Satuan
Tampilan

Osphronemidae, Thailand

Betta prima

Betta prima

Nama lain: Cupang prima, Cupang alam prima, Wild betta prima

Suhu
23–27°C
pH
4–7
Akuarium minimum
60 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
23–27°C
pH
4–7
Ukuran
5 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahakuarium mulai 60 cm, ikan sepanjang 5 cm
  • AirMudahpH 4–7, 0–10 dGH
  • SuhuMudah23–27°C
  • PerilakuMudahdamai

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-01.

Info singkat

Betta prima adalah ikan labirin pengeram mulut (yang mengerami telur di mulut adalah jantan) dari Thailand tenggara serta lembah Sungai Mekong di Kamboja dan Laos. Sebelum dideskripsikan, spesies ini sering salah diidentifikasi sebagai B. pugnax atau B. taeniata, dan tidak semua ahli memasukkannya ke dalam kompleks B. pugnax. Habitatnya berupa rawa hutan dan sungai kecil berair jernih yang bisa tenang maupun berarus deras. Ikan ini bersembunyi di antara akar di tepian, serasah daun, dan vegetasi.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Akuarium dengan ukuran alas 60 × 30 cm atau yang setara, sekitar 54 liter, sudah cukup untuk sepasang atau sekelompok kecil ikan.1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 23–27 °C
  • pH: 4,0–7,0 (nilai di luar rentang ini pernah tercatat di perairan alaminya)
  • Kesadahan: 0–10 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Bisa dipelihara di akuarium yang didekorasi lengkap, walaupun banyak breeder lebih memilih tanpa substrat supaya perawatannya mudah. Akar dan dahan kayu bisa dipakai dan ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk beberapa sudut yang teduh.

Kalau tidak menemukan kayu dengan bentuk yang diinginkan, kayu beech atau oak aman dipakai asalkan sudah benar-benar kering dan kulit kayunya dikupas. Pot tanah liat atau potongan pipa juga bisa ditambahkan sebagai tempat sembunyi tambahan.

Menambahkan serasah daun kering, misalnya daun beech, oak, atau ketapang, bisa membuat suasananya makin alami. Selain menjadi tempat berlindung tambahan bagi ikan, daun yang terurai juga memicu tumbuhnya koloni mikroba. Koloni ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, dan tanin serta zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk juga dianggap bermanfaat.

Seperti anggota genus lainnya, spesies ini tampaknya paling cocok dengan pencahayaan yang cukup redup. Bisa ditambahkan tanaman air asal Asia yang tahan kondisi seperti itu, misalnya Microsorum pteropus, Taxiphyllum barbieri, atau beberapa Cryptocoryne spp. dalam pot. Beberapa kelompok tanaman apung juga berguna untuk menyebarkan cahaya yang masuk ke akuarium.

Filter tidak perlu terlalu kuat; filter spons bertenaga aerator yang diatur agar sirkulasinya lembut sudah cukup. Akuarium harus ditutup rapat dan jangan diisi sampai penuh, karena seperti semua Betta spp. ikan ini sesekali perlu mengakses lapisan udara lembap yang terbentuk di atas permukaan air, dan ikan ini juga jago melompat.1

Diberi pakan apa?

Di alam kemungkinan memangsa serangga dan invertebrata kecil/zooplankton lainnya. Ikan di akuarium biasanya mau menerima pakan kering setelah mengenalinya sebagai makanan, tetapi sebaiknya rutin diberi banyak pakan hidup atau beku berukuran kecil seperti kutu air, artemia, atau cacing darah agar warna dan kondisinya berkembang optimal.

Serangga kecil seperti jangkrik atau lalat buah Drosophila juga bisa dipakai; sebaiknya serangga tersebut diberi makan pakan serpihan atau sejenis sayuran dulu supaya perutnya terisi sebelum diberikan ke ikan. Hati-hati jangan memberi pakan berlebihan, karena Betta spp. tampaknya sangat rentan mengalami obesitas.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Tidak disarankan untuk akuarium komunitas biasa, karena alasan-alasan yang sudah disinggung di atas. Kebutuhan dan sifatnya membuat ikan ini paling baik dipelihara sendiri atau bersama spesies yang sangat damai, karena ikan yang jauh lebih besar atau lebih agresif kemungkinan akan mengintimidasinya dan mengalahkannya saat berebut makanan. Beberapa jenis cyprinid kecil dan loach yang di alam hidup di lingkungan serupa bisa dicampur.

Bisa dipelihara berpasangan atau berkelompok, dan dalam kelompok akan menunjukkan interaksi perilaku yang menarik.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Jantan tumbuh lebih besar, memiliki lebih banyak sisik berkilau (iridesen) di kepala, bentuk kepala lebih lebar, dan sirip lebih panjang dibandingkan betina.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Pengeram mulut, yang mengerami adalah jantan. Idealnya siapkan akuarium terpisah khusus untuk pemijahan, kecuali ikannya memang sudah dipelihara tersendiri, dengan penataan seperti yang dijelaskan di atas.

Akuarium harus memakai penutup yang serapat mungkin (beberapa breeder memakai plastik wrap supaya tidak ada celah), karena burayak membutuhkan akses ke lapisan udara hangat dan lembap. Tanpa itu, perkembangan organ labirinnya bisa terganggu.

Setelah masa pendekatan yang panjang, telur dan sperma dilepaskan saat 'pelukan' yang khas pada osphronemid, yaitu ketika jantan melingkarkan tubuhnya ke tubuh betina. Kadang perlu beberapa kali 'pelukan kosong' sebelum pemijahan benar-benar dimulai.

Telur yang sudah dibuahi ditangkap di sirip anal jantan, lalu dipungut dengan mulut oleh betina, kemudian disemburkan ke air untuk ditangkap jantan. Setelah semua telur ada di mulut jantan, siklus ini diulang sampai telur betina habis. Prosesnya bisa memakan waktu cukup lama.

Jantan yang sedang mengerami bisa menelan atau mengeluarkan telur sebelum waktunya kalau stres atau belum berpengalaman, jadi sebaiknya betina dan ikan lain dibiarkan tetap di tempat. Masa inkubasinya 7–12 hari; di akhir masa itu jantan mulai melepaskan burayak yang sudah terbentuk sempurna dan bisa berenang bebas. Pada tahap ini burayak bisa dipindahkan atau dibiarkan tumbuh bersama induknya, meskipun kalau dibiarkan sebagian mungkin akan dimangsa.

Burayak sudah cukup besar untuk langsung menerima pakan hidup yang bergerak seperti cacing mikro (microworm) dan naupli artemia, meski perlu dicatat ada laporan anakan Betta mengalami masalah kesehatan bila diberi naupli artemia terlalu banyak. Berikan berbagai jenis pakan dalam jumlah sedikit 2–3 kali sehari untuk laju pertumbuhan yang optimal, dan jangan ganti air terlalu banyak sekaligus; ganti air sedikit-sedikit secara rutin lebih baik daripada ganti air banyak sesekali.1

Sebaran alami

Hidup alami di: Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam1

Sungai, danau, wilayah: Mekong, Phu Quoc1

Apa kata sumber
  • Thailand, Kamboja, Laos, Mekong · Seriously Fish1: “Betta prima is a paternal mouthbrooding labyrinth fish from south-eastern Thailand and the Mekong basin in Cambodia and Laos.”
  • Vietnam, Phu Quoc · Seriously Fish1: “This species has been collected at numerous localities in south-eastern Thailand and from parts of the Mekong basin in Cambodia, Laos, plus the delta region and offshore island of Phú Quốc in southern Vietnam.”

GBIF punya 42 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.

  • Catatan di negara asal
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 42 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Spesies ini sudah dikoleksi dari banyak lokasi di Thailand tenggara dan dari sebagian lembah Mekong di Kamboja dan Laos, ditambah kawasan delta dan Pulau Phú Quốc di lepas pantai Vietnam selatan.

Lokasi tipenya berada dekat kota Chantaburi di pesisir Teluk Thailand. Spesies ini juga tercatat di dekat jalan raya menuju Trat, di Klong Nakon Noi dekat kota Nakon Sritamarat, dan di air terjun Tha Krabak di Provinsi Sa Kaeo.

Di Kamboja, lokasinya antara lain Kirikum, kota pesisir Sihanoukville (dikenal juga sebagai Kampong Som), dan jauh lebih ke pedalaman di provinsi utara Stung Treng, tempat bentangan Sungai Mekong sepanjang 37 km ditetapkan sebagai situs Ramsar pada tahun 1999.1

Habitat alami

Hidup di rawa hutan dan sungai kecil berair jernih. Airnya bisa tenang, mengalir pelan, atau berarus deras, tergantung lokasinya dan pada beberapa tempat juga tergantung waktu dalam setahun.

Di sungai yang mengalir, dasarnya bisa berupa batuan dasar yang terbuka, tumpukan bongkahan batu, batu-batu kecil dengan hamparan serasah daun di bagian yang lebih tenang, serta akar yang terendam di sepanjang tepian. Di habitat seperti ini, B. prima biasanya ditemukan bersembunyi di antara akar pohon di tepian, atau di antara serasah daun dan tanaman air di bagian yang arusnya lebih lambat maupun di kolam-kolam kecil di sekitarnya.

Habitat rawanya umumnya ternaungi dari sinar matahari. Kanopi dahan yang rapat di atasnya membuat sangat sedikit cahaya yang tembus ke permukaan air. Vegetasi di tepian juga cenderung tumbuh lebat.

Airnya biasanya berwarna cokelat gelap karena asam humat dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk. Kandungan mineral terlarutnya biasanya sangat kecil, pH-nya antara 3,0 dan 5,5, dan dasarnya terutama terdiri dari daun-daun gugur, ranting, dan akar pohon yang terendam.1

Catatan

Sebelum dideskripsikan, spesies ini sering salah diidentifikasi sebagai Betta pugnax atau B. taeniata. Spesies ini dimasukkan ke dalam kompleks B. pugnax, yaitu kelompok spesies berkerabat dekat dalam genus ini yang anggotanya memiliki ciri-ciri berikut: kepala relatif besar, 28–40% SL; warna saat hidup biasanya cokelat dengan bintik iridesen hijau atau biru; jantan memiliki sisik berwarna serupa di operkulum (tutup insang), kadang meluas sampai ke perut; anakan dan betina biasanya cokelat dengan dua garis di tengah tubuh dan tanda gelap di pangkal ekor (caudal peduncle); sirip anal pada ikan dewasa runcing dan sering memanjang; sirip ekor berbentuk lanset.

Spesies ini bisa dibedakan dari anggota kelompok B. pugnax lainnya lewat ciri-ciri berikut: garis postorbital kedua di operkulum utuh; tidak ada pita melintang di sirip ekor; 20–22 sisik predorsal; panjang preanal 50,6–54,8% SL. Namun tidak semua ahli menganggapnya anggota kelompok ini; beberapa menempatkannya dalam kompleks B. picta, misalnya Schindler dan Schmidt (2006).

Genus Betta adalah genus dengan jumlah spesies terbanyak dalam famili Osphronemidae, dengan hampir 70 anggota yang diakui, dan tampaknya akan terus bertambah karena spesies baru terus dideskripsikan secara rutin sejak awal abad ini.

Spesies-spesies anggotanya berhasil beradaptasi menghuni beragam relung ekologi, dari parit berair diam sampai sungai perbukitan yang mengalir, termasuk beberapa lingkungan ekstrem seperti hutan rawa gambut yang sangat asam.

Seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, spesies ini memiliki organ pernapasan tambahan yang disebut labirin. Dinamai begitu karena strukturnya yang mirip labirin, organ ini memungkinkan ikan menghirup udara langsung dari atmosfer sampai batas tertentu.

Organ ini terdiri dari sepasang organ suprabranchial yang terbentuk dari pelebaran bagian epibranchial (atas) lengkung insang pertama dan terletak di dalam rongga di atas insang. Di dalamnya terdapat banyak lipatan kulit yang kaya pembuluh darah dan berfungsi sebagai permukaan pernapasan yang luas. Tingkat kerumitan strukturnya berbeda-beda antarspesies, dan cenderung lebih berkembang pada spesies yang hidup di lingkungan yang lebih keras.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Schindler, I. and J. Schmidt (2006). Review of the mouthbrooding Betta (Teleostei, Osphronemidae) from Thailand, with descriptions of two new species. Zeitschrift für Fischkunde 8(1/2), 47-69
  • Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The fighting fishes (Teleostei: Osphronemidae: Genus Betta) of Singapore, Malaysia and Brunei. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 43-99
  • Kottelat, M. (1994). Diagnoses of two new species of fighting fishes from Thailand and Cambodia (Teleostei: Belontiidae). Ichthyological Exploration of Freshwaters 5(4), 297-304
  • Witte, K.-E. and J. Schmidt (1992). Betta brownorum, a new species of anabantoids (Teleostei: Belontiidae) from northwestern Borneo, with a key to the genus. Ichthyological Exploration of Freshwaters 2(4), 305-3301