Channidae, Thailand
Channa melasoma
Channa melasoma
Nama lain: Black snakehead, Melasoma, Gabus hitam
- Suhu
- 22–32°C
- pH
- 4–7
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 22–32°C
- pH
- 4–7
- Ukuran
- 30 cm
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 120 cm, ikan sepanjang 30 cm
- AirSulitair lunak · pH 4–7, 1–5 dGH
- SuhuMudah22–32°C
- PerilakuSulitpredator
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-06.
Info singkat
- Sosial: paling baik dipelihara berpasangan; pilih teman satu akuarium dengan hati-hati1
Layak dibeli?
Butuh tutup akuarium yang rapat karena spesies ini dikenal suka melompat. Tutup yang rapat wajib dipakai, sebab Channa spp. terkenal pandai kabur.
Black snakehead, Channa melasoma, adalah ikan gabus (snakehead) dari Thailand selatan, Semenanjung Malaysia, Singapura, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Ikan ini bisa dibedakan dari C. baramensis yang mirip, yang dulu dianggap sinonimnya, karena tidak punya bintik hitam di tengah banyak sisik tubuhnya dan sirip ekornya tidak bergaris-garis. Di alam, ikan ini tampaknya menyukai sungai hutan berair jernih dengan dasar lumpur dan serasah daun, tetapi juga pernah tercatat di perairan blackwater yang asam di hutan rawa gambut.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar: 30 cm SL. Alas akuarium: 120 × 45 cm. Volume: ~243 liter.
Disarankan akuarium dengan ukuran alas minimal 120 × 45 cm.
Kedalaman air tidak terlalu penting, tetapi sebaiknya tidak kurang dari 30 cm.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Seperti kebanyakan spesies Channa berukuran kecil, ikan ini lebih suka akuarium yang agak redup dengan banyak tempat sembunyi berupa tanaman air hidup, cabang kayu apung (driftwood), pipa terakota, pot tanaman, dan sebagainya, yang disusun membentuk jaringan celah, sudut, dan area teduh.
Tanaman permukaan seperti Ceratopteris spp. juga disukai dan membuat ikan tidak terlalu sering bersembunyi.
Tutup yang rapat wajib dipakai karena Channa spp. terkenal pandai kabur, dan harus ada celah antara tutup dan permukaan air karena ikan ini membutuhkan akses ke lapisan udara lembap.1
Diberi pakan apa?
Predator obligat yang di alam terutama memangsa ikan-ikan kecil dan serangga, tetapi di akuarium umumnya mudah beradaptasi dengan pakan mati sebagai pengganti.
Beberapa individu bahkan mau menerima pakan kering, meskipun pakan ini jangan pernah dijadikan pakan utama.
Ikan muda bisa diberi larva chironomid (cacing darah), cacing tanah kecil, udang cincang, dan sejenisnya, sedangkan ikan dewasa mau menerima potongan daging ikan, udang utuh, kerang, udang sungai hidup, cacing tanah yang lebih besar, dan sebagainya.
Spesies ini sebaiknya tidak diberi daging mamalia atau unggas seperti jantung sapi atau ayam, karena sebagian lemak di dalamnya tidak bisa dicerna dengan baik oleh ikan dan dapat menyebabkan penumpukan lemak berlebih, bahkan kerusakan organ.
Begitu juga, tidak ada manfaatnya memberi ikan umpan hidup (feeder) seperti ikan livebearer atau ikan mas koki kecil, yang membawa risiko masuknya parasit atau penyakit dan biasanya nilai gizinya pun tidak tinggi kecuali sudah dikondisikan dengan baik sebelumnya.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Predator
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Sebaran alami
Hidup alami di: Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Indonesia1
Sungai, danau, wilayah: Kalimantan, Sumatra, Bangka, Belitung, Palawan1
Apa kata sumber
- Thailand, Malaysia, Singapura, Kalimantan, Sumatra · Seriously Fish1: “This species' range is currently considered to extend from extreme southern Thailand (Kolok district) through Peninsular Malaysia, Singapore and the Greater Sunda Islands of Borneo and Sumatra, although it is absent from Java.”
- Filipina, Bangka, Belitung, Palawan · Seriously Fish1: “It also occurs in the Philippines and on a number of smaller archipelagos including Bangka, Belitung (Billiton), and Palawan.”
- Indonesia · Seriously Fish1: “Type locality is 'Sambas, western Borneo, Indonesia'.”
GBIF punya 36 catatan di alam liar: 35 di negara-negara di atas, 1 di tempat lain (terbanyak: Brunei 1). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.
- Catatan di negara asal
- Catatan di tempat lain
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 36 catatan, diambil 2026-11-07 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Sebaran spesies ini saat ini dianggap membentang dari ujung selatan Thailand (distrik Kolok) melalui Semenanjung Malaysia, Singapura, dan Kepulauan Sunda Besar yaitu Kalimantan dan Sumatra, meskipun tidak ditemukan di Jawa.
Ikan ini juga ada di Filipina dan di sejumlah kepulauan yang lebih kecil, termasuk Bangka, Belitung (Billiton), dan Palawan.
Laporan keberadaannya di Sungai Chao Phraya, Thailand, dan Sungai Mekong di Kamboja mungkin akibat salah identifikasi atau introduksi oleh manusia.
Lokasi tipenya adalah 'Sambas, Kalimantan bagian barat, Indonesia'.1
Habitat alami
Tampaknya lebih menyukai sungai hutan berair jernih dengan dasar lumpur dan serasah daun, tetapi juga pernah tercatat di perairan blackwater yang asam di hutan rawa gambut serta di lingkungan berair keruh.1
Catatan
Spesies ini bisa dibedakan dari kerabat segenusnya yang mirip, C. baramensis (dulu dianggap sinonim dengan C. melasoma), dari tidak adanya (vs. adanya) bintik hitam di tengah banyak sisik tubuh dan tidak adanya (vs. adanya pada individu yang lebih besar dari 120 mm SL) pola garis-garis pada sirip ekor.
C. melasoma juga mirip dengan C. cyanospilos, tetapi moncongnya lebih runcing bila dilihat dari samping karena rahang bawahnya lebih panjang, yaitu >10% SL (vs 5% SL), dan memiliki pola warna marmer pucat (vs. bintik pucat) di bagian tenggorokan.
Ciri morfologi tambahan pada C. melasoma antara lain: tidak ada sisik gular; jari-jari sirip punggung 37-40; jari-jari sirip anal 22-25; jari-jari sirip dada 14-17; sisik gurat sisi 50-54; baris sisik melintang antara gurat sisi dan pangkal sirip punggung 4-5½; baris sisik melintang antara gurat sisi dan pangkal sirip anal 7½; warna dalam larutan pengawet cokelat tua di bagian atas, pucat di bagian bawah, dengan sirip kehitaman atau gelap.
Anggota famili Channidae umumnya disebut 'snakehead' (kepala ular) karena sebagian besar spesiesnya memiliki sisik besar di kepala yang mengingatkan pada sisik epidermis (pelat kepala) di kepala ular.
Saat ini terdapat lebih dari 30 spesies yang valid, tetapi keanekaragaman dalam kelompok ini kemungkinan besar jauh lebih tinggi.
Semua Channa spp. memiliki alat bantu pernapasan berupa sepasang ruang suprabranchial yang terletak di belakang dan di atas insang, meskipun ruang ini bukan labirin, melainkan dilapisi epitel pernapasan.
Ruang ini memungkinkan ikan menghirup udara langsung dan bertahan dalam kondisi kekurangan oksigen, bahkan di luar air selama waktu yang cukup lama, dan di akuarium ikan ini sering terlihat naik ke permukaan untuk mengambil udara.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Bleeker, P. (1851). Vijfde bijdrage tot de kennis der ichthyologische fauna van Borneo, met beschrijving van eenige nieuwe soorten van zoetwatervisschen. Natuurkundig Tijdschrift voor Nederlandsch Indië v. 2, 415-442
- Brede, N. and P. Antler (2009). Schlangenkopffische—Die Gattungen Channa und Parachanna. Natur und Tier Verlag, Münster, 62 pp.
- Courtenay, W. R., Jr. and J. D. Williams (2004). Snakeheads (Pisces, Channidae) - a biological synopsis and risk assessment. Circular, U. S. Department of the Interior, Geological Survey No. 1251, i-v + 1-143
- Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). The labyrinth fishes (Teleostei: Anabanatoidei, Channoidei) of Sumatra, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 115-138
- Ng, P. K. L. and K. Lim (1990). The Black Snakehead, Channa melasoma (Bleeker, 1851) (Channidae): First Record From Singapore The Raffles Bulletin of Zoology 38(1), 21-24
- Rainboth, W. J. (1996). FAO species identification field guide for fishery purposes. Fishes of the Cambodian Mekong. Rome, FAO, 1-265
- Roberts, T. R. (1989). The freshwater fishes of western Borneo (Kalimantan Barat, Indonesia). Memoirs of the California Academy of Sciences 14, 1-210
- Ng, P. K. L. and K. Lim (1991). The Identity of Ophicephalus cyanospilos Bleeker from Sumatra, and a New Record of Channa bankanensis (Bleeker) from Peninsular Malaysia (Pisces: Channidae). The Raffles Bulletin of Zoology 39(1), 119-1301
Video
ikan Channa Melasoma0:28, EN
Channa Melasoma0:23, EN
CHANNA MELASOMA THE BLACK SNAKEHEAD (RARE)0:34, EN
LEARN ABOUT FISH: CHANNA MELASOMA / BLACK SNAKEHEAD / HARUAN PALAS2:02, EN
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Channa melasoma? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.