Satuan
Tampilan

Zenarchopteridae, India

Dermogenys pusilla

Dermogenys pusilla

Nama lain: Julung-julung, Wrestling halfbeak, Halfbeak, Ikan julung, Julung-julung pusilla

Suhu
24–28°C
pH
6,5–8
Akuarium minimum
60 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
24–28°C
pH
6,5–8
Ukuran
5,5 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahakuarium mulai 60 cm, ikan sepanjang 5,5 cm
  • AirMudahpH 6,5–8, 10–20 dGH
  • SuhuMudah24–28°C
  • PerilakuMudahdamai

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-03.

Layak dibeli?

  • Butuh tutup yang rapat karena ikan ini dikenal suka melompat. Lompatannya juga sangat jago, jadi sebaiknya sediakan lapisan tanaman apung, ditambah penutup yang rapat.

Wrestling halfbeak atau julung-julung, Dermogenys pusilla, adalah halfbeak yang sebarannya luas, dari India dan Myanmar ke timur sampai Vietnam, Filipina, dan Indonesia. Ikan jantan berkelahi dengan saling mengunci rahang, dan di beberapa negara asalnya ikan ini dipakai sebagai ikan aduan yang hasil duelnya dijadikan taruhan. Kemungkinan besar ini halfbeak yang paling sering dijumpai di perdagangan ikan hias. Saat baru diimpor ikan ini bisa cukup rentan dan sifatnya gampang kaget, jadi tanaman yang rapat di sepanjang tepi akuarium membantu melindungi bagian mulutnya dari benturan dengan kaca.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Panjang standar: 55 mm SL. Ukuran dasar akuarium: 60 × 38 cm. Volume: ~68 liter.

Satu kelompok kecil bisa dipelihara di akuarium berukuran 60 × 38 × 30 cm (~68 liter).1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 24–28 °C
  • pH: 6,5–8,0
  • Kesadahan: 10–20 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Untuk ikan ini, luas permukaan air lebih penting daripada kedalaman, karena hampir sepanjang waktu ia berada tepat di bawah permukaan air. Ikan ini sangat gampang kaget, terutama saat baru dimasukkan ke akuarium baru. Tanaman yang rapat di sepanjang tepi akuarium akan mengurangi kemungkinan bagian mulutnya yang rapuh cedera karena menabrak kaca. Ikan ini juga jago melompat, jadi sebaiknya sediakan lapisan tanaman apung, ditambah penutup yang rapat. Dekorasi di bawah permukaan tidak wajib dan tergantung selera masing-masing. Garam bisa ditambahkan sampai berat jenis (SG) sekitar 1,005, tetapi selama airnya sadah dan cukup basa, ikan ini seharusnya baik-baik saja di air tawar. Ganti air sebaiknya sedikit-sedikit tapi sering, karena ikan ini sensitif bukan hanya terhadap kualitas air yang memburuk, tetapi juga terhadap perubahan suhu atau kimia air yang mendadak.1

Diberi pakan apa?

Hanya makan dari permukaan. Lalat buah Drosophila yang sudah diberi pakan bergizi (gut-loaded) adalah pakan yang ideal, tetapi artemia, cacing darah, dan sejenisnya juga dimakan. Kadang ikan ini awalnya menolak pakan kering, tetapi biasanya lama-kelamaan bisa dibiasakan untuk mau memakannya.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Bisa dicampur dengan spesies damai berukuran serupa yang cocok dengan kondisi air yang sama. Di akuarium air tawar, pilihan yang baik antara lain ikan beranak (livebearer) lain, rainbowfish yang lebih kecil, dan gobi air tawar. Di kondisi payau, ikan ini bisa dipelihara bersama glassfish yang lebih kecil (Parambassis sp.), bumblebee goby, dan molly. Jangan dicampur dengan spesies yang jauh lebih besar atau lebih agresif, karena ikan ini bisa jadi pemalu dan mudah kalah bersaing saat makan. Ikan ini bisa dipelihara berkelompok dan biasanya tidak terlalu gampang kaget bila dipelihara dengan cara ini. Ikan jantan sering bertarung satu sama lain, tetapi jarang sampai menimbulkan cedera permanen kecuali ruangnya sangat sempit. Sebaiknya pelihara hanya satu ekor jantan, atau sekalian beberapa ekor supaya agresinya tersebar.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Ciri pembeda yang paling jelas antara jantan dan betina adalah sirip anal jantan yang termodifikasi menjadi andropodium. Ini adalah organ kelamin yang mirip dengan gonopodium pada ikan beranak lainnya, dan dipakai saat kawin. Jantan dewasa juga punya bercak merah di sirip punggung yang tidak dimiliki betina, dan ukurannya jauh lebih kecil daripada betina.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Tidak semudah banyak ikan beranak lainnya untuk dipijahkan, meskipun jelas bisa. Kesulitannya bukan pada memancing ikan untuk kawin, melainkan banyak betina yang melahirkan anak dalam keadaan mati. Rupanya hal ini berkaitan langsung dengan gizi ikan (beberapa penulis menyebut kekurangan vitamin D sebagai penyebabnya), jadi pastikan ikan diberi pakan berkualitas tinggi. Untuk keperluan pemijahan, sebaiknya pelihara sekelompok ikan ini di akuarium khusus satu spesies. Tata akuarium seperti yang disarankan di atas, dengan banyak tanaman di permukaan, kondisikan ikan dengan baik, dan perkawinan seharusnya tidak jadi masalah. Masa bunting sangat bergantung pada suhu, berkisar 3–6 minggu. Kalau anakannya lahir sehat, sebaiknya dipindahkan, karena induknya bisa memangsa mereka. Anakannya cukup mudah diberi makan dan dibesarkan, karena sejak lahir sudah mau pakan kering bubuk maupun naupli artemia. Jumlah anak per kelahiran biasanya 10–20 ekor.1

Sebaran alami

Apa kata sumber
  • India, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Filipina, Malaysia, Indonesia · Seriously Fish1: “Widespread in nature, it is known from India, Myanmar, Thailand, Laos, Cambodia, Vietnam, Philippines, Malaysia and Indonesia.”

GBIF punya 85 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.

  • Catatan di negara asal
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 85 catatan, diambil 2026-11-07 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Sebarannya di alam luas, tercatat di India, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.1

Habitat alami

Biasanya menghuni berbagai biotop berair tenang atau berarus lambat, termasuk sungai, kanal, parit, sawah yang tergenang, danau, dan kolam. Sebagian tempat ini bisa berair mati (stagnan), dan umumnya semuanya punya banyak tanaman di permukaan. Sesekali ikan ini juga ditemukan di perairan agak payau di sekitar rawa bakau saat musim hujan.1

Catatan

Halfbeak mendapat nama umumnya dari rahang bawah memanjang yang dimiliki semua spesiesnya. Julukan 'wrestling' (gulat) untuk spesies ini berasal dari kebiasaan ikan jantan berkelahi satu sama lain, sering kali sambil saling mengunci rahang. Di beberapa negara asalnya, ikan ini dipakai sebagai ikan aduan, dan hasil duel antarjantan dijadikan taruhan. Untuk diadu, dua ekor ikan dimasukkan ke wadah kecil, karena di ruang sesempit itu mereka akan terus-menerus bertarung. Di akuarium, duel seperti ini biasanya cepat selesai, karena ruang yang tersedia membuat jantan yang lebih lemah mudah kabur. Spesies ini kemungkinan yang paling sering dijumpai di perdagangan ikan hias. Saat baru diimpor ikan ini bisa agak rentan, tetapi setelah beradaptasi akan menjadi penghuni permukaan yang menarik untuk akuarium komunitas yang damai. Anggota genus lain yang lebih jarang tersedia, seperti D. siamensis dan D. sumatrana, biasanya dijual dengan nama umum yang sama bila sedang ada.1

Sumber

1 sumber
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.