Penyakit · sekitar 6 menit baca
Ikan Keracunan Amonia dan Nitrit: Tanda, Cara Menyelamatkan, dan Pencegahan
AquaTome merangkum dari 5 sumber lalu menulisnya sendiri
Ringkasan singkat
- Keracunan amonia bisa membuat ikan lemas, tidak mau makan, dan warnanya lebih gelap. Keracunan nitrit biasanya membuat ikan mencari oksigen, misalnya megap-megap di permukaan, dan insangnya berubah cokelat.
- Langkah pertama: tes amonia, nitrit, pH, dan suhu. Setelah itu tambah aerasi, lalu ganti air dalam jumlah besar dengan air bebas klorin yang suhunya sama (minimal 50% menurut satu sumber, 50–75% menurut sumber lain).
- Hentikan atau kurangi pakan, cari penyebabnya, dan terus tes air sampai kadarnya kembali normal.
Apa itu keracunan amonia dan nitrit
Amonia total (TAN) terdiri dari dua bentuk: amonia bebas (NH3) yang beracun dan amonium (NH4+) yang jauh lebih tidak beracun. Bagian NH3 bertambah saat pH dan suhu naik. Di antara keduanya, pH yang paling berpengaruh. Kebanyakan test kit mengukur TAN, bukan NH3, jadi kadar NH3 harus dihitung dari pH dan suhu.
- Ikan air tawar biasanya masih tahan TAN di bawah 1 mg/L. Ikan air laut biasanya masih tahan TAN di bawah 0,5 mg/L.
- NH3 di bawah 0,05 mg/L umumnya tidak dianggap berbahaya. NH3 hasil hitungan 0,05 mg/L atau lebih bisa merusak insang.
- NH3 sekitar 2 mg/L mematikan bagi banyak ikan.
- Satu referensi kedokteran hewan menyebut TAN 1,0 bukan masalah besar di kebanyakan akuarium rumahan, kecuali pH di atas 8,5.
Nitrit masuk ke darah lewat insang dan mengubah hemoglobin menjadi methemoglobin, yang tidak bisa membawa oksigen. Pada hewan tak bertulang belakang, yang terbentuk adalah met-hemosianin. Akibatnya ikan bisa sesak napas walaupun oksigen di air cukup. Kondisi ini disebut "penyakit darah cokelat" (brown blood disease). Kadar oksigen terlarut yang rendah memperparah efek nitrit pada pernapasan. Nitrit juga makin beracun saat suhu naik. Pada ikan sea bass, LC50 turun dari 274 mg/L pada 17 °C menjadi 154 mg/L pada 27 °C.
- Satu sumber menyebut nitrit di atas 0,1 mg/L beracun, terutama di air tawar yang kadar kloridanya rendah.
- Sumber lain memberi perkiraan kadar nitrit-nitrogen yang aman untuk jangka panjang: 0,5000–2,5000 mg/L untuk ikan air tawar hangat dan hewan tak bertulang belakang, serta 0,0125–0,5000 mg/L untuk ikan air tawar dingin.
- Kebanyakan kit nitrit menampilkan hasil sebagai nitrit-nitrogen. Untuk mendapat nilai NO2, kalikan hasilnya dengan 3,3.
Amonia lebih beracun pada pH tinggi dan air hangat. Masalah amonia juga sering muncul bersamaan dengan masalah nitrit.
Tanda-tanda
Keracunan amonia:
- Ikan lemas, nafsu makan turun atau menolak makan, dan warnanya lebih gelap. Kadang terjadi kematian massal yang mendadak.
- Pada keracunan akut, ikan bisa berputar-putar, kehilangan arah, dan berenang kejang-kejang.
- Di bawah mikroskop, insang yang rusak karena amonia menunjukkan pertumbuhan sel berlebih (hiperplasia), sel klorida yang membesar, dan lamela yang menyatu.
Keracunan nitrit:
- Insang berubah cokelat seperti warna cokelat batangan, dan darah lebih gelap dari biasanya. Perubahan warna ini mungkin baru terlihat setelah kadar methemoglobin sudah tinggi.
- Ikan mencari oksigen. Mereka berkumpul di tempat yang oksigennya banyak atau megap-megap di permukaan.
- Nitrit juga menyebabkan luka pada insang dan pembengkakan (edema) pada otot.
Cara membedakan: Ikan megap-megap di permukaan bisa disebabkan nitrit tinggi, oksigen rendah, atau penyakit insang. Tes air adalah cara untuk membedakan penyebab-penyebab ini.
Penyebab
- Pakan berlebihan, sisa pakan, atau ikan mati yang tidak diangkat.
- Akuarium terlalu padat.
- Biofilter rusak atau mati. Obat antimikroba dan bahan kimia lain bisa merusak biofilter.
- Media filter dibilas dengan air keran atau diganti dengan media baru.
- Ikan dimasukkan ke akuarium yang filternya belum matang.
- Air sumber mengandung amonia atau kloramin. Saat air keran berkloramin dinetralkan dengan natrium tiosulfat, amonia akan terlepas. Karena itu, ganti air berulang kali bisa menaikkan amonia, terutama saat biofilter masih baru atau sedang rusak.
- Sindrom akuarium baru: NH3 naik dalam 2–3 minggu pertama, lalu NO2 mungkin ikut naik setelahnya karena bakteri filter belum terbentuk.
- Sindrom akuarium lama: terjadi karena jarang ganti air. Asam organik menurunkan pH (biasanya sampai di bawah 6) dan menghabiskan alkalinitas, sementara TAN bisa melebihi 20 mg/L.
Yang harus dilakukan sekarang
- Tes amonia dan nitrit, juga pH dan suhu.
- Tambah aerasi dengan batu aerator, venturi, atau arahkan output filter ke permukaan air. Amonia mengiritasi insang.
- Ganti air dalam jumlah besar dengan air bebas klorin yang suhu dan kimianya mirip. Satu sumber menyarankan minimal 50% begitu NH3 tinggi ditemukan. Sumber lain menyebut 50–75%. Cara ini cepat mengencerkan amonia, tetapi efeknya bisa tidak bertahan lama. Sebelum ganti air, tes dulu air sumber untuk amonia dan kloramin, karena ganti air justru bisa menambah amonia.
- Hentikan pakan, atau kurangi drastis, sampai masalahnya beres.
- Cari dan atasi penyebabnya, misalnya ikan mati, pakan berlebihan, akuarium terlalu padat, atau filter rusak.
- Tambahkan penghilang atau penetral amonia untuk bantuan jangka pendek. Bisa juga ditambah suplemen bakteri jika mau.
- Terus tes air dan ganti air sebagian sampai kadarnya normal lagi. Amonia bisa naik lagi, dan masalah nitrit bisa menyusul.
Penting: Kalau TAN di atas 5 mg/L dan pH di bawah 7, pindahkan ikan ke sistem yang bersih dengan suhu dan pH yang sama. Kalau tidak, amonia bisa mendadak menjadi beracun saat pH naik.
Ikan dengan penyakit darah cokelat pulih dengan cepat setelah dipindahkan ke air yang kadar nitritnya rendah.
Pengobatan
Garam (klorida) untuk nitrit
- Pada banyak ikan air tawar, garam bisa menghentikan kematian saat nitrit tiba-tiba melonjak. Klorida bersaing dengan nitrit untuk masuk lewat insang.
- Banyak kolam dan akuarium menjaga sisa kadar garam 1–3 ppt (1 g/L = 1 ppt) agar keracunan nitrit lebih jarang terjadi.
- Klorida setidaknya 20 kali kadar nitrit-nitrogen seharusnya bisa menangkal racun nitrit pada channel catfish dan kemungkinan besar pada kebanyakan spesies air tawar.
- Peternak channel catfish biasanya menjaga klorida di 50–100 mg/L dengan natrium klorida untuk mencegah penyakit darah cokelat.
- Satu artikel penghobi menyebut klorida sekitar 20 ppm bisa mencegah keracunan nitrit. Artikel yang sama memberi takaran 1–3 g garam per liter untuk perendaman jangka panjang dan menyarankan garam biasa, bukan garam beryodium.
- Perhatian: menurut artikel penghobi tersebut, tetra dan ikan elephantnose tidak tahan air berkadar garam tinggi. Penambahan natrium klorida juga disebut tidak praktis untuk sistem air payau atau air laut.
Penetral amonia dan nitrit
- Media filter zeolit atau cairan penetral amonia bisa memberi bantuan jangka pendek.
- Untuk sindrom akuarium lama, satu referensi kedokteran hewan menyarankan ganti air secara agresif ditambah penetral amonia yang dijual bebas. Tujuannya agar amonia tidak mendadak beracun saat pH naik.
- Ada satu produk pengondisi air yang menurut produsennya mengikat amonia, nitrit, dan nitrat menjadi bentuk tidak beracun yang tetap bisa dipakai bakteri biofilter. Produk ini tidak menghilangkan zat-zat tersebut. Menurut produsennya:
- Dosis standar 5 mL (1 tutup) per 200 L. Setiap ulir tutup kira-kira 1 mL.
- Ikatannya bertahan sampai 48 jam. Ulangi dosis setiap 24–48 jam, atau setiap 24 jam kalau amonia atau nitrit terus naik.
- Untuk keadaan darurat nitrit, atau saat amonia atau nitrit di atas 2 ppm, boleh dipakai sampai 5 kali dosis normal.
- Pakai setengah dosis kalau suhu air di atas 30 °C dan kadar klorin atau amonia rendah.
- Produsen mengaku belum sepenuhnya memahami cara produk ini menetralkan nitrit dan nitrat. Efeknya didukung oleh laporan pengguna.
Pencegahan
- Di akuarium baru, tes TAN dan nitrit setiap hari dan sering ganti air sampai biofilter matang. Biasanya butuh sekitar 6 minggu.
- Biofilter dianggap matang kalau TAN dan nitrit sudah memuncak lalu turun, kemudian nitrat naik.
- Jangan memasukkan ikan terlalu banyak dan jangan memberi pakan berlebihan, terutama di akuarium baru. Bisa pakai bakteri nitrifikasi komersial, memberi "makan" bakteri dengan pakan ikan atau amonium klorida sebelum ikan masuk, atau memasukkan ikan sedikit demi sedikit.
- Jaga alkalinitas minimal 100 mg/L di air tawar, dan pastikan bed filter cukup oksigen.
- Jaga oksigen terlarut di atas 3 mg/L untuk spesies air hangat dan di atas 5 mg/L untuk spesies air dingin. Ini juga membantu bakteri mengubah nitrit menjadi nitrat.
- Kalau air keran mengandung kloramin, pakai penetral klorin yang dibuat untuk kloramin, yang juga mengikat amonia yang terlepas. Tes klorin bebas dan klorin total.
- Tes nitrit secara rutin. Test kit yang murah pun hasilnya cukup akurat.
Kesalahan umum
- Membilas media filter dengan air keran atau mengganti media lama dengan yang baru. Keduanya bisa memicu lonjakan amonia.
- Berulang kali ganti air memakai air keran berkloramin dengan penetral klorin biasa. Amonia bisa terus naik.
- Membaca hasil kit nitrit-nitrogen sebagai NO2. Nilai nitrit jadi terlalu rendah. Hasilnya harus dikalikan 3,3.
- Tidak mengulang dosis pengondisi pengikat amonia/nitrit. Ikatannya hanya bertahan sampai 48 jam, setelah itu amonia dan nitrit terlepas lagi ke air.
Kapan harus lebih waspada
- Saat pH tinggi dan air hangat, karena amonia jadi lebih beracun. Nitrit juga makin beracun saat suhu naik.
- Saat oksigen rendah, karena efek nitrit pada pernapasan jadi lebih parah.
- Sensitivitas tiap spesies berbeda. Channel catfish sangat peka terhadap nitrit, sedangkan centrarchid (bass dan bluegill) cukup tahan. Spesies air dingin jauh lebih peka: LC50 rainbow trout (0,24–11,0 mg/L) empat kali atau lebih rendah daripada channel catfish (7,1–44,0 mg/L).
- Udang air tawar sangat peka terhadap nitrit, dengan LC50 96 jam 8,6 mg/L nitrit-nitrogen.
- Ikan laut juga tidak sepenuhnya aman. Ikan red drum pernah terkena penyakit darah cokelat karena nitrit.
Pertanyaan umum
Test kit menunjukkan amonia 1 mg/L. Apakah berbahaya?
Itu tergantung pH dan suhu, karena kebanyakan kit mengukur TAN, bukan NH3 yang beracun. Ikan air tawar biasanya masih tahan TAN di bawah 1 mg/L. Satu referensi kedokteran hewan menyebut TAN 1,0 bukan masalah besar di kebanyakan akuarium rumahan, kecuali pH di atas 8,5.
Berapa persen air yang harus diganti saat amonia tinggi?
Satu sumber menyarankan minimal 50% begitu NH3 tinggi ditemukan. Sumber lain menyebut 50–75% dengan air bebas klorin yang suhu dan kimianya mirip. Tes dulu air sumber untuk amonia dan kloramin, karena ganti air bisa menambah amonia.
Apakah garam bisa membantu ikan yang keracunan nitrit?
Pada banyak ikan air tawar, garam (klorida) bisa menghentikan kematian saat nitrit melonjak karena klorida bersaing dengan nitrit di insang. Pakai garam biasa, bukan garam beryodium. Menurut satu artikel penghobi, tetra dan ikan elephantnose tidak tahan air berkadar garam tinggi.
Mengapa hasil tes nitrit saya terlihat rendah padahal ikan megap-megap?
Kebanyakan kit nitrit menampilkan hasil sebagai nitrit-nitrogen. Kalikan hasilnya dengan 3,3 untuk mendapat nilai NO2. Megap-megap di permukaan juga bisa disebabkan oksigen rendah atau penyakit insang, jadi tes air untuk membedakannya.
Berapa lama sampai filter akuarium baru matang?
Biasanya sekitar 6 minggu. Filter dianggap matang saat TAN dan nitrit sudah memuncak lalu turun, kemudian nitrat naik. Selama masa itu, tes TAN dan nitrit setiap hari dan sering ganti air.
Sumber referensi
- Merck Veterinary Manual – Environmental Diseases in Aquatic Systems
- Practical Fishkeeping – What should I do if I detect ammonia?
- Global Seafood Alliance – Nitrite toxicity affected by species susceptibility, environmental conditions
- Seachem – Prime product page
- Guppy Nhật Minh – Muối hột không thể thiếu cho cá cảnh (bahasa Vietnam)

