Satuan
Tampilan

Nemacheilidae, Thailand

Selangor loach

Nemacheilus selangoricus

Nama lain: jeler, uceng

Suhu
20–25°C
pH
5–7,5
Akuarium minimum
60 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
20–25°C
pH
5–7,5
Ukuran
6 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahakuarium mulai 60 cm, ikan sepanjang 6 cm
  • AirMudahpH 5–7,5, 1–12 dGH
  • SuhuSedangair sejuk · 20–25°C
  • PerilakuMudahdamai
  • KelompokMudahkelompok mulai 4 ekor

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-04.

Info singkat

Nemacheilus selangoricus adalah loach dari famili Nemacheilidae yang tersebar dari Thailand selatan, melewati Semenanjung Malaysia dan Singapura, sampai Kalimantan bagian barat dan Sumatra. Ikan ini paling sering dijumpai di sungai kecil hutan yang dangkal dan berarus, dengan dasar pasir, kerikil, dan serasah. Spesies ini termasuk kelompok N. selangoricus dan paling mirip dengan N. spiniferus. Bedanya, N. selangoricus memiliki 8-12 pita gelap yang sangat teratur di sisi tubuhnya.

  • Butuh arus kuat, dengan filter yang memutar seluruh volume air akuarium 8–12 kali per jam
  • Pemijahan: Belum tercatat.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Disarankan akuarium dengan alas berukuran 60 × 30 cm atau lebih (sekitar 54 liter).1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 20–25 °C
  • pH: 5,0–7,5
  • Kesadahan: 1–12 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Tidak sulit dipelihara asalkan kondisinya tepat. Sangat disarankan memeliharanya di akuarium yang ditata menyerupai sungai berarus, dengan dasar berupa batu berbagai ukuran, pasir, kerikil halus, dan beberapa bongkahan batu yang tergerus air.

Tataan ini bisa dilengkapi dengan cabang-cabang kayu (driftwood) yang disusun membentuk banyak celah, sudut, dan tempat teduh, sehingga pandangan antar ikan terhalang. Sebagian besar tanaman air tidak akan tumbuh baik di lingkungan seperti ini, tetapi jenis yang tangguh seperti Microsorum, Bolbitis, atau Anubias spp. bisa ditanam dengan cara diikat pada dekorasi.

Arus sederas air bah memang tidak perlu, tetapi ikan ini paling baik dipelihara bila kadar oksigen terlarut tinggi dan ada pergerakan air di akuarium. Artinya, gunakan filter bertenaga, powerhead tambahan, atau batu aerasi sesuai kebutuhan.

Seperti banyak ikan yang hidup di air mengalir, spesies ini tidak tahan terhadap penumpukan polutan organik dan butuh air yang sangat bersih agar tumbuh baik. Karena itu, ganti air mingguan sebanyak 30-50% volume akuarium sebaiknya dijadikan rutinitas.1

Diberi pakan apa?

Spesies Nemacheilus bersifat omnivora, tetapi sebagian besar makanannya berupa serangga kecil, cacing, krustasea, dan zooplankton lain. Bahan tumbuhan yang dimakan relatif sedikit, kebanyakan berasal dari isi perut mangsanya.

Di akuarium, ikan ini mau menerima pakan kering yang ukurannya sesuai, tetapi jangan hanya diberi pakan kering saja. Pemberian pakan hidup dan beku berukuran kecil setiap hari, seperti kutu air, artemia, cacing darah, dan sebagainya, akan menghasilkan warna dan kondisi terbaik.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Teman setangki terbaik adalah ikan yang hidup di biotop serupa di alam, terutama ikan cyprinid yang damai dan berenang di kolom air terbuka, karena kehadiran satu atau dua kawanan ikan seperti itu bisa membuat loach yang pada dasarnya suka bersembunyi ini terlihat jauh lebih percaya diri.

Pilihan lain termasuk loach penghuni arus (hillstream loach) dari genus seperti Gastromyzon, Pseudogastromyzon, Beaufortia, dan Sewellia, serta cyprinid penghuni dasar seperti spesies Crossocheilus dan Garra.

Beberapa kerabat yang bentuk tubuhnya mirip, seperti Nemacheilus lain, Acanthocobitis, dan Schistura spp., sangat teritorial atau agresif, meskipun kombinasinya mungkin bisa berhasil di akuarium yang lebih besar.

Spesies ini damai terhadap sesamanya dan tampaknya senang dipelihara berkelompok, jadi sangat disarankan membeli empat ekor atau lebih.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Jantan dewasa memiliki lipatan kulit di bawah mata (suborbital flap), serta tuberkel kecil di sisi atas jari-jari sirip dada ke-1 sampai ke-4 dan di sisi bawah jari-jari sirip dada ke-2.

Betina dewasa kemungkinan sedikit lebih besar dan bertubuh lebih berisi dibanding jantan.1

Di mana habitat aslinya?

Lokasi tipenya berarti 'sekitar Kuala Lumpur', tetapi catatan yang ada sekarang menunjukkan sebarannya membentang dari Provinsi Trang di Thailand selatan, sebagian besar Semenanjung Malaysia, Singapura, Kalimantan bagian barat (negara bagian Sabah dan Sarawak di Malaysia, Brunei Darussalam, dan Provinsi Kalimantan Barat di Indonesia), Pulau Belitung (dulu dikenal sebagai Billiton), sampai Sumatra bagian tengah-timur (Provinsi Jambi).1

Habitat alami

Paling sering ditemukan di bagian sungai kecil hutan yang dangkal (kedalaman <1 m) dan berarus, dengan dasar berupa pasir, kerikil, batu-batu kecil, dan serasah organik.

Airnya umumnya jernih sampai sedikit kecokelatan karena tanin. Tanaman air biasanya hanya berupa satu-dua rumpun Cryptocoryne spp., walaupun vegetasi di tepi sungai sering tumbuh lebat.1

Catatan

Spesies ini termasuk kelompok N. selangoricus di dalam genusnya, yaitu kelompok yang pertama kali dikenali oleh Hadiaty dan Kottelat (2009). Ciri kelompok ini adalah adanya dua baris sisik memanjang yang tersusun mendatar di batang ekor (caudal peduncle), masing-masing dengan tuberkel di tepi belakangnya, yang pada beberapa spesies terletak di ujung tonjolan meruncing (acuminate process, yaitu tonjolan panjang dan meruncing ke arah belakang), serta pola tubuh berupa pita-pita gelap vertikal.

Spesies lain yang saat ini dimasukkan ke dalam kelompok ini adalah N. spiniferus, N. tebo, dan N. tuberigum.

N. selangoricus paling mirip dengan N. spiniferus karena memiliki sisik meruncing di atas dan di bawah gurat sisi pada batang ekor, ciri yang tidak dimiliki kerabat se-genus lainnya. Namun, spesies ini bisa dibedakan dari ciri-ciri berikut: terdapat 8-12 pita gelap yang sangat teratur di sisi tubuh (vs. 10-13 pita berbentuk tidak teratur pada N. spiniferus), lebarnya 3-5 kali lebar celah di antaranya, bagian tengah pita sering lebih terang daripada tepinya atau sama terangnya dengan warna dasar tubuh, sehingga pita tampak terbelah menjadi dua pita yang lebih tipis; panjang kepala bagian dorsal 18-22 % SL (vs. 21-23 %); tonjolan sisik meruncing lebih pendek daripada (vs. sama panjang dengan) sisa sisiknya, dengan lebar pangkal kira-kira ¼-⅓ lebar sisik (vs. sekitar ½).

Baris-baris sisik memanjang di batang ekor pada N. tebo dan N. tuberigum tidak meruncing dan tidak memiliki tonjolan di bagian belakang. Selain itu, bintik hitam di pangkal jari-jari depan sirip punggung dan baris-baris tanda berwarna serupa di sirip punggung yang terlihat pada N. selangoricus dan N. spiniferus juga tidak ada.

Menurut Kottelat (1990), genus Nemacheilus dicirikan oleh kombinasi ciri-ciri berikut: tubuh memanjang; gurat sisi lengkap; pada beberapa spesies terdapat sisik yang membesar di atas dan di bawah gurat sisi; sirip ekor bercabang sampai bercabang dalam dengan lobus atas yang lebih besar; mata besar; mulut kecil dan sangat melengkung; bibir biasanya tipis; bibir atas biasanya tidak terputus di bagian tengah; rahang atas dengan processus dentiformis (tonjolan menyerupai gigi); rahang bawah tanpa takik di tengah; sungut panjang; jantan biasanya memiliki lipatan kulit di bawah mata, jari-jari sirip dada ke-2 sampai ke-6 menebal dan dilengkapi baris-baris tuberkel.

Famili Nemacheilidae tersebar luas di sebagian besar Eurasia, dengan anak benua India, Asia Tenggara, dan Tiongkok sebagai pusat keanekaragaman spesiesnya.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Bănărescu, P. M. and T. T. Nalbant (1995). A generical classification of Nemacheilinae with description of two new genera (Teleostei: Cypriniformes: Cobitidae). Travaux du Museum d'Histoire Naturelle 'Grigore Antipa' 35, 429-495
  • Kottelat, M. (1984). Revision of the Indonesian and Malaysian loaches of the subfamily Noemacheilinae. Japanese Journal of Ichthyology 31(3), 225-260
  • Kottelat, M. (1990). Indochinese nemacheilines. A revision of nemacheiline loaches (Pisces: Cypriniformes) of Thailand, Burma, Laos, Cambodia and southern Viet Nam. Verlag Dr. Friedrich Pfeil, München, Germany, 1-262
  • Šlechtová, V., J. Bohlen and H. H. Tan (2007). Families of Cobitoidea (Teleostei; Cypriniformes) as revealed from nuclear genetic data and the position of the mysterious genera Barbucca, Psilorhynchus, Serpenticobitis and Vaillantella. Molecular Phylogenetics and Evolution 44(3), 1358-1365
  • Tan, H. H. and M. Kottelat (2009). The fishes of the Batang Hari drainage, Sumatra, with description of six new species. Ichthyological Exploration of Freshwaters 20(1), 13-69
  • Tang, Q., H. Liu, R. Mayden and B. Xiong (2006). Comparison of evolutionary rates in the mitochondrial DNA cytochrome b gene and control region and their implications for phylogeny of the Cobitoidea (Teleostei: Cypriniformes). Molecular Phylogenetics and Evolution 39(2), 347-357
  • Kottelat, M. (2012). Conspectus cobitidum: an inventory of the loaches of the world (Teleostei: Cypriniformes: Cobitoidei). Raffles Bulletin of Zoology Supplement 26, 1-199
  • Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-6631