Satuan
Tampilan

Bolbitis heteroclita

Bolbitis heteroclita

Nama lain: Bolbitis Mini, Bolbitis, Creeping Fern, Asian Water Fern

Tingkat kesulitan
Sedang
Cahaya
Lemah
CO₂
Opsional
Kecepatan tumbuh
Lambat
Posisi
Latar depan, Latar tengah

Foto Bolbitis heteroclita

Lihat semua 15 foto →

Info singkat

  • Nama lain: Bolbitis Mini, Creeping Fern, El Nino Fern, Asian Water Fern, African Water Fern
  • Tingkat kesulitan: sedang
  • Pencahayaan: rendah sampai sedang
  • pH optimal: 6,0–7,0
  • GH optimal: 1–10
  • Suhu optimal: 22–25 °C
  • Substrat: apa saja
  • Bisa ditanam emersed: ya
  • Laju pertumbuhan: lambat
  • Posisi di akuarium: latar depan dan latar tengah
  • Ukuran di akuarium: 10–15 cm
  • Pupuk: kebutuhan rendah
  • CO2: kebutuhan rendah
  • Perbanyakan: pemisahan rizom
  • Warna: hijau

Bolbitis heteroclita tumbuh sangat lambat dan aslinya merupakan tanaman darat. Tanaman ini tercatat sebagai tanaman obat dalam sistem pengobatan tradisional Tiongkok.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Kalau dipelihara sepenuhnya sebagai tanaman air, tanaman ini bahkan cocok untuk akuarium nano. Kalau ditanam setengah emersed, dibutuhkan akuarium yang lebih besar, minimal 80 liter.1

Kondisi air seperti apa?

Mudah atau tidaknya perawatan tergantung bentuk pertumbuhannya. Kalau ditanam emersed atau setengah emersed (misalnya di paludarium), tanaman ini mudah dirawat; kalau sepenuhnya terendam, perawatannya bisa cukup menantang.

  • Suhu: 22–25 °C. Tanaman ini tidak tahan air yang dingin atau terlalu hangat, maupun fluktuasi suhu.
  • pH: sedikit asam sampai netral (6,0–7,0). Di air basa, daun sering terlihat meleleh.
  • Kesadahan: idealnya di bawah 10 GH. Di air yang sangat sadah, tanaman ini sering meleleh.
  • Arus: tidak menyukai arus air yang kuat.1

Bagaimana cara merawatnya?

Perawatannya tergantung apakah tanaman ditanam submersed (terendam) atau emersed.

Bentuk submersed: pantau parameter air dengan cermat dan hindari fluktuasi, termasuk perubahan suhu. Bahkan dalam kondisi optimal pun pertumbuhannya sangat lambat; paling hanya beberapa daun per bulan. Lakukan ganti air secara rutin dan hindari cahaya langsung atau terlalu terang.

Bentuk emersed: di paludarium tanaman ini relatif tahan terhadap perubahan, dan laju pertumbuhannya sedang sampai cepat.

Penanaman: daun tumbuh di sepanjang rizom, jadi jangan membenamkan rizom ke dalam substrat karena bisa membusuk. Ikat tanaman ke batu atau kayu (driftwood) dengan benang katun atau senar pancing, atau gunakan lem super (super glue) atau lem koral. Cara menempelkan rizom: bersihkan permukaan kayu atau batu, teteskan lem, tempelkan rizom lalu tekan dengan kuat. Jaga agar pakis ini tidak kering dengan mempertahankan kelembapan yang cukup.

Metode dry start: tanaman awalnya ditanam tanpa air. Setelah penanaman, akuarium tidak langsung diisi penuh, cukup tambahkan air sampai setinggi permukaan bagian substrat yang paling rendah. Pastikan daun sudah berada di atas permukaan air sejak awal, dengan rizom diletakkan dekat permukaan. Tutup bagian atas akuarium dengan plastik wrap untuk menaikkan kelembapan. Setelah sekitar 5 sampai 8 minggu, akuarium bisa diisi air penuh atau dijadikan paludarium.

Perbanyakan: di alam, tanaman ini berkembang biak dengan menumbuhkan anakan dari daunnya (seperti Java fern). Di akuarium, biasanya diperbanyak dengan pemisahan rizom: potong tanaman dengan hati-hati memakai pisau tajam sehingga setiap potongan memiliki minimal 3 anak daun, lalu tempelkan potongan-potongan itu ke batu atau kayu.1

Peralatan apa yang dibutuhkan?

Pencahayaan: tanaman ini pada dasarnya tanaman darat dan tumbuh subur di tempat teduh, lebih menyukai sinar matahari langsung yang berkurang. Di dalam air, pencahayaan rendah sampai sedang sudah cukup, dan tanaman ini bisa cocok untuk akuarium low-tech.

Substrat: spesies ini bisa hidup sebagai tanaman darat (tumbuh di tanah) atau litofit (tumbuh di batu). Substrat berbatu memberikan dasar yang baik bagi pakis ini untuk melekatkan akarnya.

CO2: sistem CO2 bertekanan tidak wajib. CO2 mungkin bisa mempercepat pertumbuhan, tetapi sepenuhnya opsional.

Pemupukan: tanaman ini tetap baik tanpa pupuk rutin, tetapi tetap disarankan memberi pupuk setidaknya beberapa kali sebulan.

Kalau berencana menaruhnya di akuarium udang atau akuarium tanaman high-tech dengan CO2 dan pemupukan rutin, perlu diingat bahwa kadar CO2 dan tembaga yang tinggi (kebanyakan pupuk mengandung tembaga) sangat berbahaya bagi udang.1

Di mana habitat aslinya?

Spesies ini tersebar luas di kawasan tropis Asia Selatan dan Asia Tenggara. Daerah asalnya meliputi Assam, Bangladesh, Kalimantan, Kepulauan Caroline, Tiongkok Tengah-Selatan, Tiongkok Tenggara, Pulau Christmas, Himalaya Timur, Hainan, Jawa, Semenanjung Malaya, Maluku, Myanmar, Kepulauan Nansei, Nepal, Papua (New Guinea), Filipina, Kepulauan Solomon, Sulawesi, Sumatera, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.1

Habitat alami

Di habitat aslinya, Bolbitis heteroclita umum ditemukan di area pinggir jalan di kawasan tropis Asia, pada ketinggian 150 sampai 750 meter di atas permukaan laut.

Tanaman ini pada dasarnya tanaman darat dan tumbuh subur di tempat teduh. Ia sering dijumpai di bebatuan, di pangkal pohon, atau di dekat aliran sungai.

Spesies ini menyukai habitat mesofit, yaitu lingkungan dengan tingkat kelembapan sedang. Kemampuannya beradaptasi sebagai tanaman darat peneduh maupun litofit membuatnya bisa menempati beragam relung ekologi di wilayah sebarannya.

Di alam, tanaman ini hidup di berbagai jenis tanah (tanah merah, tanah lempung berpasir, tanah laterit). Ia juga merambat di batang pohon dan tumbuh subur di bebatuan maupun di sepanjang lereng.1

Catatan

Deskripsi: pakis darat dengan rizom memanjang dan daun yang tumbuh renggang. Bisa ditanam emersed maupun submersed. Daunnya tipis dan bertekstur herba; anak daun samping (pinna) tersusun berselang-seling, biasanya 1 sampai 4 pasang, dengan tepi rata atau sedikit bergerigi dan ujung panjang menyerupai cambuk. Rizomnya setebal sekitar 10–15 mm dan tertutup sisik. Daunnya berwarna hijau cerah. Tanaman emersed bisa mencapai tinggi 25 cm dan lebar sekitar 15–17 cm; daun submersed panjangnya sekitar 10 cm dan lebarnya 5 cm. Anak daun fertil jarang terbentuk. Varietasnya antara lain Bolbitis heteroclita 'Asiatica', 'Difformis', dan 'Cuspidata'.

Masalah:

  • Meleleh: terjadi jika parameter air tidak stabil. Hindari perubahan drastis, jaga pencahayaan rendah sampai sedang, dan air tetap bersih.
  • Layu: tanaman emersed yang direndam dalam air akan layu karena daunnya belum beradaptasi. Pangkas daun sampai pangkalnya dan tunggu daun submersed yang baru tumbuh.
  • Menghitam: daun bisa menghitam dan tanaman bisa mati, yang dapat disebabkan oleh air sadah atau rizom yang ditanam terlalu dalam.
  • Tumbuh lambat: tanaman ini butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Menumbuhkannya secara emersed bisa mempercepat pertumbuhannya.

Teman satu akuarium: paling cocok dipelihara bersama ikan komunitas kecil yang damai dan tidak merusak tanaman, misalnya neon tetra, clown killifish, white cloud, zebra danio, cherry barb, platy, molly, otocinclus, dan pygmy corydoras. Untuk udang, pilih spesies yang juga menyukai air sedikit asam, misalnya crystal red shrimp, blue bolt shrimp, dan Caridina cf. babaulti. Siput hias sebaiknya tidak dipelihara lama di air ber-pH rendah karena bisa merusak cangkangnya, tetapi jika pH mendekati 7,0, hampir semua jenis siput atau udang kerdil bisa dipelihara.

Hindari: ikan yang bisa merusak tanaman atau suka memakannya, seperti silver dollar, tetra Buenos Aires, koi, ikan mas koki, oscar, ikan rainbow, Jack Dempsey, botia (clown loach), dan cichlid Afrika. Berhati-hatilah dengan kebanyakan lobster air tawar dan kepiting air tawar, yang suka memotong, memakan, dan mencabut tanaman.

Bolbitis heteroclita bukan tanaman air sejati dan bisa cukup rewel, terutama saat terendam sepenuhnya, sehingga tidak cocok untuk pemula.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Aquarium Breeder aquariumbreeder.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Sen, Aniruddha, M. K. Bhattacharya, H. K. Prasad, and G. D. Sharma. “Plant growth promoting activities of rhizosphere bacteria from two ferns Pronephrium nudatum (Roxb.) Holttum. and Bolbitis heteroclita (C. Presl) Ching: an analysis of fern-rhizophere relationship.” (2018).
  • Alcala, Ailene Antonio, Marjorie D. Delos Angeles, and E. Buot Inocencio Jr. “Fern species diversity across various land use types of Mt. Makiling, Luzon Island, Philippines.” Biodiversitas Journal of Biological Diversity20, no. 9 (2019).
  • Angeles, Marjorie D. Delos, and INOCENCIO E. BUOT JR. “Diversity and Distribution of Pteridophytes along the Altitudinal Gradient of the Northeastern Slope of a Secondary Forest in Mt. Makiling, Philippines.” IAMURE International Journal of Ecology and Conservation16 (2015): 25.
  • Faguo, Wang, and Xing Fuwu. “A New Species of Bolbitis (Bolbitidaceae) from Hainan, China.” Novon: A Journal for Botanical Nomenclature18, no. 1 (2008): 115-119.
  • Alcala, Ailene A., and Inocencio E. Buot Jr. “Ecological Diversity of Pteridophytes Across Land Use Types in Mt. Makiling Forest Reserve, Luzon Island, Philippines.” Journal of Marine and Island Cultures9, no. 2.
  • Yatabe, Yoko, Kaoru Yamamoto, Chie Tsutsumi, Wataru Shinohara, Noriaki Murakami, and Masahiro Kato. “Fertility and precocity of Osmunda× intermedia offspring in culture.” Journal of plant research124 (2011): 265-268.
  • Amaludin, N. A., NN Mohd Zulkafli, SA Ahmad Zu, N. A. Z. Zamri, N. A. Ab Majid, S. Daliman, AN Muhamad Nor, and R. Zakaria. “Analysis of riparian vegetation of a recreation site in Jeli, Kelantan.” In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, vol. 1053, no. 1, p. 012007. IOP Publishing, 2022.
  • Rajbhandary, Sangeeta. “Fern and fern allies of Nepal.” Frontiers of Botany(2016): 124-150.1