Cyprinidae, Benin
Dwarf Ember Barb
Barboides gracilis
Nama lain: Ember Barb, Dwarf Amber Barb, Gracilis Barb
- Suhu
- 21–26°C
- pH
- 6–7
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 21–26°C
- pH
- 6–7
- Ukuran
- 1,8 cm
- Umur hidup
- 1,5 tahun
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahakuarium mulai 45 cm, ikan sepanjang 1,8 cm
- AirSulitair lunak · pH 6–7, 0–6 dGH
- SuhuMudah21–26°C
- PerilakuMudahdamai
- KelompokSedangkelompok mulai 6 ekor
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Seriously Fish: 21–26°C
- Aquarium Breeder: 22–26°C
- pH
- Seriously Fish, Aquarium Breeder · setingkat
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish, Aquarium Breeder · setingkat
- Ukuran
- Seriously Fish, Aquarium Breeder · setingkat
- Umur hidup
- Aquarium Breeder
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
Tiap sumber mencantumkan angka berbeda
- Seriously Fish: 4
- Aquarium Breeder: 5
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish, Aquarium Breeder. Diperbarui 2026-11-04.
Info singkat
Barboides gracilis adalah cyprinid mini dari pesisir Afrika Barat dan Tengah. Sebarannya mulai dari Benin, melewati Nigeria dan Kamerun, sampai Guinea Khatulistiwa. Ikan dewasa panjangnya kurang dari 20 mm SL. Habitatnya anak sungai dan rawa hutan hujan yang arusnya lambat dan teduh, dengan vegetasi tepi yang lebat. Ikan ini punya penggemar di kalangan pencinta akuarium 'nano' bertanaman, dan bisa dijual dengan nama 'dwarf amber/ember barb'. Sifatnya sangat damai tetapi pemalu, jadi sebaiknya dipelihara sendiri atau bersama spesies Afrika Barat lain yang sama mungilnya.1
Layak dibeli?
Barboides gracilis, yang umumnya dikenal sebagai Dwarf Ember Barb, termasuk salah satu ikan terkecil di dunia ikan hias. Ikan ini masih sangat langka karena pasokannya terbatas akibat sulit dipijahkan. Ikan ini menyukai air hangat dan butuh perawatan yang cukup spesifik, terutama di akuarium baru, jadi tidak disarankan untuk pemula. Hampir tidak ada yang diketahui tentang kehidupannya di alam. Sebagian besar informasi yang ada berasal dari pengamatan di akuarium.
Spesies ini tercantum sebagai rentan dan terancam dalam Daftar Merah IUCN.
Kebanyakan ikan ini hasil tangkapan alam dari Afrika dan sering tiba di toko dalam kondisi buruk. Sebelum dimasukkan ke akuarium, setidaknya sesuaikan dulu ikan dengan suhu air akuarium secara perlahan (aklimatisasi suhu) dan beri waktu untuk beradaptasi. Perubahan mendadak bisa membahayakan ikan.2

Butuh akuarium seberapa besar?
Satu kelompok bisa dipelihara, bahkan bisa memijah, di akuarium dengan alas berukuran hanya 30 × 20 cm. Namun, kualitas air bisa jadi masalah kalau tidak dipantau dengan ketat. Untuk pemeliharaan jangka panjang, lebih baik pakai akuarium berukuran sekitar 45 × 20 cm (sekitar 18 liter) atau lebih besar.1
Akuarium 40 liter cukup untuk setidaknya 20–30 ekor. Bahkan untuk 10 ekor saja, sebaiknya tetap minimal 40 liter. Ikan ini menuntut perawatan khusus dan butuh kualitas air yang baik dan stabil, yang sulit dijaga di akuarium yang lebih kecil. Akuarium yang memanjang lebih baik daripada akuarium tinggi dengan volume yang sama, karena ikan ini menyukai air dangkal.2
Kondisi air seperti apa?
Aquarium Breeder mencatat angka yang berbeda dari tabel data: suhu 22–26°C (tabel: 21–26°C).
Suhu: 22–26 °C. Gunakan heater kalau suhu air cenderung lebih dingin.
pH: 6,0–7,0.
Kesadahan: air lunak dengan GH 0–6. Air sadah tidak baik untuk spesies ini dan ikan akan sulit bertahan hidup.
Salinitas: tidak tahan salinitas, bahkan air payau pun.
Arus air: dibutuhkan air tenang atau arus yang sangat lambat. Riak di permukaan air membuat ikan tidak nyaman dan stres.2
Bagaimana cara merawatnya?
Paling cocok dipelihara di akuarium yang penataannya lengkap. Ikan ini pilihan yang sangat baik untuk aquascape yang ditata dengan cermat karena tidak merusak tanaman. Filter tidak perlu terlalu kuat karena ikan ini kebanyakan berasal dari perairan yang tenang dan bisa kewalahan kalau arusnya deras. Supaya ikan tampil maksimal, akuarium bergaya biotop juga bisa jadi proyek yang menarik. Pasir halus mungkin pilihan substrat terbaik. Tambahkan beberapa akar dan dahan kayu apung, lalu atur sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak tempat teduh. Kalau tidak menemukan kayu apung dengan bentuk yang diinginkan, kayu beech (Fagus) atau kayu ek aman dipakai asalkan benar-benar kering dan kulit kayunya sudah dikupas.
Menambahkan serasah daun kering (daun beech, daun ek, atau daun ketapang semuanya cocok) akan makin menonjolkan kesan alami. Selain memberi tempat berlindung tambahan bagi ikan, serasah ini juga menumbuhkan koloni mikroba seiring proses pembusukannya. Makhluk-makhluk kecil ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, sementara tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk diduga bermanfaat bagi ikan-ikan hutan hujan. Daun bisa dibiarkan di akuarium sampai hancur sepenuhnya, atau diangkat dan diganti setiap beberapa minggu.
Gunakan pencahayaan yang cukup redup untuk meniru kondisi yang dialami ikan di alam. Bisa ditambahkan beberapa tanaman air yang tahan kondisi seperti itu, misalnya Microsorum, Taxiphyllum, atau Anubias spp. Beberapa kelompok tanaman apung juga sangat berguna untuk meredam cahaya yang masuk ke akuarium.
Perlu diingat, ikan ini sebaiknya tidak dimasukkan ke akuarium yang siklus nitrogennya belum matang karena ikan ini bisa rentan terhadap perubahan kimia air. Disarankan rutin ganti air dalam jumlah kecil (10% volume akuarium atau kurang) untuk meminimalkan stres.1
Ikan ini butuh air bersih dan tidak tahan kadar amonia, nitrit, dan nitrat yang tinggi. Karena itu, akuarium harus sudah menjalani siklus nitrogen dan benar-benar matang sebelum ikan dimasukkan.
Ganti air: ganti 20–30% air setiap minggu, tergantung filter dan faktor lainnya. Air baru setidaknya harus sudah bebas klorin. Kalau di akuarium ada udang hias kecil, perlu diingat bahwa udang tidak suka ganti air dalam jumlah besar karena bisa menimbulkan masalah saat ganti kulit (molting).
Substrat: tidak ada syarat khusus, sesuaikan saja dengan tanamannya. Substrat bisa membantu menjaga pH di bawah 7,0: substrat aktif (seperti ADA Amazonia, Fluval Plant and Shrimp Stratum, Akadama) menurunkan pH. Hindari substrat yang tajam atau kasar karena bisa melukai tubuh ikan.
Pencahayaan: redup sampai sedang. Cahaya yang terlalu terang membuat ikan stres. Tanaman apung bisa meredam cahaya terang.
Dekorasi: tiru habitat alaminya dengan tanaman air yang terendam dan serasah daun. Tanin membantu ikan menampilkan warna terbaiknya dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Ikan ini senang bersembunyi, jadi gunakan tanaman apung, tanaman buatan, kayu apung, daun, dan batu-batu kecil.2

Peralatan apa yang dibutuhkan?
Untuk akuarium kecil, filter spons (sponge filter) mungkin pilihan terbaik: murah, mudah dirawat, dan aman untuk burayak. Filter ini memang menimbulkan sedikit riak di permukaan, tetapi jauh lebih sedikit dibanding filter lain. Heater mungkin diperlukan untuk menjaga suhu yang tepat.2
Diberi pakan apa?
Di alam, ikan ini diduga memakan krustasea air kecil, cacing, larva serangga, dan zooplankton lainnya. Di akuarium, ikan ini bisa agak pilih-pilih makanan dan mungkin tidak mau menerima pakan kering, meskipun dalam beberapa kasus lama-lama bisa belajar memakannya. Bagaimanapun juga, ikan ini harus selalu diberi pakan hidup atau beku berukuran kecil secara rutin, seperti naupli artemia, kutu air (daphnia), cacing grindal, cacing mikro (microworm), dan cacing darah cincang, supaya warna dan kondisinya optimal.
Ikan yang baru diimpor sering dalam kondisi buruk dan bisa sulit beradaptasi dengan kehidupan di akuarium. Karena itu, pakan hidup berukuran kecil disarankan sebagai pakan awal, lalu pakan kering dan beku diperkenalkan setelah ikan mulai tenang.1
Meskipun ada klaim bahwa ikan ini terutama memakan tumbuhan dan detritus, Barboides gracilis sebaiknya digolongkan sebagai predator mikro atau mikrokarnivora, yang kebanyakan memakan organisme air kecil seperti cacing, larva serangga, zooplankton, dan krustasea kecil.
Di akuarium, ikan ini mau menerima berbagai macam pakan: artemia, naupli artemia, kutu air (daphnia dan moina), cacing darah, blackworm, lalat buah, jentik nyamuk, cacing grindal, dan cyclops. Ikan ini juga mau pakan beku dan pakan pabrikan seperti Fluval Bug Bites, Hikari First Bites, dan pakan serpihan yang dihancurkan sangat halus. Pakan harus cukup kecil agar muat di mulutnya. Potong-potong cacing yang besar menjadi bagian kecil.
Kalau ikan menolak pakan kering, tanyakan kepada penjual tentang kebiasaan pemberian pakannya, lalu terus 'latih' ikan dan beri waktu sampai ikan belajar bahwa itu makanan.
Pemberian pakan: ikan dewasa sekali sehari, ikan muda dua kali sehari. Beri pakan pada siang hari karena ikan ini aktif di siang hari (diurnal). Mulutnya sangat kecil, jadi potong pakan atau hancurkan pakan serpihan. Berikan menu yang bervariasi dan berbasis protein, lalu buang sisa pakan.
Ikan ini makannya lambat dan tidak agresif, jadi bisa sulit memastikan ikan ini kebagian pakan kalau ada ikan lain di akuarium.2
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Sangat damai, tetapi bukan ikan komunitas yang ideal karena ukurannya kecil dan sifatnya cukup pemalu. Pelihara sendiri atau bersama spesies mungil lain dari Afrika Barat seperti Ladigesia roloffi atau Lepidarchus adonis. Kalau asal geografis tidak jadi soal, ikan ini kemungkinan juga akan tumbuh baik bersama karasin kecil Amerika Selatan seperti Nannostomus anduzei, N. mortenthaleri, Paracheirodon simulans, Hyphessobrycon amandae, atau anggota Boraras, Eirmotus, dan Trigonostigma dari Asia Tenggara.
Secara alami ikan ini hidup bergerombol, dan idealnya dipelihara dalam kelompok minimal 20-30 ekor. Memeliharanya dalam jumlah yang cukup banyak tidak hanya membuat ikan tidak terlalu gugup, tetapi juga menghasilkan tampilan yang lebih menarik dan alami. Ikan jantan juga akan menampilkan warna terbaiknya dan perilaku yang menarik saat bersaing satu sama lain untuk mendapatkan perhatian betina.1
Sifat: tidak agresif dan sama sekali tidak berbahaya di akuarium komunitas. Justru ikan ini lebih mungkin jadi sasaran ikan yang lebih besar.
Sosial: di alam ikan ini ditemukan dalam gerombolan besar dan di akuarium lebih suka kelompok besar. Pelihara minimal 6 ekor (batas paling minimum). Kelompok 15 ekor atau lebih membuat ikan lebih percaya diri. Memelihara ikan ini dalam jumlah sedikit adalah salah satu penyebab utama penghobi gagal memelihara spesies ini.
Aktivitas: awalnya ikan ini bisa agak malu-malu, tetapi tidak terlalu penakut, asalkan tidak ada ikan besar atau agresif, ada banyak tempat berlindung untuk bersembunyi, dan dipelihara dalam jumlah banyak. Di akuarium yang tanamannya rimbun, ikan ini sering bergerombol di area terbuka.
Posisi: kebanyakan berada di bagian tengah dan dasar akuarium, sesekali berkeliling di bagian atas. Ikan ini tidak berenang liar, tetapi sangat cepat saat bergerak.
Tanaman: sepenuhnya aman untuk tanaman dan tidak memakan tanaman yang sehat.
Teman satu akuarium: yang cocok adalah ikan yang terlalu kecil untuk memangsa atau mengganggunya, seperti corydoras pygmy, Boraras, panda garra, clown killifish, cherry barb, guppy, rasbora harlequin, otocinclus, guppy endler, dan brilliant rummynose tetra. Bahkan ikan kecil yang berenang cepat pun bisa membuatnya takut, jadi pantau interaksinya. Hindari cichlid, ikan mas koki, monodaktilus (mono) dan skat (ikan kiper), Jack Dempsey, oscar, cupang, ikan paradise, siamese algae eater (SAE), dan angelfish (manfish). Hindari ikan yang besar, agresif, atau terlalu aktif, lobster air tawar, kebanyakan kepiting air tawar, dan katak kerdil Afrika (African dwarf frog).
Udang: ikan ini tidak akan memburu udang hias kecil dewasa, tetapi mungkin memakan anakan udang yang baru menetas. Anakan udang berumur 1–2 minggu sudah terlalu besar untuknya. Untuk ternak udang yang serius, tidak disarankan memelihara keduanya bersama. Ikan ini cocok dengan semua jenis siput air tawar.2
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
- Kelompok minimal
- 6 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →

Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Jantan dewasa warna tubuhnya sedikit lebih pekat dan tubuhnya jelas lebih ramping daripada betina. Perbedaan ini makin terlihat saat ikan siap memijah.1
Perbedaan kelamin (dimorfisme seksual) kurang jelas, jadi jantan dan betina sulit dibedakan dari luar.
- Betina sedikit lebih besar dan lebih gemuk daripada jantan.
- Jantan warna tubuhnya sedikit lebih pekat.2
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Dwarf Ember Barb jarang dipijahkan di akuarium dan belum ada panduan pemijahannya.
Untuk meniru musim hujan, disarankan memberi pakan tinggi protein dan menurunkan suhu sedikit selama beberapa minggu, disertai filtrasi gambut (peat) untuk menghasilkan air yang lunak dan asam.
Ikan ini termasuk penyebar telur (egg scatterer). Ikan melepaskan telur dan sperma ke kolom air. Telur yang sudah dibuahi jatuh ke substrat, berkembang selama beberapa hari, lalu menetas. Induk mungkin memakan telur yang tidak terlindungi, jadi pindahkan telurnya, pindahkan induknya, atau sediakan cukup tempat aman berupa tanaman, kerikil, dan sebagainya.
Burayak yang baru menetas tampak seperti ikan dewasa versi mini, panjangnya sekitar 1,5±0,5 mm. Kalau induk diberi pakan yang cukup, biasanya induk tidak memangsa anaknya, jadi burayak bisa tetap di akuarium yang sama.2
Sebaran alami
Hidup alami di: Benin, Nigeria, Kamerun, Guinea Khatulistiwa1
Apa kata sumber
- Benin, Nigeria, Kamerun, Guinea Khatulistiwa · Seriously Fish1: “Barboides gracilis is a miniature cyprinid from coastal West and Central Africa, ranging from Benin through Nigeria and Cameroon to Equatorial Guinea.”
GBIF punya 46 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.
- Catatan di negara asal
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 46 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Berasal dari pesisir Afrika Barat dan Tengah. Sebarannya membentang ke arah tenggara dari Benin, melewati Nigeria dan Kamerun, sampai Guinea Khatulistiwa.1
Barboides gracilis berasal dari Afrika. Ikan ini ditemukan di sungai-sungai kecil dan anak sungai di pesisir Benin, Nigeria bagian selatan, Kamerun, dan Guinea Khatulistiwa.
Ikan ini pertama kali disebut pada tahun 1929 oleh C. Brüning dalam sebuah jurnal akuarium. Pada tahun 1971, dua barb kecil dari Benin dan Kamerun dideskripsikan (sebagai Barbus lorenzi dan Barbus camerunensis), tetapi Thys van den Audenaerde mendapati bahwa keduanya sama dengan Barboides gracilis. Spesies ini menjadi satu-satunya anggota genusnya sampai Barboides britzi ditemukan di Benin selatan pada tahun 2006.
Nama genusnya berasal dari bahasa Latin 'Barbus' (barbel) dan bahasa Yunani 'oides' (mirip dengan). 'Gracilis' dalam bahasa Latin berarti 'ramping'.2

Habitat alami
Mendiami anak sungai dan rawa hutan hujan yang khas: arusnya lambat, dangkal, teduh, dengan vegetasi tepi yang lebat. Airnya biasanya cukup jernih tetapi agak kecokelatan. Hal ini terjadi karena kandungan nutrien terlarutnya rendah dan adanya tanin serta zat kimia lain yang dilepaskan oleh tumbuhan yang membusuk. Zat-zat ini masuk lewat limpasan air dari hutan sekitarnya atau larut dari daun, ranting, dan dahan yang berguguran, yang selalu menutupi dasar perairan.1
Ikan ini hidup di anak sungai dan sungai dangkal yang arusnya sangat lambat, dengan tanaman air yang terendam dan serasah daun. Ikan ini sering ditemukan di perairan yang kaya tanin, tempat ikan ini tumbuh dengan baik. Tanin adalah zat organik alami yang terbentuk saat air mengalir melewati tumbuhan yang membusuk.2
Catatan
Spesies ini masih sangat langka di dunia ikan hias, meskipun sudah punya cukup banyak penggemar di kalangan pencinta akuarium 'nano' bertanaman, dan bisa saja dijumpai dijual dengan nama dagang 'dwarf amber/ember barb'. Ukuran dewasanya yang kecil berevolusi melalui proses yang dikenal sebagai miniaturisasi, yang dicirikan oleh ikan dewasa yang sudah matang kelamin dengan ukuran yang jauh lebih kecil, yaitu kurang dari 20 mm SL. Di antara ikan bertulang sejati, cyprinid adalah salah satu dari sedikit kelompok tempat fenomena ini terjadi berulang kali. Semua spesies Barboides, Danionella, Microdevario, Microrasbora, Horadandia, Boraras, Paedocypris, Sawbwa, dan Sundadanio termasuk takson yang mengalami miniaturisasi, begitu juga beberapa anggota Danio, Laubuca, dan Rasbora. Semuanya menyukai perairan yang tenang atau berarus lambat, sering kali di habitat yang miskin nutrien seperti rawa gambut hutan.
Struktur anatomi cyprinid mini bisa sangat beragam. Ada dua 'kelompok' utama, dengan beberapa spesies yang sedikit banyak memiliki ciri peralihan. Kelompok pertama berisi ikan yang meskipun kecil, pada dasarnya merupakan versi kerdil yang proporsional dari kerabatnya yang lebih besar, misalnya Barboides, Microdevario, Microrasbora, Horadandia, Boraras, Sawbwa, Sundadanio, Danio, Laubuca, dan Rasbora. Kelompok lainnya berisi ikan yang perkembangan anatominya berhenti pada titik ketika ikan dewasa masih menyerupai bentuk larva dari leluhurnya yang lebih besar, yaitu Danionella dan Paedocypris. Kelompok kedua ini biasanya disebut 'developmentally truncated' (perkembangannya terpotong) atau 'paedomorfik', dan diduga berevolusi melalui proses yang dikenal sebagai 'paedomorfosis progenetik', yaitu paedomorfosis yang disebabkan oleh pematangan yang dipercepat. Ikan-ikan ini biasanya memiliki struktur kerangka yang disederhanakan, disertai keunikan morfologi khas spesies, seperti tonjolan menyerupai gigi pada Danionella dracula jantan.
Britz et al. (2009) berpendapat bahwa perkembangan yang terpotong mungkin telah memudahkan munculnya kebaruan-kebaruan semacam itu "dengan membebaskan sebagian besar kerangka dari batasan perkembangan, memisahkan jalur-jalur perkembangan yang saling terkait, dan menciptakan potensi yang lebih besar untuk perubahan yang lebih drastis".1
Barboides gracilis adalah cyprinid kecil dengan panjang kurang dari 1,8 cm, dan mencapai sekitar 1,5 cm dalam 6 bulan. Tubuhnya sempit, memanjang, dan hampir tembus pandang (kadang keemasan), dengan sirip transparan. Ciri khasnya adalah bintik gelap di pangkal ekor dengan sepasang bintik kuning yang lebih kecil di dekat sirip ekor, ditambah semburat merah muda cerah di bagian depan dan kepala. Ada titik-titik gelap kecil di bagian atas kepala dan bagian bawah tubuh, dan matanya besar. Ikan ini bisa dibedakan dari spesies Barbus kecil dari jumlah jari-jari sirip punggungnya yang sedikit (6) dan bentuk lubang hidungnya yang khas.
Dalam kondisi yang baik, ikan ini bisa hidup hingga 1,5 tahun.
Ikan ini cocok untuk penghobi tingkat menengah karena kurang tahan terhadap kualitas air yang buruk. Ikan ini tidak berbahaya, aman di akuarium bertanaman, dan cocok untuk akuarium komunitas kecil, tetapi sulit dipijahkan dan langka di pasaran.2
Sumber
2 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
- Aquarium Breeder aquariumbreeder.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Liao, T. Y., Kullander, S. O. and F. Fang (2010). Phylogenetic analysis of the genus Rasbora (Teleostei: Cyprinidae). Zoologica Scripta 39(2), 155-176
- Rüber, L. , M. Kottelat, H. H. Tan, P. K. L. Ng and R. Britz (2007). Evolution of miniaturization and the phylogenetic position of Paedocypris, comprising the world's smallest vertebrate. BMC Evolutionary Biology London 7(38), 1-101
- Brüning, C. 1929. Der Clou und der Pipifax. Wochenschrift für Aquarien- und Terrarienkunde 26: 758-759.
- Conway, Kevin W., and Timo Moritz. “Barboides britzi, a new species of miniature cyprinid from Benin (Ostariophysi: Cyprinidae), with a neotype designation for B. gracilis.” Ichthyological Exploration of Freshwaters 17, no. 1 (2006): 73.
- Eschmeyer, W.N., 1990. Catalog of the genera of recent fishes. California Academy of Sciences, San Francisco, USA.
- Liao, T. Y., Kullander, S. O. and F. Fang, 2010 – Zoologica Scripta 39(2): 155-176 Phylogenetic analysis of the genus Rasbora (Teleostei: Cyprinidae).
- Rüber, L. , M. Kottelat, H. H. Tan, P. K. L. Ng and R. Britz, 2007 – BMC Evolutionary Biology London: 7-38. Evolution of miniaturization and the phylogenetic position of Paedocypris, comprising the world’s smallest vertebrate.
- Froese, Rainer; Pauly, Daniel (eds.) (2006). “Barboides gracilis” in FishBase. April 2006 version.
- IUCN Red List of Threatened Species 2018-1 [182317]2
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Dwarf Ember Barb? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.