Satuan
Tampilan

Cyprinidae, Malaysia

Barbodes dunckeri

Barbodes dunckeri

Nama lain: Clown Barb, Bigspot barb, Big spot barb, Barbir badut

Suhu
18–28°C
pH
6–7,5
Akuarium minimum
120 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
18–28°C
pH
6–7,5
Ukuran
12 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangSulitakuarium mulai 120 cm, ikan sepanjang 12 cm
  • AirMudahpH 6–7,5, 2–12 dGH
  • SuhuMudah18–28°C
  • PerilakuMudahdamai
  • KelompokSedangkelompok mulai 6 ekor

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.

Info singkat

Clown barb, Barbodes dunckeri, adalah ikan cyprinid dari Semenanjung Malaysia. Spesies ini dideskripsikan dari Singapura, dan di sana kini mungkin sudah punah. Ikan ini banyak salah diidentifikasi sebagai B. everetti, padahal itu spesies lain dari Kalimantan, sehingga di sebagian besar literatur akuarium ikan ini tercatat dengan nama tersebut. B. dunckeri punya corak gelap di badan yang jauh lebih besar, tidak punya bercak di bagian belakang pangkal sirip punggung, dan memiliki 4½ sisik di atas gurat sisi. Ikan yang masuk ke perdagangan ikan hias tampaknya hasil budidaya.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Untuk pemeliharaan jangka panjang, akuarium terkecil yang layak dipertimbangkan berukuran alas minimal 120 × 45 cm atau setara (sekitar 243 liter).1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 18–28 °C
  • pH: 6,0–7,5
  • Kesadahan: 2–12 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Tidak sulit dipelihara di akuarium yang terawat baik, tetapi sebaiknya aquascape dibuat menyerupai sungai berarus dengan substrat berupa batu-batu bulat bekas tergerus air dengan berbagai ukuran, pasir, kerikil halus, dan mungkin beberapa bongkahan batu kecil.

Akuarium bisa dilengkapi lagi dengan akar atau cabang kayu (driftwood). Kebanyakan tanaman air tidak akan tumbuh baik di lingkungan seperti ini, tetapi jenis yang tangguh seperti Microsorum, Bolbitis, atau Anubias spp. bisa ditanam dengan diikatkan ke dekorasi.

Karena di alam hidup di habitat yang relatif masih alami dan bersih, ikan ini tidak tahan terhadap penumpukan polutan organik dan butuh air yang nyaris benar-benar bersih agar bisa tumbuh optimal.

Arus deras seperti air bah memang tidak perlu, tetapi ikan ini paling baik dipelihara dengan kadar oksigen terlarut yang tinggi dan arus sedang. Ganti air mingguan sebanyak 30–50% volume akuarium sebaiknya dijadikan rutinitas.1

Diberi pakan apa?

Omnivora yang aktif mencari makan; di alam kemungkinan memakan berbagai cacing, serangga, krustasea, bahan tumbuhan, dan sisa-sisa organik lainnya.

Di akuarium ikan ini mudah diberi makan, tetapi menu seimbang berupa pemberian rutin pakan hidup dan beku berukuran kecil seperti cacing darah, kutu air (Daphnia), dan artemia, ditambah pakan serpihan dan pelet butiran kering berkualitas baik, akan menghasilkan kondisi dan warna terbaik.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Spesies ini sangat cocok dimasukkan ke akuarium komunitas damai berisi ikan-ikan sungai, misalnya spesies Puntius, Rasbora, Devario, atau Barilius yang ukurannya serupa, serta banyak jenis loach dari famili botiid, nemacheilid, dan balitorid (hillstream loach).

Kalau asal geografis tidak jadi soal, ikan ini sebenarnya bisa digabung dengan sebagian besar ikan damai yang ukurannya terlalu besar untuk dianggap mangsa dan cukup berani sehingga tidak terintimidasi oleh ukuran dan sifat aktifnya.

Seperti biasa, riset menyeluruh adalah cara terbaik untuk menghindari masalah saat memilih ikan-ikan yang cocok untuk satu komunitas.

Secara alami ini spesies yang hidup bergerombol, jadi idealnya beli 6 ekor atau lebih.

Memelihara dalam jumlah yang cukup tidak hanya membuat ikan tidak terlalu penakut, tetapi juga menghasilkan tampilan yang lebih menarik dan alami.

Selain itu, perilaku agresif biasanya akan tetap terkendali karena ikan-ikan sibuk mempertahankan posisi hierarkinya di dalam kelompok.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Jantan dewasa memiliki pola warna yang lebih pekat dibanding betina dan menampakkan bintil-bintil (tuberkel) yang jelas di kepala saat siap memijah.

Betina dewasa cenderung tumbuh sedikit lebih besar, badannya lebih gemuk, dan warnanya kurang cerah.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Seperti kebanyakan cyprinid kecil, ikan ini memijah bebas dengan menyebar telur dan tidak menjaga anaknya.

Dalam kondisi baik ikan ini mestinya sering memijah, dan di akuarium yang sudah matang ada kemungkinan sejumlah kecil burayak mulai muncul tanpa campur tangan.

Namun, kalau ingin hasil maksimal, perlu pendekatan yang lebih terkontrol.

Kelompok indukan tetap bisa dikondisikan bersama, tetapi siapkan juga akuarium dengan alas berukuran 80 cm x 30 cm yang diisi air matang.

Akuarium ini sebaiknya diberi pencahayaan sangat redup, dan dasarnya ditutup semacam jaring dengan lubang yang cukup besar agar telur bisa jatuh melewatinya tetapi cukup kecil agar indukan tidak bisa menjangkaunya. Alas plastik model 'rumput' yang banyak dijual juga bisa dipakai dan hasilnya bagus, begitu pula lapisan kelereng kaca.

Sebagai alternatif, mengisi sebagian besar akuarium dengan tanaman berdaun halus seperti Taxiphyllum spp. atau spawning mop juga bisa memberi hasil yang lumayan.

Airnya sendiri sebaiknya ber-pH sedikit asam hingga netral dengan suhu di kisaran atas dari rentang yang disebutkan di atas, dan sertakan juga filter spons bertenaga udara atau batu aerasi untuk menyediakan oksigen dan pergerakan air.

Setelah indukan terkondisi dengan baik dan betina tampak bertelur, masukkan satu atau dua pasang, dan pemijahan biasanya akan terjadi keesokan paginya.

Alternatif lain adalah memijahkan ikan secara berkelompok, dengan setengah lusin ekor dari masing-masing jenis kelamin sebagai jumlah yang baik, meskipun mungkin dibutuhkan akuarium yang lebih besar.

Dalam kedua cara ini, indukan kemungkinan akan memakan telur jika ada kesempatan, sehingga harus dipindahkan begitu telur terlihat.

Telur akan menetas dalam 24–48 jam dan burayak mulai berenang bebas sekitar 24 jam kemudian.

Beri pakan seukuran infusoria selama beberapa hari pertama sampai burayak cukup besar untuk menerima microworm, naupli artemia, atau sejenisnya.1

Sebaran alami

Hidup alami di: Malaysia, Singapura1

Apa kata sumber
  • Malaysia, Singapura · Seriously Fish1: “Described from 'Bukith Timah, Singapore' and also occurs throughout Peninsular Malaysia though may now be extirpated in Singapore.”

GBIF punya 6 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.

  • Catatan di negara asal
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 6 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Dideskripsikan dari 'Bukith Timah, Singapore' dan juga ditemukan di seluruh Semenanjung Malaysia, meskipun di Singapura kini mungkin sudah punah.

Sebarannya di Semenanjung Malaysia juga belum jelas karena catatannya sedikit, dan ikan yang masuk ke perdagangan ikan hias tampaknya hasil budidaya.1

Habitat alami

Belum dipastikan, tetapi kemungkinan besar ikan ini lebih menyukai sungai kecil di hutan, seperti spesies kerabatnya (lihat 'Catatan').1

Catatan

Meskipun kadang disebut dengan nama umum 'big spot barb', spesies ini lebih dikenal di hobi akuarium sebagai 'clown barb'.

Ikan ini banyak salah diidentifikasi sebagai kerabat segenusnya, B. everetti, yang merupakan spesies tersendiri dari Kalimantan dan jarang diperdagangkan, sehingga di sebagian besar literatur akuarium ikan ini tercatat dengan nama tersebut.

Keduanya cukup mudah dibedakan: B. everetti secara keseluruhan warnanya kurang cerah, dengan corak gelap di badan yang relatif kecil, bercak gelap khas di bagian belakang pangkal sirip punggung, dan 3½ sisik di atas gurat sisi.

Pada B. dunckeri, corak gelap di badan jauh lebih besar, tidak ada bercak di bagian belakang pangkal sirip punggung, dan ada 4½ sisik di atas gurat sisi.

Spesies ini dulunya dimasukkan ke genus Puntius, yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai kelompok 'keranjang sampah' polifiletik berisi lebih dari 100 spesies cyprinid berukuran kecil hingga sedang, sampai Pethiyagoda et al. (2012) menerbitkan tinjauan parsial yang mencakup anggota-anggotanya dari Asia Selatan.

Mayoritas spesies Puntius sub-Himalaya diklasifikasi ulang, dan genus baru Dawkinsia, Dravidia (kemudian diubah menjadi Haludaria), serta Pethia dibentuk untuk menampung sebagian di antaranya. Sisanya tetap di Puntius atau dipindahkan ke kelompok Systomus yang sudah ada, meskipun definisi Systomus diubah sehingga beberapa spesies Asia Tenggara yang sebelumnya dimasukkan ke sana tidak bisa lagi dianggap sebagai anggotanya.

Kottelat (2013) menerbitkan pembaruan tata nama yang menyeluruh untuk ikan-ikan Asia Tenggara, dan spesies ini termasuk di antara sejumlah bekas anggota Puntius yang dipindahkan ke genus Barbodes. Anggota genus ini dibedakan dari genus kerabatnya berdasarkan aspek perkembangan (ontogeni) dan pola warna berikut: juvenil kecil memiliki 3–5 titik di sepanjang baris sisik tengah sisi badan, termasuk satu di tengah pangkal sirip ekor, ditambah satu titik di awal sirip punggung; seiring bertambahnya ukuran, titik-titik di baris tengah sisi badan bisa bertambah banyak dan bisa menyatu membentuk garis atau pita lebar, dan titik di awal sirip punggung bisa menjadi bercak besar atau pita lebar.

Selain itu, ciri-ciri berikut berguna untuk identifikasi Barbodes spp.: jari-jari sirip punggung tak bercabang yang terakhir bergerigi di sisi belakang; sungut rostral ada (kecuali pada B. aurotaeniatus); sungut maksila ada; bibir halus dan tipis, alur postlabial terputus di bagian tengah; gurat sisi lengkap atau tidak, dengan 22–32 sisik pada baris gurat sisi di badan; ½4/1/4½ baris sisik antara awal sirip punggung dan garis tengah perut di depan pangkal sirip perut; 12 baris sisik di sekeliling batang ekor; 12–15 tapis insang pada lengkung insang pertama.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Boulenger, G. A. (1894). Descriptions of new freshwater fishes from Borneo. Annals and Magazine of Natural History (Series 6) v. 13 (no. 75), 245-251
  • Ahl, E. (1929). Übersicht über die lebend eingeführten asiatischen Arten der Gattung Barbus. Teil 3. Das Aquarium Oct. 1929, 165-169
  • Alfred, E. R. (1966). Fresh-water Fishes of Singapore. Zoologische Verhandelingen 78, 1-68
  • Pethiyagoda, R., M. Meegaskumbura, and K. Maduwage (2012). A synopsis of the South Asian fishes referred to Puntius (Pisces: Cyprinidae). Ichthyological Exploration of Freshwaters 23(1), 69-95
  • Pethiyagoda, R. (2013). Haludaria, a replacement generic name for Dravidia (Teleostei: Cyprinidae). Zootaxa 3646(2), 199
  • Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-6631