Satuan
Tampilan

Setup akuarium · sekitar 4 menit baca

Aerator Akuarium: Fungsi, Pompa Kemasukan Air, dan Saat Mati Listrik

AquaTome merangkum dari 6 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Aerator (pompa udara) mendorong udara lewat selang ke batu aerasi atau filter busa. Gelembungnya menggerakkan permukaan air, dan gerakan permukaan inilah kunci pertukaran gas: CO2 keluar dari air, oksigen masuk.
  • Kalau pompa kemasukan air, segera cabut stekernya, lalu keluarkan airnya dan keringkan 1–2 hari sebelum dicoba lagi. Saat mati listrik, jangan beri pakan dan jangan mengganti air. Kalau listrik padam lebih dari 8 jam, nyalakan aerator baterai sekitar 1 jam setiap 8 jam.

Apa itu aerator dan apa fungsinya

Aerator atau pompa udara diletakkan di luar akuarium. Alat ini mendorong udara lewat selang ke perlengkapan di dalam air, misalnya batu aerasi, filter busa, atau hiasan yang mengeluarkan gelembung. Gelembung yang naik menggerakkan air dan mengaduk permukaannya. Gerakan di permukaan air adalah kunci pertukaran gas: CO2 keluar dari air dan oksigen larut ke dalamnya.

Oksigen masuk ke air dari dua jalan: dihasilkan tanaman air dan alga saat fotosintesis, dan meresap dari udara lewat permukaan air. Angin, riak, dan aerator memperluas permukaan air sehingga oksigen meresap lebih cepat.

Selain untuk batu aerasi dan filter busa, pompa udara juga dipakai untuk filter kotak di pojok, filter moving bed, kotak penetasan (breeder box), dan alat pemutar telur (egg tumbler).

Apakah setiap akuarium perlu aerator?

Tidak semua akuarium perlu aerator. Filter gantung (hang-on-back) dan filter kanister punya motor sendiri. Filter busa dan filter bawah (undergravel) digerakkan oleh udara, jadi keduanya butuh pompa udara. Meski begitu, ada sumber yang secara umum menyarankan aerator dibiarkan menyala terus supaya air tetap bersirkulasi dan cukup oksigen.

Sebagai patokan aerasi, satu sumber menyebut 6–8 liter udara per jam untuk setiap 3,8 liter air.

Berapa banyak oksigen yang dibutuhkan ikan

Angkanya sedikit berbeda antar-sumber:

  • Satu sumber menyebut ikan tropis umumnya butuh oksigen terlarut 6–10 ppm, dan kebanyakan ikan mulai stres di bawah 6 ppm.
  • Sumber lain menyebut ikan air hangat butuh sekitar 5 mg/L agar sehat optimal. Di bawah 2 mg/L ikan stres dan risiko sakit atau mati meningkat.

Alat tes oksigen terlarut tersedia di kebanyakan toko hewan peliharaan yang lengkap.

Tanda ikan kekurangan oksigen

Saat oksigen dalam air kurang (hipoksia), ikan berkumpul di permukaan dan megap-megap. Kalau tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berakibat fatal.

Penyebab oksigen dalam air turun

  • Suhu tinggi. Air hangat menampung lebih sedikit oksigen: sekitar 7,4 mg/L pada 32 °C, dibanding sekitar 11,9 mg/L pada 7 °C. Di air hangat ikan juga lebih aktif sehingga oksigen lebih cepat terpakai.
  • Malam hari. Tanaman menghasilkan oksigen pada siang hari, tetapi memakainya pada malam hari. Di kolam, oksigen turun setelah matahari terbenam, dan ikan di kolam sering mati sekitar pukul 4–6 pagi, menjelang fajar. Namun untuk akuarium rumahan, satu sumber mencatat bahwa hal ini jarang membuat oksigen habis.
  • Salinitas dan tekanan udara. Oksigen terlarut juga turun bila kadar garam naik dan bila tekanan udara turun.

Mencegah air masuk ke pompa

Air yang mengalir balik ke pompa biasanya disebabkan oleh salah satu hal berikut: pompa diletakkan lebih rendah dari permukaan air, tidak ada check valve atau katupnya rusak, selang retak atau longgar, atau pompa diletakkan di tempat lembap dekat akuarium.

  • Pasang check valve (katup satu arah) pada selang udara. Katup ini mencegah air tersedot balik keluar dari akuarium saat listrik padam. Katup ini hanya perlu kalau pompa diletakkan lebih rendah dari bibir atas akuarium.
  • Pasang check valve dengan sisi katupnya (flapper) menghadap ke pompa.
  • Buat drip loop pada kabel daya pompa supaya air tidak bisa mengalir lewat kabel sampai ke stopkontak.

Kalau pompa kemasukan air

  1. Segera cabut steker pompa untuk menghindari korsleting atau tersengat listrik.
  2. Tuang keluar air di dalam pompa. Buka casingnya kalau bisa.
  3. Keringkan di tempat berventilasi selama 1–2 hari. Bisa juga memakai pengering rambut dengan setelan dingin.
  4. Coba nyalakan selama beberapa menit.
  5. Kalau pompa tidak mau menyala atau tercium bau terbakar, ganti dengan yang baru.

Persiapan menghadapi mati listrik

Siapkan pompa udara USB yang bisa diberi daya dari power bank atau laptop, atau pompa yang punya baterai bawaan. Pompa baterai dengan batu aerasi bisa menggantikan pompa listrik yang biasa menjalankan filter busa atau batu aerasi selama listrik padam.

Langkah saat mati listrik

  1. Pada 1–2 jam pertama, biarkan akuarium apa adanya. Jangan beri pakan, matikan pemberi pakan otomatis, dan jangan mengganti air.
  2. Cabut steker filter gantung dan filter kanister supaya kotoran yang membusuk di dalamnya tidak tersembur ke akuarium saat listrik kembali menyala. Sebagian penghobi memindahkan media filter ke dalam akuarium.
  3. Kalau listrik padam lebih dari 8 jam, nyalakan aerator baterai sekitar 1 jam setiap 8 jam. Kalau akuarium terlalu padat atau ikan terlihat megap-megap, nyalakan setiap 4 jam.
  4. Untuk menghemat baterai, pakai mode hemat daya kalau pompanya punya (udara menyala 15 detik, mati 15 detik). Mode ini lebih awet daripada menyala terus, dan aliran udara yang lebih kecil membuat baterai bertahan lebih lama lagi.
  5. Kalau cuaca panas, pindahkan akuarium ke tempat yang sejuk dan teduh. Kipas baterai yang diarahkan ke permukaan air bisa mendinginkan air lewat penguapan.

Setelah listrik menyala kembali

  1. Tes amonia dan nitrit. Kalau salah satunya di atas 0 ppm, lakukan ganti air.
  2. Bersihkan media filter sebelum filter dinyalakan lagi.
  3. Tunda pemberian pakan. Satu sumber menyarankan menunggu 24 jam. Sumber lain menyebut sekitar 24 jam atau sampai kualitas air normal, lalu beri pakan dalam porsi lebih kecil. Sumber yang sama mencatat kebanyakan ikan sanggup tidak makan sekitar seminggu.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mendinginkan akuarium dengan botol air beku. Esnya cepat mencair dan bisa membuat suhu berubah mendadak.
  • Aerasi berlebihan di air yang sangat hangat untuk menutupi kekurangan oksigen. Air bisa menjadi lewat jenuh gas dan memicu gas bubble disease (penyakit gelembung gas). Cara mengatasinya adalah mengendalikan suhu dan menyesuaikan aerasi.

Pompa berisik

Pompa udara jenis diafragma memang bergetar, dan suaranya makin keras seiring umur. Untuk meredamnya, beri alas peredam, letakkan pompa di permukaan yang kokoh, gantung pompa pada kabelnya, atau bersihkan batu aerasi yang tersumbat.

Pertanyaan umum

Apakah aerator wajib ada kalau sudah memakai filter gantung atau kanister?

Tidak semua akuarium perlu aerator, karena filter gantung dan filter kanister punya motor sendiri. Filter busa dan filter bawah lain cerita: keduanya digerakkan udara dan butuh pompa udara. Ada sumber yang secara umum menyarankan aerator dibiarkan menyala terus untuk sirkulasi dan oksigen.

Apakah check valve perlu dipasang?

Perlu kalau pompa diletakkan lebih rendah dari bibir atas akuarium. Katup ini mencegah air tersedot balik ke pompa saat listrik padam. Pasang dengan sisi katupnya (flapper) menghadap ke pompa.

Pompa kemasukan air, apakah masih bisa dipakai?

Segera cabut stekernya. Tuang keluar airnya (buka casingnya kalau bisa), lalu keringkan di tempat berventilasi selama 1–2 hari atau dengan pengering rambut setelan dingin. Setelah itu coba nyalakan beberapa menit. Kalau tidak mau menyala atau tercium bau terbakar, ganti dengan yang baru.

Saat mati listrik, kapan aerator baterai perlu dinyalakan?

Kalau listrik padam lebih dari 8 jam, nyalakan sekitar 1 jam setiap 8 jam. Kalau akuarium terlalu padat atau ikan megap-megap di permukaan, nyalakan setiap 4 jam.

Apa tanda ikan kekurangan oksigen?

Ikan berkumpul di permukaan dan megap-megap. Kalau tidak segera diatasi, kondisi ini bisa fatal. Risikonya naik saat air hangat, karena air hangat menampung lebih sedikit oksigen dan ikan memakainya lebih cepat.

Sumber referensi

  1. How to Use an Aquarium Air Pump (and Make Them Quieter)
  2. How to Care for Your Aquarium Fish During a Power Outage
  3. How to Keep Your Aquarium Fish Alive During A Power Outage
  4. Dissolved Oxygen
  5. Water Quality and its Impact on Diseases of Fish
  6. Máy sủi oxy bị vào nước: Nguyên nhân và cách xử lý an toàn hiệu quả (bahasa Vietnam)