Satuan
Tampilan

Penyakit · sekitar 3 menit baca

Air Akuarium Hijau: Penyebab, Cara Menjernihkan, dan Mencegahnya

AquaTome merangkum dari 4 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat

  • Air akuarium yang hijau keruh seperti sup kacang polong disebabkan ledakan alga bersel tunggal (fitoplankton) yang melayang di air dan berkembang biak sangat cepat. Alga ini tidak langsung berbahaya bagi ikan atau udang, tetapi bisa menghabiskan oksigen pada malam hari.
  • Langkah pertama: biarkan filter dan aerasi tetap menyala, amati tanda ikan kekurangan oksigen, lalu cari dan kurangi penyebabnya (cahaya berlebih, sinar matahari langsung, pakan berlebih, nutrien berlebih) sebelum menjernihkan air dengan blackout atau sterilizer UV.

Apa itu air hijau?

Air hijau adalah ledakan populasi alga mikroskopis yang melayang bebas (fitoplankton). Alga ini bersel tunggal, berkembang biak sangat cepat, dan tetap tersuspensi di air sehingga seluruh akuarium tampak hijau keruh, sering diibaratkan seperti sup kacang polong.

Air hijau tidak langsung berbahaya bagi ikan atau udang. Malah, air hijau bisa menjadi pakan bagi burayak dan invertebrata, dan ada peternak yang sengaja menumbuhkannya. Kekurangannya, pemandangan jadi tertutup dan cahaya untuk tanaman air terhalang.

Yang perlu diwaspadai adalah oksigen. Pada siang hari alga menghasilkan oksigen, tetapi pada malam hari alga ikut memakai oksigen. Ledakan alga yang pekat bisa menekan oksigen terlarut hingga mendekati nol menjelang pagi, apalagi jika aerasinya lemah, sehingga ikan dan udang bisa stres atau mati.

Tanda-tanda

  • Air hijau keruh. Alga melayang di air, bukan menempel di kaca atau dekorasi. Inilah bedanya dengan alga yang tumbuh di permukaan.
  • Warna air berubah mendadak. Setelah alga mati massal, air biasanya berubah dari hijau pekat menjadi hitam, abu-abu, cokelat, atau malah jernih.
  • Ikan kekurangan oksigen. Ikan menggantung di permukaan pada pagi hari. Pada kasus berat, ikan megap-megap mengambil udara dan tidak bereaksi saat diganggu.

Penyebab

  • Cahaya berlebih, terutama sinar matahari langsung dari jendela, atau lampu yang menyala terlalu lama.
  • Nutrien berlebih, misalnya pupuk cair yang tidak sengaja dimasukkan dua kali lipat.
  • Lonjakan amonia, misalnya dari akuarium baru yang siklus nitrogennya belum matang, atau dari pemberian pakan berlebihan (contohnya saat ikan dititipkan ke orang lain).
  • Kepadatan ikan berlebih dan pemberian pakan berlebih.
  • Perawatan yang jarang, sehingga kotoran dan nitrat menumpuk.

Yang perlu dilakukan sekarang

  • Biarkan aerasi dan semua peralatan tetap menyala.
  • Amati ikan, terutama pada pagi hari, untuk melihat tanda kekurangan oksigen, karena alga memakai oksigen pada malam hari.
  • Waspadai alga yang mati mendadak. Ledakan alga besar paling sering mati karena kehabisan mineral mikro atau nutrien. Bakteri lalu menguraikan alga yang mati dan produksi oksigen berhenti, sehingga oksigen bisa habis dan ikan mati.

Langkah penanganan berurutan

  1. Cari dan hilangkan penyebabnya: perpendek durasi lampu, jauhkan akuarium dari sinar matahari, kurangi pakan, dan cek nitrat serta fosfat.
  2. Jernihkan air dengan blackout maksimal 7 hari atau dengan sterilizer UV, sambil tetap menyalakan filter dan aerasi.
  3. Lakukan ganti air dalam jumlah besar setelah perawatan untuk membuang alga mati dan amonia.
  4. Lanjutkan ganti air mingguan minimal 20%. Kombinasi beberapa cara bisa butuh beberapa minggu sampai hasilnya terlihat.

Pilihan perawatan

Blackout (menggelapkan total)

  • Matikan lampu, biarkan peralatan tetap jalan, dan tutup akuarium sepenuhnya.
  • Soal durasi, sumber berbeda pendapat: satu sumber menyarankan menutup akuarium setidaknya satu minggu, sumber lain menyarankan tidak lebih dari 7 hari.
  • Cara ini efektif, tetapi berat bagi tanaman air.
  • Jika memungkinkan, pindahkan ikan dan udang ke akuarium sementara.
  • Setelah blackout, lakukan ganti air besar karena alga yang mati bisa memicu lonjakan amonia.

Sterilizer UV

  • Air mengalir pelan melewati lampu UV yang merusak DNA alga sehingga alga tidak bisa berkembang biak. Ganti air rutin kemudian akan menjernihkan air.
  • Biasanya alga air hijau mati dalam dua sampai tiga hari.
  • Air hijau termasuk mudah ditangani dengan UV, jadi sterilizer kecil biasanya sudah cukup.
  • UV hampir tidak memengaruhi bakteri baik, karena bakteri tersebut sebagian besar hidup di filter dan permukaan, bukan melayang di air.
  • UV juga menyebabkan alga mati massal, jadi tetap waspadai lonjakan amonia.

Media filter halus

  • Kapas filter halus, polishing pad, atau filter sock dapat menangkap partikel kecil yang melayang.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Hanya mengandalkan ganti air besar. Cara ini tidak berhasil karena alga berkembang biak dengan sangat cepat dan cepat tumbuh lagi. Anggapan bahwa ganti air besar saja bisa menyembuhkan air hijau adalah mitos.
  • Memberi pupuk cair pada akuarium yang sudah kelebihan cahaya.
  • Melakukan blackout tanpa memindahkan ikan atau tanpa bersiap menghadapi lonjakan amonia.

Pencegahan

  • Nyalakan lampu akuarium tidak lebih dari 6–8 jam sehari, dan gunakan dimmer jika lampunya kuat.
  • Tambahkan tanaman yang tumbuh cepat untuk bersaing dengan alga dalam memperebutkan nutrien dan cahaya, misalnya Salvinia natans, water sprite (Ceratopteris siliquosa), hornwort, serta tanaman batang atau tanaman apung lainnya.
  • Ganti minimal 20% air setiap minggu, dan bersihkan filter yang ukurannya sesuai setiap 1–2 bulan.
  • Hindari pakan berlebih dan kepadatan ikan berlebih, serta rutin tes nitrat dan fosfat.

Kapan harus khawatir

  • Ikan menggantung di permukaan pada pagi hari, megap-megap, atau tidak bereaksi saat diganggu. Ini tanda oksigen sangat rendah.
  • Warna air tiba-tiba berubah dari hijau pekat menjadi hitam, abu-abu, cokelat, atau jernih. Ini tanda alga mati massal, dan saat itu oksigen bisa habis dan amonia bisa melonjak.
  • Air hijau sangat pekat sementara aerasi lemah.

Pertanyaan umum

Apakah air hijau berbahaya bagi ikan?

Tidak secara langsung. Bahayanya ada pada oksigen: alga memakai oksigen pada malam hari, dan ledakan alga yang pekat bisa membuat oksigen hampir habis menjelang pagi. Alga yang mati massal juga bisa menghabiskan oksigen.

Apakah ganti air besar bisa langsung menjernihkan air hijau?

Tidak, kalau hanya itu yang dilakukan. Alga berkembang biak sangat cepat dan akan tumbuh lagi. Atasi dulu penyebabnya, lalu gunakan blackout atau UV, dan ganti air besar setelahnya.

Berapa lama blackout harus dilakukan?

Sumber berbeda pendapat. Satu sumber menyarankan setidaknya satu minggu, sumber lain menyarankan tidak lebih dari 7 hari. Biarkan filter dan aerasi tetap menyala, dan lakukan ganti air besar sesudahnya.

Apakah sterilizer UV akan membunuh bakteri baik di filter?

Hampir tidak, karena bakteri baik sebagian besar hidup di filter dan permukaan, bukan melayang di air. UV biasanya membunuh alga air hijau dalam dua sampai tiga hari.

Bagaimana mencegah air hijau kembali?

Batasi lampu 6–8 jam sehari, jauhkan akuarium dari sinar matahari langsung, tambahkan tanaman yang tumbuh cepat, ganti minimal 20% air setiap minggu, jangan memberi pakan berlebih, dan rutin tes nitrat serta fosfat.

Sumber referensi

  1. How to Get Rid of Green Water in Aquariums
  2. Green Water
  3. What are UV sterilizers in aquariums used for?
  4. Oxygen Depletion and Other Types of Fish Kills