
Ammania gracilis
Ammannia gracilis
- Tingkat kesulitan
- Sulit
- Cahaya
- Kuat
- CO₂
- Wajib
- Kecepatan tumbuh
- Cepat
- Posisi
- Latar belakang
Info singkat
| Nama ilmiah | Ammannia gracilis |
|---|---|
| Nama lain | Red Ammania, Pink Ammania, Delicate Ammania, Large Ammania |
| Ukuran akuarium minimum | ±80 liter |
| Tingkat kesulitan | Sedang hingga sulit |
| Pencahayaan | Sedang hingga tinggi |
| pH optimal | 6,5–7,5 |
| Kesadahan optimal | Lunak–sedang |
| Suhu optimal | 22–26 °C |
| Substrat | Perlu |
| Bisa mengapung | Tidak |
| Bisa ditanam emersed | Ya |
| Ukuran | Hingga lebih dari 50 cm |
| Bentuk pertumbuhan | Tanaman batang (stem) |
| Kecepatan tumbuh | Cepat |
| Posisi di akuarium | Latar belakang |
| Pupuk | Perlu |
| CO2 | Perlu |
| Perbanyakan | Vegetatif dan dengan biji |
Butuh akuarium seberapa besar?
Ammannia gracilis membutuhkan banyak ruang karena potensi pertumbuhannya yang besar. Tanaman ini hanya cocok untuk akuarium yang lebih besar (terutama yang tinggi), mulai dari 80 liter.
Bahkan di akuarium seukuran itu pun, lama-kelamaan tanaman ini akan tumbuh begitu besar sehingga mau tidak mau harus dipangkas.1
Kondisi air seperti apa?
Ammannia gracilis bukan pilihan yang baik untuk pemula karena kebutuhannya yang tinggi akan cahaya, CO2, dan nutrisi, serta parameter air yang harus stabil. Tanaman ini tidak bandel seperti klaim sebagian orang; ia cukup sensitif terhadap fluktuasi suhu dan kualitas air.
- Suhu: idealnya 22–26 °C. Perubahan suhu yang mendadak dapat membuat daun meleleh (melting).
- pH: menyukai air sedikit asam hingga netral, pH 6,5–7,5.
- Kesadahan: menyukai air lunak hingga agak sadah; tumbuh paling baik pada GH 2–10.
- Arus: tidak suka arus kencang. Di alam, tanaman ini tidak ditemukan di sungai atau aliran berarus deras. Arus yang terlalu kuat dapat membuatnya meleleh dalam beberapa hari.1
Bagaimana cara merawatnya?
Di akuarium, tanaman ini umumnya dipakai sebagai tanaman batang klasik, ditanam rapat berkelompok di sisi-sisi akuarium dan sebagai tanaman latar belakang karena ukurannya yang besar. Dalam aquascape, tanaman ini juga bisa dijadikan titik fokus.
Dalam kondisi optimal, tanaman ini tumbuh cepat. Setelah mapan, mungkin hanya butuh beberapa minggu sampai tanaman siap diperbanyak dan/atau dipangkas.
Jangan biarkan tanaman mencapai permukaan air, karena bisa jadi gumpalan besar yang kusut. Mulailah memangkas ketika jarak ke permukaan air tinggal 10–15 cm. Tanaman aman dipotong hingga separuhnya; ia akan cepat tumbuh kembali. Pangkas secara rutin agar tidak terlalu padat dan pertumbuhannya lebih rimbun.
Penanaman
Hindari menanamnya dalam satu rumpun besar. Sebaiknya tanam batang-batangnya dengan jarak sekitar 5 cm dan pastikan tidak ada tanaman lain yang menaunginya selama tumbuh.
Tanam cukup dalam di substrat agar tidak terangkat dan mengapung; tidak ada cara atau trik khusus. Tips: gunakan pinset. Berbeda dengan beberapa tanaman yang bisa dibiarkan mengapung sampai keluar akar, cara ini tidak disarankan untuk Ammannia gracilis.
Perbanyakan
- Dengan biji. Bunganya menghasilkan biji yang dapat berkecambah, tetapi cara ini butuh banyak waktu dan tenaga serta hasilnya tidak terjamin, sehingga tidak populer di kalangan aquarist.
- Vegetatif (stek). Ini cara utama di akuarium. Cukup potong batangnya lalu tanam, pastikan setiap potongan stek panjangnya minimal 5–7 cm.
Metode dry start
Metode dry start adalah teknik yang efektif untuk menumbuhkan tanaman ini. Keuntungan utamanya, metode ini dapat menyediakan CO2 dalam jumlah besar tanpa peralatan tambahan.
- Setelah menanam, jangan langsung mengisi akuarium dengan air; tambahkan air secukupnya hanya sampai permukaan bagian substrat yang paling rendah.
- Dengan pinset, tanam batang-batangnya ke substrat dengan hati-hati.
- Tutup bagian atas akuarium dengan plastik wrap/cling wrap untuk menciptakan lingkungan yang lembap.
- Setelah sekitar 5 sampai 8 minggu, isi akuarium dengan air.
Metode ini mendorong pertumbuhan awal sebelum tanaman beralih ke kondisi terendam.1
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Pencahayaan
Ammannia gracilis sangat membutuhkan cahaya. Tanaman ini perlu banyak cahaya terang untuk mencapai potensi pertumbuhan penuhnya, jadi gunakan sistem pencahayaan yang efektif dengan cahaya minimal sedang-tinggi (30–50 PAR) dan fotoperiode standar 10–12 jam per hari. Tanaman bisa meleleh jika kurang cahaya.
Sebagian pendapat di internet menyebut tanaman ini bisa tumbuh di cahaya rendah, tetapi meskipun bertahan hidup dalam kondisi seperti itu, pertumbuhannya akan lambat dan tampak lemah. Warnanya akan dominan hijau dengan sedikit atau tanpa semburat merah, padahal semburat merah itulah yang dicari para aquarist.
Substrat
Tanaman ini menyukai substrat yang gembur dan kaya nutrisi. Di alam, ia tumbuh subur di tanah berpasir di tepian sungai dan daerah banjir. Substrat dua lapis, dengan lapisan dasar tipis yang kaya nutrisi dan kerikil halus atau pasir di atasnya, adalah pilihan yang baik.
CO2 dan pemupukan
CO2: injeksi CO2 sangat disarankan. Tanpa CO2, menumbuhkan tanaman ini bisa cukup sulit karena pertumbuhannya akan lemas dan memanjang. Keseimbangan CO2 dan nutrisi sangat penting untuk tanaman yang butuh cahaya tinggi; pencahayaan kuat tanpa injeksi CO2 tidak disarankan karena dapat memicu masalah alga yang serius.
Pemupukan: tanaman ini tumbuh cepat dan membutuhkan nutrisi yang cukup. Pasokan makro dan mikronutrien secara rutin (2–3 kali seminggu) sangat penting untuk pertumbuhan dan warna yang cerah. Nitrogen, fosfor, dan zat besi sangat penting.
Jika memelihara udang bersama tanaman ini, perlu diingat bahwa kadar CO2 dan tembaga (kebanyakan pupuk mengandung tembaga) yang tinggi sangat berbahaya bagi udang.1
Di mana habitat aslinya?
Ammannia gracilis adalah tanaman endemik Afrika. Tanaman ini dapat ditemukan di Guinea-Bissau, Gambia, Senegal, Guinea, Mali, Burkina Faso, Niger, dan Republik Afrika Tengah.
Tanaman ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1833 oleh Guillemin dan Perrottet dalam “Florae Senegambiae Tentamen”. Nama genusnya diambil untuk menghormati ahli botani sekaligus dokter asal Jerman, Paul Ammann (1634–1691); sedangkan nama spesies “gracilis” dalam bahasa Latin berarti ramping atau anggun.1
Habitat alami
Ammannia gracilis biasanya ditemukan di lahan basah, rawa, dataran banjir, dan perairan yang tenang atau berarus lambat, tempat tanaman ini tumbuh di tepian sungai berpasir dan dataran banjir.1
Catatan
Deskripsi
Tanaman ramping berbatang sangat panjang yang bisa tumbuh secara emersed (di atas permukaan air) maupun submersed (di bawah air). Penampilannya berubah drastis tergantung bentuk pertumbuhannya.
- Ukuran: 25–50 cm. Batangnya tebal sehingga tampak kokoh.
- Bentuk pertumbuhan: dalam bentuk emersed, batangnya jarang tumbuh tegak sempurna; cenderung membengkok, melengkung, dan merebah.
- Daun: duduk (tanpa tangkai), bertepi rata, tersusun berhadapan bersilang. Daun emersed berbentuk garis hingga bulat telur terbalik, panjang 2–6 cm dan lebar 1–2 cm, berwarna hijau zaitun. Daun submersed berbentuk lanset, panjang 7–12 cm dan lebar 0,7–1,8 cm, dengan permukaan atas hijau zaitun hingga merah kecokelatan dan permukaan bawah ungu atau merah pekat.
- Bunga: perbungaannya terdiri dari 3–7 bunga kecil dengan 4 kelopak ungu dan 4 atau 8 benang sari, tumbuh bergerombol.
- Akar: tipis, tetapi tanaman ini membentuk sistem perakaran yang relatif kuat.
Masalah
- Meleleh (melting): biasanya terjadi saat tanaman dipindahkan dari kondisi emersed ke submersed. Jika tanaman yang baru dibeli berdaun hijau dan bulat telur, berarti tanaman itu ditanam secara emersed. Jangan panik: dalam kebanyakan kasus, daunnya akan tumbuh kembali atau tanaman akan terus tumbuh dengan daun submersed yang baru.
- Daun menghitam: sering disebabkan kurang cahaya. Periksa pencahayaan dan sesuaikan.
- Daun banyak rontok: disebabkan cahaya yang kurang, kekurangan nutrisi, atau keduanya. Tambah cahaya dan beri pupuk secara rutin.
Manfaat
- Aquascape: elemen dekoratif yang sangat bagus, umum dipakai dalam aquascape gaya Dutch (Belanda), terutama sebagai titik fokus.
- Tempat bersembunyi: menjadi tempat berlindung dan naungan bagi invertebrata, katak kecil, dan ikan, termasuk burayak dan udang.
- Tempat mencari makan: menjadi "prasmanan" biofilm, pakan pertama yang ideal bagi burayak dan anakan udang yang baru menetas.
- Mencegah kantong gas: sistem perakarannya yang berkembang baik membantu memecah kantong anaerob di substrat. Kantong hidrogen sulfida (H2S, berbau seperti telur busuk) bisa sangat berbahaya bagi ikan atau udang.
Teman satu akuarium (tankmate) yang cocok
Ikan: paling baik dipelihara bersama ikan komunitas kecil yang damai, seperti neon tetra, killifish, swordtail, white cloud mountain minnow, zebra danio, cherry barb, platy sunburst, guppy endler, molly, otocinclus, dan corydoras pygmy.
Udang: karena tanaman ini menyukai air sedikit asam, pilih spesies yang menyukai parameter serupa, misalnya udang crystal red, udang blue bolt, Caridina cf. babaulti.
Siput air tawar: siput hias sebaiknya tidak dipelihara lama di air ber-pH rendah karena dapat merusak cangkangnya. Jika pH mendekati 7,0, hampir semua siput atau udang kerdil bisa dipelihara, misalnya siput Japanese trapdoor, siput ramshorn, siput nerite, siput Malaysian trumpet, siput black devil, siput Asolene spixi, dan siput rabbit.
Hindari atau berhati-hatilah: hindari ikan yang suka mengaduk substrat di sekitar tanaman atau terlalu doyan memakannya, misalnya silver dollar, tetra Buenos Aires, koi, ikan koki (goldfish), oscar, ikan pelangi (rainbowfish), Jack Dempsey, botia (clown loach), dan cichlid Afrika. Kebanyakan lobster air tawar dan kepiting air tawar juga bukan kombinasi yang baik, karena dapat memotong, memakan, dan mencabut hampir semua isi akuarium.
Karantina
Kecuali benar-benar yakin tanaman itu aman, misalnya ditumbuhkan dalam kondisi laboratorium steril (in vitro) dan wadah in vitro-nya tidak rusak dan belum dibuka, karantina dan disinfeksi tanaman terlebih dahulu untuk menghindari kontaminasi dan keracunan. Tanaman ini cukup sensitif terhadap pemutih dan hidrogen peroksida, jadi berhati-hatilah saat menggunakannya.
Jangan langsung memasukkan tanaman baru ke akuarium setelah dibeli: tanaman bisa membawa parasit, hama seperti siput, atau bahkan predator (nimfa capung, nimfa capung jarum, dan sebagainya), serta mungkin mengandung sisa pestisida yang sangat beracun bagi ikan, udang, dan invertebrata lainnya.
Kesimpulan
Tanaman ini memukau dan dekoratif, tetapi butuh perawatan khusus, terutama untuk mempertahankan warna cokelat kemerahannya; dalam kondisi yang tidak sesuai, warnanya bisa memudar menjadi hijau biasa, itu pun kalau beruntung. Karena ukurannya, peliharalah di akuarium yang ukurannya memadai, sebab di akuarium kecil tanaman ini akan mencapai permukaan dan menaungi tanaman di sekitarnya.1
Referensi
- Roskov Y., Kunze T., Orrell T., Abucay L., Paglinawan L., Culham A., Bailly N., Kirk P., Bourgoin T., Baillargeon G., Decock W., De Wever A., Didžiulis V. (ed) (2019). “Species 2000 & ITIS Catalogue of Life: 2019 Annual Checklist”. Species 2000: Naturalis, Leiden, the Netherlands. ISSN 2405-884X. TaxonID: 53513334. Gikuha niadtong 2019-11-11.
- Hassler M. (2019). World Plants: Synonymic Checklists of the Vascular Plants of the World (version Nov 2018). In: Species 2000 & ITIS Catalogue of Life, 2019 Annual Checklist (Roskov Y., Ower G., Orrell T., Nicolson D., Bailly N., Kirk P.M., Bourgoin T., DeWalt R.E., Decock W., Nieukerken E. van, Zarucchi J., Penev L., eds.). Digital resource at www.catalogueoflife.org/annual-checklist/2019. Species 2000: Naturalis, Leiden, the Netherlands. ISSN 2405-884X.
- Ammannia gracilis at Tropicos.org. Missouri Botanical Garden, St Louis.
- Ammannia gracilis. JSTOR Global Plants. Flora of Tropical Africa, Vol 2, page 464, (1871) Author: (By Mr. J. G. Baker.)1
Sumber
- Aquarium Breeder aquariumbreeder.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini dengan izin mereka. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.