Satuan
Tampilan

Datnioididae, Papua Nugini

Datz Papua

Datnioides campbelli

Nama lain: Datz Irian, NGT, New Guinea tiger perch, Irian tiger fish, Papua tiger fish

Suhu
20–28°C
pH
7,5–9
Akuarium minimum
210 cm
Tingkat kesulitan
Sulit

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
20–28°C
pH
7,5–9
Ukuran
35 cm
Tingkat kesulitan
Sulit 6/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangSulitakuarium mulai 210 cm, ikan sepanjang 35 cm
  • AirSedangair basa, air sangat keras · pH 7,5–9, 15–30 dGH
  • SuhuMudah20–28°C

Tingkat kesulitan 6/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-06.

Info singkat

New Guinea tiger perch, Datnioides campbelli, adalah tiger perch (datz) berukuran besar dari Papua bagian selatan. Sebagian besar catatannya berasal dari daerah hilir DAS Fly River. Warna dasarnya kuning keemasan dengan 4–6 garis tegak gelap yang lebar dan pinggirannya samar, dan ciri ini membedakannya dari kerabat satu genusnya. Spesies ini bersifat euryhaline: ditemukan di anak sungai pasang surut yang payau, juga di anak sungai besar dan rawa yang jaraknya sedikitnya 900 km dari laut. Ukurannya bisa mencapai 350 mm SL.

  • Pemijahan: Belum ada laporan.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Panjang standar: 350 mm SL. Alas akuarium: 210 × 60 cm. Volume: sekitar 756 liter.

Akuarium dengan ukuran alas 210 × 60 cm sebaiknya dijadikan ukuran paling minimum.1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 20–28 °C
  • pH: 7,5–9,0
  • Kesadahan: 15–30 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Ikan muda dan remaja sebaiknya ditempatkan di akuarium dengan dekorasi yang cukup, misalnya cabang kayu (driftwood) atau akar bakau. Individu yang lebih besar relatif tidak rewel, meski tetap senang kalau ada penutup di permukaan, berupa tanaman air apung, tanaman yang menjuntai, atau cabang kayu. Spesies ini bisa bertahan di air tawar yang sedang sampai sadah, maupun di air payau.

Datnioides spp. umumnya menghasilkan banyak kotoran, jadi filter eksternal yang besar wajib dipakai. Kalau bisa, belilah filter yang sudah ada heater bawaannya, atau minimal pasang pelindung heater yang kokoh, karena ikan dewasa diketahui bisa merusak peralatan yang terendam. Sistem sump juga cocok, dan heater bisa ditaruh di dalamnya.

Ikan ini tidak tahan perjalanan jauh dan bisa sulit distabilkan setelah diimpor. Sering kali ikan menolak makan dan terus-menerus menunjukkan pola warna yang menandakan stres, pola yang juga muncul di malam hari. Pada D. campbelli, tubuhnya menjadi jauh lebih gelap dan garis-garis tegak di tubuhnya jadi samar.1

Diberi pakan apa?

Predator yang efisien dengan mulut yang bisa dijulurkan jauh ke depan. Pakan utamanya ikan-ikan kecil dan krustasea. Di akuarium, ikan muda bisa diberi larva chironomid (cacing darah), cacing tanah kecil, udang cincang, dan sejenisnya. Ikan dewasa mau menerima potongan daging ikan, udang utuh, kerang, udang sungai hidup, cacing tanah yang lebih besar, dan sebagainya. Individu yang lebih tua tidak perlu diberi makan setiap hari, cukup 2–3 kali seminggu.

Spesies ini sebaiknya tidak diberi daging mamalia atau unggas, seperti jantung sapi atau ayam, karena sebagian lemak di dalamnya tidak bisa dicerna dengan baik oleh ikan dan bisa menyebabkan penumpukan lemak berlebih, bahkan kerusakan organ. Begitu pula, tidak ada manfaatnya memberi ikan umpan (feeder) seperti ikan livebearer atau ikan koki kecil. Ikan umpan berisiko membawa parasit atau penyakit, dan umumnya nilai gizinya tidak tinggi kecuali sudah dikondisikan dengan benar sebelumnya.1

Juvenile displaying slight stress/nocturnal colour pattern.
©

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Bisa dipelihara bersama ikan lain yang ukurannya serupa kalau ruangnya cukup, tetapi mungkin bisa terintimidasi oleh spesies yang teritorial atau suka bersaing.

Meski ikan muda bisa berkelompok, ikan dewasa tidak suka bergerombol dan cenderung agresif terhadap sesama jenis maupun ikan yang bentuk tubuhnya mirip. Paling baik dipelihara sendirian atau dalam kelompok berisi 5 ekor atau lebih.1

Di mana habitat aslinya?

Tampaknya hanya terdapat di bagian selatan Pulau Papua (New Guinea), antara Sungai Lorentz di Provinsi Papua, Indonesia, dan Sungai Kikori di Provinsi Gulf, Papua Nugini. Sebagian besar catatan berasal dari hilir DAS Fly River di Provinsi Western, barat daya Papua Nugini.

Lokasi tipenya tercatat keliru sebagai 'Upper Sepik River, New Guinea', padahal spesimen tipenya sebenarnya dikoleksi dari Fly River (Allen & Coates, 1991).1

Habitat alami

Spesies ini bersifat euryhaline. Di hilir Fly River, ikan ini pernah dikoleksi dari anak sungai pasang surut yang payau. Di bagian tengah dan hulu DAS-nya, ikan ini menghuni anak sungai besar dan rawa, dan pernah tercatat sedikitnya 900 km dari laut.1

Catatan

Dalam literatur akuarium, spesies ini juga dikenal sebagai 'Irian tiger fish', 'Papua tiger fish', 'New Guinea tiger fish' (atau 'NGT'), 'New Guinea datnoid', 'New Guinea dat', atau cukup 'NGT'. Ikan ini jarang diperdagangkan dan biasanya mahal kalau ada. Nama umum 'tiger fish' juga dipakai untuk genus alestid Afrika Hydrocynus, karena itu Roberts dan Kottelat (1994) mengusulkan nama yang lebih tepat, yaitu 'tiger perch'.

D. campbelli dibedakan dari semua kerabat satu genusnya lewat kombinasi ciri berikut: warna dasar tubuh kuning keemasan cerah (dibandingkan putih atau keperakan sampai kekuningan atau cokelat oranye pada semua spesies Datnioides lainnya); pola warna berupa 4–6 garis gelap lebar dengan pinggiran samar (dibandingkan hingga 7 garis, kadang dengan 1–4 garis lebih kecil di antaranya pada D. polota; 6–7 garis lebar pada D. microlepis; 4–5 garis lebar pada D. pulcher; 4 garis tipis, kadang dengan satu garis tidak penuh, pada D. undecimradiatus); profil di depan sirip punggung jelas cekung (dibandingkan hampir lurus pada D. microlepis, D. pulcher, dan D. undecimradiatus); 15–17 tapis insang pada lengkung insang pertama (dibandingkan 20–23 pada D. polota, 18–21 pada C. microlepis); biasanya 10 jari-jari bercabang pada sirip anal (dibandingkan 9 pada D. polota); sisik tubuh besar, 42–43 pada deret lateral (dibandingkan kecil, 70–100 pada deret lateral pada D. microlepis, D. pulcher, dan D. undecimradiatus); 11+13 ruas tulang belakang (dibandingkan 10+14 pada kerabat satu genusnya).

Mengikuti Kottelat (2001), genus Datnioides dicirikan oleh kombinasi ciri berikut: jari-jari keras kedua sirip anal lebih panjang daripada jari-jari pertama dan ketiga; ada gigi halus dan 2–3 duri tumpul di tepi tutup insang (operkulum); 50 sisik gurat sisi atau lebih; pola warna bergaris.

Pada tahun 1990-an, anggota genus ini dimasukkan ke dalam genus Coius, tetapi kini Coius dianggap sinonim dari genus Anabas (Kottelat, 2000). Dengan demikian, nama famili lama Coiidae adalah sinonim dari Anabantidae, dan spesies-spesies Datnioides membentuk famili monotipik Datnioididae. Dulu genus ini juga pernah dimasukkan ke famili tripletail laut Lobotidae, dan analisis filogenetik awal menunjukkan adanya hubungan dekat antara kedua kelompok ini.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Whitley, G. P. (1939). Studies in ichthyology. No. 12. Records of the Australian Museum 20(4), 264-277
  • Allen, G. R. and D. Coates (1991). An ichthyological survey of the Sepik River, Papua New Guinea. Records of the Western Australian Museum Supplement 34, 31-116
  • Roberts, T. R. (1978). An ichthyological survey of the Fly River in Papua New Guinea with descriptions of new species. Smithsonian Contributions to Zoology No. 281, 1-72
  • Allen, G. R., A. W. Storey and M. Yarrao (2008). Freshwater fishes of the Fly River Papua New Guinea. Ok Tedi Mininng, i-vii + 1-213
  • Kottelat, M. (2001). Fishes of Laos. WHT Publications, Colombo, 1-198
  • Kottelat, M. (2000). The type species of the genus-group names Coius Hamilton, 1822 and Datnia Cuvier, 1829 and the type-genus of the family-group name Datnioididae Bleeker, 1858. Journal of South Asian Natural History 5(1), 91-94
  • Roberts, T. R. and M. Kottelat (1994). The Indo-Pacific tigerperches, with a new species from the Mekong basin (Pisces: Coiidae). Ichthyological Exploration of Freshwaters 5(3), 257-2661