Cyprinidae, Myanmar
Cyclocheilichthys heteronema
Cyclocheilichthys heteronema
- Suhu
- 21–26°C
- pH
- 6–7,5
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
- Mudah
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 21–26°C
- pH
- 6–7,5
- Kesadahan (dGH)
- 1–15
- Ukuran
- 12 cm
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
Mudah 2/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 120 cm, ikan sepanjang 12 cm
- AirMudahpH 6–7,5, 1–15 dGH
- SuhuMudah21–26°C
- PerilakuMudahdamai
- KelompokMudahkelompok mulai 4 ekor
Tingkat kesulitan 2/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.
Info singkat
Cyclocheilichthys heteronema adalah ikan cyprinid yang sebarannya membentang dari Myanmar ke timur sampai Vietnam, dan ke selatan sampai Semenanjung Malaysia, Kalimantan, dan Sumatra. Sungutnya yang berumbai dan dijulurkan ke bawah saat ikan ini mencari makan merupakan ciri khas yang tidak dimiliki anggota genus lainnya. Di alam ikan ini tampaknya tidak umum, dengan sebagian besar catatan berasal dari Semenanjung Malaysia, dan masuk ke perdagangan ikan hias hanya sesekali sebagai tangkapan sampingan. Ikan ini sangat damai tetapi pemalu, sehingga mudah kalah bersaing dengan teman setangki yang agresif dan aktif.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Untuk pemeliharaan jangka panjang, dibutuhkan akuarium dengan ukuran dasar minimal 120 × 45 cm. Volumenya sekitar 243 liter.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Ikan ini lebih menyukai lingkungan yang redup, dan substrat pasir yang lembut dianjurkan agar ikan dapat mencari makan secara alami (lihat bagian 'Pakan'). Menambahkan beberapa potong kayu (driftwood) berukuran cukup besar akan memberikan area teduh yang akan disukai ikan ini. Jika tidak menemukan driftwood dengan bentuk yang diinginkan, kayu beech (Fagus sylvatica) atau oak aman digunakan asalkan sudah benar-benar kering dan kulit kayunya dikupas.
Meskipun banyak tanaman air tidak akan tumbuh baik dalam kondisi seperti ini, jenis seperti Microsorum, Taxiphyllum, atau mungkin beberapa Cryptocoryne spp. yang ditanam dalam pot seharusnya masih bisa bertahan. Beberapa kelompok tanaman apung juga akan membantu meredam cahaya yang masuk ke akuarium dan memberikan kesan yang lebih alami.1

Diberi pakan apa?
Tampaknya ikan ini merupakan mikropredator yang menyisir substrat dan permukaan lain untuk mencari makanan kecil, termasuk serangga, krustasea, dan cacing. Agar kondisinya optimal di akuarium, berikan setiap hari pakan hidup dan beku berukuran kecil seperti cacing darah (larva chironomid), cacing sutra, kutu air, dan artemia, ditambah pakan buatan tenggelam yang berkualitas baik.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Spesies ini memang sangat damai, tetapi teman setangki harus dipilih dengan hati-hati karena sifatnya cenderung pemalu dan bisa merasa terintimidasi atau kalah bersaing mendapatkan pakan dari ikan yang lebih besar atau lebih agresif. Akuaris asal Inggris, Mick Wright, pernah memelihara sekelompok ikan ini dan berhasil menggabungkannya dengan cyprinid kecil yang damai, termasuk Pethia phutunio dan P. gelius, serta loach dari genus Yunnanilus dan Nemacheilus.
Akuarium komunitas yang dibangun berdasarkan salah satu negara atau daerah aliran sungai asalnya juga bisa menjadi proyek yang menarik dengan beberapa pilihan alternatif yang menarik. Contohnya, di Danau Tonlé Sap, spesies yang hidup berdampingan dengannya antara lain Rasbora daniconius, R. rubrodorsalis, Nemacheilus pallidus, Chanda siamensis, Trichogaster microlepis, dan T. trichopterus.
Secara alami ikan ini suka hidup berkelompok, dan idealnya dipelihara dalam kelompok minimal empat ekor agar tampil maksimal di akuarium; ikan akan cenderung tidak terlalu gugup bila ada sesama jenisnya.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
- Kelompok minimal
- 4 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Betina yang sudah matang kelamin kemungkinan memiliki perut yang lebih bulat dibandingkan jantan.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Sejauh ini diperkirakan belum pernah berhasil dipijahkan di akuarium.1

Sebaran alami
Hidup alami di: Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Indonesia1
Sungai, danau, wilayah: Mekong, Chao Phraya, Mae Klong, Tonle Sap, Kalimantan, Sumatra1
Apa kata sumber
- Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Kalimantan, Sumatra · Seriously Fish1: “This species is currently understood to have a considerable natural range extending eastwards from Myanmar via Thailand, Laos, Cambodia as far as Vietnam and to the south through Peninsular Malaysia and into the Greater Sunda Islands of Borneo and Sumatra.”
- Indonesia · Seriously Fish1: “Type locality is 'Sambas, western Borneo, Indonesia', which presumably refers to the settlement of the same name in Kalimantan Barat (West Kalimantan) province which lies on the lower Sambas Besar river.”
- Mekong, Chao Phraya, Mae Klong, Tonle Sap · Seriously Fish1: “It thus occurs in the Mekong, Mae Klong and Chao Phraya drainages as well as a host of other river basins, lakes and reservoirs including the Tonlé Sap river and lake system in Cambodia.”
GBIF punya 24 catatan di alam liar: 18 di negara-negara di atas, 6 di tempat lain (terbanyak: Malaysia 6). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.
- Catatan di negara asal
- Catatan di tempat lain
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 24 catatan, diambil 2026-11-07 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Saat ini spesies ini dianggap memiliki wilayah sebaran alami yang cukup luas, membentang ke timur dari Myanmar melalui Thailand, Laos, dan Kamboja hingga Vietnam, serta ke selatan melalui Semenanjung Malaysia sampai ke Kepulauan Sunda Besar, yaitu Kalimantan dan Sumatra.
Dengan demikian, ikan ini ditemukan di daerah aliran sungai Mekong, Mae Klong, dan Chao Phraya, serta di banyak daerah aliran sungai, danau, dan waduk lainnya, termasuk sistem sungai dan danau Tonlé Sap di Kamboja. Meskipun sebarannya luas, ikan ini tampaknya tidak umum di alam, dan sebagian besar catatan yang ada berasal dari Semenanjung Malaysia.
Lokasi tipenya adalah 'Sambas, western Borneo, Indonesia', yang kemungkinan merujuk pada permukiman bernama sama di Provinsi Kalimantan Barat yang terletak di hilir Sungai Sambas Besar.1
Habitat alami
Informasi yang tersedia masih sedikit, tetapi menurut laporan yang ada, ikan ini terutama menghuni perairan yang lebih dalam dan hanya dapat dijumpai di zona yang lebih dangkal selama beberapa minggu setiap tahunnya. Pada musim hujan, ikan ini diketahui berpindah ke dataran banjir dan kawasan hutan yang tergenang.1
Catatan
C. heteronema mudah dibedakan dari kerabat segenusnya karena memiliki sungut berumbai yang khas, yang dijulurkan ke bawah saat ikan ini mencari makan. Seperti anggota genus lainnya, belum banyak tulisan tentang pemeliharaannya di akuarium, tetapi ikan ini merupakan tambahan yang damai dan tidak biasa untuk akuarium berukuran besar.
Cara terbaik untuk mendapatkannya mungkin adalah dengan memantau kiriman ikan tangkapan alam lain dari Indochina dan Kepulauan Sunda Besar, karena ikan ini jarang, bahkan mungkin tidak pernah, diimpor dalam jumlah banyak, tetapi sesekali dapat muncul sebagai tangkapan sampingan.
Anggota genus Cyclocheilichthys dicirikan oleh duri sirip punggung yang bergerigi, 9 jari-jari bercabang pada sirip perut, moncong berbentuk kerucut, mulut kecil yang terletak agak di bawah (subterminal), serta deretan lipatan sensorik sejajar pada moncong dan pipi. Ciri terakhir ini tidak dimiliki sebagian besar cyprinid lain, tetapi ada pada beberapa genus, termasuk Eirmotus, Oreichthys, dan Neobarynotus.
Dalam beberapa tahun terakhir muncul beberapa masalah tata nama, yang tampaknya disebabkan karena Cyclocheilichthys dan Anematichthys (kini sinonim) digunakan secara bersamaan oleh Bleeker (1859) untuk ikan yang sama, yaitu C. apogon. Masalah ini dibahas oleh Kottelat (1999), tetapi kemudian disalahartikan oleh Pasco-Viel, Veran dan Variot, 2012, yang menyimpulkan bahwa Cyclocheilichthys merupakan kelompok parafiletik dan membagi genus ini menjadi dua kelompok: Cyclocheilichthys (berisi C. enoplos) dan Anematichthys (berisi C. apogon, C. armatus, dan C. repasson).
Hal ini kemudian dikoreksi oleh Kottelat (2013), dan saat ini Cyclocheilichthys terdiri atas tujuh spesies, sementara genus Cyclocheilos yang divalidasi kembali mencakup bekas anggotanya, yaitu C. enoplos dan C. furcatus. C. heteronema cukup berbeda dari spesies Cyclocheilichthys lainnya dan mungkin pada akhirnya akan dipisahkan, dengan nama genus Oxybarbus yang tersedia untuknya.
Mengingat sebaran C. heteronema yang sangat luas, dan dengan mempertimbangkan pola yang terlihat pada ikan-ikan Asia Tenggara lainnya, masuk akal jika spesies ini kelak ternyata juga merupakan kelompok beberapa takson yang berkerabat dekat.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Doi, A. and Y. Taki (1994). First record of the cyprinid, Cyclocheilichthys heteronema, from Lake Tonle Sap of the Mekong River System. Japanese Journal of Ichthyology 41(1), 84-85
- Rainboth, W. J. (1996). Fishes of the Cambodian Mekong. FAO Species Identification Field Guide for Fishery Purposes. FAO, Rome, 1-265
- Kottelat, M. (2001). Fishes of Laos. WHT Publications, Colombo, 1-198
- Kottelat, M. and E. Widjanarti (2005). The fishes of Danau Sentarum National Park and the Kapuas Lakes area, Kalimantan Barat, Indonesia. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 13, 139-173
- Pasco-Viel, E., M. Veran and L. Variot (2012). Bleeker was right: Revision of the genus Cyclocheilichthys (Bleeker 1859) and resurrection of the genus Anematichthys (Bleeker 1859), based on morphological and molecular data of Southeast Asian Cyprininae (Teleostei, Cypriniformes). Zootaxa 3586, 41-54
- Kottelat, M. (2013). The valid generic names for the fish species usually placed in Cyclocheilichthys (Pisces: Cyprinidae). Zootaxa 3640(4), 479-482
- Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-663
- Pasco-Viel, E., M. Veran and L. Variot (2013). Comments on 'The valid generic names for the fish species usually placed in Cyclocheilichthys' (KOTTELAT 2013) and a correction of Pasco-viel et al. (2012). Zootaxa 3640(3), 483-484
- Cervancia, M. and M. Kottelat (2007). Cyclocheilichthys schoppeae, a new species of freshwater fish (Teleostei: Cyprinidae) from northern Palawan, Philippines. Raffles Bulletin of Zoology 55(1), 141-1451
Video
Cyclocheilichthys Heteronema ปลากะทิ1:30, EN
Cyclocheilichthys heteronema | ปลากะทิ0:21, EN
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Cyclocheilichthys heteronema? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.