Penyakit · sekitar 6 menit baca

Ikan Mati Massal di Akuarium: Pertolongan Pertama dan Cara Mencari Penyebabnya

AquaTome merangkum dari 10 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Kalau banyak ikan mati sekaligus, penyebab paling umumnya adalah kualitas air yang buruk. Oksigen terlarut rendah dan amonia tinggi adalah dua masalah air yang paling mungkin langsung membunuh ikan.
  • Langkah pertama: uji air (oksigen, amonia, nitrit, pH, suhu, dan klorin kalau memakai air PAM), lalu bertindak sesuai hasilnya. Contohnya, kalau amonia tinggi, ganti air minimal 50% dan hentikan atau kurangi pakan.

Apa yang sebenarnya terjadi

Masalah lingkungan paling sering muncul dari kualitas air yang buruk, karena itu uji air itu wajib. Dari semua parameter air, oksigen terlarut yang rendah dan amonia yang tinggi adalah yang paling mungkin langsung membunuh ikan. Sesudah oksigen, amonia adalah parameter kualitas air yang paling penting.

Sumber-sumber berbeda pendapat soal seberapa cepat amonia bisa membunuh. Menurut AquariumScience.org, kadar amonia, nitrit, atau nitrat yang buruk tidak bisa membunuh ikan dengan cepat, jadi kematian massal yang mendadak dianggap berasal dari guncangan tiba-tiba seperti oksigen rendah, panas, atau klorin. Merck tidak setuju: menurutnya, NH3 2 mg/L sudah mematikan bagi banyak ikan.

Tanda-tanda dan cara membedakannya

Banyak gejala terlihat mirip, jadi lihat petunjuk lainnya juga:

Yang terlihatBisa mengarah kePetunjuk pembeda
Ikan bergerombol di permukaan dan megap-megap mengambil udaraOksigen rendah, nitrit tinggi, atau penyakit insangKetiganya menimbulkan tanda yang sama. Kematian karena kurang oksigen biasanya terjadi pagi-pagi, saat oksigen paling rendah, dan ikan besar lebih parah terkena daripada ikan kecil.
Insang dan darah berwarna cokelat seperti cokelat batanganKeracunan nitrit (brown blood disease)Ikan bisa terlihat kekurangan oksigen padahal air cukup oksigen. Ikan juga bisa megap di permukaan atau berdiam di dekat selang udara atau aliran air masuk.
Lemas, tidak mau makan, berenang berputar atau kejangKeracunan amonia—
Lemas dan linglung di permukaan sampai punggungnya terlihatCO2 berlebihBertambah parah kalau oksigen juga rendah.
Mata menonjol (popeye), gelembung gas di sirip dan kornea, gelembung halus di kacaSupersaturasi gas—
Sirip compang-camping, lendir berlebih, kornea keruh, insang rusak, lemasPaparan klorin kadar rendah dalam waktu lama—
Bau telur busukHidrogen sulfida (H2S)—

Kalau ikan masih megap-megap setelah oksigen dipulihkan, uji amonia atau periksa apakah ada penyakit insang.

Penyebab dan batas kadarnya

  • Oksigen terlarut: paling baik di atas 5 mg/L. Di bawah 5 mg/L ikan stres, dan kematian bisa terjadi pada 4 mg/L atau kurang, tergantung spesies, ukuran, dan lama paparan. Air yang lebih hangat menampung lebih sedikit oksigen. Pada 25 °C di permukaan laut, air tawar yang jenuh penuh berisi 8,27 mg/L.
  • Amonia: amonia tak terionisasi (NH3) di atas 0,05 mg/L merusak insang, dan NH3 2 mg/L membunuh banyak ikan. Amonia makin beracun saat pH dan suhu naik, dan pengaruh pH lebih besar.
  • Nitrit: beracun di atas 0,1 mg/L NO2. Channel catfish sangat peka terhadap nitrit, sedangkan bass dan bluegill (centrarchid) cukup tahan.
  • Klorin: merugikan ikan mulai 0,02 mg/L dan mematikan mulai 0,04 mg/L.
  • Sindrom akuarium baru (new tank syndrome): lonjakan amonia yang biasanya muncul 1–3 minggu setelah akuarium baru diisi ikan, sebelum filter biologis bekerja.
  • Sindrom akuarium lama (old tank syndrome): pH turun mendadak, sering di bawah 6,0, sampai bakteri filter biologis mati. Amonia sering di atas 10 mg/L. Penyebabnya adalah kebiasaan hanya menambah air tanpa membuang air lama.
  • Bakteri nitrifikasi kekurangan oksigen: bakteri ini butuh oksigen dan alkalinitas. Kalau oksigen kurang, bakteri berhenti bekerja atau mati, lalu amonia dan nitrit menumpuk.
  • Listrik mati atau termostat rusak: bisa menyebabkan kematian mendadak.
  • Tembaga: di atas 0,2 mg/L Cu2+ menyebabkan kematian mendadak. Salah satu sumbernya adalah air yang lama mengendap di pipa tembaga.
  • Hidrogen sulfida: membunuh ikan dengan cepat pada 0,5 mg/L. Asalnya dari endapan dasar yang kurang dibersihkan atau dari air sumur.
  • Kapur tohor terhidrasi (hydrated lime): kalau tidak sengaja masuk, pH bisa naik di atas 10 dan semua ikan bisa mati.
  • Supersaturasi gas (biasanya nitrogen): asalnya dari pompa yang menyedot udara (kavitasi), kebocoran di sisi hisap, air sumur, atau air dingin yang dipanaskan terlalu cepat.
  • CO2: beracun di atas 12 mg/L.
  • Pakan berjamur: pakan yang ditumbuhi jamur Aspergillus flavus mengandung aflatoksin, yang bisa membunuh banyak ikan.
  • Arus listrik bocor ke air: bisa membuat ikan teriritasi, mati, atau tulang belakangnya patah.

Yang perlu dilakukan sekarang

  • Amonia tinggi: ganti air minimal 50%, lalu hentikan atau kurangi pakan.
  • Amonia total di atas 5 mg/L dan pH di bawah 7: pindahkan ikan ke sistem yang bersih dengan pH dan suhu yang sama.
  • Sindrom akuarium lama: pindahkan ikan ke akuarium penampungan terpisah, lalu bersihkan dan mulai ulang seluruh sistem. Ganti air saja tidak cukup, karena kenaikan pH bisa membuat amonia jadi beracun.
  • CO2 berlebih atau supersaturasi gas: beri aerasi kuat dan perbaiki sumber masalahnya di peralatan.
  • Oksigen tidak bisa dinaikkan dengan peralatan yang ada: beli pompa udara sebagai langkah darurat.

Kalau listrik mati:

  • Ciduk air akuarium dengan gayung atau teko lalu tuang kembali ke permukaan supaya permukaan air pecah dan pertukaran gas pulih. Seberapa sering perlu dilakukan tergantung jumlah ikan di akuarium.
  • Keluarkan filter dan kosongkan airnya. Simpan spons yang masih lembap di kantong atau kotak tertutup dengan sedikit air atau tanpa air, karena bakteri bisa "tenggelam" kalau spons terendam di air diam.
  • Kalau listrik mati beberapa jam dan air mulai dingin, apungkan botol berisi air hangat di akuarium. Jangan pernah menuang air panas langsung ke akuarium.

Pengobatan

  • Garam 1–3 ppt di air tawar mengurangi penyerapan nitrit dan bisa menghentikan kematian saat nitrit melonjak tiba-tiba. Lakukan bersamaan dengan ganti air dan perawatan filter.
  • Kalsium klorida dengan dosis 10 mg/L klorida untuk setiap 1 mg/L nitrit mengurangi efek racun nitrit pada ikan.
  • Tembaga sulfat jangan dipakai kalau alkalinitas di bawah 50 mg/L.
  • Kloramin: menghilangkan kloramin akan melepaskan amonia, jadi pakai conditioner yang juga mengikat amonia, dan uji klorin bebas dan klorin total sebelum dan sesudah perlakuan. Merebus, mendiamkan, mengaerasi, atau menyemprotkan air keran tidak menghilangkan kloramin.

Langkah mencari penyebab

  1. Uji oksigen terlarut (mg/L dan % saturasi), amonia total, nitrit, nitrat, pH, alkalinitas, kesadahan, suhu, dan salinitas.
  2. Kalau akuarium diisi air PAM, uji klorin bebas dan klorin total.
  3. Cek CO2 berlebih: aerasi satu ember air akuarium selama 1 jam. Kalau pH naik lebih dari 1 unit, berarti CO2 berlebih.
  4. Cari sumber tembaga, seng, dan hidrogen sulfida, dan periksa juga kemungkinan supersaturasi gas.

Kalau ingin memeriksakan ikan ke laboratorium

  • Lab umumnya meminta 4–6 ikan sakit yang masih hidup dan menunjukkan gejala utama. Ikan yang ditemukan sudah mati jarang bisa dipakai.
  • Kirim ikan begitu masalah muncul dan sebelum diberi pengobatan apa pun, karena antibiotik atau bahan kimia bisa menyamarkan penyebabnya.
  • Bawa ikan dalam air dari akuariumnya sendiri tanpa tambahan apa pun selain oksigen. Kirim juga sekitar satu quart air akuarium dalam wadah tertutup tanpa udara di dalamnya.
  • Kalau bisa, uji oksigen terlarut, CO2, dan H2S di tempat, karena nilainya berubah selama perjalanan.
  • Ikan yang sudah sekarat mungkin tidak akan bertahan sampai lab, jadi sebaiknya dimatikan secara manusiawi sebelum dibawa. Saat cuaca sangat panas atau dingin, tambahkan kantong es atau kantong penghangat ke dalam cooler.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Membekukan ikan mati untuk diperiksa. Pembekuan merusak struktur jaringan sehingga bakteri dan parasit sulit atau bahkan tidak mungkin ditemukan.
  • Memberi obat kimia atau antibiotik sebelum sampel diambil, sehingga penyebab kematian jadi tersamar.
  • Menuang air panas langsung ke akuarium saat listrik mati. Ini menimbulkan titik panas yang bisa melukai ikan.

Pencegahan

  • Saat menangani atau memindahkan ikan, ubah suhu tidak lebih dari 1 °F (sekitar 1 °C) per jam.
  • Setiap ganti air, buang air lama, jangan hanya menambah air. Semprotkan air baru dari atas supaya teraerasi.
  • Buang pakan yang berjamur, simpan pakan kering di tempat sejuk dan kering, dan ganti setiap 2 bulan.
  • Karantina ikan baru dan ikan yang sakit.
  • Sebelum memakai air keran, alirkan dulu beberapa saat atau gunakan karbon aktif untuk menghindari tembaga dari air yang lama mengendap di pipa.
  • Siapkan pompa udara baterai untuk jaga-jaga saat listrik mati. UPS bisa menghidupkan filter cukup lama, tetapi jangan dipakai untuk heater karena baterainya cepat habis.

Kapan harus waspada

  • Ikan masih megap-megap walaupun oksigen sudah dipulihkan: uji amonia atau periksa kemungkinan penyakit insang.
  • Oksigen terlarut di bawah 5 mg/L, NH3 di atas 0,05 mg/L, nitrit di atas 0,1 mg/L, atau klorin 0,02 mg/L ke atas: semuanya sudah di kisaran yang merugikan ikan.
  • Amonia total di atas 5 mg/L dengan pH di bawah 7: pindahkan ikan ke sistem yang bersih dengan pH dan suhu yang sama.

Pertanyaan umum

Ikan megap-megap di permukaan, apakah pasti kurang oksigen?

Belum tentu. Oksigen rendah, nitrit tinggi, dan penyakit insang menimbulkan tanda yang sama. Keracunan nitrit membuat insang dan darah berwarna cokelat, dan ikan bisa tetap megap meskipun air cukup oksigen. Kalau ikan masih megap setelah oksigen dipulihkan, uji amonia atau periksa kemungkinan penyakit insang.

Apa yang harus dilakukan kalau amonia tinggi?

Ganti air minimal 50% lalu hentikan atau kurangi pakan. Kalau amonia total di atas 5 mg/L dan pH di bawah 7, pindahkan ikan ke sistem bersih dengan pH dan suhu yang sama. Pada sindrom akuarium lama, ganti air saja tidak cukup karena kenaikan pH bisa membuat amonia jadi beracun.

Apakah garam bisa membantu saat nitrit melonjak?

Bisa. Garam 1–3 ppt di air tawar mengurangi penyerapan nitrit dan bisa menghentikan kematian saat nitrit melonjak tiba-tiba. Lakukan bersamaan dengan ganti air dan perawatan filter. Kalsium klorida dengan dosis 10 mg/L klorida untuk setiap 1 mg/L nitrit juga mengurangi efek racunnya.

Listrik mati, apa yang perlu dilakukan supaya ikan selamat?

Ciduk air akuarium lalu tuang kembali ke permukaan supaya pertukaran gas tetap jalan. Keluarkan filter, lalu simpan spons yang lembap di kantong tertutup, jangan direndam di air diam. Kalau air mulai dingin, apungkan botol berisi air hangat dan jangan menuang air panas langsung ke akuarium.

Bolehkah ikan yang mati dibekukan dulu untuk diperiksa?

Sebaiknya jangan. Pembekuan merusak jaringan sehingga bakteri dan parasit sulit ditemukan. Lab umumnya meminta 4–6 ikan sakit yang masih hidup, dikirim sebelum diberi pengobatan apa pun.

Sumber referensi

  1. Merck Veterinary Manual – Environmental Diseases in Aquatic Systems (professional)
  2. Merck Veterinary Manual – Disorders and Diseases of Fish (pet owner)
  3. UF/IFAS EDIS FA16 – Ammonia in Aquatic Systems
  4. UF Tropical Aquaculture Lab – How to collect and prepare samples
  5. NT Labs – How to deal with an aquarium during a power cut
  6. Practical Fishkeeping – Scottish Water step up chloramination
  7. AquariumScience.org – Aquarium fast fish deaths
  8. UF/IFAS EDIS FA-55 – Submission of Fish for Diagnostic Evaluation
  9. PetPlace – Submitting Fish Specimens for Diagnostic Evaluation
  10. Tankflare – Oxygen depletion