Babyloniidae, India
Keong macan
Babylonia spirata
Butuh air laut, dipelihara di akuarium air laut.
Nama lain: Siput macan, Babylon snail, Babylonian snail, Spiral babylon
- Suhu
- 26–30°C
- pH
- 8,1–8,4
- Akuarium minimum
- belum ada
- Tingkat kesulitan
- Mudah
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 26–30°C
- pH
- 8,1–8,4
- Ukuran
- 5,5 cm
- Umur hidup
- 4–5 tahun
- Tingkat kesulitan
Mudah 3/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahikan sepanjang 5,5 cm
- AirSedangair basa, rentang pH sempit · pH 8,1–8,4
- SuhuSedangair hangat · 26–30°C
- PerilakuMudahdamai
Tingkat kesulitan 3/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Aquarium Breeder
- pH
- Aquarium Breeder
- Ukuran
- Aquarium Breeder
- Umur hidup
- Aquarium Breeder
- Tingkat kesulitan
- Aquarium Breeder
Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Breeder. Diperbarui 2026-11-04.
Info singkat
- Nama: keong macan (Babylonian snail)
- Nama ilmiah: Babylonia spirata
- Ukuran akuarium minimum: 60 liter
- Pemijahan: sulit
- Jenis air: SG 1,021–1,025
- KH optimal: 8–12
- Nitrat: kurang dari 20 ppm
- Pakan: karnivora
- Sifat: damai (dengan catatan)
- Warna: putih hingga kekuningan, dengan corak besar berwarna oranye hingga cokelat
Babylonia spirata tumbuh cukup besar dan menyukai air hangat. Keong ini karnivora sekaligus pemakan bangkai yang oportunistis, dan sulit dipijahkan di akuarium, meskipun masih mungkin.1
Layak dibeli?
Babylonia spirata termasuk spesies yang relatif besar. Rata-rata cangkangnya berdiameter 4,5–5,5 cm dengan berat 25–35 g.
Ciri-ciri yang menonjol antara lain:
- Cangkangnya biasanya putih hingga kekuningan, dengan corak besar berwarna oranye hingga cokelat.
- Cangkangnya halus, lebar, dan berbentuk bulat telur dengan barisan spiral yang teratur.
- Keong dewasa memiliki 6 ulir.
- Ulirnya agak menggembung dan memiliki sutura (garis sambungan) yang dalam dengan tepi tajam.
- Kolumelanya halus.
- Bukaan cangkangnya (aperture) besar, berbentuk lonjong, dan menyempit di bagian belakang.
Keong ini juga memiliki operkulum (penutup cangkang), yang dipakai untuk menutup cangkangnya rapat-rapat saat terganggu atau stres. Selain itu, ada proboscis/sifon (mulut) yang bentuknya mirip belalai gajah, yang juga berfungsi untuk bernapas dan mencium bau.
Dalam beberapa kasus, Babylonia spirata bisa sangat sulit dibedakan dari Babylonia zeylanica karena tampilannya nyaris sama. Namun, Babylonia zeylanica tumbuh sedikit lebih besar (hingga 7,5 cm), suturanya sedikit lebih melesak dibandingkan Babylonia spirata, dan sebarannya kebanyakan di perairan India dan Sri Lanka.
Babylonia spirata tumbuh cepat dan mencapai ukuran maksimal dalam 2–3 tahun. Di akuarium, jika dirawat dengan baik, keong ini bisa hidup 4–5 tahun.
Spesies ini relatif sensitif terhadap stres selama pengiriman. Sangat penting untuk mengirim keong setidaknya dalam kondisi lembap, ditutup karung goni basah atau kapas basah yang direndam air laut.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Babylonia spirata membutuhkan akuarium yang sudah matang dengan ukuran dan volume air yang memadai. Ukuran minimum yang disarankan untuk satu keong besar adalah 60 liter. Makin besar akuariumnya, makin baik. Menurut sebuah penelitian, kepadatan tebar yang berbeda memengaruhi laju pertumbuhan keong.
Masalah besar lain pada akuarium kecil adalah parameter air bisa sangat sulit dijaga tetap stabil. Kecuali Anda sudah ahli, sebaiknya hindari setup yang kecil.1
Kondisi air seperti apa?
Suhu: suhu air yang disukai adalah 26–30 °C, yang dianggap optimal. Spesies ini tidak tahan suhu yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi. Suhu adalah salah satu faktor fisik terpenting yang memengaruhi keong. Suhu berpengaruh pada tingkat kelangsungan hidup, daya tetas, masa inkubasi, perilaku makan larva, pertumbuhan larva, dan lain-lain. Menurut sebuah penelitian:
- Pada 20 °C keong menutup operkulumnya rapat-rapat.
- Jika suhu turun di bawah 24 °C, Babylonia spirata menjadi tidak aktif dan diam di atas substrat.
- Pada 26 °C keong menjadi sedikit lebih aktif dan mulai merespons pakan secara perlahan.
- Pada 28 °C Babylonia spirata bergerak, makan, dan membenamkan diri secara normal.
- Pada 34 °C keong kembali tidak aktif. Keong bahkan tidak bisa masuk sepenuhnya ke dalam cangkang.
pH: jaga pH di 8,1–8,4 agar keong tumbuh baik di akuarium air laut.
Kesadahan: jaga kesadahan karbonat di 8–12 dKH.
SG: berat jenis sebaiknya antara 1,023 (30 ppt) dan 1,025 (33 ppt). Babylonia spirata muda dan dewasa telah diteliti: aktivitas dan kelangsungan hidup normal teramati pada salinitas 27–35 ppt untuk keong muda dan 31–35 ppt untuk keong dewasa. Salinitas di bawah 1,015 (19 ppt) mematikan, dan semua keong mati setelah 24 jam terpapar.
Oksigen terlarut: 5–7 mg/L.
Nitrat sebaiknya tetap di bawah 20 ppm.1
Bagaimana cara merawatnya?
Babylonia spirata tidak sulit dirawat, meskipun keong ini punya beberapa kebutuhan khusus jika Anda ingin menciptakan lingkungan yang ideal baginya. Parameter air yang stabil itu penting, jadi diperlukan akuarium yang sudah matang (lihat Ukuran akuarium dan Kondisi air).1
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Substrat: substrat berperan sangat penting dalam kehidupan keong. Substrat menjadi tempat melekat, berlindung, dan sumber makanan, yang semuanya merupakan kebutuhan dasar. Setidaknya, substrat harus memungkinkan Babylonia spirata membenamkan diri.
Percobaan dengan 4 jenis substrat (kerikil 1–2 mm, pasir kasar 1,00–0,50 mm, pasir halus 0,25–0,10 mm, dan lumpur halus 0,05–0,002 mm) menunjukkan preferensi yang jelas terhadap lumpur halus (45,2 hingga 64,7%), disusul pasir halus (16,8 dan 31,7%). Ada korelasi negatif dengan kerikil dan pasir kasar. Karena itu, lumpur halus (lebih diutamakan) dan pasir halus adalah pilihan terbaik.
Pencahayaan: meskipun Babylonia spirata aktif di malam hari, penelitian menunjukkan bahwa fotoperiode berperan penting dalam mengatur siklus reproduksinya. Keong ini tidak punya kebutuhan pencahayaan yang ketat, jadi pencahayaan bisa disesuaikan dengan kebutuhan ikan, karang, anemon laut, dan sebagainya.
Aklimatisasi: sebelum memasukkan keong ke akuarium, aklimatisasikan dengan hati-hati, seperti semua invertebrata. Lakukan dengan sangat perlahan; umumnya 2–3 jam sudah cukup.1
Diberi pakan apa?
Babylonia spirata adalah moluska gastropoda pemakan bangkai yang terutama memakan sisa hewan mati dan membusuk di substrat tempat ia hidup. Keong pemakan bangkai sangat peka terhadap sinyal kimia yang dipancarkan oleh makanan.
Dalam literatur ilmiah ada sedikit perbedaan pendapat mengenai pakan yang optimal. Menurut satu penelitian, hasil terbaik diperoleh dengan pakan berkadar protein 40%, dibandingkan pakan berprotein 30% dan 35%. Penelitian lain menunjukkan pakan berprotein 35% memberikan hasil lebih baik. Bagaimanapun, keong ini sangat bergantung pada pakan yang kaya protein dan kalsium.
Kekurangan protein dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan penurunan berat badan, karena protein penting untuk menjaga organ vital. Kalsium dibutuhkan untuk beberapa proses hidup yang vital pada keong, yang paling jelas adalah pembentukan cangkang. Kalsium karbonat adalah senyawa alami dasar penyusun cangkangnya.
Di akuarium, keong ini memakan sisa pakan, detritus, dan sebagainya. Namun, jika jumlah keong banyak atau sisa pakan dan makanan alami tidak cukup, keong ini bisa menyerang keong lain. Karena itu, sebaiknya pakannya ditambah dengan pakan berdaging, seperti:
- artemia beku dan udang mysis beku,
- larva kering beku (freeze-dried),
- potongan ikan dan makanan laut.
Percobaan menunjukkan bahwa jika diberi pilihan, keong ini paling suka daging kerang-kerangan seperti tiram, kerang, dan kerang hijau, atau krustasea seperti udang. Pelet adalah pakan yang paling tidak disukai.
Hasil pengamatan laboratorium terhadap Babylonia spirata:
- Keong dapat memakan sekitar 3–5% dari berat tubuhnya.
- Keong besar (lebih dari 5 cm) dapat menghabiskan hingga 2 g daging dalam 7 menit.
- Keong ini sangat peka terhadap sinyal kimia dari makanan organik.
- Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai makanan yang diletakkan sejauh 100 cm berkisar 10–11 menit.
- Jenis pakan: karnivora
- Frekuensi pemberian pakan: 1–2 kali seminggu1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Babylonia spirata bisa pemalu dan pendiam, terutama saat baru dimasukkan ke akuarium. Keong ini terutama aktif di malam hari dan sering membenamkan diri di substrat pada siang hari. Namun, saat lapar, keong ini relatif aktif kapan saja.
Saat terbenam, keong menjulurkan proboscis ke permukaan substrat seperti periskop, sehingga bisa mencium bahan organik mati sambil beristirahat. Lalu keong dengan cepat keluar dari substrat dan bergerak menuju makanan.
Menurut penelitian, keong Babylonia memiliki sistem penciuman yang kompleks. Makanan dapat terdeteksi dari jarak beberapa meter. Umumnya, keong keluar dari substrat dalam 5–10 menit saat makanan diletakkan di mana pun di akuarium.
Meskipun karnivora, keong ini bukan pemangsa aktif dan lebih menyukai sisa hewan mati. Keong ini cukup malas dan tidak banyak bergerak. Sesekali keong bisa memanjat sampai ke bagian atas akuarium, tetapi ini jarang terjadi. Kakinya sangat panjang dan kuat, jadi bila perlu keong bisa dengan mudah membalikkan badannya ke posisi tegak.
- Hidup berkelompok: tidak
- Aktif: tidak
- Suka membenamkan diri: ya
- Sifat: damai (dengan catatan)
Aman untuk akuarium reef: ya, keong ini reef safe. Babylonia spirata tidak akan sengaja merusak apa pun di akuarium reef dan tidak akan mencoba memakan karang saat mencari makanan. Namun, karena ukuran dan tenaganya, keong ini cenderung menabrak dan menggeser benda-benda, bahkan bisa menerobos karang begitu saja. Untuk mencegah kejadian seperti ini, disarankan untuk merekatkan karang ke batu.
Teman satu akuarium: Babylonia spirata bukan spesies agresif dan cocok dengan sebagian besar penghuni lain. Meski begitu, jika pakan tidak cukup, keong ini bisa memangsa keong lain (yang lebih kecil). Pada umumnya mereka adalah keong whelk predator yang memakan hewan yang berada di pasir. Namun, keong dewasa (fighting conch, keong Cerith, keong Astrea, Mexican turbo snail, keong Trochus, dan lain-lain) seharusnya relatif aman dalam kondisi apa pun. Keong ini cocok dengan udang seperti Sexy shrimp, Red Fire shrimp (Lysmata debelius), Peppermint shrimp (Lysmata wurdemanni), atau Skunk Cleaner (Lysmata amboinensis).
Teman satu akuarium yang tidak cocok:
- Ikan besar dan/atau agresif
- Udang agresif (seperti Coral banded shrimp)
- Sebagian besar spesies kepiting
- Semua spesies kelomang (termasuk Halloween hermit crab, Blue Leg hermit crab, dan lain-lain)
Kelomang bisa mencoba membunuh keong hanya demi cangkangnya. Jika Anda tetap memutuskan memelihara keduanya bersama, pastikan kelomang punya banyak cangkang kosong yang disebar di seluruh akuarium. Namun, cara ini hanya bisa mengurangi agresi, bukan menghilangkannya.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Babylonia spirata bukan hermafrodit. Jantan dan betina dapat dibedakan dari ciri luarnya.
- Ukuran: pada umur yang sama, betina sedikit lebih besar dan lebih berat daripada jantan.
- Organ reproduksi: jantan dapat dikenali dari luar melalui organ jantan di sisi kanan kepala, tepat di belakang tentakel kanan. Betina memiliki kelenjar pedal di sisi bawah kaki, yang membentuk dan mengeraskan kapsul telur.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Industri hewan peliharaan sebagian besar masih bergantung pada hasil tangkapan alam, meskipun proses pemijahan spesies ini sudah dijelaskan lengkap dalam literatur ilmiah. Babylonia spirata juga bisa berkembang biak di akuarium rumahan; masalah utamanya adalah kelangsungan hidup larva karena kebutuhan pakannya yang spesifik.
Kawin
Jantan biasanya matang kelamin pada ukuran 3,6 cm, sedangkan betina pada 3,9 cm. Betina matang terkecil yang tercatat berukuran 3,1 cm dan jantan terkecil 2,8 cm.
Prosesnya dimulai dengan betina memosisikan diri di sisi kanan jantan dan sedikit menaiki tubuh jantan. Proses ini berlangsung 2–3 jam, dan selama itu keong tidak bergerak. Setelahnya, jantan pergi lebih dulu, sementara betina tetap diam selama beberapa waktu.
Perkawinan tidak bergantung pada waktu; kawin teramati baik siang maupun malam. Selama masa bertelur, betina tidak makan meskipun makanan diletakkan di dekatnya.
Pembuahan
Babylonia spirata bersifat gonokoris (berkelamin terpisah) dengan pembuahan internal.
Telur
Setelah pembuahan, betina meletakkan kapsul telur. Satu kapsul butuh 5–10 menit untuk dikeluarkan. Rata-rata jumlah kapsul adalah 35 hingga 40, dengan 350–800 telur per kapsul, sehingga setiap keong berpotensi menghasilkan 12.000 hingga 32.000 telur.
Kapsul yang seperti jeli ini mengeras saat bersentuhan dengan air laut. Betina menempelkan kapsul telur yang transparan dengan kuat ke substrat agar tetap tegak sampai larva menetas.
Larva
Babylonia spirata mengalami perkembangan tidak langsung, dengan fase awal di dalam kapsul diikuti fase planktonik (veliger atau larva). Penetasan terjadi pada hari ke-7 dan ke-8 setelah bertelur. Setelah menetas, larva langsung berenang ke permukaan air menggunakan silia yang bergerak cepat. Larva menunjukkan fototaksis, yaitu kemampuan bergerak ke arah tertentu sebagai respons terhadap sumber cahaya.
Selama 10 hari berikutnya, larva memakan fitoplankton. Dalam percobaan laboratorium, kelangsungan hidup yang lebih tinggi (sekitar 3%) teramati pada larva veliger yang diberi kultur campuran Isochrysis dan Chaetoceros, atau I. galbana dan C. calcifrans, dengan kepadatan 20.000 sel/cc dua kali sehari. Setelah itu larva juga bisa diberi Tetraselmis. Pertumbuhan buruk dan kematian larva yang tinggi terjadi saat diberi T. gracilis dan N. salina.
Metamorfosis dari larva menjadi keong muda terjadi saat panjang cangkang mencapai 1,7 mm dan beratnya sekitar 0,01 g. Setelah menetap di dasar, kehidupan planktonik berakhir dan keong menjadi karnivora.
Para ilmuwan memperhatikan bahwa setelah mencapai tahap muda, dengan panjang cangkang kurang dari 5 mm, Babylonia spirata melakukan hal yang aneh: keong-keong kecil merayap naik di dinding akuarium, tidak bisa kembali ke air, dan tak lama kemudian mati.
Pada tahap keong muda yang sudah merayap, keong dapat diberi:
- artemia beku yang baru menetas (selama 2 minggu),
- artemia dewasa beku (sesudahnya),
- pakan udang buatan,
- pakan berbahan agar,
- kuning telur,
- putih telur,
- cacing sutra,
- rotifera, dan lain-lain.
Setelah 4–5 minggu, keong bisa mulai makan potongan kecil daging ikan sekali sehari.
Akuarium pembesaran
Akuarium pembesaran harus memiliki parameter air yang sama, dengan kepadatan 150 larva/l. Sebelum larva dimasukkan, disarankan untuk memberi perlakuan pada air dengan larutan hipoklorit dan kalium permanganat untuk membasmi mikroorganisme yang tidak diinginkan.
Aerasi juga memengaruhi proses penetasan larva. Di akuarium percobaan dengan aerasi, larva berenang aktif di kolom air, sedangkan pada perlakuan tanpa aerasi larva biasanya diam di dasar akuarium.1
Sebaran alami
Apa kata sumber
- Indonesia, Bali · Aquarium Breeder1: “Babylonia spirata is widely distributed in the Indo-Pacific region, especially from the Western Indian Ocean to Bali, Indonesia.”
- India, Andaman and Nicobar Islands · Aquarium Breeder1: “In India, these snails have been recorded from the southeast and southwest coasts and in waters around the Andaman and Nicobar Islands.”
GBIF punya 118 catatan di alam liar: 61 di negara-negara di atas, 57 di tempat lain (terbanyak: Yaman 14, Singapura 11, Sri Lanka 10, Taiwan 7, Thailand 6). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.
- Catatan di negara asal
- Catatan di tempat lain
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 310 km.
Data: GBIF.org, 118 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Habitat alami
Umumnya keong ini ditemukan di kedalaman 5–30 m di perairan pesisir laut, pada zona dasar berlumpur halus atau berpasir.1
Catatan
Keong ini secara tradisional dimanfaatkan untuk industri kerajinan cangkang. Daging Babylonia spirata juga merupakan bahan pangan berharga dengan protein berkualitas tinggi dan gizi seimbang yang kaya vitamin dan mineral penting; kandungan gizinya terdiri dari protein (53,86%), karbohidrat (16,85%), dan lemak (9,30%). Operkulumnya diekspor ke luar negeri untuk pembuatan obat dan parfum.
Babylonia spirata termasuk kelompok beragam keong whelk karnivora yang merupakan pemakan bangkai sekaligus pemangsa. Meskipun tidak terlalu agresif, perilakunya bisa berubah tergantung ketersediaan makanan. Perawatannya tidak sulit dan bisa direkomendasikan bahkan untuk pemula; cukup ingat bahwa spesies ini membutuhkan suhu yang sangat hangat.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Aquarium Breeder aquariumbreeder.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Chelladurai, G. “Influence of diets on growth and biochemical parameters of Babylonia spirata.” Geology, Ecology, and Landscapes 1, no. 3 (2017): 162-166.
- Rejeki, Sri, and Titik Susilowati. “A Study on The Domestication of Tiger Snail (Babylonia spirata l) in An Abanont Brackish Water Pond at Different Stocking Denstities.” Saintek Perikanan: Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology 6, no. 2 (2011): 63-69.
- Rachmawati, Diana, and Istiyanto Samidjan. “THE DIETARY PROTEIN REQUIREMENT IN FORMULATED FEED FOR SPECIFIC GROWTH, DIGESTIBILITY AND SURVIVAL OF SPIRAL BABYLON (Babylonia spirata).” Jurnal Teknologi 78, no. 4-2 (2016).
- Edward, J. K., B. Selvam, and R. Emilin Renitta. “Studies on the status and feasibility of culturing spiral babylon, Babylonia spirata in Tuticorin, Southeastern India.” (2006).
- Sreejaya, R., Anjana Mohan, P. Laxmilatha, and K. K. Appukuttan. “Larval development and seed production in the’whelk’Babylonia spirata.” Journal of the Marine Biological Association of India46, no. 1 (2004): 64-72.
- Patterson, Jamila, T. Shanmugaraj, and K. Ayyakkannu. “Salinity tolerance of Babylonia spirata (Neogastropoda: Buccinidae).” Mar. Biol. Cent. Spec. Publ24 (1994): 104-106.
- Edward, J. K., C. Raghunathan, and K. Ayyakkannu. “Food preference, consumption and feeding behavior of scavenging gastropod Babylonina spirata (Neogastropoda, Buccinidae).” (1995).1
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Keong macan? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.