Cobitidae, Malaysia
Forktail Loach
Lepidocephalichthys furcatus
Nama lain: Forked-tail Loach
- Suhu
- 23–26°C
- pH
- 5,5–7,5
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 23–26°C
- pH
- 5,5–7,5
- Kesadahan (dGH)
- 1–10
- Ukuran
- 5 cm
- Akuarium minimum
- 45 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahakuarium mulai 45 cm, ikan sepanjang 5 cm
- AirMudahpH 5,5–7,5, 1–10 dGH
- SuhuSedangrentang suhu sempit · 23–26°C
- PerilakuMudahdamai
- KelompokMudahkelompok mulai 4 ekor
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-30.
Layak dibeli?
- Butuh tutup akuarium yang rapat karena spesies ini dikenal suka melompat. Pastikan ikan yang kecil tidak bisa masuk ke lubang hisap filter, dan tutup akuarium dengan baik karena sebagian besar loach memang sesekali melompat, terutama saat baru dimasukkan.
- Butuh substrat pasir yang lembut. Tidak sulit dipelihara, tetapi harus diberi substrat pasir yang lembut karena sebagian waktunya dihabiskan dengan membenamkan diri sepenuhnya, atau hanya dengan mata yang menyembul.
Lepidocephalichthys furcatus adalah loach kecil dari famili Cobitidae yang berasal dari Semenanjung Malaysia, Thailand selatan, dan Sumatera Utara, Indonesia. Ikan ini jarang diperdagangkan, sesekali muncul sebagai ikan ikutan dalam kiriman spesies lain. Paling mudah dibedakan dari kerabat satu genusnya lewat lamina circularis yang menonjol dan kira-kira berbentuk setengah lingkaran pada ikan jantan, ciri yang unik di dalam genusnya, serta sirip ekornya yang bercabang.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar: 50 mm SL. Alas akuarium: 45 × 30 cm, volume sekitar 41 liter. Dibutuhkan ukuran alas 45 × 30 cm atau lebih.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Tidak sulit dipelihara, tetapi harus diberi substrat pasir yang lembut karena sebagian waktunya dihabiskan dengan membenamkan diri sepenuhnya, atau hanya dengan mata yang menyembul. Bila memakai kerikil yang lebih kasar, ikan bisa stres atau melukai diri saat mencoba menggali, dan perilaku makannya bisa terganggu.
Dekorasi lain bisa berupa batu yang halus terkikis air, ranting kayu (driftwood), dan akar pohon yang disusun sehingga ada banyak tempat bersembunyi dan area teduh. Pasang semua ini sebelum substrat dimasukkan supaya tidak roboh akibat aktivitas menggali.
Pencahayaan bisa cukup redup kecuali jika ingin menanam tanaman air, dan beberapa genggam serasah daun akan melengkapi kesan alaminya.
Karena spesies ini berasal dari perairan yang arusnya lambat, sebaiknya hindari arus yang kencang, meski oksigenasi dalam kadar tertentu tetap dianjurkan.
Pastikan ikan yang kecil tidak bisa masuk ke lubang hisap filter, dan tutup akuarium dengan baik karena sebagian besar loach memang sesekali melompat, terutama saat baru dimasukkan.1

Diberi pakan apa?
Pada dasarnya ikan ini pemangsa hewan renik, biasanya menyaring substrat yang diambil sesuap demi sesuap lewat insang untuk mendapatkan larva serangga, krustasea kecil, dan sejenisnya.
Di akuarium ikan ini mau menerima pakan kering yang tenggelam, tetapi sebaiknya juga rutin diberi pakan hidup dan beku berukuran kecil seperti kutu air, artemia, cacing darah, dan sebagainya.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Lepidocephalichthys spp. bersifat damai, baik terhadap sesamanya maupun terhadap ikan lain, dan tidak ada laporan bahwa mereka mengganggu teman satu akuarium, meski mereka mungkin memangsa telur atau burayak.
Mereka paling baik dipelihara bersama sesama jenisnya dan idealnya dalam kelompok 4 ekor atau lebih.
L. furcatus seharusnya cocok dipelihara bersama ikan dari lingkungan serupa yang menghuni bagian atas kolom air, seperti Trichopodus, Trichogaster, Trichopsis, atau beberapa spesies Danio.
Kehadiran ikan-ikan tersebut juga semestinya membuatnya tidak terlalu pemalu, karena di alam tidak adanya ikan di bagian atas kolom air sering menjadi tanda datangnya bahaya.
Loach penghuni pasir dari famili Botiidae, Cobitidae, dan Nemacheilidae juga cocok, tetapi riset yang matang mutlak diperlukan karena sebagian di antaranya bisa sangat teritorial atau agresif dengan cara lain.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
- Kelompok minimal
- 4 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Pada jantan dewasa, sirip dadanya membesar dengan jari-jari paling dalam (ke-7 dan ke-8) yang menyatu dan menebal, membentuk struktur yang disebut lamina circularis.
Bentuk struktur ini umumnya berbeda-beda tergantung spesies, dan juga ada pada beberapa genus Cobitidae lain meski dibentuk oleh jari-jari yang berbeda.
Betina dewasa biasanya bertubuh lebih berisi dan sedikit lebih besar daripada jantan.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Di alam kemungkinan memijah secara musiman, tetapi sejauh diketahui belum pernah berhasil dipijahkan di akuarium.1

Di mana habitat aslinya?
Dideskripsikan dari Bukit Merah, sebuah danau buatan yang besar di negara bagian Perak, barat laut Semenanjung Malaysia, dan sejak itu tercatat di seluruh negara tersebut serta di Provinsi Narathiwat dan Yala, Thailand selatan, dan Provinsi Sumatera Utara, Sumatra, Indonesia.
Selama beberapa tahun ikan ini juga dianggap ada di sistem Sungai Chao Phraya dan Mekong di Thailand dan Laos, tetapi tampaknya spesimen yang menjadi dasar catatan tersebut kondisinya buruk dan identitasnya diragukan (Havird and Page, 2010).1
Habitat alami
Paling sering ditemukan di bagian sungai kecil yang dangkal dan berarus lambat, atau di habitat yang tenang seperti rawa, danau tapal kuda, perairan mati (backwater), dan sawah.
Habitat ini sering kali bervegetasi lebat atau dipenuhi akar, ranting, dan serasah daun yang terendam, dengan substrat berupa lumpur lembut atau endapan lanau.
Kejernihan dan kedalaman air berubah mengikuti musim di sebagian besar wilayah sebarannya, dan pada waktu-waktu tertentu dalam setahun ikan ini kemungkinan masuk ke area yang tergenang sementara. Sebaliknya, pada musim kemarau sebagian habitat bisa menjadi air tergenang dengan ledakan alga makrofit yang berujung pada hipoksia (kekurangan oksigen).
Dalam kondisi seperti itu, anggota genus ini mampu memakai usus sebagai organ pernapasan tambahan dan pernah teramati melesat ke permukaan untuk menghirup udara, bahkan ada yang tercatat bertahan melewati musim kering di dalam pasir atau lumpur yang lembap.1
Catatan
Spesies ini jarang diperdagangkan, tetapi sesekali tersedia sebagai ikan ikutan dalam kiriman spesies lain.
Ikan ini paling mudah dibedakan dari kerabat satu genusnya lewat lamina circularis pada jantan yang menonjol, mengarah ke atas, dan kira-kira berbentuk setengah lingkaran, ciri yang unik di dalam genusnya.
Ciri pembeda lainnya berupa kombinasi dari: sirip ekor bercabang; ukuran dewasa yang relatif kecil; tanda gelap berbentuk < di pangkal sirip ekor; serta bintik hitam di pangkal jari-jari bercabang ke-3 sampai ke-5 pada sirip ekor.
Famili Cobitidae, yang sering disebut sebagai loach 'sejati', tersebar luas di sebagian besar Eurasia, dengan anak benua India, Asia Tenggara, dan Tiongkok sebagai pusat keragaman spesies utamanya.
Analisis filogenetik oleh Tang et al. (2006), Šlechtová et al. (2007), dan Šlechtová et al. (2008) menunjukkan bahwa kelompok ini merupakan garis keturunan genetik yang terpisah dari famili Botiidae (sebelumnya keduanya digabung di bawah Cobitidae sebagai subfamili Cobitinae dan Botiinae).
Dalam studi terbaru, Lepidocephalichthys ternyata tidak berkerabat sedekat yang dulu diduga dengan Pangio, Lepidocephalus, atau Kottelatlimia, meski sayangnya para penulisnya tidak sampai mengajukan teori alternatif.
Semua anggota Cobitidae memiliki duri tajam yang bisa digerakkan di bawah mata, yang biasanya tersembunyi dalam kantong kulit tetapi ditegakkan saat ikan stres, misalnya ketika diangkat dari air. Karena itu perlu berhati-hati, sebab duri ini bisa tersangkut di jaring akuarium dan pada spesies yang lebih besar bahkan bisa melukai kulit manusia.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Arunkumar, L. (2000). Loaches of the genus Lepidocephalicthys (Lepidocephalichthys) from Manipur, with description of a new species. Journal of Fish Biology 57(5), 1093-1104
- Havird, J. C. and L. M. Page (2010). A revision of Lepidocephalichthys (Teleostei: Cobitidae) with descriptions of two new species from Thailand, Laos, Vietnam, and Myanmar. Copeia 2010(1), 137-159
- Mittal, S., P. Mittal and A.K. Mittal (2004). Operculum of peppered loach, Lepidocephalichthys guntea (Hamilton, 1822) (Cobitidae, Cypriniformes): a scanning electron microscopic and histochemical investigation. Belgian Journal of Zoology 134(1), 9-15
- Moitra, A., O. N. Singh and J. S. D. Munshi (1989). Microanatomy and cytochemistry of the gastro-respiratory tract of an air-breathing cobitidid fish, Lepidocephalichthys guntea. Japanese Journal of Icthyology 36(2), 227-231
- Tang, Q., H. Liu, R. Mayden and B. Xiong (2006). Comparison of evolutionary rates in the mitochondrial DNA cytochrome b gene and control region and their implications for phylogeny of the Cobitoidea (Teleostei: Cypriniformes). Molecular Phylogenetics and Evolution 39(2), 347-357
- Šlechtová, V., J. Bohlen and H. H. Tan (2007). Families of Cobitoidea (Teleostei; Cypriniformes) as revealed from nuclear genetic data and the position of the mysterious genera Barbucca, Psilorhynchus, Serpenticobitis and Vaillantella. Molecular Phylogenetics and Evolution 44(3), 1358-1365
- Kottelat, M. and K. K. P. Lim (1992). A synopsis of the Malayan species of Lepidocephalichthys, with descriptions of two new species (Teleostei: Cobitidae). Raffles Bulletin of Zoology 40(2), 201-220
- Šlechtová, V., J. Bohlen and A. Perdices (2008). Molecular phylogeny of the freshwater fish family Cobitidae (Cypriniformes: Teleostei): delimitation of genera, mitochondrial introgression and evolution of sexual dimorphism. Molecular Phylogenetics and Evolution 47(2), 812-831
- Kottelat, M. (2012). Conspectus cobitidum: an inventory of the loaches of the world (Teleostei: Cypriniformes: Cobitoidei). Raffles Bulletin of Zoology Supplement 26, 1-199
- de Beaufort, L. F. (1933). On some new or rare species of Ostariophysi from the Malay Peninsula and a new species of Betta from Borneo. Bulletin of the Raffles Museum No. 8, 31-36
- Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibliography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-6631
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Forktail Loach? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.