Nothobranchiidae, Guinea Khatulistiwa
Killifish Striatum
Aphyosemion striatum
Nama lain: Red-striped Killifish, Red Lyretail, Red-striped Lyretail, Killi Striatum
- Suhu
- 20–26°C
- pH
- 6,5–7,5
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
- Mudah
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 20–26°C
- pH
- 6,5–7,5
- Kesadahan (dGH)
- 3–12
- Ukuran
- 5 cm
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
Mudah 2/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahakuarium mulai 45 cm, ikan sepanjang 5 cm
- AirMudahpH 6,5–7,5, 3–12 dGH
- SuhuMudah20–26°C
- PerilakuMudahdamai
Tingkat kesulitan 2/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-29.
Layak dibeli?
Akuarium wajib memakai tutup yang rapat karena spesies ini dikenal suka melompat. Ikan ini pelompat yang andal, jadi tutupnya harus benar-benar rapat.
Red-striped lyretail, Aphyosemion striatum, adalah killifish dari wilayah pesisir Guinea Khatulistiwa dan Gabon, sampai ke selatan di hilir DAS Ogooué. Ikan ini hidup di sungai kecil, kolam, dan rawa air tawar di hutan hujan dataran rendah yang airnya ada sepanjang tahun. Mudah dipijahkan dan umurnya relatif panjang karena bukan spesies annual, sehingga cocok sebagai killifish untuk pemula. Hanya saja, ikan ini pemalu dan mudah kalah bersaing dengan ikan lain yang lebih agresif.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar: 50 mm SL. Alas akuarium: 45 × 30 cm. Volume: ±41 liter.
Disarankan memakai akuarium atau wadah dengan ukuran alas 45 × 30 cm atau lebih.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Gunakan substrat berwarna gelap, dan akuarium sebaiknya punya area dengan tanaman air yang rapat serta potongan kayu sebagai tempat bersembunyi. Tanaman apung juga disarankan untuk lebih meredupkan cahaya.
Ikan ini pelompat yang andal, jadi tutup akuarium harus benar-benar rapat.1
Diberi pakan apa?
Di alam, spesies Aphyosemion sebagian besar memakan invertebrata air maupun invertebrata darat.
Di akuarium, ikan ini lebih suka pakan hidup atau beku berukuran kecil seperti kutu air atau cacing darah, walaupun dalam kebanyakan kasus ikan juga mau menerima pakan serpihan berkualitas baik.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
A. striatum bisa dipelihara di akuarium komunitas asalkan teman setanknya dipilih dengan cermat. Spesies ini sangat damai, cenderung pemalu, dan mudah kalah bersaing dengan ikan lain yang lebih agresif.
Pilihan yang ideal antara lain tetra, ikan cyprinid, cichlid kerdil, ikan Corydoras, Loricariid kecil, dan anabantoid yang damai, yang tumbuh cukup besar agar tidak dimangsa.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →

Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Jantan dewasa lebih besar, warnanya lebih pekat, serta sirip ekor, sirip punggung, dan sirip duburnya lebih panjang dibanding betina.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Ada beberapa metode yang terbukti berhasil untuk memijahkan spesies Aphyosemion di akuarium, dan sebagian besar tergantung selera masing-masing. Sering disarankan memakai trio, yaitu satu jantan dan dua betina, tetapi jumlah telur per pemijahan cenderung lebih sedikit dengan cara ini. Ikan ini juga bisa dipijahkan berpasangan.
Banyak peternak tidak memakai filter, tetapi sebaiknya gunakan filter spons kecil bertenaga aerator agar air tidak tergenang mati. Kondisi air sebaiknya mendekati netral, dengan suhu dalam kisaran yang disebutkan di atas. Lampu tidak diperlukan.
Ikan sebaiknya dikondisikan dengan pakan hidup dan beku yang bervariasi, dan paling baik jantan dan betina dipisah selama masa ini supaya betina tidak dipaksa bertelur terus-menerus. Pilih jantan terbaik dan betina yang paling gemuk sebelum dimasukkan ke akuarium pemijahan.
A. striatum meletakkan telurnya di substrat atau di rumpun tanaman, jadi media pemijahannya bisa berupa lapisan peat moss di dasar akuarium, rumpun tanaman berdaun halus seperti Taxiphylum, atau spawning mop buatan. Meski begitu, akuarium tanpa substrat dengan spawning mop lebih praktis, baik untuk perawatan maupun untuk mengambil telur.
Telur diletakkan setiap hari sebanyak 20-30 butir selama sekitar 2 minggu, dan telur sebaiknya diambil dengan hati-hati begitu terlihat. Setiap pasangan sebaiknya hanya dibiarkan memijah selama kurang lebih seminggu, karena proses pemijahan cukup menguras tenaga ikan, terutama betina.
Setelah diambil, telur bisa ditetaskan di dalam air atau diletakkan di atas lapisan peat moss lembap di dalam wadah plastik kecil. Telur yang berjamur harus dibuang begitu terlihat.
Jika ditetaskan di dalam air, telur bisa dipindahkan ke akuarium kecil yang diisi air dari akuarium pemijahan setinggi 2,5–5 cm, lalu ditambahkan 1-3 tetes methylene blue tergantung volumenya. Karena telur sangat peka terhadap cahaya, wadah ini harus disimpan di tempat gelap. Telur akan menetas dalam 10-14 hari tergantung suhu.
Jika ditetaskan di atas peat moss, letakkan wadah di tempat yang hangat dan gelap lalu biarkan saja sekitar 18 hari. Jika memijahkan beberapa spesies atau beberapa angkatan telur, sebaiknya setiap wadah diberi label berisi tanggal, tanggal menetas, spesies, dan jumlah telur. Penetasan biasanya bisa dipicu cukup dengan memasukkan telur ke dalam air. Kalau tidak berhasil, meniup air pelan-pelan lewat sedotan atau selang aerator, atau memasukkan telur ke wadah kecil lalu membawanya di saku selama beberapa jam, mungkin bisa membantu.
Burayaknya sangat kecil, jadi pakan awalnya harus seukuran infusoria. Jika memakai metode penetasan di peat moss, akuarium tempat burayak akan dibesarkan bisa 'dibibit' beberapa hari sebelum menetas dengan menambahkan beberapa tetes liquifry atau air hijau. Jika tidak, tambahkan sedikit-sedikit sesuai kebutuhan. Setelah 2 hari, burayak bisa diberi naupli artemia, microworm, dan sebagainya. Pada awalnya air harus dibuat sangat dangkal, tetapi ketinggiannya bisa dinaikkan seiring burayak tumbuh.
Kualitas air di akuarium pembesaran harus dijaga dengan sangat hati-hati karena burayak sangat rentan terhadap parasit Piscinoodinium (penyakit velvet). Untuk pertumbuhan optimal, burayak sebaiknya diberi makan dua kali sehari dengan ganti air sedikit setiap 2-3 hari.1
Sebaran alami
Hidup alami di: Guinea Khatulistiwa, Gabon1
Sungai, danau, wilayah: Ogooué, Mitemele River, Komo, Mbei1
Apa kata sumber
- Guinea Khatulistiwa, Gabon, Ogooué, Mitemele River, Komo, Mbei · Seriously Fish1: “Appears restricted to the area between the lower Mitemele River, Equatorial Guinea and the lower Ogooué basin in Gabon, including coastal drainages such as the Mbei, Komo and Gabon watersheds in between.”
GBIF punya 30 catatan di alam liar: 7 di negara-negara di atas, 23 di tempat lain (terbanyak: Republik Demokratik Kongo 22, Jerman 1). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.
- Catatan di negara asal
- Catatan di tempat lain
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 310 km.
Data: GBIF.org, 30 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Tampaknya hanya tersebar di wilayah antara hilir Sungai Mitemele di Guinea Khatulistiwa dan hilir DAS Ogooué di Gabon, termasuk aliran-aliran pesisir di antaranya seperti DAS Mbei, Komo, dan Gabon.
Lokasi tipenya adalah 'Abanga River, between first and second rapids, Ogowe River system, Gabon', yaitu DAS Sungai Abanga, anak sungai di sisi utara sistem Ogooué bagian tengah di Gabon, Afrika bagian barat.1
Habitat alami
Hidup di sungai kecil, kolam, dan rawa air tawar di hutan hujan dataran rendah (pesisir) yang airnya ada sepanjang tahun.1
Catatan
A. striatum adalah killifish yang bagus untuk pemula karena warnanya menarik, mudah dipijahkan, dan bukan spesies annual sehingga umurnya relatif panjang.
Anggota lain 'kelompok' A. striatum, yaitu spesies Aphyosemion yang berkerabat dekat, antara lain A. exigoideum, A. gabunense (3 subspesies), A. microphthalmum, dan A. primigenium.
A. striatum bisa dibedakan dari spesies-spesies tersebut dan anggota genus lainnya lewat kombinasi ciri berikut: 9-10 jari-jari sirip punggung; 12-14 jari-jari sirip dubur; 30-31 sisik longitudinal; pangkal sirip punggung terletak jelas di belakang jari-jari keempat sirip dubur; sisi tubuh tanpa bercak sisik gelap yang tidak beraturan maupun pita gelap memanjang; batang ekor dengan 2-4 pita merah memanjang yang sejajar, tetapi tanpa pita di sisi bawah; sirip punggung dengan dua pita merah mendatar, satu di tepi luar dan satu lagi di pangkal; sirip ekor tanpa pola warna konsentris maupun garis vertikal, bagian tengah sirip dengan banyak bintik merah.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Boulenger, G. A. (1911). Descriptions of new African cyprinodont fishes. Annals and Magazine of Natural History (Series 8) v. 8 (no. 44), 260-268
- Sonnenberg, R. and T. Blum (2005). Aphyosemion (Mesoaphyosemion) etsamense (Cyprinodontiformes: Aplocheiloidei: Nothobranchiidae), a new species from the Monts de Cristal, northwestern Gabon. Bonner Zoologische Beiträge 53(12), 211-220
- Stiassny, M., G. G. Teugels, and C. D. Hopkins (2007). The Fresh and Brackish Water Fishes of Lower Guinea, West-Central Africa, Volume 2. IRD, Publications scientifiques du Muséum, MRAC, 1-6031
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Killifish Striatum? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.