Satuan
Tampilan

Cyprinidae, Indonesia

Rasbora redline

Trigonopoma pauciperforatum

Nama lain: Redstripe rasbora, Redline rasbora, Glowlight rasbora, Rasbora glowlight, Rasbora pauciperforata

Suhu
21–26°C
pH
4–7,5
Akuarium minimum
90 cm
Tingkat kesulitan
Mudah

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
21–26°C
pH
4–7,5
UkuranSumber-sumber berbeda pendapat
6 cm
Tingkat kesulitan
Mudah 2/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangSedangakuarium mulai 90 cm, ikan sepanjang 6 cm
  • AirMudahpH 4–7,5, 0–10 dGH
  • SuhuMudah21–26°C

Tingkat kesulitan 2/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • Aquarium Glaser: 4 cm
  • Seriously Fish: 6 cm
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Glaser, Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.

Info singkat

Aquarium Glaser mencatat angka yang berbeda dari tabel data: ukuran 4 cm (tabel: 6 cm).

Trigonopoma pauciperforatum (dulu bernama Rasbora pauciperforata) biasanya tumbuh hingga 4 cm (sebagian literatur menyebut hingga 7 cm). Ikan ini terlihat seperti kembaran tetra glowlight (Hemigrammus erythrozonus) dari Sungai Essequibo di Guyana, meskipun moncong T. pauciperforatum jauh lebih runcing dan tidak memiliki sirip lemak (adiposa).1

Rasbora glowlight, Trigonopoma pauciperforatum, adalah ikan cyprinid kecil dari Semenanjung Malaysia, Singapura, Kalimantan, dan Sumatra. Ikan ini juga dijual sebagai rasbora 'redline'; garis lateralnya bervariasi dari oranye tua hingga keemasan, tergantung lokasi asal, pakan, kondisi, dan suasana hatinya. Habitatnya adalah sungai kecil berair hitam (blackwater) yang berhubungan dengan rawa gambut, tempat pH bisa turun hingga 3,0 atau 4,0. Nama R. agilis merupakan sinonim junior dari spesies ini.2

Butuh akuarium seberapa besar?

Untuk pemeliharaan jangka panjang, diperlukan ukuran dasar akuarium minimal 90 × 30 cm atau yang setara. Volume: sekitar 81 liter.2

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 21–26 °C
  • pH: 4,0–7,5
  • Kesadahan: 0–10 dGH2

Bagaimana cara merawatnya?

Pilihan dekorasi tidak sepenting kualitas air, meskipun spesies ini tampak sangat menarik di akuarium yang penuh tanaman dengan substrat gelap. Agar penampilannya maksimal, setup bergaya biotop juga bisa menjadi proyek yang menarik. Substrat pasir yang lembut mungkin merupakan pilihan terbaik, lalu bisa ditambahkan beberapa akar dan cabang kayu (driftwood) yang ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak area teduh. Jika tidak menemukan driftwood dengan bentuk yang diinginkan, kayu beech atau oak aman digunakan asalkan benar-benar kering dan sudah dikupas kulitnya.

Pilihan dekorasi tidak terlalu penting, meskipun ikan ini cenderung menunjukkan warna yang lebih baik di setup yang penuh tanaman dengan substrat gelap. Penataan yang lebih alami bisa terdiri dari substrat pasir lembut dengan akar dan cabang kayu yang ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak area teduh dan gua.

Penambahan serasah daun kering (daun beech, oak, atau ketapang semuanya cocok) akan semakin menonjolkan kesan alami, dan bersamaan dengan itu tumbuh koloni mikroba bermanfaat seiring proses pembusukan. Koloni ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, sementara tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk akan membantu meniru lingkungan blackwater. Daun bisa dibiarkan di akuarium sampai hancur sepenuhnya, atau diangkat dan diganti setiap beberapa minggu.

Spesies ini tampaknya paling cocok dengan pencahayaan yang cukup redup, dan tanaman air dari genus seperti Microsorum, Taxiphyllum, Cryptocoryne, dan Anubias dianjurkan karena dapat tumbuh dalam kondisi seperti itu. Beberapa kelompok tanaman apung untuk lebih meredupkan cahaya juga bisa efektif.2

Diberi pakan apa?

Analisis isi lambung spesimen alam menunjukkan bahwa ikan ini adalah mikropredator yang memakan serangga kecil, cacing, krustasea, dan zooplankton lainnya. Di akuarium, ikan ini mudah diberi pakan, tetapi untuk kondisi dan warna terbaik, berikan secara rutin pakan hidup dan beku berukuran kecil seperti cacing darah, kutu air, dan artemia, bersama pakan serpihan dan butiran kering yang berkualitas baik.2

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Pilihan ideal untuk akuarium komunitas damai berisi ikan-ikan Asia Tenggara, dengan cyprinid berukuran sebanding, loach kecil, dan beberapa jenis anabantoid mungkin menjadi pilihan terbaik. Beberapa spesies dari Kalimantan yang lebih umum diekspor antara lain 'Puntius' johorensis, 'P.' hexazona, Brevibora dorsiocellata, Trigonopoma pauciperforatum, Rasbora eintovenii, dan berbagai Pangio spp. Hindari teman satu akuarium yang ribut atau sangat aktif karena bisa kalah bersaing dengan mereka dalam mendapatkan pakan.

Secara alami ikan ini hidup bergerombol, dan disarankan membeli minimal 8–10 ekor. Memeliharanya dalam jumlah lebih banyak tidak hanya membuat ikan tidak terlalu gugup, tetapi juga menghasilkan tampilan yang lebih menarik dan alami. Ikan jantan juga akan menampilkan warna terbaiknya saat bersaing satu sama lain untuk menarik perhatian betina.2

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Betina dewasa jelas memiliki perut yang lebih membulat dan sering sedikit lebih besar daripada jantan, yang lebih ramping dan polanya lebih tegas.2

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Seperti kebanyakan cyprinid kecil, Trigonopoma spp. adalah pemijah bebas yang menyebar telur dan tidak menunjukkan pengasuhan induk. Bila kondisinya baik, ikan ini akan sering memijah, dan di akuarium yang sudah matang ada kemungkinan sejumlah kecil burayak mulai muncul tanpa campur tangan.

Namun, jika ingin memaksimalkan hasil, diperlukan cara yang lebih terkendali. Kelompok indukan tetap bisa dikondisikan bersama, tetapi sebaiknya juga disiapkan akuarium yang lebih kecil dan diisi air yang sudah matang. Akuarium ini harus diberi pencahayaan sangat redup, dan dasarnya ditutup semacam jaring dengan ukuran lubang yang cukup besar agar telur bisa jatuh melewatinya, tetapi cukup kecil agar indukan tidak bisa menjangkaunya.

Alas plastik jenis 'rumput' yang mudah didapat juga bisa digunakan dan hasilnya baik, begitu pula lapisan kelereng kaca. Sebagai alternatif, mengisi sebagian besar akuarium dengan tanaman berdaun halus seperti Taxiphyllum spp. atau spawning mop juga bisa memberikan hasil yang lumayan. Airnya sendiri sebaiknya ber-pH sedikit asam, dengan suhu mendekati batas atas kisaran yang disebutkan di atas. Sebaiknya juga dipasang filter spons bertenaga udara atau batu aerasi untuk menyediakan oksigen dan pergerakan air.

Bila indukan sudah terkondisi dengan baik dan betina tampak penuh telur, satu atau dua pasang kemudian dimasukkan, dan pemijahan biasanya terjadi keesokan paginya. Alternatifnya, ikan dapat dipijahkan secara berkelompok, dengan jumlah yang baik sekitar enam ekor jantan dan enam ekor betina, meskipun mungkin diperlukan akuarium yang lebih besar.

Dalam kedua cara tersebut, indukan kemungkinan besar akan memakan telur jika ada kesempatan, dan harus dipindahkan segera setelah telur terlihat. Telur akan menetas dalam 18–48 jam, dan burayak mulai berenang bebas setelah 3–4 hari. Burayak sebaiknya diberi pakan seukuran infusoria selama beberapa hari pertama sampai cukup besar untuk menerima microworm, naupli artemia, atau sejenisnya.2

Di mana habitat aslinya?

Sundaland (Indonesia, Semenanjung Malaya), tempat ikan ini hidup di perairan hitam (blackwater).1

Dideskripsikan dari 'Gunung Sahilan dan Deli, Sumatra, Indonesia', tetapi saat ini dianggap sebagai ikan asli Semenanjung Malaysia, Singapura, serta Kepulauan Sunda Besar, yaitu Kalimantan dan Sumatra.

Menurut banyak sumber, ikan ini juga ditemukan di Thailand dan Kamboja, meskipun catatan keberadaan yang pasti dari kedua negara tersebut belum ada. Di Semenanjung Malaysia, penyebarannya luas dan ikan ini pernah dikoleksi di negara bagian Perak, Terengganu, Pahang, dan Johor.

Catatan dari Singapura dan Sumatra jarang, dan kemungkinan spesies ini sudah tidak dapat ditemukan lagi di Singapura, meskipun masih ada di Pulau Bintan yang berdekatan. Satu-satunya informasi yang tersedia mengenai Sumatra adalah satu catatan dari Gunung Sahilan di Provinsi Riau dan satu lagi dari sistem Sungai Batang Hari.

Di Kalimantan, sebagian besar koleksi berasal dari daerah aliran Sungai Kapuas di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Ikan ini juga terdapat di negara bagian Sarawak, Malaysia, yang bertetangga, dan ada banyak catatan dari Sungai Belait dan Sungai Ingei, Distrik Belait, Brunei Darussalam. Namun, sebarannya tampaknya tidak mencapai bagian paling utara dan timur pulau tersebut.2

Habitat alami

Terutama menghuni sungai kecil dan sungai berair hitam (blackwater) yang berhubungan dengan rawa gambut hutan purba, dengan air yang biasanya berwarna cokelat tua akibat asam humat dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk.

Akibatnya, kandungan mineral terlarutnya sangat kecil dan pH bisa turun hingga 3,0 atau 4,0. Kanopi hutan hujan yang lebat di atasnya membuat sangat sedikit cahaya yang menembus permukaan air, dan dasarnya biasanya dipenuhi ranting pohon yang jatuh serta daun-daun yang membusuk.

Habitat berair jernih secara umum mirip dalam hal kimia air, tetapi di banyak tempat tanaman air tumbuh sangat lebat, sering kali termasuk perwakilan genus seperti Cryptocoryne, Blyxa, Barclaya, Eleocharis, Utricularia, dan Lymnophila.

Di Taman Nasional Danau Sentarum yang sangat beragam di daerah aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, ikan ini hidup bersama (simpatrik) dengan lebih dari 200 spesies ikan lain, termasuk Barbonymus schwanenfeldii, Crossocheilus oblongus, Cyclocheilichthys janthochir, Epalzeorhynchos kalopterus, Paracrossochilus vittatus, 'Puntius' endecanalis, 'P.' everetii, 'P.' kuchingensis, 'P.' trifasciatus, Rasbora caudimaculata, R. cephalotaenia, R. sarawakensis, R. trilineata, T. pauciperforatum, Homaloptera nebulosus, H. orthogoniata, Nemacheilus saravacensis, N. spiniferus, Vaillantella cinnamomea, Chromobotia macracanthus, Syncrossus hymenophysa, Pangio semicincta, Hemibagrus wyckii, Mystus castaneus, M. singaringan, Kryptopterus bicirrhis, Datnioides microlepis, Nandus nebulosus, Helostoma temminckii, Channa pleurophthalma, dan Mastacembelus erythrotaenia.2

Catatan

Di perairan hitam Sundaland terdapat banyak ikan akuarium yang indah, seperti gurami cokelat, barb harlequin, dan loach kuhli. Namun, ini hanyalah yang paling terkenal; banyak spesies barb dan rasbora kecil yang berwarna-warni, misalnya, hanya dikenal oleh sedikit orang. Trigonopoma pauciperforatum adalah salah satu yang tercantik di antaranya.1

Spesies ini juga dijual sebagai rasbora 'redline', nama yang sebenarnya kurang tepat karena warna garis lateral yang menjadi asal nama tersebut bisa bervariasi dari oranye tua hingga keemasan, tergantung lokasi asal ikan serta pakan, kondisi, bahkan suasana hatinya. Beberapa spesimen juga memiliki garis kedua yang agak gelap di bawah garis tersebut, yang panjang dan intensitasnya tampak bervariasi tergantung faktor-faktor serupa. Ikan yang lebih tua cenderung memiliki tepian hitam yang lebih banyak pada sisiknya, terutama di bagian bawah (ventral) tubuh.

T. pauciperforatum kadang disebut sangat mirip dan hidup bersama (simpatrik) dengan R. agilis, tetapi meskipun beberapa sumber mencantumkannya sebagai nama yang valid, R. agilis adalah sinonim junior dari T. pauciperforatum. Nama R. agilis sebelumnya pernah digunakan untuk ikan yang dideskripsikan oleh Ahl sebagai R. taeniata, yang kemudian dideskripsikan ulang sebagai R. gracilis oleh Kottelat pada tahun 1991, dan kini dikenal sebagai Trigonopoma gracile.

Ikan tersebut lebih kecil dan tampak lebih ramping daripada T. pauciperforatum, siripnya relatif lebih panjang, dan garis lateralnya berwarna gelap. Ikan ini pernah ditampilkan dalam buku karya Brittan tahun 1971 dengan label R. agilis, dan kemungkinan dari situlah sebagian besar kerancuan berasal.

Trigonopoma dibedakan dari genus-genus terkait oleh opercle (tutup insang) berbentuk segitiga, yang bagian atasnya, di atas sambungan opercle-hyomandibular, sangat tereduksi sehingga membentuk tonjolan ke atas di tengah garis tepi atasnya.2

Sumber

2 sumber dan pustaka
  1. Aquarium Glaser aquariumglaser.de
  2. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Mayden, R. L., K. L. Tang, K. W. Conway, J. Freyhof, S. Chamberlain, M. Haskins, L. Schneider, M. Sudkamp, R. M. Wood, M. Agnew, A. Bufalino, Z. Sulaiman, M. Miya, K. Saitoh, S. He (2007). Phylogenetic relationships of Danio within the order Cypriniformes: a framework for comparative and evolutionary studies of a model species. Journal of Experimental Zoology, Molecular Development and Evolution 308B, 642-654
  • Kottelat, M. (1999). Nomenclature of the genera Barbodes, Cyclocheilichthys, Rasbora and Chonerhinos (Teleostei: Cyprinidae and Tetraodontidae), with comments on the definition of the first reviser. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 47(2), 591-600
  • Zakaria, R., M. Mansor, and A.B. Ali (1999). Swamp-riverine tropical fish population: a comparative study of two spatially isolated freshwater ecosystems in Peninsular Malaysia. Wetlands Ecology and Management 6(4), 261-268
  • Liao, T. Y., Kullander, S. O. and F. Fang (2010). Phylogenetic analysis of the genus Rasbora (Teleostei: Cyprinidae). Zoologica Scripta 39(2), 155-176
  • Tang, K. L., M. K. Agnew, W. J. Chen., M. V. Hirt, T. Sado, L. M. Schneider, J. Freyhof, Z. Sulaiman, E. Swartz, C. Vidthayanon, M. Miya, K. Saitoh, A. M. Simons, R. M. Wood and R. L. Mayden (2010). Systematics of the subfamily Danioninae (Teleostei: Cypriniformes: Cyprinidae). Molecular Phylogenetics and Evolution 57(1), 189-2142

Video

  • Trigonopoma pauciperforatum. The RED LINE rasbora! (Leopard Aquatic T003A)0:52, EN

  • Biotope at Kelantan...so many Trigonopoma pauciperforatum 😍😍😍😍0:29, EN

  • Trigonopoma pauciperforatum handfeeding0:25, EN

  • Glowlight Rasboras (Trigonopoma pauciperforatum) - Vasco da Gama Aquarium0:14, EN