Perawatan · sekitar 4 menit baca
Ikan Berkelahi di Akuarium: Penyebab dan Cara Agar Akur Lagi
AquaTome merangkum dari 5 sumber lalu menulisnya sendiri

Ringkasan singkat
- Ikan di satu akuarium bersaing memperebutkan pakan, pasangan, dan ruang. Mereka juga membentuk urutan kekuasaan yang bisa berubah seiring ikan tumbuh, jadi akuarium yang tadinya tenang bisa mendadak ribut.
- Langkah pertama adalah membiarkan ikan menyelesaikan urutan kekuasaan sendiri. Kalau satu ikan terus menindas yang lain, masukkan si penindas ke net breeder sekitar seminggu, lalu atur ulang dekorasi dan tambahkan tempat sembunyi. Ikan korban hanya perlu dipindahkan kalau lukanya parah.
Kenapa ikan bisa saling serang
Ikan yang dipelihara dalam satu akuarium sebaiknya cocok dengan kondisi lingkungan yang sama dan kemungkinan besar bisa akur satu sama lain. Ikan bersaing memperebutkan pakan, pasangan, dan ruang. Mereka juga membentuk urutan kekuasaan. Urutan ini bisa berubah seiring ikan tumbuh, jadi akuarium yang dulu tenang bisa menjadi ribut.
Penyebab yang paling sering
- Mempertahankan wilayah. Banyak spesies teritorial menjaga satu tempat, misalnya kayu (driftwood), gua, batu, atau tanaman air yang mengapung. Biasanya tujuannya melindungi tempat berkembang biak, telur, atau burayak.
- Sesama jenis dan sesama kelamin. Ikan teritorial paling agresif terhadap ikan dari spesies yang sama dengan jenis kelamin yang sama.
- Warna, corak, dan bentuk. Ikan sebagian menilai saingannya dari warna, corak, dan bentuk tubuh. Cupang kadang menyerang ikan lain yang berwarna merah, seperti platy atau tetra serpae.
- Kelompok tiger barb terlalu kecil. Tiger barb yang dipelihara dalam kelompok kecil akan mengejar ikan lain dan menggigit siripnya.
- Naluri sosial tidak tersalurkan. Angelfish yang dipelihara sendirian, ikan livebearer jantan, dan banyak jenis barb bisa jadi pengacau kalau naluri sosialnya tidak tersalurkan.
- Sudah dewasa kelamin. Masalah agresi bisa saja baru muncul setelah ikan dewasa kelamin.
- Akuarium terlalu kecil untuk pasangan cichlid. Kalau akuarium terlalu sempit bagi pasangan cichlid yang sedang berbiak (misalnya angelfish) untuk punya wilayah sendiri, pasangan itu bisa menjadi agresif terhadap ikan lain.
- Membeli ikan tanpa rencana. Sebagian besar agresi di akuarium komunitas berawal dari membeli ikan secara spontan, bukan dari pemilihan isi akuarium yang direncanakan.

Tanda-tanda ikan habis berkelahi
- Sirip sobek atau terbelah
- Ikan yang tiba-tiba bersembunyi
- Ikan berpindah wilayah
- Goresan, lecet, atau bibir sobek
- Sisik hilang
- Luka terbuka atau borok
- Mata hilang
Membedakan dengan busuk sirip: sirip yang terbelah karena berkelahi terlihat berbeda dari tepi sirip compang-camping akibat busuk sirip (fin rot).
Sebagai patokan, ikan sehat punya sisik, sirip, dan kulit yang mulus tanpa cacat, mata cerah, dan berenang dengan stabil. Ikan yang berputar-putar, melayang tanpa tenaga, atau lesu bisa jadi sedang sakit, bukan sekadar habis berkelahi.
Apa yang dilakukan sekarang
- Jangan langsung turun tangan. Pada awalnya, biarkan ikan menentukan urutan kekuasaan sendiri. Melerai perkelahian dengan jaring sering kali hanya menunda masalah.
- Pisahkan si penindas. Kalau satu ikan terus menindas yang lain, masukkan ia ke net breeder (semacam "penjara ikan") selama sekitar seminggu.
- Pindahkan korban hanya bila perlu. Ikan korban dipindahkan hanya kalau lukanya parah.
- Siapkan akuarium karantina. Akuarium kosong (tanpa dekorasi) berukuran 19 atau 38 liter yang diberi tutup atau kaca penutup dan filter kecil (yang disarankan adalah filter spons) bisa dipakai untuk mengisolasi atau mengobati ikan.
Merawat ikan yang terluka
Ikan yang terluka membutuhkan air bersih, pakan yang baik, dan tempat terpisah. Kondisioner pelindung lendir (slime coat) juga bisa dipakai.
Satu sumber mencantumkan beberapa pilihan berikut:
- Garam sebanyak satu sendok teh per 3,8 liter untuk ikan yang terluka.
- Iodin atau merkurokrom untuk luka.
- Antibiotik (kanamisin, triple sulfa, atau golongan furan) untuk luka yang parah.
Langkah agar ikan bisa hidup bersama dengan damai
- Pelajari dulu sebelum membeli. Cari tahu sifat dan kebutuhan sosial setiap spesies. Ikan penggigit sirip dan spesies agresif biasanya sudah tercatat dengan baik.
- Siapkan akuarium dengan benar. Pastikan akuarium sudah disiapkan dengan benar dan sudah berjalan beberapa waktu sebelum ikan dimasukkan.
- Beli ikan yang sehat. Pilih ikan yang sehat dari akuarium yang bersih, dan pastikan ikan lain di akuarium itu juga terlihat sehat.
- Atur ulang dekorasi saat menambah ikan. Dengan begitu, ikan baru tidak tertinggal tanpa wilayah.
- Pantau terus. Perhatikan tanda-tanda perkelahian. Kalau satu ikan terus menindas yang lain, isolasi ikan itu untuk sementara atau keluarkan dari akuarium.
Pencegahan
- Dekorasi dan pembatas pandangan. Atur ulang dekorasi supaya ikan harus membentuk wilayah baru, lalu tambahkan tempat sembunyi dan penghalang pandangan.
- Jumlah kawanan yang pas. Pelihara ikan yang hidup berkelompok dalam jumlah yang sesuai, karena sebagian spesies hanya berperilaku normal kalau berada dalam kelompok. Menurut satu sumber, tiger barb yang dipelihara minimal enam ekor biasanya berperilaku baik.
- Ruang untuk pasangan cichlid. Sebelum memelihara pasangan cichlid seperti angelfish, pastikan akuarium cukup luas bagi mereka untuk mempertahankan wilayah berbiak.
- Cupang (Siamese fighting fish). Para peneliti menyarankan wadah minimal 5,6 liter untuk memajang dan menjual cupang, dan akuarium yang lebih besar untuk cupang peliharaan. Akuarium sebaiknya diberi kerikil, tanaman air hidup, dan tempat sembunyi, serta lebih melebar daripada meninggi. Dalam penelitian tersebut, cupang jantan di akuarium kecil atau kosong berenang secara berulang-ulang, lama diam melayang, dan lebih sering berinteraksi dengan dinding akuarium. Cupang di akuarium yang lebih besar lebih aktif.
- Setiap ikan berbeda. Cupang jantan punya kepribadian dan kesukaan yang berbeda-beda, jadi kebutuhan setiap ekor perlu diperhatikan sendiri-sendiri.

Kesalahan yang sering terjadi
- Membeli ikan secara spontan tanpa memeriksa kecocokannya. Ini kesalahan utama di balik agresi di akuarium komunitas.
- Memelihara ikan berkelompok yang suka menggigit, seperti tiger barb, dalam jumlah terlalu sedikit. Akibatnya mereka mengejar dan menggigit sirip ikan lain.
- Melerai ikan yang berkelahi dengan jaring setiap kali terjadi. Cara ini sering hanya menunda konflik.
Catatan tentang suhu
Satu penelitian mencatat bahwa menurunkan suhu 6 °C di bawah 27 °C mengurangi aktivitas berenang sekaligus interaksi agresif. Batas suhu maksimum kritis spesies yang diteliti adalah 39 °C. Ini hasil penelitian, bukan anjuran untuk mengubah suhu akuarium.
Pertanyaan umum
Apakah ikan yang berkelahi harus langsung dipisahkan?
Tidak harus. Pada awalnya, biarkan ikan menentukan urutan kekuasaan sendiri, karena melerai dengan jaring sering hanya menunda masalah. Kalau satu ikan terus menindas yang lain, masukkan ia ke net breeder sekitar seminggu. Ikan korban hanya dipindahkan kalau lukanya parah.
Bagaimana membedakan sirip sobek karena berkelahi dengan busuk sirip?
Sirip yang terbelah karena berkelahi terlihat berbeda dari tepi sirip compang-camping akibat busuk sirip. Tanda perkelahian lain yang bisa membantu antara lain goresan, sisik hilang, bibir sobek, dan ikan yang tiba-tiba bersembunyi.
Kenapa tiger barb saya suka menggigit sirip ikan lain?
Tiger barb yang dipelihara dalam kelompok kecil cenderung mengejar ikan lain dan menggigit siripnya. Menurut satu sumber, memelihara tiger barb minimal enam ekor biasanya membuat perilakunya baik.
Akuarium saya dulu damai, kenapa sekarang ikannya mulai berkelahi?
Urutan kekuasaan di antara ikan bisa berubah seiring mereka tumbuh. Masalah agresi juga bisa baru muncul setelah ikan dewasa kelamin, misalnya pasangan cichlid seperti angelfish yang mulai berbiak di akuarium yang terlalu kecil untuk wilayah mereka.
Kenapa cupang menyerang ikan lain yang bukan cupang?
Ikan sebagian menilai saingannya dari warna, corak, dan bentuk. Cupang kadang menyerang ikan berwarna merah, seperti platy atau tetra serpae.







Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.