Cyprinidae, Laos
Spotted Hampala Barb
Hampala dispar
Nama lain: Hampala bintik, Spotted hampala
- Suhu
- 20–25°C
- pH
- 6–8
- Akuarium minimum
- 240 cm
- Tingkat kesulitan
- Sulit
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 20–25°C
- pH
- 6–8
- Kesadahan (dGH)
- 2–20
- Ukuran
- 35 cm
- Akuarium minimum
- 240 cm
- Tingkat kesulitan
Sulit 6/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 240 cm, ikan sepanjang 35 cm
- AirMudahpH 6–8, 2–20 dGH
- SuhuSedangair sejuk · 20–25°C
- PerilakuSulitpredator
- KelompokMudahkelompok mulai 5 ekor
Tingkat kesulitan 6/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-30.
Info singkat
- Butuh arus kuat, dengan filter yang memutar air akuarium 8–12 kali per jam
- Butuh akuarium dengan panjang minimal 2 m
- Pemijahan: Belum tercatat.1
Layak dibeli?
Wajib pakai tutup yang rapat karena spesies ini dikenal suka melompat. Pastikan akuarium diberi tutup yang berat dan rapat, karena cyprinid berukuran besar kadang bisa cukup mudah kaget dan biasanya punya lompatan yang kuat.
Spotted hampala barb, Hampala dispar, adalah cyprinid endemik lembah Sungai Mekong di Laos utara, Thailand, dan Kamboja. Ikan ini butuh ruang yang luas, tetapi dengan ukuran hingga 35 cm SL, ia lebih cocok untuk akuarium dibandingkan H. macrolepidota yang lebih besar dan lebih sering diperdagangkan. Ikan ini punya satu bercak gelap di badan dan garis tepi pada cuping sirip ekor yang kurang tegas, walaupun anakan kedua spesies bisa terlihat sangat mirip.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar: 35 cm SL
Alas akuarium: 240 × 60 cm
Volume: ~864 liter
Spesies aktif yang hidup di kolom air terbuka (pelagis), sehingga untuk pemeliharaan jangka panjang butuh akuarium dengan ukuran alas 240 × 60 cm atau lebih.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Pilihan dekorasi tidak sepenting kualitas air dan luasnya ruang renang terbuka. Namun, jika memungkinkan untuk menyediakan dan menata akuarium yang cukup besar, untuk spesies ini disarankan setup yang meniru sungai berarus, dengan substrat batu dan kerikil berbagai ukuran, beberapa batu besar yang terkikis air, dan mungkin beberapa cabang kayu apung (driftwood).
Seperti banyak ikan yang hidup alami di perairan mengalir, ikan ini tidak tahan terhadap penumpukan limbah organik dan butuh air yang selalu sangat bersih agar bisa tumbuh baik. Ikan ini juga paling baik jika kadar oksigen terlarut tinggi dan pergerakan air di akuarium cukup kuat, jadi sebaiknya gunakan filter eksternal, powerhead, dan sejenisnya untuk mendapatkan kondisi tersebut.
Pastikan akuarium diberi tutup yang berat dan rapat, karena cyprinid berukuran besar kadang bisa cukup mudah kaget dan biasanya punya lompatan yang kuat.1
Diberi pakan apa?
Ikan predator dengan mulut yang lebar. Analisis isi lambung spesimen liar dari Kamboja menunjukkan bahwa makanan utamanya adalah kepiting, udang, dan serangga, ditambah sebagian ikan kecil. Di akuarium, ikan ini mau menerima pakan kering, tetapi jangan hanya diberi pakan itu saja; pemberian pakan hidup dan beku setiap hari adalah kunci agar kesehatannya tetap prima.
Ikan yang masih kecil bisa diberi cacing darah, cacing tanah kecil, udang cincang, dan sejenisnya, sedangkan ikan dewasa mau memakan udang utuh, cacing tanah yang lebih besar, kerang, ikan teri (whitebait), dan sebagainya. Hati-hati jangan memberi pakan berlebihan karena ikan ini akan makan sebanyak-banyaknya jika ada kesempatan.
Jangan memberi daging mamalia/unggas seperti jantung sapi atau ayam dalam jumlah banyak. Sebagian lemak dalam daging ini tidak bisa dicerna dengan baik oleh ikan dan dapat menyebabkan penumpukan lemak berlebih bahkan kerusakan organ. Demikian juga, tidak ada manfaatnya memakai ikan 'pakan' seperti ikan livebearer atau ikan mas koki kecil, yang membawa risiko seperti masuknya parasit atau penyakit.
Hampala spp. adalah pemakan yang rakus, terutama bila dipelihara dalam kelompok. Sebagian aquarist mengamati bahwa individu 'alfa' dalam kelompok akan memimpin yang lain dalam perilaku seperti kawanan pemburu, dan laporan para pemancing menyebutkan permukaan air benar-benar seperti mendidih saat sekelompok ikan ini sedang makan. Karena begitu bersemangat menyambar pakan, ikan ini kadang disarankan sebagai teman satu akuarium yang berguna bagi ikan yang pilih-pilih makanan atau ikan baru yang tidak mau makan.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Menangkap mangsanya dengan cara mengisap, bukan menggigit secara agresif, dan selain itu damai terhadap ikan apa pun yang tidak bisa ditelannya. Namun, kecepatan gerak dan kebiasaan makannya menunjukkan bahwa teman satu akuarium yang lamban atau pemalu kemungkinan besar akan kalah bersaing. Ikan yang masih kecil mudah dipelihara bersama spesies lain, tetapi seiring bertambah besar, ikan ini makin kuat dan mendominasi saat ada pakan, sehingga teman satu akuarium harus dipilih dengan hati-hati.
Cyprinid, characid, catfish, dan botiid loach berukuran besar yang ukurannya serupa mungkin merupakan pilihan terbaik. Komunitas besar bertema Mekong bisa menjadi proyek yang menarik, dengan pilihan antara lain spesies Barbonymus, Cyclocheilichthys, Osteochilus, dan Hypsibarbus wetmorei, serta banyak lainnya.
Meskipun pada dasarnya suka berkelompok, ini adalah spesies shoaling (berkumpul longgar), bukan schooling (berenang serempak), yang membentuk hierarki yang jelas, sehingga sebaiknya selalu dipelihara dalam kelompok berisi lima ekor atau lebih. Jika hanya ada dua atau tiga ekor, ikan yang kalah dominan bisa mendapat tekanan berlebihan, sedangkan ikan yang dipelihara sendirian cenderung bersikap agak gugup.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Predator
- Kelompok minimal
- 5 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Betina yang sudah matang kelamin kemungkinan berbadan lebih tebal daripada jantan.1
Di mana habitat aslinya?
Dianggap endemik di bagian lembah Sungai Mekong yang mengalir melalui Laos utara sebelum menjadi perbatasan dengan Thailand dan akhirnya masuk ke Kamboja tepat di bawah air terjun Khone Pha Pheng. Dengan demikian, sebarannya tumpang tindih dengan kerabat satu genusnya yang tersebar luas, H. macrolepidota.
Lokasi tipenya adalah 'Monam Mun at Udon, Thailand', yang tampaknya sesuai dengan bagian hilir Sungai Mun, anak sungai yang bermuara ke Mekong di Provinsi Ubon Ratchathani, Thailand timur.1
Habitat alami
Terutama ikan sungai yang menyukai air jernih, kaya oksigen, dan mengalir, dengan dasar pasir, kerikil, batu, atau lumpur. Meski begitu, ikan ini mudah beradaptasi dan bisa ditemukan di perairan dataran tinggi maupun dataran rendah, baik yang tergenang maupun mengalir.
Saat musim hujan, ikan ini diketahui bermigrasi ke kawasan hutan yang tergenang untuk mencari makan dan memijah. Kini ia juga bisa ditemukan di banyak badan air bendungan akibat aktivitas manusia seperti pertanian dan pembendungan alur sungai.1
Catatan
Walaupun butuh ruang yang luas, H. dispar lebih cocok dipelihara di akuarium dibandingkan kerabat satu genusnya yang lebih sering diperdagangkan, H. macrolepidota, karena ukuran dewasanya jauh lebih kecil.
Genus Hampala saat ini berisi tujuh spesies, dan hanya H. macrolepidota serta, dalam jumlah lebih sedikit, H. dispar yang cukup rutin muncul di perdagangan ikan hias. Selain sebarannya di alam lebih luas, H. macrolepidota juga merupakan yang terbesar dalam kelompok ini. Semua anggotanya bisa tampak mirip sekilas, kecuali H. lopezi yang endemik di satu pulau di Filipina dan memiliki corak berbentuk pita lateral yang khas di sisi tubuhnya.
H. macrolepidota mudah dikenali dari pola warnanya, yaitu pita vertikal gelap yang berawal di depan sirip punggung dan memanjang sampai di bawah gurat sisi, ditambah adanya garis tepi hitam pada kedua cuping sirip ekor. H. dispar hanya memiliki satu tanda berupa bercak gelap di badan dan garis tepi pada cuping sirip ekor yang kurang tegas.
Anakan kedua spesies bisa terlihat sangat mirip karena bercak badan pada H. dispar muda memanjang secara vertikal, dan keduanya sama-sama memiliki pita gelap yang agak lebar melintang di batang ekor, pita kedua yang lebih tipis di pangkal sirip ekor, serta bercak kecil di atas sirip dubur. Semua tanda ini kurang pekat pada H. dispar, sedangkan pada H. macrolepidota terdapat corak gelap tambahan di atas dan di bawah mata serta yang memanjang ke bawah dari tengkuk sampai sirip perut.
H. sabana juga memiliki satu tanda di badan, tetapi jumlah sisik sekeliling batang ekor (circumpeduncular) lebih banyak (30-32) dan sisik gurat sisi relatif sedikit (12-15) dibandingkan kerabat satu genusnya. H. ampalong, H. bimaculata, dan H. salweenensis bisa lebih sulit dibedakan karena semuanya memiliki dua bercak di badan. H. ampalong memiliki sisik gurat sisi lebih banyak daripada H. salweenensis (28-31 vs. 26-27), sedangkan pada H. bimaculata tanda di badannya berbentuk pelana dan bercak depannya terletak di bawah separuh belakang sirip punggung (pada dua spesies lainnya terletak di bawah pangkal awal sirip punggung).
Perlu dicatat bahwa tanda di badan cenderung memudar pada spesimen yang sangat besar dari semua Hampala spp., dan ada kemungkinan spesies tambahan akan dideskripsikan di masa depan. Contohnya, sebuah studi filogenetik yang diterbitkan pada 2006 menyimpulkan bahwa bentuk H. bimaculata dari bagian tengah dan selatan negara bagian Sarawak, Malaysia, di Kalimantan sebaiknya dianggap berbeda.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Taki, Y. and A. Kawamoto (1977). Differentiation of the Cyprinids, Hampala macrolepidota and H. dispar. Japanese Journal of Icthyology 24(1), 61-65
- Ryan, J. R. and Y. B. Esa (2006). Phylogenetic Analysis of Hampala Fishes (Subfamily Cyprininae) in Malaysia Inferred from Partial Mitochondrial Cytochrome b DNA Sequences. Zoological Science 23(10), 893-901
- Doi, A. and Y. Taki (1994). A new cyprinid fish, Hampala salweenensis, from the Mae Pai River system, Salween Basin, Thailand. Japanese Journal of Ichthyology 40(4), 405-412
- Smith, H. M. (1934). Contributions to the ichthyology of Siam. IX-XIX. Journal of the Siam Society, Natural History Supplement 9(3), 287-325
- Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-6631
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Spotted Hampala Barb? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.
Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.