Perawatan · sekitar 4 menit baca

Cara Memasukkan Ikan Baru ke Akuarium: Aklimatisasi agar Ikan Tidak Syok

AquaTome merangkum dari 6 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Aklimatisasi berarti membiasakan ikan baru secara perlahan dengan suhu dan kimia air akuarium. Perubahan air yang mendadak bisa lebih berbahaya daripada ikan tinggal sedikit lebih lama di air yang kurang bagus.
  • Untuk sebagian besar ikan air tawar, matikan lampu akuarium dan apungkan kantong yang masih tertutup sekitar 15–20 menit supaya suhunya sama. Setelah itu tambahkan air akuarium sedikit demi sedikit, lalu pindahkan ikan dengan jaring.
  • Air dari kantong jangan pernah dituang ke akuarium.

Apa itu aklimatisasi dan kenapa perlu

Aklimatisasi memberi waktu bagi ikan baru untuk menyesuaikan diri pelan-pelan dengan suhu dan kimia air di akuarium. Perubahan kondisi air yang tiba-tiba bisa lebih berbahaya daripada ikan tinggal sedikit lebih lama di air yang kurang bagus.

Apa yang terjadi di dalam kantong

  • Di dalam kantong yang tertutup, ikan mengeluarkan CO2 lewat napasnya sehingga pH air turun. Pada pH yang lebih rendah ini, amonia dari kotoran ikan kebanyakan berada dalam bentuk amonium yang kurang beracun.
  • Amonia ada dalam dua bentuk: NH3 yang sangat beracun, dan NH4+ yang cukup aman untuk waktu singkat. Bentuk mana yang lebih banyak bergantung pada pH dan suhu.
  • Begitu kantong dibuka, CO2 lepas ke udara, pH naik dengan cepat, dan amonia berubah menjadi bentuk yang beracun. Ini bisa membakar insang ikan.
  • Makin lama ikan berada di kantong, makin sedikit oksigennya dan makin banyak kotoran yang menumpuk.

Karena itu, setelah kantong dibuka, segera keluarkan ikan dari air kiriman, atau pakai kondisioner air yang menetralkan amonia selama proses aklimatisasi.

Memilih metode dan lamanya

Salah satu sumber menyarankan waktu aklimatisasi berikut:

Jenis hewanMetodeWaktu
Sebagian besar ikan air tawarApung15–30 menit
Ikan air tawar yang sensitifTetes dengan kecepatan sedang15–30 menit
Udang dan avertebrataTetes pelan1–2 jam

Sumber-sumber berbeda pendapat soal kapan metode tetes diperlukan. Satu sumber menyarankan metode tetes untuk ikan laut, ikan air tawar yang sensitif, udang, dan sebagian besar avertebrata. Sumber lain menyebut metode tetes terutama hanya perlu untuk hewan air laut, udang kerdil, dan ikan yang sangat sensitif. Untuk sebagian besar ikan kiriman, sumber ini memakai cara "plop and drop".

Metode apung, langkah demi langkah

  1. Matikan lampu akuarium.
  2. Apungkan kantong yang masih tertutup di akuarium sekitar 15–20 menit supaya suhunya sama.
  3. Tambahkan kondisioner air yang menetralkan amonia ke dalam kantong.
  4. Tiap beberapa menit, masukkan sedikit air akuarium ke kantong sampai volumenya kira-kira dua kali lipat.
  5. Pindahkan ikan dengan jaring atau wadah kecil, lalu buang kantong beserta airnya.

Metode cangkir atau wadah

Ada dua variasi dari sumber yang berbeda:

  • Cangkir penampung: tuang ikan bersama sebagian air kantong ke cangkir, lalu tambahkan air akuarium sampai volumenya dua kali lipat. Tunggu 15 menit, gandakan lagi. Tunggu 10 menit, gandakan sekali lagi. Setelah itu pindahkan ikan ke akuarium dengan jaring.
  • Untuk ikan air tawar yang kuat: tuang isi kantong ke wadah bersih, lalu tambahkan 1/2 cangkir air akuarium setiap lima menit sampai volumenya sekitar tiga kali lipat dari awal. Pindahkan ikan dengan jaring yang lembut.

Metode tetes

  1. Satu panduan menyarankan kantong yang masih tertutup diapungkan dulu 15–20 menit.
  2. Alirkan air akuarium ke wadah berisi ikan dengan cara sifon lewat selang aerator. Satu sumber menyebut kecepatan sekitar 2–4 tetes per detik, panduan lain menyebut 2–3 tetes per detik.
  3. Teruskan sampai volumenya dua kali lipat, biasanya 30–60 menit.
  4. Tangkap ikan dengan jaring yang bersih dan pindahkan ke akuarium.

Selama menetes, awasi wadahnya supaya tidak meluap dan hewannya tidak melompat keluar.

Metode tetes untuk udang

Satu sumber menyebut udang dan avertebrata peka terhadap kimia air, nitrat, pH, dan suhu, jadi aklimatisasinya harus paling pelan. Caranya:

  1. Tambahkan kondisioner penetral amonia ke wadah.
  2. Teteskan air akuarium sekitar 1 tetes per detik.
  3. Teruskan sampai isi wadah kira-kira 1/3 air kiriman dan 2/3 air akuarium. Biasanya ini makan waktu 1–2 jam.

Ikan kiriman: "plop and drop" dan kantong breather

  • Plop and drop: apungkan kantong yang tertutup 10–15 menit, gunting kantongnya, lalu tuang isinya lewat jaring di atas ember. Masukkan hewannya ke akuarium tanpa air kiriman.
  • Kantong breather: letakkan kantong di atas tutup akuarium selama 30–60 menit, tidak diapungkan. Kantong biasa yang tertutup cukup diapungkan 10–15 menit.

Soal kondisioner air

Salah satu kondisioner yang menurut pembuatnya menghilangkan klorin dan kloramin serta mengikat amonia, nitrit, dan nitrat hingga 48 jam punya takaran 5 mL (1 tutup) per 200 L air baru. Dalam keadaan darurat, takarannya boleh sampai 5 kali lipat. Pembuatnya juga menyarankan setengah takaran untuk air di atas 30 °C kalau kadar klorin atau amonianya rendah.

Kalau ikan panik saat aklimatisasi

Kalau ikan terlihat panik, redupkan ruangan atau tutup wadahnya dengan handuk.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menuang air kantong ke akuarium. Air ini membawa amonia dari perjalanan, dan bisa juga membawa kotoran, obat, parasit, atau bibit penyakit.
  • Langsung memasukkan ikan tanpa aklimatisasi, atau terburu-buru.
  • Membiarkan ikan terlalu lama di kantong.
  • Mengabaikan perbedaan suhu, pH, atau kesadahan.
  • Membiarkan wadah tetes meluap, atau meninggalkan hewan tanpa diawasi.
  • Memasukkan terlalu banyak ikan sekaligus, karena siklus nitrogen bisa kacau.
  • Menyalakan lampu terang di hari-hari pertama.
  • Langsung memberi pakan setelah ikan masuk.
  • Memakai jaring yang masih ada sisa bahan kimianya.

Setelah ikan masuk

  • Lampu: satu sumber menyarankan lampu akuarium dimatikan dan ruangan diredupkan setidaknya 12 jam pertama, supaya stres dan serangan dari ikan lain berkurang. Sumber lain menyebut lampu cukup dimatikan 6–8 jam pertama.
  • Pakan: satu sumber menyarankan pakan pertama ditunda 12–24 jam. Panduan lain menyarankan tidak memberi pakan 24–48 jam, lalu memberi sedikit saja.
  • Jaring: untuk hewan yang tidak tahan kena udara, seperti buntal, micro rasbora, moluska, dan udang kerdil, pakai jaring yang bisa menampung air.

Pencegahan: karantina dan menambah ikan bertahap

  • Karantina hewan baru di akuarium terpisah sebelum digabung ke akuarium utama, supaya parasit dan penyakit tidak ikut masuk.
  • Satu panduan menyarankan akuarium karantina 20–40 L untuk mengamati ikan baru selama 1–2 minggu.
  • Masukkan ikan hanya kalau amonia dan nitrit sudah 0 ppm.
  • Tambahkan 2–3 ikan sekali masuk, dengan jeda 1–2 minggu.

Pertanyaan umum

Berapa lama kantong ikan perlu diapungkan?

Untuk metode apung, satu sumber menyarankan sekitar 15–20 menit untuk menyamakan suhu. Untuk ikan kiriman dengan kantong tertutup, sumber lain menyebut 10–15 menit. Kantong breather tidak diapungkan, tapi diletakkan di atas tutup akuarium selama 30–60 menit.

Boleh tidak air kantong ikut dituang ke akuarium?

Jangan. Air kantong membawa amonia dari perjalanan, dan bisa juga membawa kotoran, obat, parasit, atau bibit penyakit. Pindahkan ikan dengan jaring, lalu buang air kantongnya.

Kenapa ikan harus cepat dipindahkan setelah kantong dibuka?

Saat kantong dibuka, CO2 lepas sehingga pH naik dengan cepat dan amonia berubah menjadi bentuk yang beracun, yang bisa membakar insang. Karena itu ikan sebaiknya segera dikeluarkan dari air kiriman, atau pakai kondisioner penetral amonia selama aklimatisasi.

Apakah semua ikan perlu metode tetes?

Sumber berbeda pendapat. Satu sumber menyarankannya untuk ikan laut, ikan air tawar yang sensitif, udang, dan sebagian besar avertebrata. Sumber lain menyebut metode tetes terutama hanya perlu untuk hewan laut, udang kerdil, dan ikan yang sangat sensitif.

Kapan ikan baru boleh diberi pakan?

Satu sumber menyarankan pakan pertama ditunda 12–24 jam. Panduan lain menyarankan tidak memberi pakan 24–48 jam setelah ikan masuk, lalu memberi sedikit saja.

Sumber referensi

  1. How to acclimate new aquarium fish – Aquarium Co-Op
  2. Aquarium Fish Acclimation Procedures – That Fish Place/That Pet Place
  3. How To Acclimate Fish the Right Way – Chewy (Hilary Jaffe, marine biologist)
  4. Cách Thả Cá Mới Mua Vào Bể: Hướng Dẫn Toàn Tập Cho Người Mới Bắt Đầu – Cá Bảy Màu (bahasa Vietnam)
  5. Acclimation Guides & Information – Aquatic Arts
  6. Seachem Prime – product page