Satuan
Tampilan

Ctenoluciidae, Brasil

Spotted Pike Characin

Boulengerella maculata

Nama lain: Pike Characin, Spotted Pike, Boulengerella

Suhu
22–28°C
pH
5–7,5
Akuarium minimum
240 cm
Tingkat kesulitan
Sulit

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
22–28°C
pH
5–7,5
Ukuran
32,9 cm
Tingkat kesulitan
Sulit 6/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangSulitakuarium mulai 240 cm, ikan sepanjang 32,9 cm
  • AirMudahpH 5–7,5, 1–12 dGH
  • SuhuMudah22–28°C
  • PerilakuSulitpredator
  • KelompokMudahkelompok mulai 4 ekor

Tingkat kesulitan 6/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • Seriously Fish: 32,9 cm
  • Aquarium Glaser: 30 cm
Akuarium minimum

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • Seriously Fish: 240 cm
  • Aquarium Glaser: 250 cm
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish, Aquarium Glaser. Diperbarui 2026-11-03.

Info singkat

  • Tingkat kesulitan: 7 dari 8 (sulit). Dinilai sulit karena butuh akuarium dengan panjang minimal 2 m.
  • Pemijahan: Belum tercatat.1

Aquarium Glaser mencatat angka yang berbeda dari tabel data: ukuran 30 cm (tabel: 32,9 cm).

Ikan pike characin bertotol (Spotted Pike Characin), Boulengerella maculata, adalah salah satu ikan predator paling populer di akuarium air tawar. Spesies ini bisa tumbuh sampai 30 cm dan sangat damai. Semua teman setangki lainnya (selama tidak muat di mulutnya) sama sekali tidak dihiraukan.2

Layak dibeli?

  • Butuh tutup akuarium yang rapat karena spesies ini dikenal suka melompat.

Boulengerella maculata adalah ikan pelagis dari famili Ctenoluciidae yang tersebar di sebagian besar sistem sungai Amazon, Orinoco, dan Tocantins. Pola warnanya sangat bervariasi, ada individu yang jauh lebih pucat dibanding yang lain, dan hal ini mungkin berkaitan dengan jenis airnya. Totol-totol gelap yang tersebar acak di tubuh bagian atas, serta garis gelap yang hanya ada di belakang mata (bila ada), membedakannya dari B. lateristriga yang mirip. Ikan ini mencapai 329 mm SL dan butuh akuarium dengan ukuran dasar 240 × 90 cm atau lebih.1

Butuh akuarium seberapa besar?

  • Panjang standar: 329 mm SL
  • Ukuran dasar akuarium: 240 × 90 cm
  • Volume: ~1944 liter

Disarankan akuarium dengan ukuran dasar 240 × 90 cm atau lebih.1

Untuk memelihara kelompok yang lebih besar, sebaiknya disediakan akuarium dengan panjang 2,5 m.2

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 22–28 °C
  • pH: 5,0–7,5
  • Kesadahan: 1–12 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Ikan ini relatif tidak rewel, meskipun ia menyukai adanya penutup di permukaan berupa tanaman air mengapung, tanaman yang menjuntai, atau dahan.

Ikan ini paling baik kondisinya bila kadar oksigen terlarut tinggi dan arus air sedang, jadi gunakan filter eksternal, powerhead, batu aerasi, dan sebagainya sesuai kebutuhan.

Karena kondisi air yang stabil mutlak diperlukan untuk kesehatannya, ikan ini jangan pernah dimasukkan ke akuarium yang siklus nitrogennya belum matang, dan ganti air mingguan sebanyak 30–50% volume akuarium sebaiknya dianggap wajib.

Tutup yang rapat juga mutlak diperlukan karena Boulengerella spp. adalah pelompat ulung. Menutup bagian belakang dan samping akuarium mungkin juga bermanfaat untuk mengurangi kemungkinan ikan menabrak kaca, karena ikan ini bisa mudah kaget, terutama di ruang yang sempit.1

This species appreciates woody structures around the surface of its aquarium.
©

Diberi pakan apa?

Ikan ini predator obligat yang di alam sebagian besar memangsa ikan-ikan kecil dan serangga, tetapi di akuarium dalam banyak kasus bisa beradaptasi dengan baik pada pakan mati sebagai penggantinya.

Individu yang lebih kecil bisa diberi cacing darah, cacing tanah kecil, udang cincang, dan sejenisnya, sedangkan ikan dewasa mau menerima potongan daging ikan, udang utuh, kerang, udang sungai hidup, cacing tanah yang lebih besar, dan sebagainya.

Serangga seperti jangkrik juga cocok digunakan, tetapi sebaiknya perut jangkrik diisi dulu dengan memberinya pakan serpihan atau bahan nabati sebelum diberikan ke ikan.

Seperti kebanyakan ikan predator, spesies ini sebaiknya tidak diberi daging mamalia atau unggas seperti jantung sapi atau ayam.

Sebagian lemak yang terkandung di dalamnya tidak bisa dicerna dengan baik oleh ikan dan dapat menyebabkan penumpukan lemak berlebih, bahkan kerusakan organ.

Demikian pula, tidak ada manfaatnya memberi ikan pakan ('feeder') seperti ikan livebearer atau ikan mas koki kecil, karena ikan-ikan ini membawa risiko masuknya parasit atau penyakit, dan lagi pula cenderung tidak bernilai gizi tinggi kecuali sudah dikondisikan dengan baik sebelumnya.1

Di alam, spesies ini terutama memakan ikan hidup, dan sesekali krustasea serta serangga. Namun di akuarium, biasanya ikan ini cukup cepat mau menerima pakan beku.2

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Damai terhadap ikan apa pun yang terlalu besar untuk ditelan, dan bisa dipelihara di akuarium komunitas asalkan teman setangkinya dipilih dengan cermat.

Hindari spesies yang agresif dan teritorial atau yang sangat kompetitif. Pilihan terbaik adalah ikan-ikan tenang yang berukuran serupa seperti Geophagus atau Acestrorhynchus spp., serta banyak jenis lele dari famili Doradidae atau Loricariidae.

Spesies ini tidak agresif terhadap sesamanya, dan terutama ikan muda menunjukkan naluri bergerombol yang kuat.

Individu yang lebih tua cenderung lebih soliter tetapi sesekali tetap berkumpul, dan sebaiknya dipelihara dalam kelompok berisi empat ekor atau lebih.1

Perilaku bergerombol ikan ini sangat indah untuk dilihat. Mereka bergerak seperti satu organisme dan selalu sejajar sempurna dengan individu lainnya.2

Sebaran alami

Hidup alami di: Brasil, Ekuador, Kolombia, Peru, Venezuela1

Sungai, danau, wilayah: Amazon, Orinoco, Tocantins, Javari1

Apa kata sumber
  • Brasil, Ekuador, Kolombia, Peru, Venezuela, Amazon, Orinoco, Tocantins · Seriously Fish1: “Type locality is given simply as 'Amazon River, Brazil', but this species is currently understood to be distributed throughout much of the Amazon, Orinoco and Tocantins river systems with records existing from Ecuador, Colombia, Peru, Brazil and Venezuela.”
  • Javari · Seriously Fish1: “Populations from Peru, the area around Leticia, Colombia, and the rio Javari basin in Brazil differ in the number of vertebrae and pored lateral line scales compared with those from the lower Amazon and Río Orinoco.”

GBIF punya 327 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.

  • Catatan di negara asal
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 327 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Lokasi tipenya hanya disebutkan sebagai 'Sungai Amazon, Brasil', tetapi saat ini spesies ini dipahami tersebar di sebagian besar sistem sungai Amazon, Orinoco, dan Tocantins, dengan catatan keberadaan dari Ekuador, Kolombia, Peru, Brasil, dan Venezuela.

Populasi dari Peru, daerah sekitar Leticia (Kolombia), dan lembah rio Javari di Brasil berbeda dalam jumlah ruas tulang belakang dan jumlah sisik gurat sisi berpori dibanding populasi dari Amazon hilir dan Río Orinoco.1

B. maculata memiliki sebaran yang luar biasa luas dan ditemukan di hampir seluruh sistem Amazon dan Orinoco. Karena itu, ikan ini cukup sering dijumpai di perdagangan.2

Habitat alami

Spesies ini bersifat pelagis, dan ikan dewasa cenderung ditemukan di bagian berarus dari alur utama sungai dan anak-anak sungai yang lebih besar, baik di sungai air putih (white water) maupun air hitam (black water), serta di danau-danau dataran banjir.1

Catatan

Spesies ini dikenal dengan berbagai nama lokal, antara lain 'Bicuda' atau 'Uena' (Brasil), 'Picudo' (Ekuador), 'Picudo' atau 'Garza-challua' (Peru), dan 'Aguejeta' (Venezuela).

Pangkal sirip punggungnya sebagian besar terletak di belakang garis vertikal yang melalui pangkal awal sirip anal, dan ciri ini membedakannya dari semua anggota genus lainnya kecuali B. lateristriga.

B. maculata berbeda dari B. lateristriga karena pada sebagian individu hanya memiliki garis horizontal gelap yang tipis di permukaan kepala di belakang mata (vs. garis gelap tipis yang jelas dan selalu memanjang dari belakang rongga mata hingga batang ekor), tidak adanya (vs. adanya) palang melintang gelap yang jelas pada cuping-cuping sirip ekor, adanya (vs. tidak adanya) totol-totol gelap yang tersebar acak di tubuh bagian atas, 73–84 (vs. 55–65) sisik predorsal, 17–23 (vs. 14–17) baris sisik antara pangkal awal sirip punggung dan garis tengah perut, serta sirip punggung yang relatif panjang (vs. relatif pendek).

Kedua spesies juga memiliki garis gelap yang lebih lebar di tengah sisi tubuh, yang cenderung lebih tegas pada B. lateristriga dibanding pada B. maculata.

Pola warna B. maculata sangat bervariasi; misalnya ada individu yang terlihat jelas lebih pucat dibanding yang lain, dan pada individu seperti ini garis lebar di tengah sisi tubuh biasanya kurang pekat.

Hal ini tampaknya tidak berkaitan dengan sebaran geografis, karena tidak tercatat pola yang jelas di seluruh wilayah sebarannya, tetapi mungkin berkaitan dengan jenis air.

Boulengerella berbeda dari Ctenolucia, satu-satunya genus lain yang saat ini termasuk dalam famili Ctenoluciidae, melalui serangkaian ciri turunan, antara lain memiliki 87–124 (vs. 45–50) sisik gurat sisi, adanya tonjolan berdaging yang berkembang kuat (vs. lemah) di ujung moncong, dan tidak adanya (vs. adanya) gelambir berdaging pada rahang bawah.

Di dalam ordo Characiformes, famili Ctenoluciidae juga dibedakan oleh sekumpulan ciri sinapomorfik berikut: bentuk tubuh meruncing; bentuk rahang memanjang; memiliki banyak gigi kecil dengan ujung melengkung yang tersusun dalam satu baris pada masing-masing rahang.

Characiformes termasuk salah satu ordo ikan air tawar yang paling beragam, saat ini mencakup hampir 2000 spesies valid yang terbagi dalam 19 famili.

Keragaman taksonomi dan morfologi yang luar biasa ini sejak dulu menghambat para peneliti dalam mengungkap hubungan genetiknya, sehingga banyak genus yang masih berstatus incertae sedis.

Faktor pembatas lainnya adalah bahwa dalam banyak kasus, satu-satunya cara untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan mempelajari masing-masing secara menyeluruh.

Namun, teknik filogenetik molekuler modern telah memungkinkan sejumlah kemajuan, dan penelitian yang diterbitkan oleh Calcagnotto et al. (2005) mengungkap beberapa hipotesis menarik.

Hasil mereka menunjukkan bahwa Ctenoluciidae termasuk dalam klad monofiletik trans-Atlantik bersama famili Lebiasinidae dan Hepsetidae, dan kelompok ini selanjutnya membentuk kelompok saudara (sister group) bagi Alestidae.

Peneliti lain seperti Oliveira et al. (2011) menyimpulkan bahwa famili Erythrinidae juga berkerabat dekat dengan kelompok ini, sedangkan Hepsetidae dan Alestidae lebih jauh hubungannya.1

Sumber

2 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com
  2. Aquarium Glaser aquariumglaser.de

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Vari, R. P. (1995). The Neotropical fish family Ctenoluciidae (Teleostei: Ostariophysi: Characiformes): supra and intrafamilial phylogenetic relationships, with a revisionary study. Smithsonian Contributions to Zoology 564, 1-97
  • Oliveira, C. A., G. S. Avellino, K. T. Abe, T. C. Mariguela, R. C. Benine, G. Orti, R. P. Vari, and R. M. Corrêa e Castro (2011). Phylogenetic relationships within the speciose family Characidae (Teleostei: Ostariophysi: Characiformes) based on multilocus analysis and extensive ingroup sampling. BMC Evolutionary Biology 11(1), 275-300
  • Calcagnotto, D., S. A. Schaefer, and R. DeSalle (2005). Relationships among characiform fishes inferred from analysis of nuclear and mitochondrial gene sequences. Molecular Phylogenetics and Evolution 36(1), 135-153
  • Reis, R. E., S. O. Kullander and C. J. Ferraris, Jr. (eds) (2003). Check list of the freshwater fishes of South and Central America. CLOFFSCA. EDIPUCRS, Porto Alegre, i-xi + 1-729
  • Cuvier, G. and A. Valenciennes (1850). Suite du livre vingt-deuxième. Suite de la famille des Salmonoïdes. Histoire Naturelle des Poissons v. 22, i-xx + 1 p. + 1-532 + 1-911