Lymnaeidae, Indonesia
Keong telinga
Radix rubiginosa
Nama lain: Siput telinga, Ear snail, Pokemon snail, Keong Lymnaea
- Suhu
- 18–30°C
- pH
- 7–8
- Akuarium minimum
- belum ada
- Tingkat kesulitan
- Mudah
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 18–30°C
- pH
- 7–8
- Kesadahan (dGH)
- 8–30
- Ukuran
- 2,5 cm
- Umur hidup
- 1 tahun
- Tingkat kesulitan
Mudah 1/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangMudahikan sepanjang 2,5 cm
- AirMudahpH 7–8, 8–30 dGH
- SuhuMudah18–30°C
- PerilakuMudahdamai
Tingkat kesulitan 1/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Aquarium Breeder
- pH
- Aquarium Breeder
- Kesadahan (dGH)
- Aquarium Breeder
- Ukuran
- Aquarium Breeder
- Umur hidup
- Aquarium Breeder
- Tingkat kesulitan
- Aquarium Breeder
Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Breeder. Diperbarui 2026-10-31.
Butuh akuarium seberapa besar?
Ukuran akuarium tidak jadi masalah untuk keong ini. Pada dasarnya keong ini bisa hidup di akuarium nano apa pun.1
Kondisi air seperti apa?
Suhu: spesies ini tahan terhadap penurunan suhu bertahap hingga 10 °C, tetapi aktivitasnya jelas menurun. Kisaran idealnya 18–30 °C.
pH: keong ini ditemukan di perairan basa maupun asam, tetapi pH optimalnya 7,0–8,0. Jika pH bertahan di bawah 6,0 selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, pembentukan cangkang bisa terganggu karena penyerapan kalsium menjadi sulit.
Kesadahan: keong ini lebih menyukai air sadah, KH > 4 dan GH > 8.1
Peralatan apa yang dibutuhkan?
Filter: tidak ada kebutuhan khusus. Untuk membiakkannya sebagai pakan hidup dan memperbanyak jumlahnya, bisa dipakai filter spons sederhana.
Pencahayaan: tidak ada kebutuhan khusus; sesuaikan dengan tanaman (dan/atau alga).
Substrat: substrat apa pun bisa dipakai, tetapi kerikil halus lebih disarankan karena alga lebih mudah tumbuh di atasnya dan keong ini biasanya tidak menggali.1
Diberi pakan apa?
Keong ini omnivora dan pemakan sisa yang hebat. Di akuarium, keong ini terutama memakan biofilm dan alga, termasuk diatom, green spot algae, dan green dust algae. Keong ini juga mau makan sayuran yang sudah direbus sebentar (blansir), seperti wortel, bayam, mentimun, dan zukini.
Keong ini aman untuk akuarium tanaman: makanannya alga dan sisa tanaman yang membusuk, dan biasanya tidak memakan tanaman air hidup yang sehat.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Keong ini nokturnal dan sering bersembunyi serta beristirahat pada siang hari. Sifatnya damai, tidak agresif, soliter, dan sangat pemalu, serta lebih menyukai air yang tenang dan teman satu akuarium yang damai.
Keong ini tidak menggali dan bisa mengapung dengan mengisi rongganya dengan udara. Keong ini suka memanjat tanaman, batu, dan kayu apung, jadi berhati-hatilah jika permukaan air sangat tinggi.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Keong ini hermafrodit dan berpotensi membuahi dirinya sendiri, meskipun perkawinan silang lebih umum terjadi.
- Keong ini dewasa pada umur sekitar 2 bulan.
- Telur diletakkan dalam kapsul transparan berisi 10–20 telur; kapsul terbesar berisi 134 telur.
- Masa inkubasi 12 hari pada suhu 10 °C, 8 hari pada 25 °C, dan 6 hari pada 30 °C; tingkat keberhasilan menetas paling tinggi pada 25 °C.
- Kesuburan mencapai puncaknya pada umur 10 minggu (128 telur per keong).
- Anakan menetas sebagai keong muda yang sudah bisa merayap.1
Di mana habitat aslinya?
Radix rubiginosa berasal dari Indonesia, Vietnam, dan Indocina. Namun, spesies ini terbukti sangat invasif karena toleransinya yang luas terhadap kondisi lingkungan. Melalui perdagangan hewan peliharaan dan akuarium, terutama tanaman air, sebarannya perlahan meluas dan menggeser fauna lokal.
Spesies ini bisa ditemukan di Taiwan, Tiongkok, Jepang, Australia, Rusia (Danau Baikal), Amerika Serikat, dan Afrika Selatan. Di Britania Raya, Irlandia, dan Israel, spesies ini juga tercatat sebagai spesies asing "rumah kaca" (hothouse).1
Habitat alami
Keong telinga menghuni beragam habitat air tawar, seperti danau, kolam, rawa, sawah, kanal kecil, dan parit. Umumnya keong ini lebih menyukai air yang tenang atau berarus lambat.1
Catatan
Keong ini merupakan pakan yang sangat baik untuk keong assassin, lobster air tawar, loach, ikan buntal, dan oscar, serta tumbuh subur di akuarium komunitas mana pun.
Jangan mengambil keong ini dari alam: keong famili Lymnaeidae bisa menjadi inang perantara trematoda (Fasciola spp.) dan nematoda (Angiostrongylus malaysiensis) yang menginfeksi manusia atau ternak.
Begitu sudah berkembang di akuarium, keong ini sulit dibasmi karena tangguh dan cepat berkembang biak.1
Sumber
1 sumber
- Aquarium Breeder aquariumbreeder.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Keong telinga? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.