Penyakit · sekitar 5 menit baca

Kotoran Putih pada Ikan Discus: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Hexamita

AquaTome merangkum dari 8 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Kotoran putih berlendir pada discus sering terkait Hexamita (sekarang juga disebut Spironucleus). Ini adalah flagelata yang hidup di usus. Tapi kotoran putih juga bisa muncul karena stres, pakan, cacing, atau infeksi bakteri di dalam tubuh.
  • Langkah pertama: tes amonia, nitrit, nitrat, pH, dan oksigen, lalu perbaiki kualitas air. Setelah itu pindahkan ikan yang sakit ke akuarium karantina. Kalau ikan menolak makan lebih dari tiga hari sambil mengeluarkan kotoran seperti benang, segera obati dengan metronidazole sesuai dosis dan volume air.

Apa itu Hexamita?

Hexamita adalah protozoa berflagel yang hidup di saluran pencernaan ikan. Flagelata yang dulu disebut Hexamita sp. pada manfish (angelfish) sekarang digolongkan sebagai diplomonad. Kerabat dekatnya, Spironucleus, hidup di usus bagian bawah. Discus, oscar, dan manfish termasuk yang paling rentan. Spironucleus juga bisa menyerang semua cichlid, cupang, gurami, dan banyak ikan hias lain.

Banyak ikan membawa Hexamita dalam jumlah sedikit tanpa terlihat sakit. Di sebuah laboratorium penyakit ikan universitas, diplomonad ditemukan pada sekitar 50% manfish yang diperiksa. Karena sering ditemukan pada ikan yang tampak sehat, seberapa besar perannya sebagai penyebab penyakit masih diperdebatkan.

Gejala

  • Tahap awal (discus): mogok makan, kotoran putih berlendir seperti benang, dan berat badan turun cepat.
  • Tahap lanjut: perut membengkak, kulit kusam, lesu, warna menggelap, sembunyi di sudut, atau melayang di dekat permukaan.
  • Kasus berat: ikan diam di dekat dasar, anus bengkak kemerahan, dan kadang muncul luka di perut.
  • Seorang pemelihara menggambarkan ikannya yang sakit: gelap, lesu, kotoran putih seperti kapas, serta kepala dan perut tampak cekung.
  • Lubang kecil bisa terbentuk di sekitar pori sensorik kepala. Kalau tidak diobati, lubang ini bisa membesar seperti kawah.
  • Pada Spironucleus: tubuh menyusut, serta kematian burayak dan ikan muda.

Cara membedakan: kotoran putih pada discus tidak selalu berarti Hexamita. Penyebab lainnya bisa stres, pakan (bayam, spirulina, kacang polong, garam Epsom, atau pakan kering yang tidak direndam dulu), cacing, atau infeksi bakteri di dalam tubuh. Kepastiannya hanya bisa didapat dari pemeriksaan mikroskop (wet mount) isi usus. Infeksi dinilai dari jumlah organisme per lapang pandang perbesaran rendah: ringan 1–5, sedang 5–15, berat 15–30, sangat berat 30–100. Perlu diingat, manfish dengan infeksi berat di laboratorium sering tidak menunjukkan kelainan lain.

Penyebab

  • Akuarium terlalu padat, kualitas air buruk, atau pakan kurang baik bisa membuat Hexamita berkembang biak dengan cepat.
  • Amonia (NH3) atau nitrit (NO2) tinggi, pakan basi, dan pemberian pakan berlebihan.
  • Stres karena perubahan suhu mendadak atau kepadatan berlebih.
  • Pengiriman: pada manfish, jumlah diplomonad naik tajam dalam 24 jam setelah pengiriman, sampai lebih dari 500 organisme per lapang pandang. Infeksi yang tidak dikendalikan sebelum pengiriman bisa menyebabkan kematian dalam satu minggu.
  • Kekurangan vitamin C dan D dikaitkan dengan kerentanan cichlid terhadap Hexamita.
  • Parasit bisa terbawa masuk lewat tanaman air, ikan, atau benda baru.
  • Pakan yang hanya berupa jantung sapi, terlalu banyak serat atau lemak, dan pergantian pakan yang mendadak bisa mengganggu pencernaan discus.

Yang perlu dilakukan sekarang

  1. Tes amonia, nitrit, nitrat, pH, dan oksigen. Perbaiki kualitas air dengan ganti air secara rutin.
  2. Pindahkan ikan yang sakit ke akuarium karantina tanpa substrat (bare bottom) berukuran minimal 40 liter, jangan diobati di akuarium utama. Satu sumber menyarankan suhu 28–30 °C dengan aerasi kuat di akuarium karantina.
  3. Kalau ikan menolak makan lebih dari tiga hari sambil mengeluarkan kotoran seperti benang, segera mulai pengobatan.
  4. Kalau diobati di akuarium bersama, obati semua ikan di dalamnya, karena ikan yang terinfeksi bisa menulari yang lain.

Pengobatan

Bahan aktif yang dipakai adalah metronidazole. Satu sumber mencatat obat ini hanya untuk ikan yang tidak dikonsumsi. Dosis dari berbagai sumber berbeda-beda, jadi pilih satu metode dan ikuti dengan tepat:

MetodeDosis dan caraSumber
Rendaman (bath)250 mg per 40 liter setiap 48 jam, total tiga kali. Ganti air 25% sebelum setiap dosis.Panduan perawatan ikan
Rendaman singkat5 mg/L selama 3 jam setiap hari, selama 5 hariPenelitian universitas pada manfish
RendamanSekitar 5 mg/L dua hari sekali, total tiga kaliPemelihara, mengutip penelitian universitas
Dosis akuarium1 gram per 20 galon, 10 hari berturut-turutPemelihara berpengalaman
Akuarium rawat500 mg per 40 liter, dilarutkan dulu di air hangat, dengan aerasi kuatPemelihara di forum
Rendaman 2 hari1 tablet per 20 liter direndam 2 hari. Lalu sedot sekitar separuh air, isi ulang, dan beri dosis lagi untuk air baru, pada suhu 32–33 °C.Sumber lain
Pakan obat50 mg/kg berat badan ikan, selama 5 hariPenelitian universitas pada manfish
Pakan obatSekitar 10 mg per gram pakan, selama 5 hariPemelihara, mengutip penelitian universitas
Pakan obatRendam pakan dalam 500 mg metronidazole yang dilarutkan di 30 ml air akuarium. Berikan hanya pakan ini selama 7–10 hari.Panduan perawatan ikan

Pada penelitian manfish, ikan yang diobati hanya memiliki 0–1 organisme per lapang pandang setelah pengiriman. Kelompok yang tidak diobati punya lebih dari 500, dan tidak ada ikan yang diobati yang mati.

Catatan penting saat pengobatan:

  • Selama ikan masih mau makan, pakan obat lebih disarankan. Pakan obat yang dibuat jauh-jauh hari kehilangan khasiat, jadi berikan langsung setelah dibuat. Lapisi tipis saja, karena obat yang terlalu banyak membuat pakan pahit dan ditolak ikan.
  • Seorang moderator forum menyebut metronidazole saja mungkin kurang menempel pada pakan, jadi ia mencampurnya ke dalam pakan atau memakai produk obat kombinasi.
  • Soal makan, sumber berbeda pendapat. Satu sumber menyarankan ikan tidak diberi makan selama pengobatan, lalu mulai diberi makan lagi sekitar 3 hari setelah pengobatan selesai, dengan jentik nyamuk sebagai pakan yang mudah dicerna. Sumber lain justru memakai pakan obat selama ikan masih makan.
  • Angkat karbon aktif dari filter selama pengobatan karena karbon menyerap obat.
  • Metronidazole beracun bagi udang dan siput.
  • Menurut satu sumber, metronidazole tidak merusak filter biologis dan lampu UV aman tetap dinyalakan. Obat ini aktif di air sekitar delapan jam, jadi ganti air bisa dilakukan delapan jam setelah pemberian dosis.
  • Sebagai alternatif, satu sumber menyebut produk enzim pencernaan oral sesuai petunjuk label, disertai kenaikan suhu ke 32–33 °C.

Soal menaikkan suhu, sumber tidak sepakat:

  • Satu sumber menaikkan suhu ke 32–33 °C selama pengobatan.
  • Sumber lain menaikkan suhu ke 86–88 (kemungkinan °F) untuk ikan yang tidak mau makan.
  • Seorang pemelihara melaporkan suhu 96 °F selama lima hari berhasil pada discus, tapi belum diuji pada manfish.
  • Seorang pemelihara di forum berpendapat menaikkan suhu umumnya tidak membantu untuk penyakit ini, berbeda dengan saran yang umum beredar.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menggabungkan beberapa obat tanpa petunjuk, atau menaikkan dosis sendiri.
  • Memberi metronidazole berlebihan. Overdosis bisa membunuh ikan.
  • Memberi "satu tablet per hari di ember" tanpa menghitung. Dosis harus mengikuti volume air dan petunjuk obat.
  • Mengobati di akuarium utama, yang bisa mengganggu filter biologis.

Pencegahan

  • Jaga amonia dan nitrit di angka nol dan nitrat di bawah 20 ppm. Hindari akuarium yang terlalu padat.
  • Ganti air 20–30% setiap minggu, jaga pH 6,5–7,0, dan buang sisa pakan setiap selesai memberi makan.
  • Berikan pakan yang bervariasi dan berkualitas, jangan hanya pakan serpihan kering.
  • Karantina ikan baru minimal dua minggu. Banyak pemelihara discus memberi pakan obat sebagai pencegahan selama masa karantina. Probiotik atau suplemen pencernaan juga disarankan.
  • Satu sumber menyarankan pakan obat sebanyak dua atau tiga kali pemberian setiap tiga bulan sebagai pencegahan.
  • Pemberian metronidazole pencegahan sebelum pengiriman bisa mengurangi ikan sakit setelah pengiriman.
  • Hindari ikan pakan hidup yang berisiko tinggi, atau bilas atau karantina dulu sebelum diberikan.

Kapan harus khawatir

  • Ikan menolak makan lebih dari tiga hari sambil mengeluarkan kotoran seperti benang: segera obati.
  • Perut bengkak, ikan diam di dasar, anus merah bengkak, atau ada luka di perut: ini tanda kasus berat.
  • Lubang di kepala mulai membesar.
  • Ikan baru datang dari pengiriman: infeksi yang tidak terkendali bisa menyebabkan kematian dalam seminggu.

Pertanyaan umum

Apakah kotoran putih pada discus pasti Hexamita?

Belum tentu. Kotoran putih juga bisa disebabkan stres, pakan (bayam, spirulina, kacang polong, garam Epsom, pakan kering yang tidak direndam), cacing, atau infeksi bakteri di dalam tubuh. Kepastiannya hanya bisa didapat dari pemeriksaan mikroskop isi usus.

Berapa dosis metronidazole untuk rendaman?

Sumber berbeda-beda. Contohnya 250 mg per 40 liter setiap 48 jam sebanyak tiga kali dengan ganti air 25% sebelum tiap dosis, 5 mg/L selama 3 jam setiap hari selama 5 hari, atau 1 gram per 20 galon selama 10 hari. Pilih satu metode, hitung sesuai volume air, dan jangan menaikkan dosis sendiri karena overdosis bisa membunuh ikan.

Apakah metronidazole aman untuk udang, siput, dan filter?

Metronidazole beracun bagi udang dan siput, jadi sebaiknya pengobatan dilakukan di akuarium karantina. Satu sumber menyebut obat ini tidak merusak filter biologis dan UV aman dinyalakan, tapi karbon aktif harus diangkat karena menyerap obat.

Perlukah suhu dinaikkan?

Pendapat berbeda. Ada yang menaikkan suhu ke 32–33 °C, ada yang ke 86–88 (kemungkinan °F), dan seorang pemelihara melaporkan 96 °F selama lima hari berhasil pada discus. Namun ada juga pemelihara yang berpendapat menaikkan suhu umumnya tidak membantu untuk penyakit ini.

Bagaimana mencegah Hexamita?

Jaga amonia dan nitrit di nol dan nitrat di bawah 20 ppm, ganti air 20–30% per minggu, jangan terlalu padat, berikan pakan bervariasi, dan karantina ikan baru minimal dua minggu. Sebagian pemelihara juga memberi pakan obat secara berkala sebagai pencegahan.

Sumber referensi

  1. Pathology and Clinical Management of Diplomonad Flagellate Infections of Angel Fish
  2. Table: Protistan Parasites of Fish-Merck Veterinary Manual
  3. Hexamita in Aquarium Fish: Diagnosis and Treatment
  4. Metro Discus Medication (metronidazole)
  5. Bệnh đường ruột ở Cá Đĩa- Cách chữa và Phòng bệnh như thế nào? (bahasa Vietnam)
  6. Cá dĩa bị phân trắng – Nguyên nhân và cách khắc phục (bahasa Vietnam)
  7. Cá đi phân trắng (bahasa Vietnam)
  8. treating hexamita in angelfish