Cyprinidae, Indonesia
Seluang
Rasbora dusonensis
Nama lain: Rosefin Rasbora, Yellowtail Rasbora, Rasbora ekor kuning
- Suhu
- 20–26°C
- pH
- 4–7,5
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 20–26°C
- pH
- 4–7,5
- Kesadahan (dGH)
- 1–12
- Ukuran
- 16,2 cm
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 120 cm, ikan sepanjang 16,2 cm
- AirMudahpH 4–7,5, 1–12 dGH
- SuhuMudah20–26°C
- PerilakuMudahdamai
- KelompokSedangkelompok mulai 6 ekor
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-03.
Layak dibeli?
Akuarium perlu tutup yang rapat karena spesies ini dikenal suka melompat.
Rasbora dusonensis adalah ikan dari famili Cyprinidae yang berasal dari Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan Kalimantan. Ikan ini ditemukan di alur sungai yang lebih besar dan di perairan hitam (blackwater) rawa gambut. Selama puluhan tahun identitasnya tidak jelas, sampai dideskripsikan ulang oleh Ng dan Kottelat (2013). Ikan ini sangat mirip dengan R. tornieri, yang juga hidup di Sungai Musi, tetapi sirip ekornya kuning terang dengan tepi gelap yang lebar, sedangkan pada R. tornieri sirip ekornya merah karmin. Satu spesimen tercatat berukuran 162 mm SL, meskipun ukuran dewasa yang lebih umum dilaporkan adalah 95–105 mm.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Membutuhkan akuarium yang relatif besar dengan luas permukaan minimal 120 × 30 cm atau yang setara. Volume: sekitar 108 liter.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Pilihan dekorasi tidak sepenting kualitas air dan banyaknya ruang renang terbuka yang tersedia.
Disarankan memelihara ikan ini di akuarium besar yang banyak tanaman airnya, atau di setup yang dirancang menyerupai sungai mengalir, dengan substrat berupa batu dan kerikil berbagai ukuran, beberapa batu besar yang permukaannya halus terkikis air, serta arus air sedang.
Setup bergaya sungai tersebut bisa dilengkapi lagi dengan beberapa akar dan cabang kayu (driftwood) serta beberapa tanaman air yang tangguh.
Baik di akuarium bertanaman maupun di setup bergaya sungai, tutup yang rapat wajib ada karena spesies ini terkadang melompat.
Ikan ini juga tidak tahan terhadap penumpukan limbah organik dan membutuhkan air yang benar-benar bersih setiap saat agar bisa tumbuh baik, sehingga perawatan yang disiplin sangat penting.1
Diberi pakan apa?
Menurut analisis isi lambung spesimen dari alam, spesies ini terutama memakan invertebrata air dan darat, khususnya serangga.
Di akuarium, ikan ini mau menerima pakan kering dengan ukuran yang sesuai, tetapi sebaiknya tidak hanya diberi pakan kering saja.
Pemberian pakan hidup dan beku berukuran kecil setiap hari, seperti kutu air, artemia, dan sejenisnya, akan menghasilkan warna terbaik dan mendorong ikan menjadi siap memijah.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Spesies ini damai sehingga sangat cocok menjadi penghuni akuarium komunitas yang isinya dipilih dengan baik. Namun seperti biasa, saat memilih ikan yang cocok untuk digabung, riset yang memadai tetap penting dan ukuran dewasanya perlu diperhitungkan.
Akuarium komunitas bertema salah satu negara asal atau daerah aliran sungai asalnya bisa menjadi proyek yang layak dicoba, dengan beberapa pilihan alternatif yang menarik.
Secara alami ikan ini hidup bergerombol, dan idealnya dibeli dalam kelompok minimal 6 ekor.
Memelihara dalam jumlah yang cukup tidak hanya membuat ikan tidak mudah gugup, tetapi juga menghasilkan tampilan yang lebih memikat dan terlihat alami, sementara para jantan akan menunjukkan perilaku yang seru saat bersaing satu sama lain untuk menarik perhatian betina.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
- Kelompok minimal
- 6 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →

Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Betina dewasa perutnya tampak jelas lebih bulat dan sering sedikit lebih besar daripada jantan.1
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Tampaknya belum pernah dibiakkan di akuarium, meskipun kemungkinan besar ikan ini memijah dengan cara menyebar telur tanpa merawat anaknya.
Jika ikan dalam kondisi baik, mereka akan sering memijah, dan di akuarium yang matang serta dekorasinya lengkap, ada kemungkinan sejumlah kecil burayak mulai muncul tanpa campur tangan pemelihara.
Namun, jika ingin mendapatkan burayak lebih banyak, diperlukan cara yang sedikit lebih terkontrol, dan beberapa metode berbeda telah terbukti berhasil pada spesies segenusnya.
Yang terpenting adalah menyediakan semacam perangkap telur atau penyekat yang bisa dilewati telur, agar induk tidak memakan telurnya.
Masa inkubasi telur Rasbora sampai batas tertentu bergantung pada suhu, tetapi biasanya berlangsung antara 18 dan 48 jam, dan burayak mulai berenang bebas 24 sampai 48 jam kemudian.
Pada awalnya mungkin diperlukan pakan mikroskopis seperti Paramecium, lalu naupli artemia, microworm, dan sejenisnya bisa diberikan setelah burayak cukup besar untuk memakannya.1
Di mana habitat aslinya?
Keberadaannya sudah dipastikan di Sumatra, Indonesia (dari Sungai Indragiri, Provinsi Riau, sampai Sungai Musi, Provinsi Sumatra Selatan), Semenanjung Malaysia (ke arah timur dan selatan dari sistem Sungai Bernam di negara bagian Perak dan Selangor sampai daerah aliran Sungai Endau di negara bagian Johor), serta Kalimantan (dari daerah aliran Sungai Baram di negara bagian Sarawak, Malaysia, sampai daerah aliran Sungai Barito di Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia).
Sungai Barito mengalir melewati kota Banjarmasin, yang oleh Bleeker dicantumkan sebagai lokasi tipe spesies ini, dengan menyebut dua sungai, yaitu 'Banjer' dan 'Duson'.1
Habitat alami
Ikan ini pernah dikoleksi dari berbagai tipe habitat, termasuk alur sungai yang lebih besar dan perairan hitam (blackwater) berarus lebih lambat di kawasan hutan rawa gambut purba, yang biasanya penuh dengan daun gugur, ranting, dan dahan.
Di alur sungai besar, airnya cenderung keruh dengan pH kurang lebih netral, sedangkan di perairan hitam airnya khas berwarna cokelat akibat tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk. Airnya juga memiliki kesadahan dan konduktivitas yang sangat rendah, serta bersifat asam (pH 3,0–6,0).
Ikan ini juga menghuni perairan permanen seperti kolam alami, perairan tenang di tepi sungai, dan waduk, dan di sebagian wilayah sebarannya diketahui berpindah ke area yang tergenang banjir saat musim hujan.
Di Sungai Musi, Sumatra, R. dusonensis hidup simpatrik dengan kerabat segenusnya yang mirip, R. tornieri (lihat 'Catatan').1
Catatan
Identitas spesies ini tidak jelas selama beberapa dekade sebelum dideskripsikan ulang oleh Ng dan Kottelat (2013).
Kerancuan ini bermula dari Brittan (1954) yang keliru mengidentifikasi spesimen R. tornieri sebagai R. dusonensis, lalu diperparah oleh Alfred (1963) yang menyimpulkan bahwa holotipe R. dusonensis satu spesies dengan R. myersi. Kottelat (1991) kemudian menganggap R. myersi, spesies yang warnanya abu-abu polos, sebagai sinonim R. dusonensis, tetapi kesimpulan ini keliru, dan saat ini kedua spesies dianggap valid (Ng dan Kottelat, 2013).
R. dusonensis berbeda dari R. tornieri karena memiliki sirip ekor kuning terang (vs. merah karmin pada R. tornieri) dengan tepi distal gelap yang lebar (vs. dengan atau tanpa tepi gelap yang sempit), serta pangkal ekor (caudal peduncle) yang lebih ramping, yaitu 8,5–9,6 kali dalam SL dan berukuran 10,4–11,7 % SL (vs. masing-masing 7,9–8,8 kali dan 11,4–12,6 % SL).
R. dusonensis dan R. tornieri sama-sama termasuk dalam kelompok spesies R. argyrotaenia. Di dalam kelompok ini, satu-satunya spesies lain yang memiliki sirip ekor kuning terang adalah R. aurotaenia, tetapi R. dusonensis dapat dibedakan darinya karena memiliki garis subpedunkular, garis midlateral dan supralateral yang kontras tegas dengan tepi yang jelas, serta tubuh yang lebih ramping dengan tinggi badan 4,0–4,8 kali dalam SL (vs. 3,7–4,0).
Rasbora adalah salah satu genus dengan jumlah spesies terbanyak dalam famili Cyprinidae, dengan anggota yang tersebar di sebagian besar Asia Tenggara, dan sejak lama dikenal sebagai kelompok polifiletik 'penampung segala'. Liao et al. (2010) dan Tang et al. (2010) mengusulkan susunan yang berbeda untuk genus ini dan genus-genus yang berkerabat. Di sini, untuk sementara tetap digunakan sistem yang diusulkan oleh Liao et al. (2010), karena nama genus seperti Boraras dan Trigonostigma sudah mapan dalam literatur akuarium.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Liao, T. Y., Kullander, S. O. and F. Fang (2010). Phylogenetic analysis of the genus Rasbora (Teleostei: Cyprinidae). Zoologica Scripta 39(2), 155-176
- Tang, K. L., et al. (2010). Systematics of the subfamily Danioninae (Teleostei: Cypriniformes: Cyprinidae). Molecular Phylogenetics and Evolution 57(1), 189-214
- Kottelat, M. (1991). Notes on the taxonomy of some Sundaic and Indochinese species of Rasbora, with description of four new species (Pisces: Cyprinidae). Ichthyological Exploration of Freshwaters 2(2), 177-191
- Kottelat, M. (2012). Rasbora rheophila, a new species of fish from northern Borneo (Teleostei: Cyprinidae). Revue suisse de Zoologie 119(1), 77-87
- Ng, H. H. and M. Kottelat (2013). The identity of the cyprinid fishes Rasbora dusonensis and R. tornieri (Teleostei: Cyprinidae). Zootaxa 3635(1), 62-701
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Seluang? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.