Satuan
Tampilan

Asellidae

Water louse

Asellus aquaticus

Nama lain: Asellus, isopoda air tawar, Aquatic sowbug, Water slate, Water shrimp

Suhu
5–30°C
pH
6,5–9
Akuarium minimum
belum ada
Tingkat kesulitan
Mudah

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
5–30°C
pH
6,5–9
Ukuran
1 cm
Tingkat kesulitan
Mudah 1/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahikan sepanjang 1 cm
  • AirMudahpH 6,5–9
  • SuhuMudah5–30°C
  • PerilakuMudahdamai

Tingkat kesulitan 1/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Aquarium Breeder
pH
  • Aquarium Breeder
Ukuran
  • Aquarium Breeder
Tingkat kesulitan
  • Aquarium Breeder

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Breeder. Diperbarui 2026-10-31.

Info singkat

Asellus aquaticus, yang juga dikenal sebagai water louse, water shrimp, water slate atau aquatic sowbug, adalah krustasea air tawar kecil dari famili Asellidae. Hewan ini masih berkerabat dengan kutu kayu (woodlice). Daya tahannya sangat tinggi dan bisa hidup di air yang tercemar, asam atau basa, air dengan oksigen rendah, bahkan di kondisi payau. Umurnya sekitar 1 tahun, paling lama 1,5 tahun.1

Layak dibeli?

Kadang dipakai sebagai pakan hidup untuk ikan dasar berukuran sedang sampai besar. Di akuarium breeding udang, memeliharanya bersama udang tidak disarankan. Alasannya bukan karena agresif, tetapi karena bersaing soal pakan, berkembang biak lebih cepat, dan tahan terhadap kondisi yang justru mematikan bagi udang.1

Kondisi air seperti apa?

  • Tahan terhadap kualitas air yang buruk dan pencemaran organik; tahan juga terhadap salinitas yang cukup tinggi.
  • Tahan terhadap oksigen rendah dan kadar amonia tak terionisasi yang tinggi (sekitar 5 kali lebih tahan terhadap oksigen rendah dan 2 kali lebih tahan terhadap amonia tak terionisasi dibandingkan Gammarus pulex).
  • pH: tingkat kelangsungan hidup 100% pada 4,5–11,0, optimal 6,5–9,0.
  • Suhu: 5–30 °C, paling aktif saat bulan-bulan yang lebih dingin. Suhu tinggi menurunkan pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan perkembangbiakan.

Ubah suhu secara bertahap; perubahan mendadak lebih dari 5 derajat bisa menyebabkan syok suhu.1

Bagaimana cara merawatnya?

Cara menyingkirkannya: buang tempat-tempat persembunyian, bersihkan filter secara menyeluruh dan sedot substrat, perkuat arus air, kurangi sisa pakan dan alga, lalu pasang perangkap berisi daun atau sayuran yang diletakkan pada malam hari.1

Diberi pakan apa?

Pemakan detritus yang efisien dengan menu yang luas: serasah daun, biofilm, mikroorganisme, jamur, alga, dan lain-lain. Pakan utamanya adalah tumbuhan yang membusuk; tampaknya mereka lebih menyukai jamur.

Di akuarium mereka makan hampir apa saja. Untuk meniru kondisi alami, tambahkan beberapa lembar daun kering secara berkala; nantinya hanya tulang daunnya yang tersisa. Jangan masukkan daun hijau, karena kandungan gulanya tinggi dan bisa menambah limbah organik. Pastikan daun bersih dan tidak terkena perlakuan bahan kimia.

Mereka aman untuk akuarium tanaman air: yang dimakan hanya tanaman yang memang sudah mati atau membusuk.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Water louse merayap pelan di atas substrat atau di antara sisa tanaman yang membusuk. Hewan ini sepenuhnya akuatik dan praktis tidak berdaya di udara. Ia tidak benar-benar berenang, tetapi bisa mendorong tubuhnya di dalam air dengan gerakan menyentak seperti melompat.

Ada dua cara pertahanannya: diam tak bergerak, atau autotomi (melepaskan kaki, yang nantinya tumbuh kembali). Saat musim kering, ia membenamkan diri di lumpur dan masuk ke kondisi dorman (torpor).

Sebagai pemakan sisa, mereka berperan sebagai kru pembersih yang mengurai bahan organik dan tanaman yang membusuk. Mereka tidak merusak telur ikan jenis penebar telur (egg scatterer).1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

  • Jantan lebih besar daripada betina.
  • Pasangan kaki pertama pada jantan memiliki apofisis, yang tidak ada pada betina. Pasangan kaki ke-4 lebih kecil dan melengkung, dipakai untuk memegang betina.
  • Betina memiliki oostegit yang membentuk kantong pengeraman di bagian bawah depan tubuhnya.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Biasanya ada dua generasi per tahun (kelompok musim semi dan musim gugur). Perkawinan dimulai pada musim semi saat suhu air mencapai sekitar 7–8 °C. Dewasa kelamin dicapai pada umur 1,5 sampai 3 bulan dengan ukuran sekitar 3–4 mm.

Jantan menjaga betina dengan cara menggendongnya selama 5–7 hari sampai betina berganti kulit (molting). Pembuahan hanya bisa terjadi sekitar 24 jam setelah molting, lalu jantan melepaskan betina.

Dalam 2–10 jam kantong pengeraman terbentuk dan telur berwarna oranye diletakkan di dalamnya, biasanya 30–150 butir. Masa inkubasi 23 sampai 35 hari tergantung suhu. Anakan berukuran sekitar 1 mm kemudian dilepaskan dan sudah bisa hidup mandiri.1

Sebaran alami

GBIF punya 77.388 catatan di alam liar. Sumber tidak menyebut di negara mana spesies ini hidup alami, jadi catatan di dalam dan di luar wilayah asalnya tidak bisa dipisahkan.

  • Tempat ada catatan
  • Tiap kotak sekitar 620 km.

Data: GBIF.org, 77.388 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Asellus aquaticus termasuk krustasea air tawar yang paling umum dan tersebar luas di seluruh Eropa dan Amerika Utara. Spesies ini identik dengan iklim sedang (temperate) dan tercatat mulai dari kawasan Mediterania di selatan sampai Skandinavia di utara.

Ada hipotesis bahwa spesies ini masuk ke Eropa sekitar 8 sampai 12 juta tahun lalu lewat cekungan Paratethys yang berair payau.1

Habitat alami

Populasi yang padat ditemukan di perairan tergenang atau berarus lambat yang tercemar bahan organik, terutama di dekat saluran pembuangan limbah, tetapi juga di perairan yang relatif bersih dengan kandungan bahan organik alami yang tinggi. Spesies ini bersifat euribion dan bisa berkembang baik di berbagai macam kondisi, termasuk perairan permukaan yang agak payau dan habitat air tawar bawah tanah.

Spesies ini tidak ditemukan di perairan laut maupun di sungai dan aliran yang berarus deras.1

Catatan

  • Ukuran: umumnya 5–10 mm, jantan sedikit lebih besar daripada betina; sampai 2 cm termasuk pengecualian.
  • Tubuh: pipih, beruas-ruas, memanjang, dengan lempengan yang saling tumpang tindih; berwarna cokelat atau abu-abu, kadang berbintik. Bentuk yang hidup di gua memiliki pigmen dan mata yang tereduksi.
  • Ruas tubuh: 5 ruas kepala (sefalik), 8 ruas dada (toraks), dan 7 ruas perut (abdomen); ruas perut terakhir adalah telson.
  • Tujuh pasang kaki jalan dan sepasang antena panjang.

Asellus aquaticus tangkapan alam bisa menjadi inang perantara cacing parasit (acanthocephalosis), tetapi infeksi pada ikan akuarium jarang terjadi.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Aquarium Breeder aquariumbreeder.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Ridley, Mark, and David J. Thompson. “Size and mating in Asellus aquaticus (Crustacea: Isopoda).” Zeitschrift für Tierpsychologie51, no. 4 (1979): 380-397.
  • Dohrn, A. (1867). Die embryonale entwicklung des Asellus aquaticus. Wissenschaftliche Zool.17, 221–278.
  • Lafuente Elvira, Lürig Moritz D., Rövekamp Moritz, Matthews Blake, Buser Claudia, Vorburger Christoph, Räsänen Katja “Building on 150 Years of Knowledge: The Freshwater Isopod Asellus aquaticus as an Integrative Eco-Evolutionary Model System” JOURNAL Frontiers in Ecology and Evolution. volume 9.2021
  • Van Ginneken, M., Blust, R., and Bervoets, L. (2019). The impact of temperature on metal mixture stress: sublethal effects on the freshwater isopod Asellus aquaticus. Res.169, 52–61. doi: 10.1016/j.envres.2018.10.025
  • Lürig, M. D., and Matthews, B. (2021). Dietary-based developmental plasticity affects juvenile survival in an aquatic detritivore. Biol. Sci.288:20203136. doi: 10.1098/rspb.2020.3136
  • Maltby, L. (1995). Sensitivity of the crustaceans Gammarus pulex(L.) and Asellus aquaticus (L.) to short-term exposure to hypoxia and unionized ammonia: observations and possible mechanisms. Water Res. 29, 781–787. doi: 10.1016/0043-1354(94)00231-U
  • Protas, Meredith E., Peter Trontelj, and Nipam H. Patel. “Genetic basis of eye and pigment loss in the cave crustacean, Asellus aquaticus.” Proceedings of the National Academy of Sciences108, no. 14 (2011): 5702-5707.
  • Graça, M. A. S., L. Maltby, and Peter Calow. “Importance of fungi in the diet of Gammarus pulex and Asellus aquaticus: II. Effects on growth, reproduction and physiology.” Oecologia96 (1993): 304-309.
  • Økland, Karen Anna. “Life history and growth of Asellus aquaticus (L.) in relation to environment in a eutrophic lake in Norway.” Hydrobiologia59 (1978): 243-259.
  • Lagerspetz, Kari YH. “Thermal acclimation without heat shock, and motor responses to a sudden temperature change in Asellus aquaticus.” Journal of thermal biology28, no. 5 (2003): 421-427.
  • Lascio, A. di, Loreto Rossi, and Maria Letizia Costantini. “Different temperature tolerance of northern and southern European populations of a freshwater Isopod Crustacean species (Asellus aquaticus L.).” Fundamental and Applied Limnology179, no. 3 (2011): 193-201.
  • Simčič, Tatjana, and Anton Brancelj. “Effects of pH on electron transport system (ETS) activity and oxygen consumption in Gammarus fossarum, Asellus aquaticus and Niphargus sphagnicolus.” Freshwater Biology51, no. 4 (2006): 686-694.1

Video

  • Aquatic Isopods: The Perfect Cleanup Crew & Fish Food?! How to Spawn & Care For Asellus aquaticus20:33, EN

  • Industrious Isopods - The Lifecycle of Asellus aquaticus7:06, EN

  • Breeding 1000s of Aquatic Isopods in a 2.5g: How I Setup a Freshwater Isopod Culture10:15, EN

  • Asellus aquaticus Water Hoglouse Breeding in Fish Tank2:16, EN