Perawatan tanaman · sekitar 6 menit baca

Siput Hama di Akuarium: Cara Mengenali, Penyebab Meledak, dan Cara Membasmi

AquaTome merangkum dari 7 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Siput yang biasa disebut hama di akuarium adalah siput bladder, ramshorn, dan Malaysian trumpet snail (MTS). Dalam jumlah sedikit, siput ini tidak mengganggu ikan maupun tanaman yang sehat. Masalah baru muncul kalau populasinya meledak.
  • Pemicu utamanya adalah pakan berlebih. Jadi langkah pertama adalah mengurangi pakan sampai habis dalam beberapa menit, lalu membersihkan kotoran dan mengambil siput dengan tangan atau perangkap. Obat berbahan tembaga sebaiknya jadi pilihan terakhir karena berbahaya bagi udang dan sebagian tanaman.

Apa itu siput hama dan kenapa jadi masalah

Ada tiga jenis siput yang biasa dianggap hama di akuarium: siput bladder, ramshorn, dan Malaysian trumpet snail (MTS). Makanannya lumut, sisa pakan, kotoran ikan, serta bagian tanaman yang mati atau sakit. Beberapa sumber sepakat bahwa siput ini tidak menyakiti ikan hidup atau tanaman yang sehat. Masalahnya ada pada jumlahnya yang bisa jadi terlalu banyak.

Kalau populasinya sudah berlebihan, tiap jenis bisa menimbulkan masalah sendiri. Menurut satu sumber:

  • Ramshorn yang terlalu banyak bisa memakan daun muda, terutama pada tanaman yang lemah atau berdaun lunak.
  • MTS (Melanoides tuberculata) suka menggali dan mengaduk substrat. Kalau jumlahnya sangat banyak, substrat bisa jadi lembek dan tatanan aquascape rusak.
  • Bladder tidak langsung merusak tanaman. Namun karena berkembang biak sangat cepat, siput ini merusak tampilan akuarium, dan kotorannya yang menumpuk menurunkan kualitas air.

Cara mengenali jenisnya

JenisCiriCara berkembang biak
Bladder (Physella acuta)Cangkangnya tipis dan agak tembus pandangBertelur dalam kantong berisi banyak anakan
RamshornCangkangnya pipih dan melingkar, berwarna cokelat, merah, atau pink. Satu sumber menyebut lebarnya sekitar 1–2 cmBertelur dalam kantong berisi banyak anakan
Malaysian trumpet snail (MTS)Cangkangnya berbentuk kerucut seperti terompet. Aktif di malam hari dan siang hari bersembunyi di dalam substratMelahirkan anak langsung, jadi tidak ada gumpalan telur

Karena MTS bersembunyi di substrat sepanjang siang, keberadaannya sering tidak ketahuan sampai jumlahnya tiba-tiba melonjak.

Jangan sampai salah sasaran: siput assassin (Anentome helena) panjangnya sekitar 1 inci (2,5 cm) dan bergaris seperti lebah. Siput ini justru bermanfaat karena memakan siput lain, jadi bukan hama.

Kenapa populasinya bisa meledak

  • Masuknya dari mana: paling sering siput dan telurnya terbawa tanaman air hidup. Siput juga bisa ikut dalam air di dasar kantong ikan dari toko. Telurnya pun bisa terbawa batu, pasir, substrat, atau air yang dimasukkan ke akuarium.
  • Satu ekor sudah cukup: siput bladder adalah hermafrodit, jadi satu ekor bisa bertelur sendiri dan telurnya bisa menetas. Beberapa ekor yang terbawa satu tanaman bisa jadi ratusan dalam hitungan minggu.
  • Makanan berlimpah: sisa pakan, kotoran ikan, lumut, tanaman yang membusuk, dan endapan kotoran (mulm) semuanya jadi makanan siput. Satu sumber menyebut pakan berlebih sebagai pemicu utama. Sumber lain menambahkan beberapa faktor yang ikut menjaga populasi tetap tinggi: lumut berlebih karena cahaya atau pakan terlalu banyak, pertumbuhan tanaman yang kurang, atau pupuk yang berlebihan.

Langkah mengendalikan siput hama

  1. Kurangi pakan. Beri pakan secukupnya, hanya sebanyak yang habis dimakan ikan dalam beberapa menit.
  2. Bersihkan sumber makanannya. Pangkas tanaman secara rutin, gosok lumut, dan sedot substrat untuk membuang mulm dan kotoran.
  3. Ambil siputnya. Pungut dengan tangan atau pinset tanam, lalu sedot siput kecil ke ember saat ganti air. Cara ini kurang efektif untuk MTS karena siput ini bersembunyi di substrat.
  4. Pasang perangkap. Gunakan perangkap siput yang diberi umpan sayuran atau pakan ikan. Perangkap ini membantu menangkap siput yang suka menggali dan aktif di malam hari seperti MTS. Beberapa versi buatan sendiri:
    • Masukkan potongan timun atau wortel semalaman, lalu angkat pagi harinya bersama siput yang menempel. Cara ini perlu diulang berkali-kali.
    • Taruh selembar daun selada segar di sudut akuarium semalaman, lalu angkat pagi harinya bersama siputnya. Cara ini mengendalikan jumlah siput, tetapi tidak membasmi sampai 100%.
    • Masukkan zukini yang sudah direbus sebentar (blansir) ke dalam botol, lalu tenggelamkan botolnya sebagai perangkap.
  5. Kalau perlu, tambahkan pemangsa siput (lihat bagian berikut).
  6. Tembaga jadi pilihan terakhir, dan sebaiknya baru dipakai setelah jumlah siput sudah terkendali.

Ikan dan siput pemangsa

  • Ikan pemakan siput: ikan buntal, mulai dari pea puffer sampai Mbu puffer, serta loach jenis clown, zebra, yoyo, dan dwarf chain loach. Satu sumber tidak menyarankan clown loach karena ukurannya besar dan perlu dipelihara dalam kelompok. Sebagai gantinya, sumber itu menyarankan loach yang lebih kecil seperti Yasuhikotakia sidthimunki. Ikan pemangsa paling efektif untuk siput kecil dan anakan siput, dan jenisnya harus cocok dengan ukuran akuarium.
  • Siput assassin (Anentome helena) memakan siput lain, termasuk yang lebih besar. Namun ada saran untuk memeliharanya di akuarium kecil tanpa dekorasi, bukan di akuarium utama. Alasannya, telurnya mudah menyebar lewat tanaman, kayu, batu, atau filter spons, dan siput yang lepas ke alam bisa menjadi spesies invasif.
Botia
Botia · Foto: The Spruce Pets, digunakan dengan izin

Tembaga sulfat: efektif tetapi berisiko

Obat siput berbahan tembaga bekerja cepat, tetapi bisa berdampak pada ikan dan tanaman. Obat ini juga membunuh avertebrata dan sebagian tanaman. Kalau tetap ingin memakainya, perhatikan hal-hal berikut:

  • Dosis: untuk siput kolam, LC50 selama 96 jam pada suhu 20 °C adalah 0,39 mg/L. Dosis yang umum untuk akuarium sebaiknya tetap di 0,15–0,2 ppm. Jangan menggandakan dosis, karena tingkat racunnya tidak naik sebanding dengan dosis.
  • Suhu: makin tinggi suhu, makin beracun tembaga. Satu sumber menyarankan pengobatan pada suhu sekitar 22–23 °C.
  • Kualitas air: air yang keras dan basa mengikat tembaga sehingga kurang efektif. Kalau airnya lunak dan asam, mulailah dengan kira-kira setengah dosis.
  • Filter: selama pengobatan, keluarkan filter dan rendam di ember berisi air supaya bakteri nitrifikasi tetap hidup. Pastikan aerasi di akuarium tetap kuat.
  • Telur tidak ikut mati: tembaga tidak membunuh telur siput. Pengobatan ulang dalam waktu sekitar dua minggu mungkin diperlukan untuk siput yang baru menetas.
  • Jangan dipakai kalau ada udang, kepiting, atau avertebrata lain, karena hewan-hewan ini sangat sensitif terhadap tembaga. Udang hias termasuk yang paling rentan.
  • Tanaman: Vallisneria dan Sagittaria sensitif terhadap tembaga. Anubias dan sebagian besar moss umumnya tahan pada dosis yang dianjurkan.
  • Tanda kelebihan dosis: muncul luka kemerahan di sisi tubuh ikan.
  • Membuang tembaga: tembaga tidak bisa terurai dan hanya keluar dari akuarium lewat ganti air. Karbon aktif bisa menyerap sebagian, dan water conditioner yang mengandung zat pengkelat bisa menonaktifkan sisanya.

Satu sumber juga tidak menyarankan pemutih atau garam akuarium untuk membasmi siput di akuarium. Alasannya, sulit menemukan dosis yang membunuh siput dan telurnya tanpa merusak tanaman sensitif seperti Vallisneria dan Cryptocoryne.

Mencelup tanaman baru sebelum ditanam

Selalu celup tanaman di ember atau wadah terpisah, jangan di dalam akuarium. Coba dulu pada satu tanaman, lalu bilas dengan air yang sudah bebas klorin sebelum ditanam. Takaran dari tiap sumber berbeda, jadi berikut keduanya:

BahanTakaran dan waktuCatatan
Tawas (alum)Sumber pertama: 1–3 sendok makan per galon air hangat, minimal 2–3 jam untuk larutan kuat atau sampai 24 jam untuk larutan ringan. Sumber kedua: 2–3 sendok teh per quart air selama 2–3 hariMembunuh siput, tetapi kurang ampuh untuk telurnya. Bisa merusak tanaman
Pemutih klorin cair biasaSumber pertama: maksimal 1 bagian pemutih untuk 19 bagian air (sedikit lebih dari ¾ cangkir per galon), dicelup paling lama 2 menit untuk tanaman sensitif atau 3 menit untuk tanaman yang lebih kuat. Sumber kedua: 1 bagian pemutih untuk 20 bagian airBilas sampai benar-benar bersih setelahnya
Kalium permanganatLarutkan dengan air hangat sampai berwarna pink tua, rendam 10–20 menitBilas dengan air bebas klorin. Jangan pernah dicampur dengan hidrogen peroksida, formalin, formaldehida, atau apa pun yang mengandung alkohol, karena campurannya menghasilkan gas berbahaya
Garam akuarium atau garam kosher1 cangkir per galon. Celup dan goyangkan tanaman sekitar 15–20 detik dengan akar tetap di atas permukaan airJangan pakai garam dapur atau garam beryodium

Setelah pengobatan: yang perlu dicek

  • Kalau banyak siput mati sekaligus, segera angkat bangkainya dan ganti air dalam jumlah besar, sekitar 50%. Siput yang membusuk melepaskan amonia, dan amonia ini bisa lebih berbahaya bagi ikan daripada tembaganya sendiri.
  • Perhatikan apakah muncul luka kemerahan di sisi tubuh ikan, karena itu tanda tembaga berlebih.
  • Siapkan pengobatan ulang dalam waktu sekitar dua minggu kalau masih ada siput yang menetas.

Pencegahan

  • Periksa tanaman baru dan buang semua siput serta telurnya dengan tangan. Bilas di bawah air mengalir, lalu pelihara dulu di akuarium karantina yang diberi cahaya dan pupuk sambil terus membuang siput yang muncul.
  • Telur siput butuh 1–4 minggu untuk menetas, tergantung jenis dan suhu. Karena itu karantina tanaman pun tidak menjamin 100% bebas siput.
  • Cuci dan disinfeksi tanaman baru. Jangan pernah memasukkan air dari toko ikan ke akuarium.
  • Ganti air dan bersihkan akuarium secara rutin, dan beri pakan hanya sebanyak yang habis dalam beberapa menit.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memasukkan koin atau kawat tembaga. Cara ini tidak berhasil karena logam tembaga tidak melepaskan ion yang bisa bekerja, malah bisa membawa masuk patogen.
  • Memakai obat tembaga saat siput masih sangat banyak. Bangkai siputnya akan mengotori air. Pakai obat hanya setelah populasi sudah terkendali.
  • Membiarkan siput yang sudah dibunuh membusuk di akuarium. Lebih baik berikan ke ikan pemakan siput atau hancurkan.
  • Mengira kerikil bekas yang dibuang sebentar sudah aman. MTS bisa bertahan hidup berbulan-bulan di kerikil bekas yang kering.

Mitos seputar siput hama

  • "Satu siput tidak bisa berkembang biak." Keliru. Siput bladder bisa berkembang biak sendiri dan bertelur yang bisa menetas.
  • "Siput hama merusak tanaman dan ikan." Menurut beberapa sumber, siput ini tidak merusak tanaman atau ikan yang sehat dan merupakan bagian dari ekosistem akuarium. Masalahnya hanya muncul kalau jumlahnya kebanyakan.

Pertanyaan umum

Apakah siput bladder, ramshorn, dan MTS berbahaya bagi ikan?

Tidak. Beberapa sumber menyebut siput ini tidak menyakiti ikan atau tanaman yang sehat. Masalah baru muncul kalau jumlahnya meledak: ramshorn bisa memakan daun muda pada tanaman lemah, MTS membuat substrat lembek, dan bladder menurunkan kualitas air karena kotorannya menumpuk.

Saya hanya memasukkan satu siput, kenapa sekarang jadi banyak?

Siput bladder adalah hermafrodit, jadi satu ekor bisa bertelur sendiri dan telurnya bisa menetas. Beberapa ekor yang terbawa satu tanaman bisa jadi ratusan dalam hitungan minggu, terutama kalau pakannya berlebih.

Apakah obat tembaga aman untuk akuarium yang ada udangnya?

Tidak. Udang, kepiting, dan avertebrata lain sangat sensitif terhadap tembaga, jadi jangan pakai tembaga sulfat kalau hewan-hewan ini ada di akuarium. Vallisneria dan Sagittaria juga sensitif terhadap tembaga.

Apakah koin tembaga bisa dipakai untuk membasmi siput?

Tidak bisa. Logam tembaga tidak melepaskan ion yang bisa bekerja, dan koin atau kawat malah bisa membawa masuk patogen.

Bagaimana cara menangkap MTS yang selalu bersembunyi di pasir?

Gunakan perangkap berumpan sayuran atau pakan ikan dan biarkan semalaman, karena MTS aktif di malam hari. Contohnya potongan timun atau wortel, daun selada, atau zukini yang dimasukkan ke botol. Angkat perangkapnya pagi hari dan ulangi berkali-kali. Cara ini mengurangi jumlah siput, tetapi tidak membasmi sampai 100%.

Sumber referensi

  1. 5 Easy Ways to Get Rid of Aquarium Pest Snails (Aquarium Co-Op)
  2. Dipping Plants to Eliminate Snails (That Pet Place)
  3. Snail control & Copper (Aquaticcommunity.com)
  4. Aquarium Pest Identification Guide: Snails, Worms and Hydra (Gensou)
  5. Ốc Hại Trong Bể Thủy Sinh: Nguyên Nhân, Tác Hại và Cách Xử Lý (Zen Aquarius) (bahasa Vietnam)
  6. Cách xử lý ốc hại trong bể thủy sinh (Thái Hòa Aquarium) (bahasa Vietnam)
  7. Aquarium Snails: What to Keep and What to Avoid (Chewy)