Satuan
Tampilan

Osphronemidae, Malaysia

Betta stigmosa

Betta stigmosa

Nama lain: Stigmosa, Cupang alam stigmosa, Betta wild stigmosa

Suhu
22–28°C
pH
5–7
Akuarium minimum
60 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
22–28°C
pH
5–7
Ukuran
5 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahakuarium mulai 60 cm, ikan sepanjang 5 cm
  • AirSulitair lunak · pH 5–7, 0–5 dGH
  • SuhuMudah22–28°C
  • PerilakuMudahdamai

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-02.

Info singkat

Betta stigmosa adalah ikan labirin pengeram mulut yang berasal dari sungai-sungai perbukitan berhutan di negara bagian Terengganu, Semenanjung Malaysia. Spesimen tipenya diambil dari sebuah sungai yang mengalir ke air terjun Sekayu di dekat Kuala Berang. Sejak itu spesies ini juga tercatat sekitar 150 km lebih ke selatan. Sungai tempat hidupnya berair jernih dan mengalir, dengan dasar berupa bebatuan, kerikil, dan serasah daun. Anggota kompleks B. pugnax ini punya garis-garis melintang pada sirip punggung, sirip anal, dan sirip ekor, baik pada jantan maupun betina.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Akuarium dengan ukuran alas 60 × 30 cm atau yang setara sudah cukup untuk sepasang atau sekelompok kecil ikan (sekitar 54 liter).1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 22–28 °C
  • pH: 5,0–7,0 (nilai di luar rentang ini pernah tercatat di perairan alaminya)
  • Kesadahan: 0–5 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Ikan ini bisa dipelihara di akuarium yang didekorasi lengkap, walaupun banyak breeder lebih memilih tanpa substrat supaya perawatannya lebih mudah. Akar dan dahan kayu (driftwood) bisa dipakai dan ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk beberapa sudut yang teduh.

Kalau tidak menemukan driftwood dengan bentuk yang diinginkan, kayu beech atau oak aman dipakai asalkan sudah benar-benar kering dan kulit kayunya dikupas. Pot tanah liat atau potongan pipa juga bisa ditambahkan sebagai tempat persembunyian tambahan.

Menambahkan serasah daun kering, misalnya daun beech, oak, atau ketapang, bisa membuat suasana akuarium makin alami. Selain menjadi tempat berlindung tambahan bagi ikan, daun yang membusuk akan ditumbuhi koloni mikroba. Koloni ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, dan tanin serta zat-zat lain yang dilepaskan daun yang membusuk juga dianggap bermanfaat.

Seperti anggota genus lainnya, spesies ini tampaknya paling cocok dengan pencahayaan yang cukup redup. Bisa ditambahkan tanaman air yang tahan kondisi seperti itu, misalnya Microsorum pteropus, Taxiphyllum barbieri, atau mungkin beberapa Cryptocoryne spp. dalam pot. Beberapa kelompok tanaman apung juga berguna untuk meredam cahaya yang masuk ke akuarium.

Filter tidak perlu terlalu kuat; filter spons bertenaga aerator yang diatur supaya sirkulasinya pelan sudah cukup. Akuarium harus ditutup rapat dan jangan diisi sampai penuh, karena seperti semua Betta spp., ikan ini sesekali perlu mengakses lapisan udara lembap yang terbentuk di atas permukaan air. Selain itu, ikan ini jago melompat.1

Diberi pakan apa?

Di alam kemungkinan memangsa serangga dan invertebrata kecil/zooplankton lainnya. Ikan di akuarium biasanya mau menerima pakan kering setelah mengenalinya sebagai makanan, tetapi sebaiknya rutin diberi banyak pakan hidup atau beku berukuran kecil seperti kutu air, artemia, atau cacing darah agar warna dan kondisinya berkembang optimal.

Serangga kecil seperti jangkrik atau lalat buah Drosophila juga cocok. Sebaiknya perut serangga ini diisi dulu dengan memberinya pakan serpihan ikan atau bahan nabati sebelum diberikan ke ikan. Hati-hati jangan memberi pakan berlebihan, karena Betta spp. tampaknya sangat rentan mengalami obesitas.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Tidak disarankan untuk akuarium komunitas biasa karena alasan-alasan yang sudah disinggung sebelumnya. Kebutuhan dan sifatnya membuat ikan ini paling baik dipelihara sendiri atau bersama spesies yang sangat damai, karena ikan yang jauh lebih besar atau lebih agresif kemungkinan akan mengintimidasinya dan kalah bersaing dengannya dalam berebut pakan. Beberapa cyprinid kecil dan loach yang di alam hidup di lingkungan serupa bisa dicampur dengannya.

Ikan ini bisa dipelihara berpasangan atau berkelompok, dan dalam kelompok akan memperlihatkan interaksi perilaku yang menarik.1

...and another.
©

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Dibandingkan betina, jantan tumbuh lebih besar, punya lebih banyak sisik berkilau (iridescent) di kepala, bentuk kepala lebih lebar, dan sirip yang lebih panjang.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Pengeram mulut oleh jantan. Idealnya siapkan akuarium terpisah untuk pemijahan, kecuali ikan memang sudah dipelihara sendirian, dan tata akuarium tersebut seperti yang dijelaskan di atas.

Akuarium harus memakai tutup yang serapat mungkin (sebagian breeder memakai plastik wrap supaya tidak ada celah), karena burayak butuh akses ke lapisan udara hangat dan lembap. Tanpa itu, perkembangan organ labirinnya bisa terganggu.

Setelah masa pendekatan yang cukup lama, telur dan sperma dilepaskan saat 'pelukan' yang khas pada osphronemid, yaitu ketika jantan melingkarkan tubuhnya ke tubuh betina. Mungkin perlu beberapa kali 'pelukan kosong' sebelum pemijahan benar-benar dimulai.

Telur yang sudah dibuahi ditampung di sirip anal jantan, lalu dipungut dengan mulut oleh betina, kemudian disemburkan ke air untuk ditangkap jantan. Setelah semua telur ada di mulut jantan, siklus ini diulang sampai telur betina habis. Prosesnya bisa memakan waktu cukup lama.

Jantan yang sedang mengerami bisa menelan atau mengeluarkan telur sebelum waktunya kalau stres atau belum berpengalaman, jadi sebaiknya betina dan ikan lain dibiarkan di tempatnya. Masa inkubasi 9–16 hari. Di akhir masa ini jantan mulai mengeluarkan burayak yang sudah terbentuk sempurna dan bisa berenang bebas. Pada tahap ini burayak bisa dipindahkan atau dibiarkan tumbuh bersama induknya, meskipun dalam kondisi ini sebagian mungkin akan dimangsa.

Burayak sudah cukup besar untuk langsung menerima pakan hidup yang bergerak seperti microworm dan naupli artemia. Namun perlu dicatat, ada laporan bahwa anakan Betta mengalami masalah kesehatan kalau diberi naupli artemia terlalu banyak. Berikan berbagai jenis pakan dalam jumlah sedikit 2–3 kali sehari agar pertumbuhannya optimal, dan jangan mengganti terlalu banyak air sekaligus; ganti air sedikit-sedikit secara rutin lebih baik daripada ganti air dalam jumlah besar sesekali.1

Sebaran alami

Hidup alami di: Malaysia1

Apa kata sumber
  • Malaysia · Seriously Fish1: “Betta stigmosa is a mouthbrooding labyrinth fish from forest hill streams in Terengganu state, Peninsular Malaysia.”

GBIF punya 5 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.

  • Catatan di negara asal
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 5 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Spesimen tipenya dikoleksi dari sebuah sungai yang mengalir ke air terjun Sekayu di negara bagian Terengganu, di bagian timur Semenanjung Malaysia. Air terjun ini terletak di kawasan perbukitan berhutan yang dikenal sebagai Hutan Rekreasi Sekayu, tidak jauh dari kota Kuala Berang.

Nama hutan ini berasal dari statusnya sebagai objek wisata resmi sejak 1985. Sekarang di dalamnya ada kebun binatang mini, taman burung, taman bunga, kebun buah, beberapa tempat piknik, bahkan area perkemahan.

Sebagian besar koleksi sampai saat ini berasal dari sungai-sungai di kawasan kecil ini, sehingga awalnya spesies ini dianggap endemik lokal. Namun belakangan ia juga tercatat sekitar 150 km di selatan lokasi tipe, jadi tampaknya sebarannya lebih luas.1

Habitat alami

Sejauh ini hanya diketahui hidup di sungai perbukitan berhutan dengan air yang jernih dan mengalir. Sungai-sungai ini biasanya ternaungi dari sinar matahari oleh vegetasi tepi sungai yang lebat. Dasarnya terdiri dari bebatuan atau kerikil, daun-daun gugur, ranting, dan akar pohon yang terendam. Seperti kerabat dekatnya dalam genus yang sama, ikan ini diduga lebih menyukai zona tepi yang airnya lebih tenang.

Lokasi tipenya digambarkan sebagai 'sungai berawa', dan spesies yang hidup bersamanya antara lain Poropuntius smedleyi, 'Puntius' binotatus, Amblyceps mangois, Channa gachua, Rasbora dan Clarias spp. yang belum teridentifikasi, serta nila (tilapia) yang merupakan spesies introduksi.1

Catatan

B. stigmosa termasuk dalam kompleks B. pugnax, yaitu kumpulan spesies yang berkerabat dekat di dalam genus ini. Anggotanya memiliki ciri-ciri berikut: kepala relatif besar, 28–40% SL; warna saat hidup biasanya cokelat dengan bintik-bintik berkilau hijau atau biru; jantan memiliki sisik berwarna serupa di tutup insang (opercle), kadang sampai ke perut; anakan dan betina biasanya cokelat dengan dua garis di tengah tubuh dan tanda gelap pada batang ekor; sirip anal pada ikan dewasa runcing dan sering memanjang; sirip ekor berbentuk lanset.

Perlu dicatat bahwa tidak semua peneliti menganggap kelompok B. pugnax berisi spesies yang sama; misalnya, beberapa spesies dimasukkan ke kompleks B. picta oleh Schindler dan Schmidt (2006).

B. stigmosa bisa dibedakan dari anggota kelompok B. pugnax lainnya dengan ciri-ciri berikut: ada garis-garis melintang di sirip punggung, sirip anal, dan sirip ekor pada jantan maupun betina, berselang-seling kebiruan dan kehitaman di sirip punggung dan ekor, serta hitam di sirip anal; sirip anal dengan tepi luar gelap; ada garis postorbital kedua yang terputus di tutup insang pada jantan maupun betina; lebar interorbital 62–65% panjang postorbital.

Genus Betta adalah genus dengan jumlah spesies terbanyak dalam famili Osphronemidae, dengan hampir 70 anggota yang diakui, dan tampaknya akan terus bertambah karena spesies baru terus dideskripsikan secara rutin sejak awal abad ini.

Spesies-spesiesnya berhasil beradaptasi menghuni berbagai relung ekologi, mulai dari parit berair diam sampai sungai perbukitan berarus, termasuk beberapa lingkungan ekstrem seperti hutan rawa gambut yang sangat asam.

Pengelompokan anggota genus ini ke dalam sejumlah kelompok spesies yang berkerabat dekat kini umumnya diterima, tetapi sebagian besar didasarkan pada ciri morfologi/perilaku. Karena itu masih diperlukan kajian filogenetik molekuler, yang pasti akan berguna untuk memastikan hubungan kekerabatan antarikan ini dengan lebih tepat.

Seperti anggota subordo Anabantoidei lainnya, spesies ini memiliki organ pernapasan tambahan yang disebut labirin. Dinamai demikian karena strukturnya yang mirip labirin, organ ini memungkinkan ikan menghirup udara langsung dari atmosfer sampai batas tertentu.

Organ ini terdiri dari sepasang organ suprabranchial yang terbentuk dari pelebaran bagian epibranchial (atas) lengkung insang pertama dan terletak di dalam rongga di atas insang. Di dalamnya terdapat banyak lipatan kulit yang kaya pembuluh darah dan berfungsi sebagai permukaan pernapasan yang luas. Kerumitan strukturnya berbeda-beda antarspesies, dan cenderung lebih berkembang pada spesies yang hidup di lingkungan yang lebih keras.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The fighting fishes (Teleostei: Osphronemidae: Genus Betta) of Singapore, Malaysia and Brunei. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 43-99
  • Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The labyrinth fishes (Teleostei: Anabantoidei, Channoidei) of Sumatra, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 115-138
  • Witte, K.-E. and J. Schmidt (1992). Betta brownorum, a new species of anabantoids (Teleostei: Belontiidae) from northwestern Borneo, with a key to the genus. Ichthyological Exploration of Freshwaters 2(4), 305-330
  • Schindler, I. and J. Schmidt (2006). Review of the mouthbrooding Betta (Teleostei, Osphronemidae) from Thailand, with descriptions of two new species. Zeitschrift für Fischkunde 8(1/2), 47-691

Video

  • Betta Stigmosa (Belukar)1:01, EN

  • Betta Stigmosa1:01, EN

  • Betta cf Stigmosa Courting1:45, EN