Perawatan tanaman · sekitar 7 menit baca
Lumut & Alga di Aquascape: Cara Mengenali Jenisnya dan Membasminya
AquaTome merangkum dari 8 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat
- Alga pengganggu di akuarium tanaman air ada banyak jenis, misalnya alga benang, BBA (black beard algae), staghorn, diatom, cyanobacteria, dan air hijau. Penyebab dan cara mengatasinya berbeda-beda untuk tiap jenis.
- Mulailah dengan mengenali jenisnya, cabut sebanyak mungkin dengan tangan, lalu perbaiki penyebabnya, yaitu cahaya, keseimbangan nutrisi dan CO2, ganti air, serta jumlah pakan. Targetnya alga tetap di tingkat yang aman. Alga tidak harus hilang 100%.
Apa itu alga pengganggu dan kenapa harus dikenali dulu
Di akuarium tanaman air, "lumut" atau alga yang mengganggu sebenarnya terdiri dari beberapa kelompok yang berbeda. Alga benang adalah koloni alga bersel tunggal yang tersambung menjadi benang hijau panjang. Kelompok ini mencakup hair algae, staghorn, string algae, dan thread algae. Kalau dicabut dari akuarium, bentuknya mirip rambut basah. Cyanobacteria yang sering disebut "alga biru-hijau" (BGA) sebenarnya bakteri dan bukan alga sejati. Air hijau disebabkan oleh organisme bersel tunggal yang melayang bebas di air (Euglena) sehingga air menjadi keruh.
Setiap jenis punya penyebab dan cara penanganan sendiri, jadi langkah pertama selalu mengenali jenisnya. Targetnya alga tetap di tingkat yang aman. Membasminya sampai habis 100% tidak perlu jadi tujuan. Dari semua jenis, BBA disebut yang paling sulit ditangani.
Mengenali jenis alga dari cirinya
| Jenis | Ciri yang terlihat |
|---|---|
| Alga benang/hair algae | Filamen hijau panjang sampai 30 cm, sering kusut di sela moss. |
| BBA (black beard/brush algae) | Lapisan berwarna hitam, cokelat, merah, atau hijau yang bisa cepat menutupi tanaman dan hardscape. Sumber lain menggambarkannya sebagai jumbai hitam, hijau tua, atau merah tua yang menyukai arus kuat. Ada juga yang menyebutnya hitam atau abu-abu dan menempel sangat kuat di batu, kayu, dan tepi daun. |
| Staghorn (Compsopogon sp.) | Untaian kasar bercabang seperti tanduk rusa, berwarna putih, abu-abu, atau hijau, tumbuh di daun dan peralatan. Sering muncul di tempat berarus kuat seperti outlet filter. |
| Diatom (alga cokelat) | Lapisan cokelat berlendir di daun, kaca, batu, dan kayu yang mudah diseka. Jarang muncul di akuarium yang sudah mapan. |
| Cyanobacteria (BGA) | Lendir hijau, hitam, atau ungu dengan bau "tanah" atau bau menyengat. Membentuk lapisan tebal seperti tikar dengan gelembung gas di bawahnya. Di air tawar warnanya hijau tua. |
| Cladophora | Hamparan hijau yang alot seperti wol, sering ada di hairgrass, substrat, dan hardscape. |
| Fuzz algae | Satu sumber menggambarkannya sebagai tepi daun yang tampak sedikit berbulu. Sumber lain menyebut benang pendek sekitar 2 cm di tepi daun, yang kebanyakan dijumpai di akuarium dengan pencahayaan terang. |
| Green dust algae (GDA) | Lapisan hijau seperti debu di kaca. Biasanya tidak tumbuh di hardscape dan daun. |
| Green spot algae (GSA) | Muncul di kaca dan di daun yang berumur panjang, misalnya Java fern, Anubias, dan Bolbitis. |
| Air hijau | Air keruh kehijauan karena Euglena yang melayang bebas. |
| "Alga" putih | Sebenarnya jamur atau bakteri. Bentuk jamur seperti kapas dan tumbuh di sisa pakan atau kayu yang baru dimasukkan. Bentuk bakteri berupa lapisan tipis di substrat, tanaman, dan batu setelah akuarium baru disetel. |
Penyebab tiap jenis
- Cahaya secara umum: salah satu pemicu utama adalah lampu yang menyala terlalu lama, terlalu kuat, atau tidak dibuat untuk akuarium tanaman air.
- Alga benang: dikaitkan dengan kelebihan nutrisi seperti zat besi, cahaya terlalu banyak, atau nutrisi terlalu sedikit untuk periode pencahayaan yang panjang. Satu sumber mengaitkan hair algae dengan zat besi di atas 0,15 ppm.
- BBA: nutrisi yang tidak seimbang (mungkin kelebihan N, P, Fe). pH rendah juga dicurigai, tetapi baru sebatas "dipercaya" dan belum terbukti.
- Staghorn: nutrisi yang tidak seimbang dan CO2 rendah.
- Diatom: akuarium baru, silika berlebih, dan mungkin lampu yang sudah tua. Kadar silika bisa ditanyakan ke perusahaan penyedia air.
- Cyanobacteria: nitrat rendah, bahan organik tinggi karena pakan berlebih, lampu tua, dan sirkulasi air yang buruk. Menurut sumber lain, lapisan biru-hijau biasanya baru muncul kalau pemberian pakan berlebihan.
- Green spot algae: hampir selalu muncul ketika fosfat (PO4) habis.
- Cladophora: bisa ikut terbawa bersama bola Marimo.
- Spirogyra: sering muncul sekitar 2 minggu setelah setup, saat siklus nitrogen belum stabil, karena cahaya dan nutrisi berlebih.
- Air hijau: biasanya karena konsentrasi nutrisi di air terlalu tinggi. Bisa juga muncul setelah setup baru, saat nutrisi tidak seimbang, atau setelah pemakaian obat yang merusak biofilter.
- "Alga" putih: tidak berfotosintesis, jadi mengurangi cahaya tidak membantu. Ia hidup dari sisa pakan dan kotoran, dan arus yang lemah membuatnya mudah menempel.
Langkah penanganan secara berurutan
- Kenali jenis alganya, karena tiap jenis punya penyebab dan cara penanganan yang berbeda.
- Buang alga dengan tangan memakai sikat gigi, pinset, atau scraper. Pangkas daun yang sudah tertutup parah atau daun tua. Untuk alga benang, cabut dengan tangan dan pakai sikat gigi untuk gumpalan besar, lalu persingkat periode pencahayaan.
- Ganti air setiap minggu sampai dua minggu sekali, lalu seimbangkan kembali nutrisi dan CO2.
- Untuk BBA, staghorn, atau Cladophora yang membandel, lakukan perawatan titik dengan Excel atau H2O2.
- Tambahkan tim pembersih yang cocok untuk jenis alganya.
Cara mengatasi per jenis
BBA dan staghorn
- Semprotkan Excel atau H2O2 langsung ke alga dengan suntikan. Setelah alga berubah abu-abu atau putih, cabut dengan tangan.
- Satu sumber menyarankan menyuntikkan H2O2 3% langsung ke BBA dengan takaran kira-kira 1 ml per 2 liter air.
- Hardscape dan tanaman yang kuat bisa direndam dalam larutan pemutih 1:20 (pemutih : air). Bilas sampai bau pemutihnya hilang sebelum dimasukkan kembali ke akuarium.
- Untuk BBA, sumber lain lebih memilih menyikat dengan tangan daripada memakai H2O2.
- Kebanyakan ikan dan avertebrata tidak mau memakan staghorn.
Alga benang
- Pengendali utamanya adalah udang Amano. Untuk masa peralihan, mungkin dibutuhkan sampai 2 ekor per 5 L air.
- Menghilangkan alga benang dengan bahan kimia umumnya tidak disarankan karena sebagian produk merusak tanaman air.
Cyanobacteria
- Naikkan nitrat sampai sekitar 5 ppm, gelapkan akuarium, dan tambahkan tanaman yang cepat tumbuh.
- Kurangi pakan. Biasanya lapisan biru-hijau akan hilang lagi.
- Erythromycin dengan setengah dosis dipakai untuk melawan cyanobacteria tanpa merusak sebagian besar tanaman.
Diatom
- Di akuarium baru, diatom biasanya hilang sendiri dalam 4–6 minggu setelah akuarium stabil. Bisa juga disikat.
- Satu sumber menyarankan memeriksa atau mengganti lampu dan mengganti 30–50% air berulang kali sampai diatom hilang. Otocinclus juga membantu.
Green spot algae
- Naikkan PO4 ke 0,5–2,0 ppm dan kerok kaca dengan silet.
- Siput nerite membersihkan GSA dari daun dan kaca.
Green dust algae
- GDA bisa dibiarkan saja. Lapisannya biasanya mengeras dan rontok setelah kira-kira 21 hari. Setelah itu kerok sisanya, bersihkan akuarium secara menyeluruh, dan ganti air.
Air hijau
- Gelapkan akuarium (blackout) selama 5 hari, ditambah ganti air kecil 5–10% setiap hari sampai air jernih. Setelah blackout 5 hari, tanaman mungkin tampak agak kusam selama sekitar seminggu.
- Satu sumber menyebut UV sterilizer, filter mikron, flokulan, atau kutu air (daphnia) juga membantu. Sumber lain tidak menyarankan UV sebagai alat standar untuk air hijau karena sinar UV juga membunuh bakteri yang berguna.
Cladophora
- Cladophora sulit dihilangkan sepenuhnya. Kalau tidak mengganggu, boleh dibiarkan.
Memakai H2O2 dan bahan kimia dengan hati-hati
- Dosis seluruh akuarium (satu sumber): 1,5 ml H2O2 3% per 1 galon volume air sebenarnya, yaitu volume akuarium dikurangi substrat dan dekorasi.
- Metode lain: campur H2O2 dengan air 50:50 lalu suntikkan ke bagian alga yang paling parah. Matikan filter beberapa jam, lalu ganti 50% air keesokan harinya. Boleh diulang kalau perlu, tetapi jangan berlebihan.
- H2O2 membunuh bakteri nitrifikasi. Selama perawatan, keluarkan filter dan jalankan di air akuarium yang disisihkan. Setelah selesai, cek amonia.
- Udang: belum ada percobaan terpublikasi tentang seberapa banyak H2O2 yang bisa ditoleransi udang kecil. Dosis berlebih bisa membunuh udang, dan anakan udang lebih rentan. Kalau udang tampak stres setelah pemberian H2O2, beri water conditioner 2–3 kali takaran normal untuk menetralkan peroksida.
- H2O2 tidak disarankan untuk alga yang hanya mengganggu tampilan.
- Excel dan Vallisneria: dalam uji pembuatnya, dosis yang dianjurkan tidak menimbulkan masalah. Pada dosis ganda, sebagian daun meleleh, tetapi daun baru tumbuh kembali dengan kuat. Menurut pembuatnya, kerusakan ini sementara karena akar tidak terdampak. Pemberian N, P, Fe, dan K bersamaan membuat vallisneria tahan terhadap kadar Excel yang jauh lebih tinggi tanpa meleleh.
- Algasida berbahan tembaga kemungkinan besar juga membunuh tanaman air dan tidak direkomendasikan.
Pemakan alga
- Otocinclus untuk alga lunak dan diatom.
- Siamese algae eater untuk BBA dan staghorn.
- Udang Amano untuk hair algae.
- Siput nerite untuk alga keras di kaca.
Perlu dicatat, satu sumber menyebut Siamese algae eater awalnya memakan alga pengganggu, tetapi belakangan memakan moss hias dan merusak tanaman. Sumber lain menyatakan bahwa berharap ikan atau avertebrata mengendalikan staghorn adalah anggapan yang keliru, karena kebanyakan tidak mau memakannya.
Pencegahan
- Target nutrisi (satu sumber): N 10–20 ppm, P 0,5–2 ppm, K 10–20 ppm, Ca 10–30 ppm, Mg 2–5 ppm, Fe 0,1 ppm. CO2 20–30 ppm sejauh ikan dan udang di akuarium bisa menerimanya.
- CO2: jaga di 20–30 ppm dan pantau dengan drop checker. Warna hijau berarti kadarnya pas.
- Lama pencahayaan: sumbernya berbeda pendapat. Satu sumber menyarankan 6–8 jam/hari, atau 5–6 jam/hari untuk akuarium baru, dan boleh dibagi menjadi 2–3 periode masing-masing 3–4 jam. Sumber lain menyarankan 8–10 jam/hari, atau 4–6 jam untuk akuarium baru.
- Arus filter: 5–7 kali volume akuarium per jam. Akuarium 100 liter berarti butuh 500–700 liter/jam.
- Ganti air: sumbernya juga berbeda. Satu sumber menyarankan 2–3 kali seminggu di bulan pertama, lalu 20–30% per minggu setelah akuarium stabil. Sumber lain menyarankan 20% 2–3 kali seminggu untuk akuarium baru, lalu 10–15% setiap hari setelah stabil.
- Nitrat: jangan biarkan sampai nol, karena bisa memicu cyanobacteria.
- Pakan: beri secukupnya. Pakan yang lebih sedikit biasanya membuat alga biru-hijau hilang lagi.
Kesalahan yang sering terjadi
- Memberi bahan kimia antialga berlebihan supaya cepat berhasil. Akibatnya ikan stres, tanaman melemah, dan bakteri terganggu.
- Mematikan lampu berhari-hari untuk "membunuh" alga. Satu sumber mencatat ini sebagai kesalahan, sementara sumber lain menyarankan blackout 5 hari khusus untuk air hijau.
- Mengganti air terlalu banyak atau terlalu mendadak.
- Hanya mengobati gejala tanpa mencari penyebab, sehingga alga kembali lagi. Kalau kualitas air dan kelebihan nutrisi tidak diperbaiki dulu, alga kemungkinan besar muncul lagi setelah perawatan H2O2.
- Mengerok GDA terlalu awal. Ini bisa memutus siklus hidupnya sehingga GDA justru lebih lama hilang.
- Mengganti air dalam jumlah besar untuk mengatasi air hijau. Cara ini menghambat mikroorganisme yang bermanfaat untuk berkembang.
Yang perlu dicek setelah penanganan
- Cek amonia setelah perawatan H2O2, karena H2O2 membunuh bakteri nitrifikasi.
- Amati udang. Kalau tampak stres, netralkan dengan water conditioner 2–3 kali takaran normal.
- Pastikan drop checker tetap hijau dan nitrat tidak turun sampai nol.
- Setelah blackout 5 hari, wajar kalau tanaman tampak agak kusam selama sekitar seminggu.
Pertanyaan umum
Apakah alga di akuarium harus dibasmi sampai habis?
Tidak perlu. Targetnya alga tetap di tingkat yang aman, bukan hilang 100%. Beberapa jenis, misalnya Cladophora, sulit dihilangkan sepenuhnya dan boleh dibiarkan kalau tidak mengganggu.
Air akuarium hijau, apa yang harus dilakukan? Bolehkah ganti air banyak?
Sumber yang sama menyarankan blackout 5 hari ditambah ganti air kecil 5–10% setiap hari sampai air jernih. Sumber itu juga menyebut ganti air dalam jumlah besar justru menghambat mikroorganisme yang bermanfaat untuk berkembang. Satu sumber menyebut UV sterilizer, filter mikron, flokulan, atau kutu air ikut membantu. Sumber lain tidak menyarankan UV sebagai alat standar karena juga membunuh bakteri yang berguna.
Ada lendir hijau tua berbau, apakah itu cyanobacteria?
Ciri cyanobacteria adalah lendir hijau, hitam, atau ungu dengan bau tanah atau bau menyengat. Bentuknya lapisan tebal seperti tikar dengan gelembung gas di bawahnya. Untuk mengatasinya, naikkan nitrat ke sekitar 5 ppm, gelapkan akuarium, tambahkan tanaman cepat tumbuh, dan kurangi pakan. Erythromycin setengah dosis juga dipakai tanpa merusak sebagian besar tanaman.
Amankah H2O2 untuk akuarium yang ada udangnya?
Belum ada percobaan terpublikasi tentang batas toleransi udang kecil terhadap H2O2. Dosis berlebih bisa membunuh udang, dan anakan lebih rentan. Kalau udang tampak stres, beri water conditioner 2–3 kali takaran normal untuk menetralkan peroksida. H2O2 juga membunuh bakteri nitrifikasi, jadi cek amonia setelahnya.
Apakah Siamese algae eater bisa jadi solusi BBA?
Satu sumber merekomendasikannya untuk BBA dan staghorn. Sumber lain mengingatkan bahwa ikan ini awalnya memakan alga pengganggu, tetapi belakangan memakan moss hias dan merusak tanaman. Untuk staghorn, kebanyakan ikan dan avertebrata tidak mau memakannya.
Sumber referensi
- Tropica – Types of algae
- Aquarium Co-Op – How to get rid of hair, staghorn, string and other filamentous algae
- GWAPA – Algae in the Planted Aquarium
- Seachem FAQ – Will Flourish Excel kill my Vals?
- SaigonAqua – Rêu hại hồ thủy sinh: nhận biết, nguyên nhân và cách diệt (bahasa Vietnam)
- AquaSetup – 10 loại rêu hại thủy sinh: nguyên nhân và cách trị (bahasa Vietnam)
- Chợ Thủy Sinh – Cách trị rêu hại trong bể thủy sinh (bahasa Vietnam)
- The Shrimp Farm – Hydrogen peroxide treatment for shrimp



