Characidae, Kolombia
Ruby Tetra
Axelrodia riesei
Nama lain: Tetra ruby
- Suhu
- 20–28°C
- pH
- 4–6,5
- Akuarium minimum
- 60 cm
- Tingkat kesulitan
- Mudah
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 20–28°C
- pH
- 4–6,5
- Ukuran
- 2 cm
- Umur hidup
- 3 tahun
- Akuarium minimum
- 60 cm
- Tingkat kesulitan
Mudah 3/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahakuarium mulai 60 cm, ikan sepanjang 2 cm
- AirSulitair asam, air lunak · pH 4–6,5, 1–5 dGH
- SuhuMudah20–28°C
- PerilakuMudahdamai
- KelompokSedangkelompok mulai 8 ekor
Tingkat kesulitan 3/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Seriously Fish: 20–28°C
- Aquarium Breeder: 24–28°C
- Aquarium Glaser: 20–26°C
- pH
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Seriously Fish: 4–6,5
- Aquarium Breeder: 6–7
- Aquarium Glaser: 4,5–6,5
- Kesadahan (dGH)
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Seriously Fish: 1–5
- Aquarium Breeder: 1–8
- Aquarium Glaser: 0–10
- Ukuran
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Seriously Fish: 2 cm
- Aquarium Breeder: 3 cm
- Aquarium Glaser: 3 cm
- Umur hidup
- Aquarium Breeder
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Seriously Fish: 4
- Aquarium Breeder: 3
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish, Aquarium Breeder, Aquarium Glaser. Diperbarui 2026-11-03.
Info singkat
Ruby tetra, Axelrodia riesei, adalah karasin mungil yang sejauh ini hanya diketahui berasal dari hulu Daerah Aliran Sungai Río Meta di Kolombia, bagian dari sistem Sungai Orinoco. Ikan ini lebih jarang dijumpai di dunia ikan hias dibanding A. stigmatias, kemungkinan karena daerah sebarannya terpencil dan sempit. Bedanya dengan A. stigmatias ada pada tubuhnya yang lebih tinggi dan warnanya yang merah. Warna merah ini bisa memudar setelah beberapa waktu dipelihara di akuarium. Ikan ini disebut-sebut hidup di perairan blackwater. Karena ukurannya kecil dan kebutuhannya agak khusus, ikan ini kurang cocok untuk akuarium campuran (komunitas).1
Aquarium Glaser mencatat angka yang berbeda dari tabel data: suhu 20–26°C (tabel: 20–28°C), pH 4,5–6,5 (tabel: 4–6,5), ukuran 3 cm (tabel: 2 cm).
Tetra mungil berwarna merah rubi cemerlang dari Kolombia. Sudah dewasa kelamin pada ukuran 1,5–2 cm (ikan tangkapan alam); di akuarium bisa mencapai 3 cm. Air lunak dan asam (GH di bawah 10 °dGH, pH 4,5–6,5), suhu 20–26 °C.3
Butuh akuarium seberapa besar?
Walaupun ukurannya kecil, untuk pemeliharaan jangka panjang disarankan akuarium dengan ukuran alas minimal 60 × 30 cm atau yang setara, meski akuarium yang lebih kecil bisa dipakai untuk pemijahan. Volumenya sekitar 54 liter.1
Aquarium Breeder mencatat angka yang berbeda dari tabel data: akuarium minimum 40 liter (tabel: 60 cm).
Karena ukurannya kecil, ruby tetra bisa dipelihara bahkan di akuarium nano. Akuarium sekitar 40 liter cukup untuk satu kelompok berisi 8–10 ekor, asalkan tidak ada spesies ikan lain di dalamnya.
Memelihara spesies ini di akuarium yang terlalu besar justru tidak efektif: karena ikan ini tidak suka berenang di area terbuka, mereka akan seperti "menghilang" di akuarium yang lebih besar.2
Kondisi air seperti apa?
- Suhu: 20–28 °C
- pH: 4,0–6,5
- Kesadahan: 1–5 dGH1
Aquarium Breeder mencatat angka yang berbeda dari tabel data: suhu 24–28°C (tabel: 20–28°C), pH 6–7 (tabel: 4–6,5), kesadahan 1–8 dGH (tabel: 1–5 dGH).
Suhu: 24–28 °C.
pH: 6,0–7,0. Di alam, ikan ini ditemukan di perairan blackwater yang asam.
Kesadahan: GH 1–8 dGH; KH 1–4 dKH. Banyak penghobi memperhatikan bahwa di air sadah warna ikan ini memudar.
Amonia dan nitrit harus dijaga di 0 ppm, dan nitrat di bawah 60 ppm.
Blackwater adalah air yang secara alami berwarna gelap atau seperti teh, akibat tanin yang dilepaskan daun dan kayu yang membusuk. Kondisi ini cocok untuk spesies ini dan sering dibuat di akuarium dengan daun ketapang, driftwood dan bahan organik lain, atau dengan water conditioner khusus.
Arus air: disarankan air tenang atau arus yang sangat pelan.2
Air sebaiknya lunak dan asam (kurang dari 10 °dGH, pH antara 4,5 dan 6,5); suhu bisa antara 20 dan 26 °C.3
Bagaimana cara merawatnya?
Paling baik dipelihara di akuarium dengan tata letak yang tertata baik, idealnya dengan substrat pasir ditambah beberapa akar dan dahan kayu (driftwood).
Tambahan serasah daun kering makin menonjolkan kesan alami. Selain memberi tempat berlindung tambahan bagi ikan, serasah ini juga memicu tumbuhnya koloni mikroba saat daun membusuk.
Koloni mikroba ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, dan tanin serta zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk juga dianggap bermanfaat bagi ikan dari perairan blackwater. Buah alder juga bisa dipakai untuk tujuan yang sama.
Spesies ini tampaknya paling baik di bawah pencahayaan yang cukup redup. Anda bisa menambahkan tanaman air yang tahan kondisi seperti itu, misalnya Microsorum, Taxiphyllum atau Cryptocoryne spp., sedangkan tanaman apung, terutama Ceratopteris spp., juga berguna.
Untuk pemijahan dibutuhkan air asam dengan kesadahan karbonat yang nyaris nol dan kesadahan umum (GH) yang sangat rendah, jadi mungkin perlu memakai unit reverse osmosis (RO) atau cara lain untuk mendapatkan air lunak. Bila perlu, air ini bisa diasamkan lagi dengan asam fosfat atau bahan serupa.
Tidak perlu memakai gambut alami, karena pengambilannya tidak berkelanjutan dan merusak lingkungan.
Spesies ini peka terhadap naik-turunnya kadar limbah organik dan jangan pernah dimasukkan ke akuarium yang siklus nitrogennya belum matang.1
Menjaga lingkungan air tetap bersih dan sehat sangat penting. Kadar amonia, nitrit dan nitrat yang tinggi bisa berbahaya, jadi akuarium harus sudah menjalani siklus nitrogen dan benar-benar matang sebelum ikan dimasukkan.
Ruby tetra sangat peka terhadap penumpukan limbah organik. Lakukan ganti air setiap minggu (minimal 20%), buang sisa pakan dan sedot kotoran di dasar.
Sebelum dimasukkan ke akuarium, setidaknya lakukan aklimatisasi suhu. Jangan terburu-buru; perubahan mendadak bisa membahayakan ikan.2
Idealnya akuarium hanya diberi sedikit cahaya, memakai substrat gelap dan banyak tempat sembunyi, permukaannya tertutup tanaman apung, dan airnya berwarna cokelat-hitam pekat berkat "buah" alder (bunga betina Alnus glutinosa).3
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Pencahayaan: ruby tetra lebih suka cahaya redup. Di akuarium bertanaman, sesuaikan pencahayaan dengan kebutuhan tanaman.
Substrat: ikan ini banyak menghabiskan waktu di dekat dasar, jadi gunakan pasir atau kerikil halus. Di akuarium bertanaman, substrat aktif mendorong pertumbuhan tanaman dan membantu menjaga pH tetap rendah. Hindari kerikil kasar, karena tepinya yang tajam bisa melukai ikan.
Filter: karena ikan ini peka terhadap komposisi dan kebersihan air, sebaiknya gunakan sistem filter yang kuat dengan media filter yang bisa menaikkan keasaman. Air lunak bisa didapat dengan sistem reverse osmosis (RO).
Dekorasi: sangat disarankan tampilan alami dengan cahaya redup, driftwood, daun kering, tanaman yang tahan teduh, tanaman apung, substrat dan latar belakang gelap, serta banyak tempat sembunyi.2
Diberi pakan apa?
Di alam kemungkinan merupakan mikropredator yang memangsa invertebrata kecil dan zooplankton lainnya.
Di akuarium biasanya mau menerima pakan kering yang ukurannya cukup kecil, tetapi sebaiknya juga diberi pakan hidup dan beku berukuran kecil setiap hari, seperti nauplii artemia, kutu air (Daphnia, Moina), cacing grindal, dan sebagainya.1
Di alam, ikan ini merupakan mikropredator yang memangsa invertebrata kecil dan zooplankton lainnya.
Di akuarium, biasanya mau menerima segala jenis pakan kering atau freeze-dried asalkan pas dengan mulutnya yang kecil. Pakan yang bervariasi dan seimbang membuat ikan lebih sehat, lebih aktif dan warnanya lebih cerah.
Pakan hidup: udang brine (brine shrimp), nauplii artemia, cyclops, kutu air (daphnia), lalat buah, jentik nyamuk, moina, cacing detritus, cacing cuka (vinegar eel), cacing grindal, dan sebagainya.
Ikan ini bisa memakan pakan hidup atau beku apa pun yang muat di mulutnya. Cacing berukuran besar sebaiknya dipotong kecil-kecil dan pakan serpihan diremukkan.
Ikan ini juga mau menerima pakan beku dan pakan pabrikan seperti Fluval Bug Bites, Hikari First Bites, TetraMin Crisps dan pakan serpihan apa pun yang dihancurkan sampai benar-benar halus.
Jika ikan terlalu takut untuk keluar ke area terbuka: hancurkan pelet atau pakan serpihan di wadah kecil, tambahkan air hingga menjadi cairan, sedot dengan spuit atau pipet besar (turkey baster), lalu semprotkan di dekat ikan.
Ruby tetra bisa dipelihara di akuarium bertanaman. Ikan ini tidak memakan tanaman hidup, dan akuarium bertanaman sangat disarankan.2
Ruby tetra mau memakan pakan ikan apa pun yang umum, tetapi pemberian Cyclops akan membuat warna merahnya makin pekat.3
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Damai terhadap spesies lain, tetapi bukan ikan komunitas yang ideal karena ukurannya kecil dan kebutuhannya agak khusus.
Idealnya dipelihara sendiri, atau paling banter bersama karasin mungil yang tidak agresif serta lele kecil dari famili Callichthyidae atau Loricariidae.
Meski pada dasarnya suka berkelompok, ikan ini termasuk ikan shoaling, bukan schooling: jantan-jantan yang bersaing membentuk teritori kecil dan rutin saling adu.
Sebaiknya beli minimal 8–10 ekor, karena dengan jumlah itu ikan akan kurang pemalu dan memperlihatkan perilaku yang lebih menarik.1
Sifat: ruby tetra damai dan tidak berbahaya. Ikan ini tidak menggigit sirip ikan lain dan justru lebih mungkin dirundung ikan lain. Jantan bisa saling bersaing memperebutkan dominasi, tetapi tidak menimbulkan luka yang terlihat. Ruby tetra muda bisa tertukar dengan serpae tetra (Hyphessobrycon eques), yang semi-agresif dan suka menggigit sirip.
Sifat sosial: ikan ini termasuk ikan shoaling, bukan schooling. Pelihara minimal 8 ekor (batas paling minimal); kelompok yang lebih besar membuat mereka lebih nyaman dan lebih percaya diri. Mereka perlu berkelompok agar bisa membentuk hierarki. Kelompok kecil atau ikan yang dipelihara sendirian akan stres.
Aktivitas: ikan ini sangat pemalu dan gampang kaget, sering bersembunyi di antara tanaman atau di balik driftwood dan jarang keluar kecuali saat diberi pakan. Gerakannya seperti capung: diam beberapa saat, lalu tiba-tiba melesat maju 2–5 cm dan berhenti lagi. Ikan ini aktif di siang hari (diurnal) dan sangat mengandalkan penglihatan.
Posisi berenang: lebih suka bagian tengah dan dasar akuarium.
Teman satu akuarium: pilih ikan kecil yang tidak bisa memangsa atau mengganggunya, seperti corydoras pygmy, clown killifish, least killifish, guppy, peacock gudgeon, lais kaca (ghost glass catfish), rasbora harlequin, sparkling gourami dan otocinclus. Hindari ikan yang sangat aktif, berisik (boisterous) atau teritorial.
Udang: udang hias kerdil (dwarf shrimp) dewasa mungkin aman, tetapi anakan udang sangat rentan dimangsa, bahkan di akuarium yang tanamannya rapat. Pisahkan udang jika ingin populasi udang berkembang baik.
Siput: ikan ini bisa satu akuarium dengan siput air tawar, tetapi kebanyakan siput lebih suka air sadah dan dalam jangka panjang tidak tahan air asam, sementara ikan ini lebih menyukai air lunak dan asam.
Hindari lobster air tawar (crayfish), kepiting air tawar dan katak kerdil Afrika (African dwarf frog).2
Spesies ini sebaiknya dipelihara di akuarium satu spesies. Jika memang perlu, hanya tambahkan spesies kecil yang damai sebagai teman satu akuarium. Ruby tetra bukan ikan schooling, tetapi tetap harus dipelihara berkelompok, karena mereka membentuk hierarki dan perilaku khas spesies ini tidak bisa muncul tanpa kehadiran sesamanya.3
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
- Kelompok minimal
- 8 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Jantan dewasa sedikit lebih kecil dan warnanya lebih pekat dibanding betina.
Betina yang sudah dewasa kelamin tampak bertubuh lebih bulat daripada jantan, terutama saat sedang membawa telur.
Belum jelas apakah perbedaan pola warna pada ikan tangkapan alam yang baru diimpor (lihat 'Catatan') berkaitan dengan jenis kelamin atau tidak.1
Walaupun ruby tetra memiliki dimorfisme seksual, ukurannya yang kecil membuat jantan dan betina sulit dibedakan.
- Bentuk dan ukuran tubuh: betina sedikit lebih besar dan lebih gemuk, terutama saat membawa telur. Jantan lebih ramping dan berbentuk aerodinamis.
- Warna: pada jantan warnanya sedikit lebih mencolok.
- Sirip: pada jantan, sirip punggung cenderung lebih runcing dan memanjang, dan sirip dubur lebih runcing dan sempit.2
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Spesies ini sudah berhasil dipijahkan, dan di akuarium yang tertata baik dan sudah matang, mungkin saja sejumlah kecil burayak mulai muncul tanpa campur tangan.
Syarat utamanya adalah air lunak yang sedikit asam serta tersedianya tanaman berdaun halus seperti Taxiphyllum atau sejenisnya, tempat ikan akan memijah.
Penambahan serasah daun juga disarankan karena mikroorganisme yang berkoloni di sana saat daun membusuk menjadi sumber pakan yang berguna bagi burayak.
Begitu induk siap memijah, mereka memijah setiap hari. Jadi, jika ingin memijahkan spesies ini secara terkontrol, sepasang induk atau satu jantan dengan beberapa betina bisa dimasukkan ke akuarium yang lebih kecil lalu diangkat setelah beberapa hari, sementara telur dan burayak dibiarkan menetas dan tumbuh di akuarium pemijahan.1
Ruby tetra jarang memijah di akuarium dan belum ada metode pemijahan yang baku. Hanya sedikit yang diketahui tentang perkembangbiakannya di alam; informasi yang ada berdasarkan pengamatan para penghobi.
Ikan ini mencapai dewasa kelamin pada umur 5–7 bulan.
Ikan ini termasuk penyebar telur (egg scatterer) tanpa pengasuhan induk dan tidak segan memakan telurnya sendiri. Induk sebaiknya dipindahkan ke akuarium terpisah beberapa hari sebelum memijah dan diangkat setelahnya. Akuarium pemijahan yang kecil sebaiknya diberi banyak tempat sembunyi seperti batu, driftwood dan tanaman.
Pakan juga berpengaruh: ruby tetra perlu terus-menerus diberi pakan berkualitas tinggi, bukan hanya menjelang masa pemijahan.
Telur menetas dalam 2–3 hari. Burayak yang baru menetas sangat kecil dan membutuhkan pakan mikroskopis seperti infusoria atau produk khusus berbentuk cair atau bubuk. Udang dewasa bisa memangsa burayak, jadi burayak sebaiknya tetap di akuarium terpisah setidaknya selama satu bulan.2
Sebaran alami
Apa kata sumber
- Kolombia, Sungai Meta, Orinoco · Seriously Fish1: “The ruby tetra, Axelrodia riesei, is a tiny characid known only from the upper Río Meta basin in Colombia, part of the Orinoco system.”
- Sungai Meta, Orinoco River · Aquarium Breeder2: “Axelrodia riesei has a very narrow natural distribution and can only be found in the basin of the Meta River, a left tributary of the Orinoco River, in Colombia, South America.”
GBIF punya 27 catatan di alam liar: 4 di negara-negara di atas, 23 di tempat lain (terbanyak: Brasil 19, Venezuela 3, Peru 1). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.
- Catatan di negara asal
- Kotak berisi keduanya
- Catatan di tempat lain
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 27 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Lokasi tipenya adalah 'Upper Río Meta basin, east of Villavicencio, Colombia' (hulu DAS Río Meta, sebelah timur Villavicencio, Kolombia), dan saat ini spesies ini hanya diketahui dari hulu Sungai Meta.
Sungai Meta merupakan anak sungai dalam sistem Sungai Orinoco yang lebih besar.1
Axelrodia riesei punya daerah sebaran alami yang sangat sempit dan hanya ditemukan di DAS Sungai Meta, anak sungai kiri Sungai Orinoco, di Kolombia, Amerika Selatan.2
Habitat alami
Ikan ini disebut-sebut menghuni perairan blackwater, tetapi informasi rincinya belum ada.
Diduga ikan ini hidup di anak-anak sungai kecil yang berada di dalam hutan, bukan di alur sungai besar.1
Ruby tetra hidup di sungai dan anak sungai blackwater yang airnya tergenang atau mengalir pelan di bawah naungan lebat hutan tropis.
Dasarnya dipenuhi serasah daun dan kayu yang tumbang. Airnya kaya tanin dari bahan organik yang membusuk sehingga berwarna kecokelatan.2
Catatan
Spesies ini lebih jarang dijumpai di dunia ikan hias dibanding kerabat segenusnya, A. stigmatias, kemungkinan karena daerah sebaran alaminya lebih terpencil dan sempit.
Pigmen merah di tubuhnya bisa bervariasi baik luas maupun intensitasnya, dan rupanya mulai memudar setelah ikan dipelihara di akuarium selama beberapa waktu.
Axelrodia diusulkan sebagai genus baru ketika diketahui bahwa spesies tipenya, Hyphessobrycon stigmatias, hanya memiliki satu baris gigi kerucut sehingga tidak mungkin termasuk dalam kelompok tersebut.
Diagnosis terbaru untuk ketiga anggota genus yang diakui saat ini tampaknya adalah milik Géry (1977), yang membedakan A. riesei dari kerabat segenusnya berdasarkan kombinasi ciri berikut: 14-15 jari-jari sirip dubur; 7-10 gigi premaksila dan 4-5 gigi maksila; tinggi tubuh 3,1-3,5 kali dalam SL; tulang suborbital besar dan 'tereduksi'; tubuh berwarna merah saat hidup.
Spesies ini mirip A. stigmatias, tetapi bisa dibedakan dari tubuhnya yang kurang memanjang (tinggi tubuh 3,1-3,5 kali dalam SL, dibanding 4-5 kali), warna tubuh saat hidup (merah, dibanding kuning keperakan) dan struktur tulang suborbital (tereduksi, dibanding hampir lengkap).
Spesies ketiga, A. lindeae, cukup berbeda karena memiliki jumlah jari-jari sirip dubur lebih banyak (22-25, dibanding 14-15), gigi premaksila (15, dibanding 7-10), gigi maksila (8-9, dibanding 4-5), serta pola warna berupa garis gelap dari ujung moncong hingga ke bawah sirip punggung, garis hitam di pangkal sirip punggung, sirip dubur dan sirip ekor, dan jari-jari utama berwarna hitam pada sirip punggung dan sirip dubur.
Characiformes termasuk ordo ikan air tawar yang paling beragam, saat ini mencakup hampir 2000 spesies valid yang tersebar dalam 19 famili.
Keragaman taksonomi dan morfologi yang luar biasa ini sejak dulu menyulitkan para peneliti untuk mengungkap hubungan genetiknya, sehingga banyak genus masih berstatus incertae sedis.
Faktor pembatas lainnya adalah bahwa dalam banyak kasus, satu-satunya cara untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan mempelajari setiap spesies atau genus secara tuntas, satu per satu.
Teknik filogenetik molekuler modern telah membawa sejumlah kemajuan, meskipun sejauh yang diketahui Axelrodia belum pernah dimasukkan dalam penelitian semacam itu.1
Genus Axelrodia ditetapkan pada tahun 1965 oleh Jacques Géry, dan Axelrodia riesei dideskripsikan pada tahun 1966. Axelrodia fowleri kemudian diakui sebagai sinonim junior dari Hyphessobrycon stigmatia. Spesies ini dinamai untuk menghormati Dr. Herbert R. Axelrod dan Mr. William Riese, seorang eksportir ikan tropis yang ikut membantu mengoleksinya.
Ikan ini termasuk ikan terkecil di dunia ikan hias dan mungkin yang terkecil di keluarga tetra. Tubuhnya memanjang dan agak pipih, moncongnya runcing, matanya besar; warnanya merah cerah sampai merah muda, makin pucat ke arah perut; siripnya pendek dan transparan; sirip ekornya bercagak dengan bintik hitam yang mencolok.
Di akuarium, ruby tetra bisa hidup 2–3 tahun jika dirawat dengan baik.2
Sumber
3 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
- Aquarium Breeder aquariumbreeder.com
- Aquarium Glaser aquariumglaser.de
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Reis, R. E., S. O. Kullander and C. J. Ferraris, Jr. (eds) (2003). Check list of the freshwater fishes of South and Central America. CLOFFSCA. EDIPUCRS, Porto Alegre, i-xi + 1-729
- Fowler, H. W. (1913). Fishes from the Madeira River, Brazil. Proceedings of the Academy of Natural Sciences of Philadelphia 65, 517-179
- Géry, J. (1977). Characoids of the World. T.F.H. Publications, Inc., 1-6721
- Axelrodia riesei, a new characoid fish from upper Rio Méta in Columbia (with remarks concerning the genus Axelrodia and description of a similar, sympatric Hyphessobrycon-species). Ichthyologica-The Aquarium Journ., 37 (3) new ser.: 111- 120.
- Axelrodia riesei in Morales-Betancourt D (2022). Especies acuáticas y semiacuáticas de humedales interiores de Colombia derivado de información secundaria. Instituto de Investigación de Recursos Biológicos Alexander von Humboldt.
- Bührnheim, Cristina Motta. “Sistemática de Odontostilbe Cope, 1870 com a proposição de uma nova tribo Odontostilbini e redefinição dos gêneros incertae sedis de Cheirodontinae (Ostariophysi: Characiformes: Characidae).” (2006).
- Géry, J., 1977. Characoids of the world. Neptune City ; Reigate : T.F.H. [etc.]; 672 p. : ill. (chiefly col.) ; 23 cm. (Ref. 598)
- Christopher Scharpf & Kenneth J. Lazara (22 September 2018). “Order CHARACIFORMES: Family CHARACIDAE: Subfamily STEVARDIINAE + Incertae sedis”. The ETYFish Project Fish Name Etymology Database. Christopher Scharpf and Kenneth J. Lazara. Retrieved 27 March 2021.
- Weitzman, Stanley H., and William L. Fink. Relationships of the neon tetras, a group of South American freshwater fishes (Teleostei, Characidae), with comments on the phylogeny of New World characiforms. Museum of Comparative Zoology, Harvard University, 1983.2
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Ruby Tetra? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.