Satuan
Tampilan

Cyprinidae, Kamboja

Keperas

Cyclocheilichthys armatus

Nama lain: Armatus barb, Keperas armatus

Suhu
20–26°C
pH
6–8
Akuarium minimum
180 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
20–26°C
pH
6–8
Ukuran
23 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangSulitakuarium mulai 180 cm, ikan sepanjang 23 cm
  • AirMudahpH 6–8, 2–15 dGH
  • SuhuMudah20–26°C
  • PerilakuMudahdamai
  • KelompokSedangkelompok mulai 6 ekor

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.

Info singkat

Cyclocheilichthys armatus adalah ikan cyprinid yang sebarannya membentang dari kawasan Mekong, melewati Thailand dan Semenanjung Malaysia, hingga Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Pada musim kemarau ikan ini mencari makan dari bagian tengah kolom air sampai dasar sungai, dan diduga bermigrasi ke hutan yang tergenang untuk berkembang biak. Ikan ini jarang diimpor dalam jumlah banyak dan paling sering datang sebagai ikan ikutan (bycatch). Dalam kelompok minimal enam ekor, ikan ini menjadi penghuni yang damai dan tidak biasa untuk akuarium berukuran besar.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Untuk pemeliharaan jangka panjang, diperlukan akuarium dengan ukuran alas minimal 180 × 60 cm. Volume: sekitar 648 liter.1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 20–26 °C
  • pH: 6,0–8,0
  • Kesadahan: 2–15 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Kemungkinan besar ikan ini bisa tumbuh baik di berbagai akuarium berukuran besar, asalkan airnya benar-benar bersih dan kaya oksigen. Meski begitu, sebaiknya hindari akuarium yang benar-benar kosong tanpa dekorasi.1

Diberi pakan apa?

Di alam, spesies ini terutama memangsa makanan berukuran kecil, seperti serangga, larva serangga, krustasea, dan burayak ikan lain. Agar kondisinya prima di akuarium, berikan secara rutin pakan hidup dan beku berukuran kecil seperti larva chironomid (cacing darah), kutu air (Daphnia), dan artemia, disertai pakan kering berkualitas baik berupa serpihan dan granul.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Ikan ini sangat cocok menghuni akuarium komunitas berukuran besar yang dekorasinya lengkap, meskipun ikan dewasa yang besar bisa mengintimidasi teman setangki yang lambat atau sangat pemalu. Pilihan teman setangki yang cocok tetap banyak, termasuk berbagai cyprinid, loach, cichlid, ikan lele/catfish, dan characin.

Secara alami spesies ini suka hidup berkelompok, jadi idealnya dipelihara minimal enam ekor. Bila bersama sesamanya, warnanya lebih bagus, ikan tidak mudah gugup, dan tampilan akuarium secara keseluruhan terlihat lebih alami.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Betina yang sudah matang kelamin kemungkinan bertubuh lebih tebal daripada jantan.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Sepengetahuan saat ini belum pernah dibiakkan di akuarium. Di alam, ikan ini memijah di daerah tergenang menjelang akhir musim hujan.1

Sebaran alami

Hidup alami di: Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Filipina1

Sungai, danau, wilayah: Mekong, Chao Phraya, Mae Klong, Kalimantan, Sumatra, Jawa1

Apa kata sumber
  • Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Filipina, Kalimantan, Sumatra, Jawa · Seriously Fish1: “Currently understood to have an enormous natural range extending southwestwards from the Mekong region in Laos, Cambodia, and Vietnam through Thailand, Peninsular Malaysia and the Greater Sunda Islands of Borneo, Sumatra, and Java, with additional records from the Philippines.”
  • Mekong, Chao Phraya, Mae Klong · Seriously Fish1: “It thus occurs throughout the Mekong, Mae Klong and Chao Phraya river drainages as well as a host of smaller river basins, lakes and reservoirs.”

GBIF punya 150 catatan di alam liar: 118 di negara-negara di atas, 32 di tempat lain (terbanyak: Malaysia 20, Indonesia 12). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.

  • Catatan di negara asal
  • Catatan di tempat lain
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 150 catatan, diambil 2026-11-07 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Saat ini ikan ini dianggap memiliki sebaran alami yang sangat luas, membentang ke arah barat daya dari kawasan Mekong di Laos, Kamboja, dan Vietnam, melewati Thailand, Semenanjung Malaysia, hingga Kepulauan Sunda Besar, yaitu Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Ada pula catatan keberadaannya dari Filipina.

Dengan begitu, ikan ini ditemukan di seluruh daerah aliran sungai Mekong, Mae Klong, dan Chao Phraya, serta di banyak daerah aliran sungai yang lebih kecil, danau, dan waduk. Di beberapa negara ikan ini dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi, dan warna serta polanya bisa sedikit berbeda tergantung lokasi asal tangkapannya. Belum jelas seberapa jauh ikan ini telah diintroduksi oleh manusia di wilayah sebarannya.1

Habitat alami

Spesies ini hidup di sungai. Pada musim kemarau ia mencari makan dari bagian tengah kolom air sampai ke dasar, dan pada musim hujan diduga bermigrasi ke hutan tepi sungai yang tergenang untuk berkembang biak.

Akibat campur tangan manusia, ikan ini makin sering ditemukan di perairan buatan seperti waduk. Di beberapa daerah, populasinya mungkin juga terdampak oleh pembangunan bendungan, pencemaran, atau penangkapan berlebihan.1

Catatan

Seperti anggota genus lainnya, belum banyak tulisan tentang pemeliharaan spesies ini di akuarium, tetapi ikan ini menjadi penghuni yang damai dan tidak biasa untuk akuarium berukuran besar. Cara terbaik untuk mendapatkannya mungkin dengan memantau kiriman ikan tangkapan alam dari Indochina dan Kepulauan Sunda Besar, karena ikan ini jarang diimpor dalam jumlah besar dan paling sering datang sebagai ikan ikutan (bycatch).

Spesies ini dapat dibedakan dari kerabat segenusnya karena memiliki satu atau dua pasang sungut, bercak hitam di pangkal sirip ekor, dan deretan bintik gelap di sepanjang baris sisik lateral.

Anggota Cyclocheilichthys dicirikan oleh duri sirip punggung yang bergerigi, 9 jari-jari bercabang pada sirip perut, moncong berbentuk kerucut, mulut kecil yang letaknya subterminal, serta deretan lipatan sensorik yang sejajar pada moncong dan pipi. Ciri terakhir ini tidak dimiliki sebagian besar cyprinid lain, tetapi ada pada beberapa genus, termasuk Eirmotus, Oreichthys, dan Neobarynotus.

Dalam beberapa tahun terakhir muncul beberapa masalah tata nama, tampaknya karena Bleeker (1859) menggunakan Cyclocheilichthys dan Anematichthys (kini sinonim) secara bersamaan untuk merujuk ikan yang sama, yaitu C. apogon. Masalah ini sudah dibahas oleh Kottelat (1999), tetapi kemudian disalahartikan oleh Pasco-Viel, Veran dan Variot, 2012, yang menyimpulkan bahwa Cyclocheilichthys merupakan kelompok parafiletik lalu memecah genus ini menjadi dua kelompok: Cyclocheilichthys (berisi C. enoplos) dan Anematichthys (berisi C. apogon, C. armatus, dan C. repasson).

Hal ini kemudian dikoreksi oleh Kottelat (2013). Saat ini Cyclocheilichthys mencakup tujuh spesies, sedangkan genus Cyclocheilos, yang statusnya kembali diakui sebagai genus sah, mencakup bekas anggota Cyclocheilichthys, yaitu C. enoplos dan C. furcatus. C. heteronema cukup berbeda dari spesies Cyclocheilichthys lainnya dan mungkin suatu saat dipisahkan, dengan nama genus Oxybarbus yang tersedia untuknya.

Mengingat sebaran C. apogon yang sangat luas, dan dengan memperhitungkan pola yang terlihat pada ikan-ikan Asia Tenggara lainnya, wajar jika spesies ini pun mungkin nantinya terbukti merupakan sekelompok takson yang berkerabat dekat.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Rainboth, W. J. (1996). Fishes of the Cambodian Mekong. FAO Species Identification Field Guide for Fishery Purposes. FAO, Rome, 1-265
  • Kottelat, M. (1999). Nomenclature of the genera Barbodes, Cyclocheilichthys, Rasbora and Chonerhinos (Teleostei: Cyprinidae and Tetraodontidae), with comments on the definition of the first reviser. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 47(2), 591-600
  • Cuvier, G. and A. Valenciennes (1842). Histoire naturelle des poissons. Tome seizième. Livre dix-huitième. Les Cyprinoïdes. Histoire naturelle des poissons v. 16, i-xx + 1-472
  • Ng, H. H. and H.-H. Tan (1999). The fishes of the Endau drainage, Peninsular Malaysia with descriptions of two new species of catfishes (Teleostei: Akysidae, Bagridae). Zoological Studies 38(3), 350-366
  • Freyhof, J., D. V. Serov and T. N. Nguyen (2000). A preliminary checklist of the freshwater fishes of the River Dong Nai, South Vietnam. Bonner Zoologische Beiträge 49(1-4), 93-99
  • Kottelat, M. (2001). Fishes of Laos. WHT Publications, Colombo, 1-198
  • Kottelat, M. and E. Widjanarti (2005). The fishes of Danau Sentarum National Park and the Kapuas Lakes area, Kalimantan Barat, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 139-173
  • Parenti, L. R. and K. K. P. Lim (2005). Fishes of the Rajang Basin, Sarawak, Malaysia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 175-208
  • Pasco-Viel, E., M. Veran and L. Variot (2012). Bleeker was right: Revision of the genus Cyclocheilichthys (Bleeker 1859) and resurrection of the genus Anematichthys (Bleeker 1859), based on morphological and molecular data of Southeast Asian Cyprininae (Teleostei, Cypriniformes). Zootaxa 3586, 41-54
  • Kottelat, M. (2013). The valid generic names for the fish species usually placed in Cyclocheilichthys (Pisces: Cyprinidae). Zootaxa 3640(4), 479-482
  • Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-663
  • Pasco-Viel, E., M. Veran and L. Variot (2013). Comments on 'The valid generic names for the fish species usually placed in Cyclocheilichthys' (KOTTELAT 2013) and a correction of Pasco-viel et al. (2012). Zootaxa 3640(3), 483-484
  • Cervancia, M. and M. Kottelat (2007). Cyclocheilichthys schoppeae, a new species of freshwater fish (Teleostei: Cyprinidae) from northern Palawan, Philippines. Raffles Bulletin of Zoology 55(1), 141-1451