Cyprinidae, Myanmar
Cyclocheilichthys apogon
Cyclocheilichthys apogon
Nama lain: Keperas, Temperas, Mata merah, Beardless barb, Skinhead barb
- Suhu
- 20–27°C
- pH
- 5,5–8
- Akuarium minimum
- 180 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 20–27°C
- pH
- 5,5–8
- Kesadahan (dGH)
- 1–20
- Ukuran
- 18 cm
- Akuarium minimum
- 180 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 180 cm, ikan sepanjang 18 cm
- AirMudahpH 5,5–8, 1–20 dGH
- SuhuMudah20–27°C
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-06.
Info singkat
Beardless barb, Cyclocheilichthys apogon, adalah ikan cyprinid yang sebarannya mulai dari Myanmar sampai Vietnam, lalu ke selatan lewat Semenanjung Malaysia hingga Kalimantan dan Sumatra. Ikan ini juga dijual dengan nama 'skinhead barb'. Ciri-cirinya: tidak punya sungut, ada bercak hitam di pangkal sirip ekor, dan ada deretan bintik gelap di sepanjang baris sisiknya. Ikan ini menyukai perairan yang alirannya lambat atau tenang, dan suka mengais lapisan biofilm yang menempel di akar dan ranting yang terendam. Ikan ini jarang diimpor dalam jumlah banyak dan paling sering datang sebagai ikan ikutan (bycatch).1
Butuh akuarium seberapa besar?
Untuk pemeliharaan jangka panjang, dibutuhkan akuarium dengan ukuran alas minimal 180 × 45 cm. Volume: sekitar 365 liter.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Ikan ini lebih suka lingkungan yang cahayanya redup, dan substrat pasir halus disarankan. Beberapa potong kayu (driftwood) berukuran cukup besar akan memberi area teduh yang disukai ikan ini. Kalau tidak menemukan driftwood dengan bentuk yang diinginkan, kayu beech biasa atau kayu oak aman dipakai asalkan sudah benar-benar kering dan kulit kayunya dikupas.
Banyak tanaman air tidak akan tumbuh baik dalam kondisi seperti ini, tetapi jenis seperti Microsorum, Taxiphyllum, atau mungkin beberapa Cryptocoryne spp. yang ditanam dalam pot seharusnya bisa bertahan. Jenis berdaun lebar sangat cocok karena ikan ini suka mengais makanan di daunnya. Beberapa kelompok tanaman apung juga akan membantu meredam cahaya yang masuk ke akuarium dan memberi kesan yang lebih alami.1
Diberi pakan apa?
Di alam, spesies ini terutama adalah mikropredator yang mengais aufwuchs untuk mencari mangsa kecil, termasuk serangga, krustasea, dan burayak ikan lain. Agar kondisinya paling prima di akuarium, berikan secara rutin pakan hidup dan beku berukuran kecil seperti cacing darah, kutu air, dan artemia, ditambah pakan serpihan dan pelet butiran kering yang berkualitas baik.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Ikan ini sangat cocok untuk akuarium komunitas yang besar dan tertata lengkap, meskipun individu dewasa yang besar bisa mengintimidasi teman setangki yang lamban atau sangat pemalu. Namun, ada banyak teman setangki yang cocok, termasuk banyak cyprinid, loach, cichlid, catfish, dan characin. Akuarium komunitas yang bertema salah satu negara atau daerah aliran sungai asalnya juga bisa menjadi proyek yang menarik dengan beberapa pilihan alternatif yang menarik (lihat 'Habitat').
Pada dasarnya spesies ini suka hidup berkelompok dan idealnya dipelihara dalam kelompok minimal enam ekor. Bila ada sesamanya, warna ikan ini lebih bagus, ikan tidak terlalu gugup, dan tampilan akuarium secara keseluruhan akan terlihat lebih alami.1
Teman satu akuarium
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →

Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Betina yang sudah matang kelamin kemungkinan bertubuh lebih tebal daripada jantan.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Sejauh ini ikan ini diperkirakan belum pernah dipijahkan di akuarium. Di alam, ikan ini memijah di area yang tergenang banjir menjelang akhir musim hujan.1
Sebaran alami
Hidup alami di: Myanmar, Vietnam, Indonesia, Thailand, Laos, Kamboja1
Sungai, danau, wilayah: Mekong, Chao Phraya, Mae Klong, Kalimantan, Sumatra, Jawa1
Apa kata sumber
- Myanmar, Vietnam, Kalimantan, Sumatra · Seriously Fish1: “The beardless barb, Cyclocheilichthys apogon, is a cyprinid ranging from Myanmar to Vietnam and south via Peninsular Malaysia to Borneo and Sumatra.”
- Indonesia, Thailand, Laos, Kamboja, Jawa · Seriously Fish1: “Type locality is given simply as 'Java, Indonesia', but this species is currently understood to have an enormous natural range extending eastwards from Myanmar via Thailand, Laos, Cambodia as far as Vietnam and to the south through Peninsular Malaysia and into the Greater Sunda Islands of Borneo and Sumatra.”
- Mekong, Chao Phraya, Mae Klong · Seriously Fish1: “It thus occurs throughout the Mekong, Mae Klong and Chao Phraya drainages as well as a host of smaller river basins, lakes and reservoirs.”
GBIF punya 252 catatan di alam liar: 171 di negara-negara di atas, 81 di tempat lain (terbanyak: Malaysia 80, Singapura 1). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.
- Catatan di negara asal
- Catatan di tempat lain
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 252 catatan, diambil 2026-11-07 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Lokasi tipenya hanya disebut 'Jawa, Indonesia', tetapi saat ini spesies ini dianggap punya sebaran alami yang sangat luas, membentang ke timur dari Myanmar melewati Thailand, Laos, dan Kamboja sampai Vietnam, lalu ke selatan melewati Semenanjung Malaysia hingga ke Kepulauan Sunda Besar, yaitu Kalimantan dan Sumatra.
Jadi, ikan ini ada di seluruh daerah aliran sungai Mekong, Mae Klong, dan Chao Phraya, juga di banyak daerah aliran sungai yang lebih kecil, danau, dan waduk. Di beberapa negara ikan ini dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi, dan warna serta polanya bisa sedikit berbeda tergantung lokasi asal tangkapannya. Belum jelas seberapa luas ikan ini sudah diintroduksi secara buatan di dalam wilayah sebarannya.1
Habitat alami
Ikan ini terutama hidup di sungai dan lebih menyukai bagian yang alirannya lambat atau tenang, termasuk rawa, kanal, dan parit. Meski begitu, ikan ini juga pernah tercatat di bagian sungai yang berarus lebih deras dan berbatu, serta di hutan rawa gambut. Akar pohon, ranting, dan tanaman yang terendam adalah habitat favoritnya, karena ikan ini mengais biofilm tebal yang terbentuk di permukaan-permukaan tersebut.
Sekarang ikan ini juga ditemukan di banyak perairan buatan akibat campur tangan manusia. Sebagian populasi sengaja dilepas ke perairan baru untuk budidaya atau pemancingan, sedangkan habitat populasi lainnya berubah drastis karena pembangunan bendungan atau pertanian. Pada musim hujan, ikan ini diketahui berpindah ke dataran banjir dan kawasan hutan yang tergenang.
Contoh biotop alami yang khas adalah Sungai Batang, anak sungai dari sistem Sungai Beris di negara bagian Kedah, Semenanjung Malaysia bagian utara. Di sana airnya cukup dangkal (kedalaman <2 m), arusnya sedang, dan dasarnya terdiri dari pasir dan kerikil yang tertutup kayu terendam serta serasah lainnya. Tidak ada tanaman air, tetapi sungainya mengalir melewati hutan primer dataran rendah yang tampaknya memberi tambahan tempat berlindung.
C. apogon ditemukan hidup bersama berbagai spesies, antara lain Barbodes binotatus, Striuntius lateristriga, Garra cambodgiensis, Devario regina, Homaloptera orthogoniata, Homalopteroides smithi, Laubuca laubuca, Crossocheilus oblongus, Glyptothorax major, Rasbora sumatrana, dan Mystacoleucus obtusirostris.1
Catatan
Di perdagangan ikan hias, spesies ini kadang juga dijual dengan nama 'skinhead barb'. Seperti anggota genus lainnya, belum banyak tulisan tentang perawatannya di akuarium, tetapi ikan ini merupakan penghuni yang damai dan tidak biasa untuk akuarium besar. Cara terbaik untuk mendapatkannya mungkin dengan memantau kiriman ikan tangkapan alam dari Indochina dan Kepulauan Sunda Besar, karena ikan ini jarang diimpor dalam jumlah besar dan paling sering datang sebagai ikan ikutan (bycatch).
Ikan ini bisa dibedakan dari kerabat segenusnya karena tidak punya sungut, punya bercak hitam di pangkal sirip ekor, dan punya deretan bintik gelap di sepanjang baris sisik di sisi tubuhnya.
Anggota genus Cyclocheilichthys dicirikan oleh duri sirip punggung yang bergerigi, 9 jari-jari bercabang pada sirip perut, moncong berbentuk kerucut, mulut kecil yang letaknya agak di bawah (subterminal), dan deretan lipatan sensorik yang sejajar di moncong dan pipi. Ciri terakhir ini tidak dimiliki sebagian besar cyprinid lain, tetapi ada pada beberapa genus, termasuk Eirmotus, Oreichthys, Neobarynotus, serta segelintir spesies lain.
Dalam beberapa tahun terakhir ada beberapa masalah tata nama, tampaknya karena Cyclocheilichthys dan Anematichthys (yang kini sudah menjadi sinonim) dipakai bersamaan oleh Bleeker (1859) untuk ikan yang sama, yaitu C. apogon. Masalah ini sudah dibahas oleh Kottelat (1999), tetapi kemudian disalahartikan oleh Pasco-Viel, Veran, dan Variot, 2012, yang menyimpulkan bahwa Cyclocheilichthys merupakan kelompok parafiletik dan memecah genus ini menjadi dua kelompok: Cyclocheilichthys (berisi C. enoplos) dan Anematichthys (berisi C. apogon, C. armatus, dan C. repasson).
Hal ini dikoreksi oleh Kottelat (2013), dan saat ini Cyclocheilichthys terdiri dari tujuh spesies, sedangkan genus Cyclocheilos yang divalidasi ulang mencakup bekas anggotanya, C. enoplos dan C. furcatus. C. heteronema cukup berbeda dari spesies Cyclocheilichthys lainnya dan mungkin nantinya dipisahkan, dengan nama genus Oxybarbus yang tersedia untuknya.
Mengingat sebaran C. apogon yang sangat luas, dan dengan memperhitungkan pola yang terlihat pada ikan-ikan Asia Tenggara lainnya, masuk akal bila spesies ini nantinya juga ternyata merupakan sekelompok takson yang berkerabat dekat.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Rainboth, W. J. (1996). Fishes of the Cambodian Mekong. FAO Species Identification Field Guide for Fishery Purposes. FAO, Rome, 1-265
- Kottelat, M. (1999). Nomenclature of the genera Barbodes, Cyclocheilichthys, Rasbora and Chonerhinos (Teleostei: Cyprinidae and Tetraodontidae), with comments on the definition of the first reviser. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 47(2), 591-600
- Cuvier, G. and A. Valenciennes (1842). Histoire naturelle des poissons. Tome seizième. Livre dix-huitième. Les Cyprinoïdes. Histoire naturelle des poissons v. 16, i-xx + 1-472
- Ng, H. H. and H.-H. Tan (1999). The fishes of the Endau drainage, Peninsular Malaysia with descriptions of two new species of catfishes (Teleostei: Akysidae, Bagridae). Zoological Studies 38(3), 350-366
- Freyhof, J., D. V. Serov and T. N. Nguyen (2000). A preliminary checklist of the freshwater fishes of the River Dong Nai, South Vietnam. Bonner Zoologische Beiträge 49(1-4), 93-99
- Kottelat, M. (2001). Fishes of Laos. WHT Publications, Colombo, 1-198
- Kottelat, M. and E. Widjanarti (2005). The fishes of Danau Sentarum National Park and the Kapuas Lakes area, Kalimantan Barat, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 139-173
- Tan, H. H. and M. Kottelat (2009). The fishes of the Batang Hari drainage, Sumatra, with description of six new species. Ichthyological Exploration of Freshwaters 20(1), 13-69
- Pasco-Viel, E., M. Veran and L. Variot (2012). Bleeker was right: Revision of the genus Cyclocheilichthys (Bleeker 1859) and resurrection of the genus Anematichthys (Bleeker 1859), based on morphological and molecular data of Southeast Asian Cyprininae (Teleostei, Cypriniformes). Zootaxa 3586, 41-54
- Kottelat, M. (2013). The valid generic names for the fish species usually placed in Cyclocheilichthys (Pisces: Cyprinidae). Zootaxa 3640(4), 479-482
- Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-663
- Pasco-Viel, E., M. Veran and L. Variot (2013). Comments on 'The valid generic names for the fish species usually placed in Cyclocheilichthys' (KOTTELAT 2013) and a correction of Pasco-viel et al. (2012). Zootaxa 3640(3), 483-484
- Cervancia, M. and M. Kottelat (2007). Cyclocheilichthys schoppeae, a new species of freshwater fish (Teleostei: Cyprinidae) from northern Palawan, Philippines. Raffles Bulletin of Zoology 55(1), 141-1451
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Cyclocheilichthys apogon? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.