Osphronemidae, Malaysia
Betta ibanorum
Betta ibanorum
Nama lain: ibanorum, Iban betta
- Suhu
- 24–28°C
- pH
- 4–7
- Akuarium minimum
- 80 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 24–28°C
- pH
- 4–7
- Ukuran
- 8,5 cm
- Akuarium minimum
- 80 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSedangakuarium mulai 80 cm, ikan sepanjang 8,5 cm
- AirSulitair lunak · pH 4–7, 1–5 dGH
- SuhuMudah24–28°C
- PerilakuMudahdamai
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-01.
Info singkat
Betta ibanorum adalah ikan labirin pengeram mulut oleh jantan (paternal mouthbrooder) dari Sarawak bagian selatan dan barat, Pulau Borneo (Kalimantan). Ikan ini memiliki beberapa varian warna. Sebagian besar lokasi yang diketahui berupa rawa gambut berair hitam (blackwater), tetapi ikan ini juga pernah dikoleksi dari sungai kecil berair jernih, parit di pinggir jalan, dan sebuah kolam di puncak air terjun. Sebagai anggota kelompok B. akarensis, ikan ini jarang ditemui di kalangan penghobi dan tampaknya lebih sering ditangkap untuk dikonsumsi.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Akuarium dengan ukuran alas 80 × 30 cm atau yang setara, sekitar 72 liter, sudah cukup besar untuk sepasang atau sekelompok kecil ikan.1
Kondisi air seperti apa?

Bagaimana cara merawatnya?
Bisa dipelihara di akuarium yang didekorasi lengkap, meskipun banyak breeder memilih tidak memakai substrat agar perawatannya lebih mudah.
Akar dan cabang kayu apung (driftwood) bisa digunakan dan ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk beberapa tempat teduh, sementara pot tanah liat atau potongan pipa juga bisa ditambahkan sebagai tempat berlindung tambahan.
Penambahan serasah daun kering semakin menonjolkan kesan alami. Selain memberi tempat berlindung tambahan bagi ikan, serasah ini juga memicu tumbuhnya koloni mikroba seiring proses pembusukan. Koloni ini bisa menjadi sumber pakan sekunder yang berharga bagi burayak, dan tanin serta zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk juga dianggap bermanfaat bagi ikan dari lingkungan blackwater.
Namun, tidak perlu memakai gambut alami, karena pengambilannya tidak berkelanjutan dan merusak lingkungan.
Seperti anggota genus lainnya, spesies ini tampaknya paling baik dipelihara dengan pencahayaan yang cukup redup. Anda bisa menambahkan tanaman air yang mampu bertahan dalam kondisi seperti itu, misalnya Microsorum, Taxiphyllum, atau Cryptocoryne spp., dan beberapa petak tanaman apung juga akan berguna.
Spesies ini membutuhkan air asam dengan kesadahan karbonat (KH) yang sangat kecil dan kesadahan umum (GH) yang sangat rendah, sehingga mungkin perlu memakai unit reverse osmosis (RO) atau cara lain untuk mendapatkan air lunak. Bila perlu, air ini bisa diasamkan lebih lanjut dengan asam fosfat atau bahan sejenis.
Karena di alam ikan ini menghuni perairan yang arusnya lambat, filtrasi sebaiknya tidak terlalu kuat; filter spons bertenaga aerator yang diatur agar sirkulasinya lembut sudah memadai.
Tutup akuarium dengan rapat dan jangan mengisinya sampai penuh, karena seperti semua Betta spp., ikan ini sesekali membutuhkan akses ke lapisan udara lembap yang terbentuk di atas permukaan air, dan ikan ini juga pelompat yang andal.1
Diberi pakan apa?
Di alam kemungkinan besar terutama memakan serangga dan invertebrata kecil lainnya.
Ikan di akuarium biasanya mau menerima pakan kering setelah mengenalinya sebagai makanan, tetapi sebaiknya rutin diberi banyak pakan hidup atau beku berukuran kecil seperti kutu air, artemia, atau cacing darah agar warna dan kondisinya berkembang optimal.
Hati-hati jangan memberi pakan berlebihan, karena Betta spp. tampaknya sangat rentan mengalami obesitas.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Tidak disarankan untuk akuarium komunitas biasa, karena alasan-alasan yang sudah disinggung sebelumnya.
Karena kebutuhan dan sifatnya, ikan ini paling baik dipelihara sendiri atau bersama spesies yang sangat damai, sebab ikan yang jauh lebih besar atau lebih agresif kemungkinan akan mengintimidasinya dan mengalahkannya dalam berebut makanan.
Beberapa ikan cyprinid kecil dan loach yang menghuni lingkungan serupa di alam bisa cocok, tetapi dalam kebanyakan kasus ikan ini paling baik dipelihara sendiri.
Ikan ini bisa dipelihara berpasangan atau berkelompok, dan dalam kelompok akan menunjukkan beberapa interaksi perilaku yang menarik.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →

Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Jantan dewasa berukuran lebih besar, siripnya lebih memanjang, dan bentuk kepalanya lebih lebar daripada betina.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Pengeram mulut oleh jantan (paternal mouthbrooder). Siapkan akuarium terpisah untuk pemijahan, kecuali jika ikan memang sudah dipelihara tanpa ikan lain, dan tata akuarium tersebut seperti yang dijelaskan di atas.
Akuarium harus memakai penutup yang serapat mungkin (sebagian breeder memakai plastik wrap agar tidak ada celah sama sekali), karena burayak membutuhkan akses ke lapisan udara hangat dan lembap; tanpa itu, perkembangan organ labirinnya bisa terganggu.
Bisa digunakan sepasang atau sekelompok ikan, tetapi perlu diingat bahwa setiap jantan mampu mengerami hingga 60 burayak, sehingga dibutuhkan ruang yang cukup besar jika Anda ingin membesarkan semuanya.
Betina berperan lebih aktif dalam memulai percumbuan dan mempertahankan area dari pengganggu.
Telur dan sperma dilepaskan saat 'pelukan' yang khas pada ikan osphronemid, ketika jantan melingkarkan tubuhnya ke tubuh betina. Mungkin diperlukan beberapa kali pelukan 'latihan' sebelum telur dilepaskan.
Setelah pemijahan dimulai, telur dikeluarkan dalam jumlah kecil, diambil dengan mulut betina, lalu disemburkan ke air untuk ditangkap oleh jantan. Setelah semua telur berada di mulut jantan, siklus ini diulang sampai telur betina habis, dan proses ini bisa memakan waktu cukup lama.
Masa pengeraman berlangsung 14–21 hari, setelah itu jantan akan mulai melepaskan burayak yang sudah terbentuk sempurna dan bisa berenang bebas.
Sebagian breeder tidak pernah mengalami masalah spesies ini memakan anaknya sendiri, sementara yang lain kehilangan seluruh anakan karena dimangsa, tetapi banyak yang memindahkan betina (beserta ikan lain yang ada) beberapa hari setelah pemijahan. Ini perlu dilakukan sehati-hati mungkin agar tidak mengganggu jantan, karena jika stres ia bisa menelan atau melepaskan burayak sebelum waktunya. Setelah burayak berenang dan mencari makan dengan bebas, jantan juga bisa dipindahkan jika diinginkan.
Burayak sudah cukup besar untuk langsung menerima pakan hidup yang bergerak seperti microworm dan naupli artemia, meskipun perlu dicatat ada laporan bahwa anakan Betta mengalami masalah kesehatan jika diberi naupli artemia dalam jumlah berlebihan.
Berikan berbagai jenis pakan dalam jumlah kecil 2–3 kali sehari agar laju pertumbuhannya optimal, dan jangan mengganti terlalu banyak air sekaligus; ganti air sedikit-sedikit secara rutin lebih baik daripada ganti air dalam jumlah besar sesekali.1
Sebaran alami
Apa kata sumber
- Malaysia, Kalimantan · Seriously Fish1: “Native to the Malaysian state of Sarawak on the island of Borneo.”
GBIF punya 1 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.
- Catatan di negara asal
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 1 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Merupakan ikan asli negara bagian Sarawak, Malaysia, di Pulau Borneo. Penyebarannya luas di seluruh wilayah selatan dan barat negara bagian tersebut, dengan beberapa varian warna tergantung lokasinya.
Lokasi tipenya adalah 'Kuching, Bako National Park, Bukit Gondol, Sarawak, Borneo'. Ikan ini juga diketahui ada di daerah lain di sekitar kota Kuching, serta di distrik Matang, Serian, Gedong, Simunjan, dan Sri Aman. Wilayah sebarannya yang diketahui membentang ke timur hingga kota tambang emas Bau.1

Habitat alami
Kadang-kadang menghuni sungai kecil berair jernih yang mengalir, meskipun sebagian besar lokasi yang diketahui berupa lingkungan berair hitam (blackwater) di rawa gambut purba. Ikan ini juga pernah dikoleksi dari parit di pinggir jalan, dan satu populasi ditemukan hidup di sebuah kolam kecil di puncak air terjun.
Kedua tipe habitat tersebut biasanya terlindung dari sinar matahari oleh vegetasi tepi sungai yang lebat.
Perairan blackwater khasnya berwarna cokelat karena asam humat dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk. Kandungan mineral terlarutnya hampir selalu sangat kecil, pH bisa serendah 3,0–4,0, dan dasarnya sebagian besar terdiri atas daun-daun gugur, ranting, dan akar pohon yang terendam.
Sungai kecil berair jernih biasanya berdasar pasir atau berbatu yang dilapisi biofilm, dan ikan ini cenderung ditemukan di zona pinggiran yang arusnya lebih lemah atau yang ditumbuhi tanaman air.1
Catatan
B. ibanorum jarang ditemui di kalangan penghobi dan tampaknya lebih sering ditangkap untuk dikonsumsi daripada untuk perdagangan ikan hias.
Ikan ini termasuk dalam kelompok Betta akarensis, yaitu kelompok spesies yang berkerabat dekat dalam genus ini, yang anggotanya memiliki ciri-ciri berikut: memiliki garis pre-orbital dan post-orbital (pada beberapa spesies garis post-orbital samar atau terputus); ada garis di dagu; sirip ekor berbentuk tombak (lanceolate) dengan jari-jari tengah yang sangat memanjang pada jantan dewasa; sirip ekor biasanya dengan garis-garis melintang; pada beberapa spesies, sisik di tubuh jantan berkilau pelangi (iridescent) kehijauan atau kebiruan; tutup insang (operkulum) tanpa sisik berkilau kecuali pada ikan muda.
Kombinasi ciri unik yang membedakan B. ibanorum dari anggota kelompok lainnya adalah sebagai berikut: separuh bagian belakang sisik berkilau hijau hingga biru; tutup insang tanpa garis postorbital kedua; mata berwarna kuning saat hidup; jari-jari sirip anal 27–29 (modus 28); sisik subdorsal 5–6 (modus 6); sisik lateral 30–32 (modus 30); sisik predorsal 21–23 (modus 22); sisik postdorsal 10–11 (modus 11); panjang preanal 45,8–49,4 % SL; panjang kepala 31,7–36,4 % SL; panjang dasar sirip anal 50,0–55,8 % SL.
Genus Betta adalah genus dengan jumlah spesies terbanyak dalam famili Osphronemidae, dengan hampir 70 anggota yang diakui, dan tampaknya akan terus bertambah karena spesies baru terus dideskripsikan secara rutin sejak awal abad ini.
Spesies-spesies anggotanya berhasil beradaptasi menghuni beragam relung ekologi, mulai dari parit berair tergenang hingga sungai perbukitan yang berarus, termasuk beberapa lingkungan ekstrem seperti hutan rawa gambut yang sangat asam.
Pengelompokan anggota genus ke dalam sejumlah kelompok berisi spesies-spesies yang berkerabat dekat kini umumnya diterima, tetapi sebagian besar didasarkan pada ciri morfologi dan perilaku. Karena itu, kajian filogenetik molekuler mungkin akan berguna untuk menentukan hubungan kekerabatan ikan-ikan ini dengan lebih tepat.
Seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, spesies ini memiliki organ pernapasan tambahan yang disebut labirin, dinamakan demikian karena strukturnya yang menyerupai labirin. Organ ini memungkinkan ikan menghirup udara dari atmosfer sampai batas tertentu.
Organ ini terdiri atas sepasang organ suprabranchial yang terbentuk dari perluasan bagian epibranchial (atas) lengkung insang pertama dan terletak di dalam rongga di atas insang. Di dalamnya terdapat banyak lipatan kulit yang kaya pembuluh darah dan berfungsi sebagai permukaan pernapasan yang luas. Tingkat kerumitan strukturnya berbeda-beda antarspesies, dan cenderung lebih berkembang pada spesies yang menghuni lingkungan yang lebih keras.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The fighting fishes (Teleostei: Osphronemidae: Genus Betta) of Singapore, Malaysia and Brunei. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 43-99
- Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2004). Two new species of freshwater fish (Teleostei: Balitoridae, Osphronemidae) from southern Sarawak. Sarawak Bau Limestone Biodiversity. Sarawak Museum Journal Special issue 6, 267-2841
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Betta ibanorum? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.