Satuan
Tampilan

Characidae, Venezuela

X-ray tetra

Pristella maxillaris

Suhu
22–28°C
pH
6–7,5
Akuarium minimum
60 cm
Tingkat kesulitan
Mudah

Nama lain: Pristella, Pristella tetra, Tetra X-ray, Water goldfinch

Suhu
22–28°C
pH
6–7,5
Kesadahan (dGH)
2–20
Ukuran
4,5 cm
Akuarium minimum
60 cm
Tingkat kesulitan
Mudah 2/8
Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-30.

Teman satu akuarium

Perilaku
Damai
Kelompok minimal
6 ekor

Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →

Info singkat

X-ray tetra, Pristella maxillaris, adalah karasin kecil yang berasal dari perairan pesisir Venezuela, Guyana, Suriname, Guyana Prancis, dan Brasil bagian utara. Saat musim kemarau, ikan ini hidup di sungai-sungai kecil berair jernih. Begitu musim hujan tiba, ia pindah ke padang sabana yang tergenang untuk memijah. Ikan ini damai, tangguh, dan murah. Penangkarannya dilakukan secara komersial dalam jumlah sangat besar, dan ada juga strain 'golden' yang semi-albino. Ini satu-satunya spesies dalam genusnya, dan di literatur lama disebut Pristella riddlei.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Ukuran paling kecil yang sebaiknya dipertimbangkan adalah akuarium dengan alas 60 × 30 cm, sekitar 54 liter.1

Kondisi air seperti apa?

Suhu: 22–28 °C

pH: 6,0–7,5

Kesadahan: Karena perairan alaminya mengalami banjir tahunan, kandungan mineral terlarut bisa berubah cukup jauh sepanjang musim. Jadi kesadahan tidak terlalu penting, dan nilai berapa pun dalam kisaran 2–20 °H masih bisa diterima. Namun, ikan ini berbiak pada musim hujan, saat air secara alami lebih lunak dan lebih asam. Karena itu, nilai di ujung bawah kisaran ini paling baik kalau Anda ingin memijahkannya.1

Bagaimana cara merawatnya?

Ikan yang diproduksi massal ini mudah beradaptasi dan bisa hidup baik di kebanyakan akuarium. Meski begitu, tampilannya paling menarik di akuarium yang ditanami tanaman air dengan rapat. Di setup yang sangat polos, warnanya bisa terlihat agak pudar.

Kalau benar-benar ingin melihat penampilan terbaiknya, Anda bisa membuat akuarium biotop. Gunakan substrat pasir sungai, lalu tambahkan beberapa cabang kayu apung (kalau tidak menemukan kayu apung dengan bentuk yang diinginkan, kayu beech biasa aman dipakai asalkan sudah dikeringkan sepenuhnya dan dikupas kulitnya) serta akar-akar yang meliuk. Beberapa genggam daun kering (lagi-lagi daun beech pilihan yang bagus, daun oak juga cocok) akan melengkapi kesan alaminya. Tanaman air bukan bagian dari perairan alami spesies ini. Biarkan kayu dan daun mewarnai air hingga seperti teh encer. Buang daun lama dan ganti dengan yang baru setiap beberapa minggu supaya tidak membusuk dan mengotori air. Kantong jaring kecil berisi gambut (peat) yang aman untuk akuarium bisa dimasukkan ke filter untuk membantu meniru kondisi air hitam (blackwater). Pencahayaan sebaiknya juga cukup redup. Dalam kondisi seperti ini, keindahan asli ikan ini akan terlihat.1

Diberi pakan apa?

Ikan ini mikropredator yang di alam terutama memakan invertebrata kecil. Di akuarium, ia tidak rewel soal pakan. Berikan campuran pakan serpihan dan butiran kering, ditambah pakan hidup dan beku berukuran kecil seperti kutu air (Daphnia) atau artemia.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Spesies ini sangat damai dan akan kalah bersaing dengan teman setangki yang sangat agresif atau jauh lebih besar. Idealnya, pelihara bersama spesies Amerika Selatan lain, seperti tetra kecil lainnya, pencilfish, hatchetfish, cichlid kerdil seperti Apistogramma, Corydoras, dan Loricariidae kecil.

Di akuarium komunitas yang lebih umum, ikan ini bisa dicampur dengan rasbora kecil, barb, ikan livebearer, loach, Anabantoid, dan cichlid kerdil Afrika Barat seperti spesies Pelvicachromis.

Selalu beli dalam kelompok minimal 6 ekor, lebih baik 10 ekor atau lebih. Secara alami, ini spesies yang hidup bergerombol, dan kondisinya akan jauh lebih baik kalau ditemani sesamanya. Seperti kebanyakan tetra, tampilannya juga jauh lebih menarik kalau dipelihara dengan cara ini.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Betina dewasa biasanya lebih besar dan jelas lebih gemuk daripada jantan.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Memijahkannya cukup mudah, tetapi membesarkan burayaknya yang sangat kecil bisa lumayan sulit. Anda perlu menyiapkan akuarium khusus kalau ingin membesarkan burayak dalam jumlah yang lumayan. Ukuran sekitar 45 × 25 × 25 cm sudah cukup. Akuarium ini harus sangat redup dan berisi rumpun tanaman berdaun halus seperti java moss atau spawning mop, sebagai tempat ikan meletakkan telurnya. Sebagai alternatif, dasar akuarium bisa ditutup dengan semacam jaring. Lubang jaringnya harus cukup besar agar telur bisa jatuh melewatinya, tetapi cukup kecil agar induk tidak bisa menjangkaunya. Idealnya air lunak dan asam, dengan pH 5,5–6,5, GH 1–5, dan suhu sekitar 26,5–29 °C. Menyaring air melalui gambut (peat) akan membantu, begitu juga penggunaan air RO. Untuk filtrasi, cukup gunakan filter spons kecil bertenaga aerator yang bergelembung sangat pelan.

Ikan ini bisa dipijahkan secara berkelompok, dan setengah lusin ekor dari masing-masing jenis kelamin adalah jumlah yang pas. Kondisikan induk dengan banyak pakan hidup berukuran kecil, dan pemijahan biasanya tidak akan terlalu bermasalah. Induk bisa dipindahkan begitu telur terlihat. Di akuarium yang ditanami sangat rapat, induk juga bisa dibiarkan di tempat, lalu burayak disifon keluar setiap kali terlihat.

Dari segi hasil, ikan ini paling baik dipijahkan berpasangan. Dengan cara ini, jantan dan betina dikondisikan dalam kelompok terpisah di akuarium yang berbeda, atau dengan sekat akuarium. Saat betina jelas terlihat penuh telur dan jantan menampilkan warna terbaiknya, pilih betina yang paling gemuk dan jantan yang warnanya paling bagus, lalu pindahkan ke akuarium pemijahan pada sore atau malam hari. Biasanya mereka memijah keesokan paginya. Kalau setelah beberapa hari belum ada telur, pindahkan keduanya dan coba pasangan lain.

Dengan cara mana pun, induk akan memakan telur kalau ada kesempatan, jadi sebaiknya dipindahkan begitu telur terlihat. Telur akan menetas dalam 24–36 jam, dan burayak mulai berenang bebas 3–4 hari kemudian. Selama beberapa hari pertama, beri pakan jenis infusoria sampai burayak cukup besar untuk memakan microworm atau naupli artemia. Telur dan burayak peka terhadap cahaya pada tahap awal kehidupannya, jadi sebisa mungkin akuarium dibiarkan gelap.1

Di mana habitat aslinya?

Berasal dari perairan pesisir Venezuela, Guyana, Suriname, Guyana Prancis, dan Brasil bagian utara. Meski begitu, kecil kemungkinan Anda menemukan ikan tangkapan alam yang dijual. Karena sangat populer, ikan ini ditangkarkan secara komersial dalam jumlah sangat besar untuk perdagangan. Sebagian besar yang dijual di Inggris berasal dari Timur Jauh atau Eropa Timur.1

Habitat alami

Selama musim kemarau, ikan ini menghuni sungai kecil dan anak sungai berair jernih. Saat musim hujan datang, ia pindah ke area sabana yang tergenang dan memijah di antara vegetasi yang terendam.1

Catatan

P. maxillaris termasuk tetra yang cukup populer di kalangan hobiis dan mudah didapat di kebanyakan toko ikan hias. Ikan ini jelas termasuk pilihan terbaik bagi pemula karena damai, tangguh, dan murah. Ada strain "golden" hasil seleksi yang sebenarnya ikan semi-albino. Perawatannya kurang lebih sama dengan bentuk standar.

Saat ini, ikan ini satu-satunya spesies dalam genusnya. Di literatur lama, ia sering disebut dengan nama Pristella riddlei, yang kini sudah tidak berlaku. Ikan ini juga kadang dijual dengan nama umum lain, termasuk "pristella tetra" dan "water goldfinch".1

Sumber

  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini dengan izin mereka. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.