Cyprinidae, Malaysia
Porthole Rasbora
Rasbora cephalotaenia
Nama lain: Rasbora porthole, Seluang
- Suhu
- 22–25°C
- pH
- 5–7,5
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 22–25°C
- pH
- 5–7,5
- Kesadahan (dGH)
- 1–12
- Ukuran
- 13 cm
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 120 cm, ikan sepanjang 13 cm
- AirMudahpH 5–7,5, 1–12 dGH
- SuhuSedangair sejuk, rentang suhu sempit · 22–25°C
- PerilakuMudahdamai
- KelompokSedangkelompok mulai 6 ekor
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.
Layak dibeli?
Butuh tutup akuarium yang rapat karena spesies ini dikenal suka melompat. Jangan memasukkan ikan ini ke akuarium yang secara biologis belum matang karena ikan ini bisa rentan terhadap naik-turunnya kondisi kimia air.
Porthole rasbora, Rasbora cephalotaenia, adalah ikan dari famili Cyprinidae yang berasal dari Semenanjung Malaysia, Borneo, Sumatra, dan Thailand selatan. Ikan ini menghuni sungai dan anak sungai berair hitam (blackwater) di hutan rawa gambut purba, dengan air yang sangat lunak dan asam. Garis gelap di sisi tubuhnya terputus-putus menjadi deretan bintik, sedangkan pada R. einthovenii dan R. jacobsoni yang mirip, garis itu menyambung utuh. Ikan ini jarang diekspor, dan menjadi penghuni yang anggun dan damai untuk akuarium komunitas yang lebih besar.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar: 130 mm SL. Alas akuarium: 120 × 45 cm. Volume: ~243 liter.
Spesies yang aktif; satu kelompok membutuhkan akuarium berukuran sekitar 120 × 45 × 45 cm / ~243 liter.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Pilihan dekorasi tidak sepenting kualitas air, meskipun spesies ini tampak sangat menarik di akuarium yang penuh tanaman air. Untuk menampilkan ikan ini sebaik-baiknya, penataan bergaya biotop juga bisa menjadi proyek yang menarik. Substrat pasir yang halus mungkin pilihan terbaik, lalu bisa ditambahkan beberapa akar dan dahan kayu apung (driftwood) yang ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak tempat teduh. Jika tidak menemukan kayu apung dengan bentuk yang diinginkan, kayu beech atau oak biasa aman dipakai asalkan sudah benar-benar kering dan dikupas kulitnya. Penambahan serasah daun kering (daun beech, oak, atau ketapang semuanya cocok) akan makin menonjolkan kesan alami, dan selain memberi lebih banyak tempat berlindung bagi ikan, daun yang membusuk juga memicu tumbuhnya koloni mikroba. Makhluk-makhluk kecil ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, sementara tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh daun yang membusuk diduga bermanfaat bagi ikan air hitam seperti spesies ini. Yang jelas, R. cephalotaenia diketahui menampilkan warna yang lebih pekat di air yang berwarna kecokelatan karena tanin. Daun bisa dibiarkan di akuarium sampai hancur sepenuhnya, atau diangkat dan diganti setiap beberapa minggu. Biarkan kayu dan daun mewarnai air.
Kantong jaring kecil berisi gambut yang aman untuk akuarium juga bisa dimasukkan ke dalam filter atau digantung di tepi akuarium untuk membantu meniru kondisi air hitam. Cara lainnya, dapatkan serat gambut asli lalu cukup masukkan beberapa genggam ke dalam akuarium. Setelah beberapa hari, gambut ini akan jenuh air sepenuhnya dan tenggelam ke dasar, dan di sana bisa terlihat sangat menarik. Asalkan rutinitas perawatan air dijalankan dengan baik, penggunaan gambut maupun daun di akuarium seharusnya tidak menimbulkan efek buruk.
Spesies ini paling baik dipelihara di bawah pencahayaan yang cukup redup. Bisa ditambahkan beberapa tanaman air Asia yang mampu bertahan di kondisi seperti itu, misalnya Microsorum pteropus, Vesicularia dubyana, atau mungkin beberapa Cryptocoryne dalam pot. Beberapa kelompok tanaman apung juga akan sangat berguna untuk menyebarkan cahaya yang masuk ke akuarium.
Jangan memasukkan ikan ini ke akuarium yang secara biologis belum matang karena ikan ini bisa rentan terhadap naik-turunnya kondisi kimia air, dan pastikan memasang tutup yang rapat karena, seperti kebanyakan rasbora, ikan ini pelompat yang andal.1
Diberi pakan apa?
Kemungkinan besar sebagian besar makanannya berupa invertebrata, baik yang hidup di air maupun di darat, seperti anggota genus ini yang serupa. Di akuarium, ikan ini mudah diberi makan, tetapi agar warna dan kondisinya tampil maksimal, berikan secara rutin pakan hidup dan beku seperti cacing darah, kutu air (Daphnia), dan artemia, bersama pakan serpihan dan butiran kering yang berkualitas baik.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Spesies ini sangat cocok dimasukkan ke akuarium komunitas damai berisi spesies Asia Tenggara/India, seperti Rasbora lain yang berukuran serupa, Puntius, loach dari famili Botiidae, dan gurami dari genus Trichogaster. Dalam penataan biotop, ikan ini bisa dicoba dipadukan dengan spesies air hitam lain dari Malaysia/Borneo. Ada banyak pilihan yang cocok, tetapi beberapa contoh yang lebih sering diekspor antara lain Striuntius lineatus, Puntius pentazona, Trigonopoma gracile, T. pauciperforatum, Rasbora caudimaculata, dan loach Pangio (kuhli).
Pada dasarnya ini spesies yang suka bergerombol dan sebaiknya dipelihara dalam kelompok minimal enam ekor agar tampil maksimal di akuarium. Ikan-ikan ini menampilkan warna yang lebih baik bila bersama sesamanya, lebih tenang, dan secara keseluruhan tampilannya jauh lebih alami.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
- Kelompok minimal
- 6 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Betina dewasa perutnya jelas lebih bulat dan sering sedikit lebih besar daripada jantan.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Belum diketahui apakah spesies ini sudah pernah dipijahkan di kalangan hobiis, meskipun hal itu tentu seharusnya bisa dilakukan. Seperti kebanyakan Cyprinidae, spesies ini memijah dengan menebar telur dan tidak menunjukkan pengasuhan induk. Bila ikan dalam kondisi prima, mereka akan sering memijah, dan di akuarium yang matang dan rapat tanamannya, ada kemungkinan sejumlah kecil burayak mulai muncul tanpa campur tangan manusia. Namun, jika ingin meningkatkan jumlah burayak, diperlukan cara yang sedikit lebih terkendali, yaitu dengan memperbesar skala metode yang sudah terbukti berhasil untuk anggota genus ini yang berukuran lebih kecil.
Kelompok indukan tetap bisa dikondisikan bersama, tetapi satu atau beberapa wadah yang panjang dan dangkal, misalnya 90 × 30 × 30 cm (85 liter), juga perlu disiapkan dan diisi air setengahnya. Wadah ini harus diberi pencahayaan yang sangat redup dan dasarnya ditutup semacam jaring dengan lubang yang cukup besar agar telur bisa jatuh melewatinya, tetapi cukup kecil agar indukan tidak bisa menjangkaunya. Alas plastik model 'rumput' yang banyak dijual juga bisa dipakai, dan bekerja sangat baik untuk spesies lain. Airnya sendiri sebaiknya ber-pH sedikit asam hingga netral dengan suhu mendekati batas atas kisaran yang disarankan di atas. Filter internal bertenaga bisa dipasang di awal, dan posisinya diatur agar arusnya mengalir di sepanjang akuarium.
Bila indukan sudah terkondisi dengan baik dan para betina tampak penuh telur, satu atau dua pasang kemudian dimasukkan ke setiap wadah. Pemijahan bisa dipicu dengan menambahkan sedikit air yang lebih dingin setiap beberapa jam sehingga akuarium terisi penuh secara bertahap, serta memberi sedikit pakan hidup dan beku. Kemungkinan akan terjadi beberapa kali pemijahan sebelum telur betina habis. Indukan kemungkinan akan memakan telur yang mereka temukan, jadi sebaiknya diangkat setelah beberapa hari; pada saat itu filter internal bertenaga sebaiknya diganti dengan filter spons yang sudah matang agar burayak tidak tersedot ke dalam mesin.
Masa inkubasi telur Rasbora sampai batas tertentu bergantung pada suhu, tetapi biasanya berlangsung antara 18 dan 48 jam, dan anakan mulai berenang bebas 24 hingga 48 jam kemudian. Pakan awal sebaiknya Paramecium atau yang serupa, lalu beri naupli artemia dan/atau cacing mikro begitu burayak sudah cukup besar untuk memakannya.1
Di mana habitat aslinya?
Sebelumnya spesies ini dianggap hanya terdapat di Semenanjung Malaysia serta Kepulauan Sunda Besar, yaitu Borneo dan Sumatra, tetapi pada tahun 2006 spesies ini juga ditangkap dari sebuah anak Sungai Kolok di Provinsi Narathiwat, Thailand selatan. Sayangnya, kini spesies ini dianggap sudah punah secara lokal di Pulau Singapura, padahal dulunya merupakan ikan asli di sana. Catatan yang jauh lebih lama dari Tiongkok hampir pasti merupakan hasil salah identifikasi.
Spesies ini tercatat dari berbagai wilayah di Semenanjung Malaysia, termasuk rawa gambut di bagian utara negara bagian Selangor, sungai-sungai kecil tepat di luar kota Kuantan di negara bagian Pahang, dan berbagai lokasi di negara bagian Johor; di Sumatra (Indonesia), ikan ini pernah ditangkap di Taluk, Provinsi Riau, di Sungai Musi dekat kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, dan di Pulau Bangka yang terletak tidak jauh dari pantai tenggaranya; di Borneo Malaysia terdapat banyak catatan dari negara bagian Sarawak, terutama dari Sungai Baram; di Brunei Darussalam ikan ini dapat ditemukan menghuni anak-anak Sungai Belait dan Sungai Ingei, Distrik Belait; di Kalimantan (bagian pulau yang termasuk wilayah Indonesia), lokasi di Provinsi Kalimantan Tengah antara lain Sungai Sebangau yang berair hitam dekat kota Palangka Raya, sebuah anak sungai pasang surut dari Sungai Mentaya, dan Sungai Ramban dekat Sampit; ikan ini juga tercatat dari beberapa lokasi di Provinsi Kalimantan Barat, tetapi sebarannya tampaknya tidak mencapai bagian paling utara dan timur pulau tersebut.1
Habitat alami
Menghuni sungai dan anak sungai berair hitam yang berkaitan dengan rawa gambut di hutan purba. Airnya berwarna cokelat karena tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk, dan dasarnya dipenuhi serasah daun, ranting, dan dahan yang berjatuhan. Lingkungan seperti ini khasnya memiliki air yang sangat lunak (kesadahan nyaris nol) dan asam (pH bisa serendah 3,0), serta sering kali remang-remang karena tertutup kanopi hutan di atasnya. Di sebagian besar Asia Tenggara, biotop seperti ini terancam oleh perkebunan karet/kelapa sawit, pembangunan, dan aktivitas manusia lainnya.1
Catatan
Spesies ini jarang diekspor, sayang sekali karena ikan ini menjadi penghuni yang anggun dan damai untuk akuarium komunitas yang lebih besar. Ikan ini mudah dibedakan dari kerabat segenus yang mirip, seperti R. einthovenii dan R. jacobsoni, dengan memperhatikan garis gelap yang memanjang di sisi tubuhnya: pada R. cephalotaenia garis itu tersusun dari deretan bintik gelap, sedangkan pada spesies lainnya berupa garis utuh yang menyambung.
Identitas spesies tipe, yang dulu sering disebut R. rasbora, kini tidak lagi dipertanyakan. Ketika Bleeker pertama kali menggunakan nama Rasbora pada tahun 1859, hanya empat anggota nominal yang dimasukkan, dan dari keempatnya, R. cephalotaenia (saat itu dikenal sebagai Leuciscus cephalotaenia) itulah yang seharusnya dianggap sebagai spesies tipe.
Buku 'Fishes of the Cambodian Mekong' karya Rainboth mencirikan anggota Rasbora dengan jari-jari pertama sirip punggung yang tidak bercabang dan tidak berduri serta tujuh jari-jari lunak sirip punggung, pangkal sirip punggung di tengah tubuh, lima jari-jari bercabang pada sirip dubur, mulut kecil yang tidak memanjang sampai ke bawah mata, dan tidak adanya sungut. Genus ini sudah lama diakui sebagai garis keturunan polifiletik, seperti dicatat antara lain oleh Kottelat (1999), dan pada tahun 2010 hasil analisis filogenetik oleh Liao et al. mengusulkan sejumlah perubahan untuk memperbaiki taksonominya. Tak lama kemudian, Tang et al. (2010) menerbitkan makalah yang meneliti sistematika subfamili Danioninae dengan hasil yang sangat berbeda, yaitu menggabungkan empat genus baru tersebut beserta Boraras dan Trigonostigma ke dalam Rasbora sebagai sinonim. Howes (1980) mengusulkan pemisahan sejumlah spesies ke dalam genus baru Parluciosoma dengan spesies tipe P. (Rasbora) argyrotaenia, tetapi monofili kelompok tersebut tidak didukung oleh hasil Liao et al.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Mayden, R. L., K. L. Tang, K. W. Conway, J. Freyhof, S. Chamberlain, M. Haskins, L. Schneider, M. Sudkamp, R. M. Wood, M. Agnew, A. Bufalino, Z. Sulaiman, M. Miya, K. Saitoh, S. He (2007). Phylogenetic relationships of Danio within the order Cypriniformes: a framework for comparative and evolutionary studies of a model species. Journal of Experimental Zoology, Molecular Development and Evolution 308B, 642-654
- Kottelat, M. (1999). Nomenclature of the genera Barbodes, Cyclocheilichthys, Rasbora and Chonerhinos (Teleostei: Cyprinidae and Tetraodontidae), with comments on the definition of the first reviser. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 47(2), 591-600
- Liao, T. Y., Kullander, S. O. and F. Fang (2010). Phylogenetic analysis of the genus Rasbora (Teleostei: Cyprinidae). Zoologica Scripta 39(2), 155-176
- Tang, K. L., M. K. Agnew, W. J. Chen., M. V. Hirt, T. Sado, L. M. Schneider, J. Freyhof, Z. Sulaiman, E. Swartz, C. Vidthayanon, M. Miya, K. Saitoh, A. M. Simons, R. M. Wood and R. L. Mayden (2010). Systematics of the subfamily Danioninae (Teleostei: Cypriniformes: Cyprinidae). Molecular Phylogenetics and Evolution 57(1), 189-2141
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Porthole Rasbora? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.