Neritidae, Jepang
Keong Batman
Neripteron auriculatum
Nama lain: Siput Batman, Batman snail, Ear snail, Keong telinga
- Suhu
- 22–26°C
- pH
- 7–8
- Akuarium minimum
- belum ada
- Tingkat kesulitan
- Mudah
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 22–26°C
- pH
- 7–8
- Kesadahan (dGH)
- 12–30
- Ukuran
- 2 cm
- Umur hidup
- 3 tahun
- Tingkat kesulitan
Mudah 2/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahikan sepanjang 2 cm
- AirMudahpH 7–8, 12–30 dGH
- SuhuMudah22–26°C
- PerilakuMudahdamai
Tingkat kesulitan 2/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Aquarium Breeder
- pH
- Aquarium Breeder
- Kesadahan (dGH)
- Aquarium Breeder
- Ukuran
- Aquarium Breeder
- Umur hidup
- Aquarium Breeder
- Tingkat kesulitan
- Aquarium Breeder
Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Breeder. Diperbarui 2026-11-01.
Info singkat
- Nama: Batman snail (disebut juga Ear snail)
- Nama ilmiah: Neritina auriculata
- Jenis air: air tawar/payau
- Ukuran akuarium minimal: 20 liter
- Pemijahan: sulit
- Ukuran: panjang 2 cm
- KH: 6–16
- Nitrat: kurang dari 40 ppm
- Pakan: pemakan alga/detritivor
- Sifat: damai
- Warna: kecokelatan sampai hijau zaitun
Neritina auriculata termasuk jarang ditemukan di pasar hewan peliharaan AS dan Eropa. Informasi tentang keong ini masih sedikit dan mengandung beberapa ketidakakuratan serta salah kaprah. Keong ini mudah dirawat dan menjadi pembersih yang baik untuk akuarium kecil karena gemar makan alga.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Karena ukurannya yang relatif kecil, akuarium 20 liter sudah cocok untuk sekelompok kecil keong Batman. Namun, akuarium kecil punya beberapa potensi masalah:
- Parameter air bisa sulit dijaga tetap stabil.
- Keong bisa kesulitan menemukan cukup makanan sehingga timbul masalah pakan.
Keong Batman suka memanjat, jadi gunakan tutup akuarium dan/atau turunkan ketinggian air.1
Kondisi air seperti apa?
Walaupun Neritina auriculata pada dasarnya spesies air tawar, di alam keong ini juga ditemukan di area muara tempat air tawar dan air laut bercampur. Ini tidak berarti mereka bisa ditaruh di air jenis apa saja. Dalam percobaan, keong yang diambil dari habitat air tawar dan ditempatkan di air tawar memiliki tingkat kelangsungan hidup 100% setelah 168 jam, tetapi hanya 60,9–65% yang bertahan di air laut dalam periode yang sama. Keong yang diambil dari habitat air laut memiliki tingkat kelangsungan hidup 100% di air laut dan 69% di air tawar setelah 168 jam.
Keong yang diambil dari habitat alaminya (baik air tawar maupun air laut) memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih rendah saat ditempatkan di jenis air yang berbeda. Karena itu, mereka membutuhkan masa adaptasi yang panjang agar bisa dipelihara jangka panjang di kondisi yang berbeda. Neritina auriculata yang diambil dari air laut juga berukuran lebih kecil.1
Bagaimana cara merawatnya?
Keong Batman tidak merepotkan dan mudah dirawat. Mereka butuh akuarium yang sudah matang dengan parameter air yang stabil, jadi masukkan hanya ke akuarium yang siklus nitrogennya sudah selesai. Kadar amonia dan nitrat yang tinggi dapat membahayakan kesehatannya.
Keong ini aman untuk akuarium tanaman air. Meski terutama memakan alga dan sisa tanaman yang membusuk, biasanya mereka tidak memakan tanaman hidup yang sehat, tetapi mungkin menggerogoti daun yang sedang mati.
Kalsium dibutuhkan untuk berbagai proses hidup yang penting pada keong, yang paling jelas adalah pembentukan cangkang.1
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Substrat: keong Batman bisa dipelihara di substrat apa pun, tetapi kerikil halus (tidak tajam) dianjurkan. Mereka tidak menggali, jadi substrat soil atau pasir tidak diperlukan. Lingkungan alaminya terdiri dari batu kecil, kerikil, dan bongkahan batu, dan alga lebih mudah tumbuh di kerikil.
Filter: tidak ada kebutuhan khusus, asalkan filter sesuai dengan ukuran akuarium.
Dekorasi: dekorasi menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan; makin banyak dekorasi, makin luas permukaan untuk tumbuhnya alga, biofilm, dan sebagainya. Keong Batman menempel di batu, kayu, dan benda lain yang terendam, jadi mereka menyukai segala jenis daun, batu, kayu apung (driftwood), pipa PVC, dan sebagainya.
Cara menumbuhkan alga dengan aman
- Gunakan wadah transparan (botol besar, akuarium cadangan, dan sebagainya).
- Isi dengan air buangan saat ganti air.
- Masukkan banyak batu kecil yang bersih dan aman untuk akuarium, seperti pecahan marmer dan media filter keramik.
- Letakkan di bawah pencahayaan paling kuat yang tersedia, idealnya 24 jam nonstop.
- Gunakan pupuk tanaman apa saja.
- Batu aerasi (airstone) juga mempercepat pertumbuhan alga.
- Setelah batu-batu berwarna hijau, ambil beberapa dan masukkan ke akuarium sebagai makanan keong.
- Kembalikan batu ke wadah setelah bersih.1
Diberi pakan apa?
Keong ini herbivor dan terutama memakan alga. Di akuarium mereka merumput berbagai alga yang tumbuh di dalamnya, termasuk diatom (alga cokelat), alga bintik hijau (green spot algae), green dust algae, biofilm, dan sebagainya. Seperti kebanyakan pemakan sisa, mereka juga memakan sisa tanaman yang membusuk dan kotoran organik.
Mereka juga suka sayuran yang sudah direbus sebentar (blansir) dan algae wafer. Karena ukurannya yang kecil, sebaiknya wafer dihancurkan sampai jadi bubuk lalu ditaburkan di seluruh akuarium.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Keong Batman terutama aktif di malam hari dan sering menghabiskan siang hari dengan bersembunyi dan beristirahat.
Mereka memanjat berbagai permukaan dan menjelajahi sekitarnya, termasuk tanaman, batu, dan kayu apung.
Mereka damai dan sibuk merumput serta menjelajah. Seperti kebanyakan keong, mereka hidup soliter dan tidak aktif mencari keong lain, tetapi bisa hidup damai bersama penghuni akuarium lain yang cocok. Mereka bukan penggali; mungkin saja mereka tanpa sengaja mengacak substrat yang gembur.
- Sosial: Tidak
- Aktif: Malam hari
- Damai: Ya
- Penggali: Tidak
Keong Batman tidak berbahaya dan cocok untuk akuarium komunitas yang damai, asalkan teman setangkinya punya kebutuhan air yang mirip dan tidak melukai atau mengganggu keong.
- Ikan: ikan yang tenang dan damai seperti pygmy Cory, clown killifish, least killifish, guppy, peacock gudgeon, harlequin rasbora, Otocinclus, dan sebagainya.
- Udang hias kecil: udang yang menyukai air sedikit basa adalah pilihan terbaik, misalnya vampire shrimp, bamboo shrimp, udang Amano, ghost shrimp, cherry shrimp, blue tiger shrimp, snowball shrimp, Caridina cf. babaulti, blue velvet shrimp, Malawa shrimp, dan sebagainya.
- Keong: keong air tawar apa pun, kecuali keong assassin (assassin snail), yang dengan mudah menaklukkan dan memakan keong Batman.
Hindari: semua jenis lobster air tawar (bahkan lobster cebol Meksiko/dwarf Mexican crayfish), kebanyakan kepiting air tawar, dan beberapa udang predator seperti genus Macrobrachium (misalnya red claw shrimp, whisker shrimp), yang semuanya bisa sangat agresif terhadap keong. Katak African dwarf frog bukan teman setangki yang baik untuk keong Batman yang kecil, karena mungkin mencoba menelannya.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Neritina auriculata hampir mustahil dipijahkan di akuarium; semua keong yang dijual merupakan tangkapan alam. Sangat sedikit yang diketahui tentang kebutuhan siklus hidupnya. Menurut literatur ilmiah:
- Keong Batman bukan hermafrodit.
- Betina dibuahi secara internal.
- Betina meletakkan telur di permukaan keras (seperti batu, bahkan cangkang keong lain).
- Telur diletakkan dalam kapsul pelindung, masing-masing berisi banyak telur.
- Neritina auriculata memiliki siklus hidup diadromus (itulah sebabnya keong ini tidak pernah ditemukan di perairan tergenang). Setelah menetas, larva tidak bisa berkembang di akuarium air tawar dan harus dipindahkan ke air payau. Larva bermigrasi ke hilir menuju laut untuk menyelesaikan perkembangan larvanya.1
Di mana habitat aslinya?
Neritina auriculata tersebar luas di kawasan Indo-Pasifik hingga Afrika bagian timur. Sebarannya meliputi: Jepang (Pulau Ishigaki), Filipina (Pulau Negros), Indonesia, Kaledonia Baru, Mauritius, Polinesia Prancis, Madagaskar, Sri Lanka, Maluku, New Ireland, Australia, Benin (Porto Novo), Kepulauan Nikobar, Kepulauan Andaman, Papua (New Guinea), Kepulauan Solomon, Vanuatu, Fiji, Samoa, New Hebrides, Selornon, Tahiti, Hawaii, Singapura, Guam, Palau, dan Yap.1
Habitat alami
Di alam, Neritina auriculata biasanya ditemukan di sungai kecil berair tawar dan muara sungai (perairan payau), umumnya di area dengan vegetasi lebat dan permukaan yang ditumbuhi alga (seperti batu).
Sebarannya yang terbatas disebabkan oleh toleransinya terhadap salinitas dan responsnya terhadap tekanan hidraulik (arus).
Karena keong Batman hanya ditemukan di sungai kecil dan sungai, tampaknya mereka lebih menyukai air mengalir, tetapi tidak suka arus yang sangat deras. Di Sungai Uufau, jumlah Neritina auriculata turun dari 114 individu pada kecepatan arus 0–2 m/s menjadi 6 individu pada kecepatan di atas 6 m/s.1
Catatan
Deskripsi: keong dewasa biasanya tumbuh hingga panjang 2 cm, lebar 1,6 cm, dan tinggi 0,7 cm.
- Bentuk: cangkang setengah bulat dengan dasar datar, dengan 1–1½ ulir; garis pertumbuhan membentuk pola setengah lingkaran. Bukaan yang lebar memiliki dua "sayap" atau "aurikel" di sisi atas dan bawah, karena itulah dinamai "keong Batman".
- Apertur (mulut cangkang): besar dan berbentuk bulan sabit.
- Operkulum: berbentuk setengah bulan.
- Warna: cangkang biasanya kecokelatan sampai hijau zaitun dengan corak besar berwarna oranye sampai cokelat. Apertur berwarna putih kekuningan dan hitam kebiruan di sekitar bibir dan area kolumela. Operkulum memiliki tepi bertanduk kemerahan. Kakinya relatif besar dan oval, biasanya cokelat tua.
Menurut sebuah penelitian, cangkang dari Singapura tidak memiliki "sayap" besar yang memanjang seperti yang terlihat pada beberapa spesimen dari Indonesia dan Semenanjung Malaysia.
Umur: ekologi spesies ini masih kurang diteliti dan belum ada data umur maksimal di alam. Di akuarium mereka bisa hidup setidaknya 2–3 tahun jika dirawat dengan baik.
Etimologi: "Neritina" berasal dari bahasa Yunani "Nerites", sejenis siput laut; nama ini juga dipakai untuk keong air tawar yang berkerabat dekat dengan nerite laut. Dalam mitologi Yunani, Nerites adalah putra Nereus dan Doris yang menolak rayuan Aphrodite lalu diubah menjadi cangkang. "Auriculata" berasal dari bahasa Latin "auricula", yang berarti berbentuk telinga, merujuk pada cangkangnya.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Aquarium Breeder aquariumbreeder.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Haynes, Alison. “Notes on the stream neritids (Gastropoda; Prosobranchia) of Oceania.” Micronesica21 (1988): 93-102.
- Liu, H-T. Tina, and V. H. Resh. “Abundance and microdistribution of freshwater gastropods in three streams of Moorea, French Polynesia.” In Annales de Limnologie-International Journal of Limnology, vol. 33, no. 4, pp. 235-244. EDP Sciences, 1997.
- POINTIER, Jean Pierre, and Gerard MARQUET. “Taxonomy and distribution of freshwater mollusks of French Polynesia.” Venus (Japanese Journal of Malacology)49, no. 3 (1990): 215-231.
- Tan, Siong Kiat, and Reuben Clements. “Taxonomy and distribution of the Neritidae (Mollusca: Gastropoda) in Singapore.” Zoological studies47, no. 4 (2008): 481-494.
- Takada, Yoshitake. “Seasonal growth fluctuations of four species of neritid gastropods in an upper mangrove estuary, Ishigaki Island, Japan.” Pacific Science70, no. 4 (2016): 463-476.
- Rao, NV Subba, A. K. Das, and S. C. Mitra. “On freshwater molluscs of Andaman and Nicobar islands.” Records of the Zoological Survey of India77, no. 1-4 (1979): 215-245.
- Kerr, Alexander M. “Annotated checklist of the aquatic snails of the Mariana Islands, Micronesia.” University of Guam Marine Laboratory Technical Report147 (2013): 26p.
- DUGAN, JESSICA A. “DIADROMOUS NERITID GASTROPODS: EXAMINING HOW WATER VELOCITY, DISTANCE FROM OCEAN, AND LOCATION ON SUBSTRATE SHAPE STREAM COMMUNITIES.”
- Capdevielle, Jillian. “Neritid Gastropods Adapted to Different pH Environments: Spatial, temporal, and abiotic factors affecting life history traits of marine and freshwater snails.” (2013).
- Starmuhlner, F. “Results of the Austrian-Ceylonese hydrobiological mission 1970 of the 1st Zoological Institute University of Vienna (Austria) and the Department of Zoology of the University of Ceylon, Vidyalankara Campus, Kelaniya (Sri Lanka). Pt 17. The freshwater gastropods of Ceylon.” (1974).1
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Keong Batman? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.