketapang semuanya cocok) akan memperkuat kesan alami, sekaligus memicu tumbuhnya koloni mikroba yang bermanfaat saat daun terurai. Koloni ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, sementara tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk akan membantu meniru lingkungan air hitam. Daun bisa dibiarkan di akuarium sampai hancur sepenuhnya, atau diangkat dan diganti setiap beberapa minggu.
Spesies ini tampaknya paling baik di bawah pencahayaan yang cukup redup, dan tanaman air dari genus seperti Microsorum, Taxiphyllum, Cryptocoryne, dan Anubias dianjurkan karena bisa tumbuh dalam kondisi seperti itu. Beberapa rumpun tanaman apung untuk lebih meredam cahaya juga bisa efektif.
Di alam ikan ini hidup di perairan yang alirannya lambat atau tenang, jadi filter, atau setidaknya arus airnya, sebaiknya tidak terlalu kuat. Ganti air dalam jumlah sangat besar sebaiknya dihindari jika parameter airnya tidak mirip; ganti air 10–15% per minggu sudah cukup asalkan kepadatan ikan di akuarium rendah.2
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Sediakan serasah daun, botanical (daun kering, buah, dan kulit kayu yang dipakai di akuarium), kayu apung, tanaman apung, dan pencahayaan redup. Filter sebaiknya lembut, dengan arus minimal dan tanpa penumpukan kotoran organik.
Jaga lapisan udara yang hangat dan lembap di atas permukaan air dengan memakai tutup akuarium yang rapat. Ini sangat penting karena Chocolate Gourami memiliki organ labirin dan rutin menghirup udara dari permukaan.1
Diberi pakan apa?
Pada dasarnya ikan ini adalah predator mikro yang mungkin awalnya menolak pakan buatan. Berikan pakan yang bervariasi, antara lain:
- Kutu air (daphnia) hidup atau beku
- Cyclops
- Baby artemia
- Jentik nyamuk
- Cacing grindal dan cacing darah berukuran kecil
- Pelet mikro lembut berkualitas tinggi
Pakan hidup dan beku sangat penting selama masa adaptasi. Beri pakan dalam porsi kecil satu atau dua kali sehari, dan pastikan individu yang pemalu tidak kalah berebut pakan.1
Terutama predator mikro yang memakan krustasea air kecil, cacing, larva serangga, dan zooplankton lainnya.
Di akuarium ikan ini bisa agak pilih-pilih makanan dan awalnya mungkin tidak mau menerima pakan kering atau pakan buatan lainnya, meski dalam banyak kasus lama-kelamaan ia akan belajar memakannya. Bagaimanapun, ikan ini sebaiknya diberi pakan hidup atau beku berukuran kecil setiap hari, seperti nauplii artemia, kutu air (daphnia), cacing grindal, cacing mikro (microworm), dan sebagainya, agar warna dan kondisinya berkembang optimal.2

Bisa dicampur dengan ikan apa?
Spesies yang damai tetapi pemalu, paling baik dipelihara dalam kelompok sekitar 4–6 ekor atau lebih, asalkan akuariumnya menyediakan cukup ruang dan tempat berlindung.
Teman satu akuarium yang cocok antara lain:
- Boraras
- Sundadanio
- Rasbora kecil yang damai
- Kuhli loach
- Parosphromenus yang kalem
- Ikan air hitam kecil yang damai
Hindari ikan yang besar, agresif, sangat aktif, atau rakus saat berebut pakan. Ikan penggigit sirip dan gurami yang teritorial juga sebaiknya dihindari. Akuarium khusus spesies ini lebih disarankan, terutama saat mengadaptasi ikan yang baru dibeli atau saat mencoba memijahkannya.1
Teman satu akuarium harus dipilih dengan hati-hati karena spesies ini bergerak lambat dan mudah tertekan atau kalah berebut pakan oleh ikan yang lebih besar atau lebih aktif dan ribut. Cyprinid pelagis yang damai seperti Danionella, Microdevario, Trigonostigma, atau spesies Rasbora yang lebih kecil adalah pilihan yang baik, begitu juga beberapa loach seperti Pangio atau Kottelatlimia spp. Tidak dianjurkan mencampurnya dengan kerabat satu genusnya, S. selatanensis, untuk mengurangi risiko hibridisasi.
Meskipun tidak hidup berkelompok seperti ikan bergerombol (schooling/shoaling), ikan ini tampaknya membutuhkan interaksi dengan sesamanya dan menunjukkan perilaku yang lebih menarik bila dipelihara dalam jumlah banyak, sehingga dianjurkan membeli minimal 6 ekor. Di dalam kelompok akan terbentuk hierarki yang jelas, dan individu dominan sering terlihat mengusir saingannya saat waktu makan atau saat menempati tempat favoritnya.
Selain itu, ada pengamatan tentang perilaku menarik: seekor ikan berbaring miring dan membiarkan anggota kelompok lain menyentuhkan mulut ke tubuh dan siripnya. Tidak pernah terlihat ada luka selama peragaan ini, dan perilaku ini juga tampaknya bukan bagian dari ritual pemijahan. Ada yang menduga ini mungkin cara menentukan dominansi antarikan, tetapi saat ini hal itu baru bisa dianggap spekulasi.2
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
- Kelompok minimal
- 4 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Jantan dewasa memiliki profil rahang bawah yang lurus merata dan bentuk kepala yang secara keseluruhan lebih runcing dibanding betina. Pada betina, rahang bawahnya sedikit membulat karena adanya kulit elastis yang mengembang saat mengerami telur di mulut (lihat 'Reproduksi').
Ciri lain, seperti sirip tunggal yang relatif lebih panjang/lebih runcing atau warna yang lebih pekat pada jantan, tampaknya tidak berlaku di semua kasus. Ini mungkin berkaitan dengan variasi geografis, yaitu lokasi pengambilan ikan, tetapi hal ini sampai sekarang belum dipastikan.2
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Spesies pengeram mulut dengan strategi reproduksi yang tidak biasa. Setelah masa pendekatan dan pemijahan, sekitar 20–40 butir telur bisa dikumpulkan dan dierami di dalam mulut jantan selama kurang lebih dua minggu. Referensi akuarium yang lebih lama sering menyebut betina sebagai pengeramnya, tetapi informasi FishBase saat ini menyebut jantan sebagai induk yang mengerami.
Ikan yang sedang mengerami akan menyendiri dan biasanya menolak makan. Ikan ini tidak boleh dikejar, diserok, atau diganggu dengan cara lain, karena stres bisa membuat telurnya tertelan atau dilepaskan terlalu dini. Burayak yang sudah berkembang sempurna akan dilepaskan dari mulut dan bisa diberi pakan hidup berukuran sesuai, termasuk cacing mikro (microworm) dan baby artemia yang baru menetas. Air yang hangat, sangat lunak dan asam, serta lingkungan yang tenang penting agar pemijahan berhasil.1
Dulu ada kesimpangsiuran seputar cara berkembang biak spesies ini; beberapa sumber keliru menyebutnya pembuat sarang busa atau pengeram mulut jantan, padahal menurut semua keterangan ia adalah pengeram mulut betina. Ini menarik, karena spesies ini dan S. selatanensis adalah satu-satunya anabantoid yang telurnya dierami oleh betina, sedangkan semua kerabat pengeram mulut lainnya berevolusi dengan strategi pengeraman oleh jantan.
Ikan ini bisa dipijahkan secara berkelompok atau sepasang saja dalam akuarium dengan tatanan seperti yang disarankan di atas, dan asalkan kualitas air dan pakan tetap terjaga, seharusnya tidak terlalu sulit. Pendekatan biasanya dimulai oleh jantan, atau jantan alfa jika ada banyak individu. Perilaku kawin bisa dikenali dari ikan yang berubah pola warnanya menjadi lebih gelap, hampir keabu-abuan, sementara betina yang siap kawin warnanya semakin pekat, menjadi cokelat tua dengan pita vertikal terang yang tampak keemasan.
Puncak pelukan saat memijah mirip dengan yang terlihat pada spesies Luciocephalus dan Parasphaerichthys, yaitu pasangan tetap dalam posisi hampir tegak, bukan betina yang terbalik seperti pada Betta dan sebagian besar genus anabantoid lainnya. Proses pemijahan bisa berlangsung beberapa jam; telur dikeluarkan dan dibuahi di dasar, lalu betina langsung memungutnya ke dalam mulut. Area di sekitarnya dijaga oleh kedua ikan sepanjang proses itu.
Betina yang sedang mengerami cenderung berlindung di bagian akuarium yang tenang dan hanya makan sangat sedikit, atau tidak makan sama sekali. Telur/burayak disimpan di dalam mulut selama 7–20 hari sebelum 10–40 anakan yang sudah terbentuk sempurna dan bisa berenang bebas dilepaskan. Jika diinginkan, betina bisa dipindahkan ke akuarium terpisah beberapa hari setelah memijah untuk mengurangi kemungkinan burayak dimangsa, meski di akuarium yang sudah matang dan penuh dekorasi sebagian burayak mungkin bisa bertahan hidup. Cara lainnya, burayak bisa diambil saat dilepaskan/terlihat, asalkan tersedia air dengan kimia dan suhu yang sama di tempat lain.
Burayak seharusnya sudah cukup besar untuk langsung menerima pakan hidup seperti cacing mikro (microworm) atau nauplii artemia, dan ganti air harian sekitar 10% volume akuarium juga perlu dilakukan untuk menjaga kualitas air dan laju pertumbuhan. Akuarium pembesaran harus memiliki tutup yang rapat (sebagian pembudidaya memakai plastik wrap agar tidak ada celah), karena burayak membutuhkan akses ke lapisan udara yang hangat dan lembap supaya organ labirinnya berkembang dengan baik.2

Di mana habitat aslinya?
Lokasi tipe (type locality) oleh Canestrini hanya disebut sebagai 'Indies'. Meski begitu, spesies ini sejauh ini memiliki sebaran paling luas di genusnya, yaitu sebagian besar Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan. Di Kalimantan, catatannya ada dari seluruh wilayah negara bagian Sarawak (Malaysia) dan Provinsi Kalimantan Barat (Indonesia).
Spesies ini juga diketahui ada di Singapura, meski populasi di sana mungkin kini sudah punah. Beberapa populasi menunjukkan perbedaan warna, terutama pada sirip tunggal yang bisa tampak lebih kebiruan atau kemerahan tergantung populasinya, dan/atau perbedaan bentuk sirip. Jantan dari beberapa varian memiliki sirip ekor yang bercabang lebih dalam dan/atau sirip punggung dan sirip anal yang lebih panjang.2
Habitat alami
Di alam, gurami ini hidup di air hangat yang sangat lunak dan asam, di bawah naungan kanopi hutan yang lebat. Habitatnya banyak mengandung serasah daun, ranting yang terendam, tanin, dan zat humat.1
Habitatnya kebanyakan rawa gambut dan sungai air hitam di sekitarnya, meski spesies ini juga ditemukan di beberapa habitat air jernih. Rawa gambut terletak di kawasan berhutan dan airnya biasanya berwarna cokelat gelap karena asam humat dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk.
Akibatnya kandungan mineral terlarutnya sangat rendah dan pH bisa turun sampai 3,0 atau 4,0. Kanopi hutan hujan yang lebat di atasnya membuat sangat sedikit cahaya yang menembus permukaan air, dan dasarnya biasanya dipenuhi ranting pohon yang jatuh dan daun yang membusuk.
Habitat air jernihnya secara umum mirip dari segi kimia air, tetapi di banyak lokasi tanaman airnya tumbuh lebat, sering kali termasuk anggota genus seperti Cryptocoryne, Blyxa, Barclaya, Eleocharis, Utricularia, dan Lymnophila.
Di habitat #1 pada gambar di atas, S. osphromenoides dikoleksi bersama Trigonopoma pauciperforatum, Luciocephalus pulcher, dan Nandus nebulosus, sedangkan di habitat #2 spesies yang hidup berdampingan dengannya antara lain Rasbora einthovenii, Boraras maculatus, Belontia hasselti, Betta waseri, B. tussyae, B. imbellis, dan Kryptopterus macrocephalus.
Sayangnya, akibat penebangan hutan, pertanian, dan aktivitas manusia lainnya di seluruh Asia Tenggara, hamparan luas hutan primer telah berubah atau hilang sama sekali. Habitat ikan di wilayah yang terdampak dalam banyak kasus juga sudah sangat berubah, sehingga keanekaragaman spesiesnya menurun.2
Catatan
Catatan penting: Chocolate Gourami membutuhkan adaptasi yang hati-hati dan kondisi yang sangat stabil. Kenaikan pH, kesadahan, suhu, atau kotoran terlarut yang mendadak bisa membuat kondisinya cepat memburuk. Hindari terlalu sering mengubah tatanan akuarium, arus yang berlebihan, pencahayaan terang, dan teman satu akuarium yang aktif dan ribut. Amati setiap ikan dengan saksama: respons makannya, kondisi tubuhnya, warna yang tidak normal, atau kebiasaan memisahkan diri dari kelompok.
Ikan ini bukan ikan komunitas biasa. Chocolate Gourami paling baik dipelihara oleh penghobi berpengalaman yang mampu menyediakan kondisi air hitam yang matang, hangat, dan sangat lunak, serta pasokan pakan hidup atau beku berukuran kecil secara konsisten.1
Genus Sphaerichthys saat ini terdiri atas empat spesies, dan S. osphromenoides sejauh ini yang paling dikenal di kalangan penghobi. Ikan ini mudah dibedakan dari kerabat satu genusnya, S. vaillanti dan S. acrostoma, karena keduanya memiliki profil kepala dan tubuh yang jelas lebih memanjang, dimorfisme seksual terbalik (betina lebih berwarna/berpola lebih tegas daripada jantan), dan merupakan pengeram mulut jantan.
S. selatanensis lebih mirip dan awalnya dideskripsikan sebagai subspesies oleh Vierke (1979), meski sejak akhir 1980-an sudah dianggap sebagai spesies tersendiri. Keduanya berbeda dalam jumlah jari-jari sirip punggung (9–10 pada S. osphromenoides vs. 7 pada S. selatanensis), jari-jari sirip anal (8 vs. 7), dan matanya relatif lebih kecil pada S. osphromenoides.
Meskipun pola warnanya serupa, S. selatanensis memiliki satu pita vertikal terang tambahan di tiap sisi tubuh, yang berawal tepat di depan sirip punggung dan berakhir di belakang sirip perut. Pada S. osphromenoides pita ini tidak ada atau hanya berupa bintik kecil di depan sirip punggung.
Spesies Sphaerichthys sering dimasukkan ke dalam subfamili Luciocephalinae (famili Osphronemidae) bersama genus Trichogaster, Trichopodus, Luciocephalus, Parasphaerichthys, dan Ctenops. Bersama tiga genus terakhir itu, Sphaerichthys memiliki struktur telur yang unik di antara ikan teleostei; ciri pembedanya berupa serangkaian guratan berbentuk spiral di permukaan luar telur. Hal ini memunculkan teori (yang belum terbukti) bahwa keempat genus tersebut membentuk kelompok monofiletik, yaitu berasal dari satu nenek moyang genetik yang sama.
Pada Luciocephalus dan Sphaerichthys, telurnya juga khas berbentuk seperti buah pir, yang menunjukkan bahwa keduanya memiliki akar genetik yang lebih dekat lagi. Teori ini didukung oleh studi filogenetik mendetail yang diterbitkan oleh Rüber dkk. (2006). Sphaerichthys dan Luciocephalus berulang kali terbukti paling dekat kekerabatannya satu sama lain dan merupakan kelompok saudara (sister group) dari Ctenops dan Parasphaerichthys.
Seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, spesies ini memiliki organ pernapasan tambahan yang disebut organ labirin. Dinamai demikian karena strukturnya yang mirip labirin, organ ini memungkinkan ikan menghirup udara dari atmosfer sampai batas tertentu.
Organ ini terbentuk dari modifikasi lengkung insang pertama dan terdiri atas banyak lipatan kulit yang kaya pembuluh darah. Tingkat kerumitan strukturnya berbeda-beda antarspesies, dan cenderung lebih berkembang pada spesies yang hidup di perairan yang sangat miskin oksigen.2
Sumber
2 sumber dan pustaka
- BW Aquatics bwaquatics.com
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The labyrinth fishes (Teleostei: Anabantoidei, Channoidei) of Sumatra, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 115-138
- Britz, R. and M. Kottelat (2002). Parasphaerichthys lineatus, a new species of labyrinth fish from southern Myanmar (Teleostei: Osphronemidae). Ichthyological Exploration of Freshwaters 13(3), 243-250
- Ng, H. H. and H.-H. Tan (1999). The fishes of the Endau drainage, Peninsular Malaysia with descriptions of two new species of catfishes (Teleostei: Akysidae, Bagridae). Zoological Studies 38(3), 350-366
- Roberts, T. R. (1989). The freshwater fishes of western Borneo (Kalimantan Barat, Indonesia). Memoirs of the California Academy of Sciences 14, 1-210
- Rüber, L, R. Britz and R. Zardoya (2006). Molecular phylogenetics and evolutionary diversification of labyrinth fishes (Perciformes: Anabantoidei). Systematic Biology 55(3), 374-397
- Vierke, J. (1979). Beschreibung einer neuen Art und einer neuen Unterart aus der Gattung Sphaerichthys aus Borneo. Aquarium Aqua Terra 13(122), 339-343
- Britz, R., M. Kokoscha, and R. Riehl (1995). The anabantoid genera Ctenops, Luciocephalus, Parasphaerichthys and Sphaerichthys as a monophyletic group: evidence from egg surface structure and reproductive behaviour. Japanese Journal of Ichthyology 42(1), 71-792
Video
Sphaerichthys osphromenoides ( chocolate gourami ) flaring #aquarium #fish #shorts0:08, EN
Chocolate gourami (Sphaerichthys osphromenoides) in their Blackwater aquarium amongst leaf litter.0:13, EN
Sphaerichthys osphromenoides3:05, EN
Chocolate Gourami (Sphaerichthys osphromenoides)1:24, EN
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Chocolate Gourami? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.