Channidae, Indonesia
Channa Pleuro
Channa pleurophthalma
Nama lain: Kerandang, Serandang, Ocellated snakehead, Orange-spotted snakehead
- Suhu
- 22–28°C
- pH
- 6–7,5
- Akuarium minimum
- 240 cm
- Tingkat kesulitan
- Sulit
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 22–28°C
- pH
- 6–7,5
- Kesadahan (dGH)
- 2–12
- Ukuran
- 35 cm
- Akuarium minimum
- 240 cm
- Tingkat kesulitan
Sulit 6/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 240 cm, ikan sepanjang 35 cm
- AirMudahpH 6–7,5, 2–12 dGH
- SuhuMudah22–28°C
- PerilakuSulitpredator
Tingkat kesulitan 6/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.
Foto Channa Pleuro
Lihat semua 11 foto dan foto pembaca →Info singkat
- Tingkat kesulitan: 6 dari 8 (sulit), karena butuh akuarium dengan panjang minimal 2 m
- Habitat: Sungai kecil dan hutan bakau.1
Layak dibeli?
- Wajib pakai tutup akuarium yang rapat, karena spesies ini dikenal suka melompat.
Ocellated snakehead, Channa pleurophthalma, adalah ikan gabus (snakehead) asli Sumatra bagian tenggara serta DAS Kapuas dan Barito di Kalimantan. Ikan ini hidup di sungai kecil dan hutan bakau, dan termasuk sedikit jenis snakehead yang diketahui hidup berkelompok sepanjang hidupnya. Berbeda dengan kebanyakan Channa spp., ikan ini bersifat pelagis (berenang di kolom air) dan butuh ruang renang yang luas. Untuk ikan yang bisa mencapai 350 mm SL, disarankan akuarium minimal 240 × 60 cm.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Disarankan akuarium dengan alas minimal 240 × 60 cm, dengan volume sekitar 864 liter.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Relatif tidak rewel, walaupun ikan ini senang jika ada penutup di permukaan berupa tanaman air apung, tanaman yang menjuntai, atau ranting. Berbeda dengan kebanyakan Channa spp., ikan ini bersifat pelagis (berenang di kolom air) dan butuh ruang renang yang luas.
Tutup akuarium yang rapat itu wajib, karena Channa spp. terkenal jago kabur. Sisakan celah antara tutup dan permukaan air, karena ikan ini butuh akses ke lapisan udara lembap.
Ikan muda sangat sensitif terhadap ganti air, sehingga tidak perlu ganti air secara rutin.1
Diberi pakan apa?
Predator obligat yang di alam kemungkinan memangsa ikan-ikan kecil, amfibi, dan serangga darat, tetapi di akuarium umumnya mudah beradaptasi dengan pakan mati.
Beberapa individu bahkan mau makan pakan kering, tapi pakan ini jangan sampai jadi pakan utama.
Ikan muda bisa diberi larva chironomid (cacing darah), cacing tanah kecil, udang cincang, dan sejenisnya, sedangkan ikan dewasa mau makan potongan daging ikan, udang utuh, kerang, dan lain-lain.
Spesies ini sebaiknya tidak diberi daging mamalia atau unggas seperti jantung sapi atau ayam, karena sebagian lemak di dalamnya tidak bisa dicerna dengan baik oleh ikan, dan bisa menyebabkan penumpukan lemak berlebih bahkan kerusakan organ.
Begitu juga, tidak ada manfaatnya memakai ikan pakan (feeder) seperti ikan livebearer atau ikan mas koki kecil, yang membawa risiko masuknya parasit atau penyakit, dan biasanya nilai gizinya juga tidak tinggi kecuali sudah dikondisikan dengan baik sebelumnya.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?
C. pleurophthalma termasuk sedikit jenis snakehead yang diketahui hidup berkelompok sepanjang hidupnya, tetapi tetap paling baik dipelihara di akuarium khusus satu spesies.
Walaupun umumnya pemalu dan waspada, ikan ini bisa jadi berani dan mencoba menyerang teman setangkinya jika dipelihara dalam kelompok sesama jenis. Ikan apa pun yang cukup kecil untuk dianggap mangsa akan dilukai atau dimakan.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Predator
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Jantan yang sudah matang kelamin lebih ramping daripada betina. Selain itu, jantan cenderung memiliki pola warna kebiruan, sedangkan betina kehijauan.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Belum pernah tercatat. Di alam, spesies ini hidup berkelompok di sungai terbuka dan hanya membentuk pasangan sementara saat musim kawin. Pasangan ini memisahkan diri dari kelompok untuk memijah di vegetasi tepi sungai, lalu kembali ke kelompok. Diduga tidak ada pengasuhan oleh induk.1
Sebaran alami
Apa kata sumber
- Indonesia, Kapuas, Barito, Sumatra, Kalimantan, Kalimantan · Seriously Fish1: “Native to southeastern Sumatra plus the Kapuas and Barito river basins of Kalimantan, Indonesian Borneo.”
GBIF punya 21 catatan di alam liar: 20 di negara-negara di atas, 1 di tempat lain (terbanyak: Malaysia 1). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.
- Catatan di negara asal
- Catatan di tempat lain
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 21 catatan, diambil 2026-11-07 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Catatan
Spesies ini juga kadang disebut 'orange-spotted snakehead'.
Anggota famili Channidae umumnya disebut 'snakehead' karena kebanyakan spesiesnya memiliki sisik besar di kepala yang mirip sisik epidermis (cephalic plate) di kepala ular.
Saat ini ada lebih dari 30 spesies yang valid, tetapi keragaman di dalam kelompok ini kemungkinan jauh lebih besar.
Semua Channa spp. memiliki alat pernapasan tambahan berupa sepasang ruang suprabranchial yang terletak di belakang dan di atas insang. Ruang ini bukan organ labirin (labyrinth), melainkan dilapisi epitel pernapasan.
Ruang ini memungkinkan ikan menghirup udara langsung dan bertahan dalam kondisi kekurangan oksigen, bahkan di luar air untuk waktu yang cukup lama. Di akuarium, ikan ini sering terlihat naik ke permukaan untuk mengambil udara.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Brede, N. and P. Antler (2009). Schlangenkopffische—Die Gattungen Channa und Parachanna. Natur und Tier Verlag, Münster, 62 pp.
- Courtenay, W. R., Jr. and J. D. Williams (2004). Snakeheads (Pisces, Channidae) - a biological synopsis and risk assessment. Circular, U. S. Department of the Interior, Geological Survey No. 1251, i-v + 1-143
- Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The labyrinth fishes (Teleostei: Anabanatoidei, Channoidei) of Sumatra, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 115-138
- Bleeker, P. (1851). Nieuwe bijdrage tot de kennis der ichthyologische fauna van Borneo met beschrijving van eenige nieuwe soorten van zoetwatervisschen. Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlandsch Indië v. 1, 259-2751
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Channa Pleuro? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.












Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.