Satuan
Tampilan

Badidae, Myanmar

Badis kyar

Badis kyar

Nama lain: Kyar badis

Suhu
15–25°C
pH
7–9
Akuarium minimum
60 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
15–25°C
pH
7–9
Ukuran
6 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahakuarium mulai 60 cm, ikan sepanjang 6 cm
  • AirSulitair lunak · pH 7–9, 1–5 dGH
  • SuhuSedangair sejuk · 15–25°C
  • PerilakuMudahdamai

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.

Info singkat

Badis kyar adalah badid bertubuh ramping dari hulu daerah aliran Sungai Ayeyarwady di Myanmar utara. Ikan ini tercatat di sekitar Myitkyina dan di hilir Sungai Shweli. Bentuk tubuhnya mirip B. pyema. Bedanya, B. kyar punya garis-garis tegak gelap yang utuh dan seragam di sisi tubuh serta satu garis utuh di batang ekor (caudal peduncle). Pada B. pyema, bagian-bagian ini berupa deretan bintik tak beraturan dan sebuah bercak. Di lokasi tipenya, ikan ini menempati arus yang lebih deras ke arah tengah sungai. Di akuarium, ikan ini butuh arus lebih kuat daripada kebanyakan Badis lain.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Satu pasang atau kelompok kecil bisa dipelihara di akuarium dengan alas berukuran 60 × 30 cm atau lebih (sekitar 54 liter).1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 15–25 °C
  • pH: 7,0–9,0
  • Kesadahan: 1–5 dGH

Suhu: Di alam, spesies ini mengalami naik-turun suhu musiman. Ikan ini nyaman di 15–25 °C dan bisa menoleransi suhu yang lebih ekstrem dalam waktu singkat. Karena itu, di banyak negara atau di rumah yang insulasinya baik, ikan ini bisa dipelihara tanpa pemanas sepanjang tahun.

Suhu di batas atas kisaran ini diketahui memicu aktivitas pemijahan. Artinya, pemanas akan diperlukan jika ingin memijahkan ikan ini di luar musim semi dan musim panas. Atur di sekitar 20–24 °C untuk pemeliharaan jangka panjang dan pemijahan.

pH: Lebih menyukai air netral sampai basa dengan nilai 7,0–9,0.

Kesadahan: Air di Myanmar utara biasanya lunak meskipun pH-nya relatif tinggi, jadi usahakan kesadahan sekitar 1–5 dGH.1

Bagaimana cara merawatnya?

B. kyar akan tumbuh baik di akuarium yang tertata rapi, dengan substrat pasir atau kerikil dan banyak batu serta kerikil halus khas sungai sebagai tempat berlindung. Tanaman air yang bisa ditempelkan pada dekorasi, seperti spesies Microsorum, Taxiphyllum, atau Anubias, boleh ditambahkan bila mau, tetapi tidak wajib.

Ranting dan cabang kayu apung, tanaman apung, serta serasah daun juga bisa dipakai agar suasananya lebih alami. Pencahayaan tidak perlu terlalu terang. Arus air sebaiknya sedikit lebih kuat dibanding untuk kebanyakan spesies Badis lain, dengan arus yang terlihat. Sediakan beberapa struktur mirip gua sebagai calon tempat bertelur. Banyak peternak memakai batok kelapa belahan atau pot tanah liat terbalik yang dibor atau sebagian bibirnya dibuang supaya ikan bisa masuk.1

Diberi pakan apa?

Spesies Badis adalah mikropredator yang memangsa krustasea air kecil, cacing, larva serangga, dan zooplankton lain. Di akuarium ikan ini bisa agak pemilih dan mungkin tidak mau pakan kering, walaupun dalam beberapa kasus lama-lama mau juga. Apa pun itu, ikan ini sebaiknya selalu diberi pakan hidup atau beku berukuran kecil secara rutin, misalnya artemia, kutu air (Daphnia), atau cacing darah, agar warna dan kondisinya optimal.

Ikan ini agak pemalu dan makan dengan pelan (lihat bagian 'kecocokan'). Perlu dicatat juga bahwa semua spesies cenderung mengalami obesitas dan jadi lebih rentan penyakit bila diberi larva chironomid (cacing darah) dan/atau cacing sutra (Tubifex), jadi kedua pakan ini sebaiknya tidak diberikan.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Karena ikan ini sangat langka di dunia hobi, fokusnya sebaiknya pada pembiakan di penangkaran, dan sangat disarankan untuk memeliharanya tanpa ikan lain. Ikan ini sebenarnya tidak suka hidup bergerombol, dan jantan saingan bisa sangat agresif satu sama lain, terutama di akuarium yang lebih kecil. Dalam kondisi seperti ini, belilah hanya satu pasang atau satu jantan dengan beberapa betina. Di akuarium yang lebih lega, satu kelompok bisa hidup bersama asalkan ada ruang bagi tiap jantan untuk membentuk wilayahnya dan banyak penghalang pandangan. Penempatan gua yang cermat sangat membantu dalam hal ini. Misalnya, jangan kumpulkan semua tempat bertelur di satu bagian akuarium.

Jika ingin memeliharanya di akuarium komunitas, teman setangki harus dipilih dengan hati-hati. Ikan ini bergerak lambat dan pemalu, sehingga bisa tertekan atau kalah berebut pakan dengan ikan yang lebih besar atau lebih agresif. Cyprinid yang damai seperti spesies Trigonostigma atau Rasbora kemungkinan merupakan pilihan bagus, begitu juga gurami hias dan spesies lain yang hidup di permukaan. Memeliharanya dalam komunitas bergaya biotop ikan-ikan Myanmar lebih sulit, meskipun ada spesies dari daerah aliran Ayeyarwady yang cocok, antara lain Danio choprae, D. albolineatus, Pethia stoliczkana, dan Colisa lalia.

Jangan sekali-kali mencampurnya dengan ikan dasar teritorial yang mirip bentuknya, seperti cichlid kerdil, kecuali akuariumnya sangat besar. Jangan pernah juga memeliharanya bersama spesies Badis lain karena bisa terjadi hibridisasi. Perlu diingat pula bahwa udang air tawar dari genus populer Caridina dan Neocaridina, terlebih anakannya, bisa dimangsa.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Betina lebih kecil, coraknya lebih kusam, dan profil tubuhnya jelas lebih pendek dan tampak lebih bulat dibanding jantan. Jantan juga cenderung memiliki sirip yang sedikit memanjang seiring bertambah dewasa.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Spesies ini sangat langka di dunia hobi dan belum pernah dipijahkan di akuarium. Berikut metode yang sudah terbukti berhasil untuk anggota genus ini yang lain:

Badis adalah pemijah gua yang membentuk ikatan pasangan sementara. Ikan ini biasanya tidak terlalu sulit dipijahkan asalkan akuariumnya ditata dengan benar (lihat bagian 'penataan akuarium'). Sebaiknya tidak ada spesies lain jika ingin membesarkan burayak dalam jumlah banyak, meskipun di akuarium komunitas yang sudah matang dan banyak dekorasinya beberapa burayak mungkin bisa bertahan sampai dewasa. Bisa memakai satu pasang atau sekelompok ikan dewasa, tetapi kalau ada beberapa jantan, pastikan tiap jantan punya satu gua untuk dipertahankan. Parameter air harus berada dalam kisaran yang disarankan di atas. Beri ikan banyak pakan hidup dan beku, dan pemijahan biasanya tidak akan terlalu bermasalah.

Saat memasuki kondisi siap memijah, jantan-jantan saingan akan makin sering bertarung dan mulai menunjukkan perilaku merayu pada betina yang masuk ke wilayah pilihannya. Selama proses ini coraknya berubah dengan indah dan warna tubuhnya makin pekat. Saling mengunci mulut juga sering terjadi, di mana jantan benar-benar berusaha menyeret pasangannya ke dalam gua. Betina yang siap akan masuk, lalu pemijahan berlangsung, biasanya dengan 30–100 telur.

Setelah memijah, betina diusir dan jantan sendirian menjaga telur dan burayak. Ia mempertahankan wilayahnya dari penyusup dan mengipasi telur dengan siripnya. Bila mau, ikan dewasa lain bisa dipindahkan pada tahap ini, meskipun belum benar-benar perlu. Telur biasanya menetas dalam 2–3 hari, tetapi burayak baru berenang bebas pada umur 6–8 hari dan mungkin belum meninggalkan sekitar gua sampai kira-kira seminggu kemudian.

Sejak saat itu, ikan dewasa (termasuk jantan induk) bisa mulai menganggap burayak sebagai makanan, jadi sebaiknya burayak dipindahkan ke akuarium terpisah. Selama beberapa hari pertama burayak cukup banyak diam, sehingga microworm adalah pakan awal yang ideal. Setelah burayak terlihat berenang di kolom air, naupli artemia bisa mulai diberikan.1

Sebaran alami

Hidup alami di: Myanmar1

Sungai, danau, wilayah: Ayeyarwady, Shweli River1

Apa kata sumber
  • Myanmar, Ayeyarwady, Shweli River · Seriously Fish1: “Badis kyar is a slender badid from the upper Ayeyarwady River basin in northern Myanmar, recorded near Myitkyina and in the lower Shweli River.”

GBIF punya 37 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.

  • Catatan di negara asal
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 37 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Saat mendeskripsikan spesies ini pada tahun 2002, Kullander dan Britz mencatat bahwa ikan ini baru ditemukan di dua kawasan di hulu daerah aliran Sungai Ayeyarwady, Myanmar utara. Yang pertama adalah sejumlah sungai kecil yang mengalir dekat kota Myitkyina di negara bagian Kachin. Yang kedua adalah satu lokasi yang tidak disebutkan secara rinci di hilir Sungai Shweli, anak sungai yang bertemu dengan Ayeyarwady sekitar dua ratusan kilometer di selatan Myitkyina. Sejauh diketahui, belum ada populasi baru yang ditemukan sejak itu.1

Habitat alami

Lokasi tipenya adalah sungai kecil yang dangkal (sekitar 1 m saat musim kemarau) dan berair jernih, dengan dasar pasir dan kerikil. Sungai ini mengalir melewati hutan sekunder dan lahan pertanian. Arusnya disebut "sedang". Tepiannya ditumbuhi rumput, dan di dalam air tumbuh Cryptocoryne sp. dalam bentuk submersed.

Di sini B. corycaeus hidup bersama (simpatrik) dengan B. kyar dan Dario hysginon, dan ketiganya menempati relung ekologi yang berbeda. B. corycaeus ada di air mengalir ke arah tepi sungai, B. kyar di arus yang lebih deras ke arah tengah, sedangkan D. hysginon hanya ada di genangan tenang di sekitar tepian. Di lokasi ini juga ditemukan banyak ikan menarik lainnya, mulai dari spesies Acanthocobitis, Schistura, dan Danio sampai Pillaia, Indostomus, dan Microphis.1

Catatan

Seperti kebanyakan badid, B. kyar jarang dibahas dalam literatur akuarium dan belum begitu populer di dunia hobi. Karena sebaran alaminya terbatas, ikan ini kemungkinan besar tidak akan pernah tersedia dalam jumlah banyak. Ikan di foto adalah salah satu spesimen dari satu-satunya kiriman spesies ini yang diketahui pernah diekspor sampai sekarang.

Spesies ini bertubuh sangat ramping (yang mungkin merupakan adaptasi terhadap habitatnya), dan dalam hal ini mirip dengan B. pyema. Namun B. kyar memiliki garis-garis tegak gelap yang relatif utuh dan seragam di sisi tubuh, sedangkan pada B. pyema 'garis' tersebut terbentuk dari deretan bintik gelap yang tersusun tidak beraturan, seperti pada kebanyakan spesies Badis lain. Untuk memastikan, periksa corak di batang ekor (caudal peduncle) ikan. B. pyema punya satu bercak gelap di tiap sisi, sedangkan pada B. kyar bercak itu digantikan oleh satu garis utuh.

Sebelum 2002, famili Badidae hanya berisi lima spesies, dan dari jumlah itu hanya B. badis dan, dalam tingkat yang lebih rendah, Badis dario (oleh beberapa sumber disebut B. bengalensis) yang populer di dunia akuarium. Namun makalah revisi besar oleh Kullander dan Britz yang terbit tahun itu menghasilkan tidak kurang dari sepuluh spesies baru, serta genus Dario. B. dario dipindahkan ke genus ini dan ditetapkan sebagai spesies tipenya.

Saat ini Dario hanya berisi tiga anggota. Cara termudah membedakannya dari Badis adalah ukuran dewasanya yang kecil (biasanya kurang dari 2,5 cm), warna yang dominan merah, beberapa jari-jari sirip punggung pertama/sirip dada yang memanjang pada jantan, sirip ekor bertepi lurus (bukan membulat), gurat sisi yang tidak terlihat, dan perilaku mengasuh anak yang kurang intensif. Jumlah spesies Badis kini lima belas, dengan beberapa spesies baru dideskripsikan belakangan ini dan yang lain masih menunggu dideskripsikan.

Sebagian di antaranya tidak selalu mudah diidentifikasi dengan tepat. Misalnya, B. badis, B. chittagongis, B. ferrarisi, B. kanabos, B. khwae, B. ruber, B. siamensis, dan B. tuivaiei semuanya punya bintik cleithral gelap tepat di atas pangkal sirip dada. Namun B. khwae, B. ruber, dan B. siamensis punya bercak tambahan di batang ekor. B. badis bisa dibedakan dari B. kanabos karena memiliki serangkaian tanda gelap di sirip punggung dan/atau di pangkalnya (bukan satu tanda di depan sirip), serta garis-garis tegak di sisi tubuh yang hanya samar atau tidak jelas (bukan serangkaian garis sempit gelap). B. badis, B. chittagongis, B. dibruensis, B. tuivaiei, dan B. ferrarisi hanya berbeda pada beberapa hitungan morfologi, meskipun B. ferrarisi punya corak yang sangat khas berupa serangkaian garis tegak hitam di sepanjang bagian tengah sisi tubuh.

Secara historis, badid dianggap anggota famili Nandidae atau Pristolepididae, dan baru pada 1968 Barlow mengusulkan kelompok tersendiri bagi mereka. Badid memiliki beberapa ciri yang sama dengan anabantoid, nandid, dan channid. Yang paling menonjol bagi akuaris adalah pelukan saat memijah yang khas, di mana jantan melingkarkan tubuhnya pada tubuh betina. Penelitian yang lebih baru menyimpulkan bahwa perilaku ini adalah sifat purba yang diwarisi dari nenek moyang bersama semua famili tersebut.

Dalam makalah revisi 2002, semua spesies Badis, Dario, dan Nandus ternyata memiliki duri hemal yang bercabang (terbelah) secara unik pada ruas tulang belakang kedua dari belakang, dan para penulisnya berhipotesis bahwa ini mungkin bukti monofili kelompok ini. Mereka juga mengusulkan agar famili Nandidae dibatasi hanya untuk spesies Nandus, sedangkan genus lain (Polycentrus, Monocirrhus, Afronandus, dan Polycentropsis) dikelompokkan bersama dalam Polycentridae. Menurut sistem ini, Nandidae dan Badidae hanya dipisahkan oleh perbedaan morfologi dan struktur telur, meskipun hubungan filogenetik di antara keduanya belum diteliti sepenuhnya.

Penelitian-penelitian terbaru ini juga menunjukkan adanya beberapa kelompok/klade di dalam genus ini, masing-masing berisi spesies yang paling dekat kekerabatannya satu sama lain. Kelompok B. badis hanya dicirikan oleh bintik cleithral dan berisi B. badis, B. chittagongis, B. dubruensis, B. ferrarisi, B. kanabos, dan B. tuivaiei. B. ruber, B. siamensis, dan B. khwae membentuk kelompok B. ruber dan paling mudah dikenali dari kombinasi bintik cleithral dan bercak di batang ekor.

Kelompok B. assamensis terdiri dari B. assamensis dan B. blosyrus dengan pola tubuh unik berupa belang terang dan gelap. Kelompok B. corycaeus mencakup B. corycaeus dan B. pyema, yang memiliki tanda berbentuk oselus (mirip mata) di pangkal sirip ekor serta jumlah pori sensorik di kepala yang lebih sedikit.

Ada dua spesies unik yang tidak masuk ke kelompok mana pun. B. kyar dibedakan oleh bentuk tubuhnya yang relatif memanjang, pola garis-garis tegaknya, dan tanda berbentuk pita di sirip ekor. B. juergenschmidti mirip B. kyar dalam beberapa hal, tetapi garis tegak pertama di tubuhnya lurus (bukan melengkung), garis tegak ke-5, 6, dan 7 utuh (bukan terbelah secara vertikal), dan sirip punggung serta lobus bawah sirip ekor jantan bertepi putih (bukan tanpa corak putih).

Dalam penelitian filogenetik, B. kyar ternyata merupakan kelompok saudara (sister group) dari klade B. ruber atau dari klade B. badis/B. assamensis, tergantung uji yang dilakukan. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan posisi pasti kedua spesies ini di dalam genus.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Kullander, S. O. and R. Britz (2002). Revision of the family Badidae (Teleostei: Perciformes), with description of a new genus and ten new species. Ichthyological Exploration of Freshwaters 13(4), 295-372
  • Rüber, L., R. Britz, S. O. Kullander and R. Zardoya (2004). Evolutionary and biogeographic patterns of the Badidae (Teleostei: Perciformes) inferred from mitochondrial and nuclear DNA sequence data. Molecular Phylogenetics and Evolution 32(3), 1010-1022
  • Geetakumari, K.H. and W. Vishwanath (2010). Badis dilbruensis, a new species (Teleostei: Badidaae) from northeastern India. Journal of Threatened Taxa 2(1), 644-647
  • Schindler, I. and H. Linke (2010). Badis juergenschmidti - a new species of the Indo-Burmese fish family Badidae (Teleostei: Perciformes) from Myanmar. Vertebrate Zoology 60(3), 209-216
  • Vishwanath, W. and K. Shanta (2004). A new fish species of the Indo-Burmese genus Badis Bleeker (Teleostei: Perciformes) from Manipur, India. Zoos' Print Journal 19(9), 1619-1621
  • van der Voort, S. (2009). Badis ferrarisi, Badis kyar, Badis sp. 'Wahumiam River' & Badis sp. 'Buxar'. Der Makropode 31, 141-1471