Satuan
Tampilan

Balitoridae, Malaysia

Homalopteroides nebulosus

Homalopteroides nebulosus

Nama lain: Hillstream loach, Lizard loach, Gecko loach

Suhu
20–25,5°C
pH
6–7,5
Akuarium minimum
60 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
20–25,5°C
pH
6–7,5
Ukuran
3,6 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahakuarium mulai 60 cm, ikan sepanjang 3,6 cm
  • AirMudahpH 6–7,5, 1–12 dGH
  • SuhuMudah20–25,5°C

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-06.

Info singkat

  • Butuh arus kuat, dengan filter yang menyaring volume akuarium 8–12 kali per jam

Homalopteroides nebulosus adalah hillstream loach berukuran kecil yang dideskripsikan dari Sungai Sok di bagian utara Semenanjung Malaysia dan sejak itu juga tercatat di Kalimantan. Ikan ini kurang dikenal di kalangan hobiis akuarium dan mungkin belum pernah diekspor untuk perdagangan ikan hias. Matanya terletak relatif tinggi di kepala, seperti pada H. tweediei, tetapi jumlah sisik gurat sisinya lebih banyak. Habitatnya belum banyak diketahui, tetapi diperkirakan berupa sungai berarus deras dan daerah hulu.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Panjang standar: 36 mm SL (3,6 cm). Alas akuarium: 60 × 30 cm. Volume: ~54 liter.

Untuk pemeliharaan jangka panjang, dibutuhkan akuarium dengan ukuran alas 60 × 30 cm atau yang setara.1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 20–25,5 °C
  • pH: 6,0–7,5
  • Kesadahan: 1–12 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Yang paling penting, air harus bersih dan kaya oksigen, jadi filter yang berkapasitas lebih besar dari ukuran akuarium disarankan sebagai syarat minimum. Idealnya filter menyaring volume akuarium 10–15 kali per jam, jadi tambahan powerhead, batu aerasi, dan sebagainya perlu dipasang bila diperlukan untuk mencapai arus dan kadar oksigen yang diinginkan.

Substrat dasar bisa berupa kerikil, pasir, atau campuran keduanya, lalu ditambahkan lapisan batu dan kerikil sungai yang membulat terkikis air dengan berbagai ukuran.

Akar dan cabang kayu apung (driftwood) juga cocok, dan tanaman air dari genus seperti Microsorum, Crinum, dan Anubias juga bisa ditambahkan. Anubias sangat berguna karena Homalopteroides tampaknya senang beristirahat di atas daunnya.

Karena membutuhkan kondisi air yang stabil dan memakan biofilm, spesies ini jangan pernah dimasukkan ke akuarium yang belum matang secara biologis.1

Diberi pakan apa?

Homalopteroides adalah mikropredator khusus yang memakan krustasea kecil, larva serangga, dan invertebrata lainnya.

Di akuarium, sebagian pakan kering yang tenggelam mungkin mau dimakan, tetapi pemberian rutin kutu air, artemia, cacing darah, dan sebagainya, baik hidup maupun beku, sangat penting untuk menjaga kesehatannya.

Ikan dari famili Balitoridae sering dijual dalam kondisi kurus kering yang sulit dipulihkan. Penjual yang baik biasanya sudah menangani hal ini sebelum menjualnya, tetapi jika memutuskan untuk mengambil risiko dengan ikan yang sangat lemah, awalnya ikan tersebut membutuhkan sumber pakan yang sesuai secara terus-menerus dan mudah dijangkau, tanpa adanya pesaing, agar bisa pulih.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Bukan ikan yang agresif, meskipun kebutuhan khususnya membatasi pilihan penghuni akuarium lain yang cocok.

Spesies yang menghuni lingkungan serupa antara lain Barilius, Discherodontus, Garra, Devario, beberapa Rasbora, gobi dari genus Rhinogobius, Sicyopterus, dan Stiphodon, serta lele (catfish) dari genus Glyptothorax, Akysis, dan Oreoglanis.

Banyak loach dari famili Nemacheilidae dan sebagian besar dari Balitoridae juga cocok, meskipun pertengkaran kecil yang tidak berbahaya bisa terjadi, terutama dengan kelompok yang terakhir. Pelajari dulu pilihan ikan sebelum membeli agar yakin.

Di alam, ikan ini hidup berkelompok, jadi belilah enam ekor atau lebih agar bisa melihatnya dalam kondisi terbaik, karena jika dipelihara sendirian, berpasangan, atau bertiga, ikan ini kurang berani. Interaksi antarindividunya juga menarik untuk diamati.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Betina yang sudah matang kelamin biasanya sedikit lebih besar dan bertubuh lebih berisi dibanding jantan.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Di alam diperkirakan memijah secara musiman, tetapi belum ada catatan pemijahan di akuarium.1

Di mana habitat aslinya?

Dideskripsikan dari Sungai Sok, negara bagian Kelantan, bagian utara Semenanjung Malaysia, dan sejak itu tercatat di wilayah Kalimantan bagian Malaysia maupun Indonesia, serta di Kepulauan Natuna di lepas ujung barat Kalimantan.1

Habitat alami

Informasinya masih sedikit, tetapi diperkirakan ikan ini menghuni sungai berarus deras dan daerah hulu dengan air jernih yang jenuh oksigen.

Karena memiliki beberapa ciri morfologi yang sama dengan H. tweediei (lihat 'Catatan'), cukup besar kemungkinan ikan ini lebih menyukai bagian sungai berarus sedang dengan petak-petak vegetasi yang terendam.

Di Air Terjun Sekayu, negara bagian Terengganu, Semenanjung Malaysia, airnya digambarkan 'jernih dan mengalir deras di atas dasar berbatu', dan H. nebulosus teramati bersama Garra cambodgiensis, Neolissochilus soroides, Poropuntius smedleyi, 'Puntius' binotatus, Homaloptera parclitella, dan Amblyceps mangois.

Di Sungai Kahang, bagian dari daerah aliran Sungai Endau, ikan ini tercatat bersama Homaloptera zollingeri, H. parclitella, H. ogilviei, dan Homalopteroides tweediei, serta Malayochela maassi, Crossocheilus langei, Cyclocheilichthys apogon, Mystacoleucus marginatus, Rasbora dusonensis, R. elegans, R. paucisqualis, Trigonopoma gracile, 'Puntius' partipentazona, Nemacheilus masyae, N. selangoricus, Neohomaloptera johorensis, Acanthopsoides molobrion, Pangio cuneovirgata, P. doriae, P. kuhlii, P. malayana, P. piperata, P. shelfordii, Pseudomystus fuscus, Akysis microps, A. hendricksoni, dan satu spesies Glyptothorax yang belum teridentifikasi.1

Catatan

Spesies ini kurang dikenal di kalangan hobiis akuarium dan mungkin belum pernah diekspor untuk perdagangan ikan hias.

Mengacu pada Alfred (1969), H. nebulosus dapat dibedakan dari kerabat satu genusnya melalui kombinasi ciri berikut: 36-40 sisik gurat sisi; 4-5 jari-jari sirip dada tidak bercabang dan 9-10 yang bercabang; garis cokelat gelap di sepanjang gurat sisi dengan 5-6 tanda cokelat tidak beraturan di permukaan punggung dan sisi tubuh.

Seperti pada H. tweediei, matanya terletak relatif tinggi di kepala dan keduanya memiliki jumlah jari-jari sirip yang mirip, tetapi H. nebulosus memiliki lebih banyak sisik gurat sisi.

Genus Homalopteroides divalidasi ulang oleh Randall dan Page (2012) berdasarkan morfologi mulutnya yang unik, dan dibedakan dari kerabatnya Homaloptera melalui kombinasi ciri berikut: pangkal sirip punggung berada di atas sirip perut; ≤ 60 sisik gurat sisi; ≤ 30 sisik predorsal; morfologi mulut berupa dua sungut rostral yang tipis dan berjauhan di tiap sisi mulut, bibir tipis berbentuk bulan sabit, tidak adanya struktur seperti bantalan dagu (mental pad) atau cuping di antara bagian samping bibir bawah, serta dagu yang menjorok ke depan melewati bagian samping bibir bawah.

Saat ini (Februari 2016) Homalopteroides mencakup H. wassinkii, H. modestus, H. nebulosus, H. rupicola, H. smithi, H. tweediei, H. stephensoni, H. indochinensis, H. weberi, H. yuwonoi, H. avii, dan kemungkinan H. manipurensis. Semuanya dulu merupakan anggota Homaloptera, kelompok polifiletik yang mengacu pada Randall dan Page (2015) dipecah menjadi genus Homaloptera, Homalopterula, Pseudohomaloptera, Homalopteroides, Balitoropsis, dan Ghatsa.

Homalopteroides kadang disebut 'lizard loach' atau 'gecko loach' karena perilaku dan penampilannya. Seperti semua anggota Balitoridae, ikan ini memiliki morfologi khusus untuk hidup di air berarus deras, yaitu sirip berpasangan yang mengarah dan membentang horizontal, kepala dan tubuh pipih, serta perut yang rata.

Ciri-ciri ini membentuk semacam mangkuk isap yang kuat sehingga ikan dapat menempel erat pada permukaan yang keras. Kemampuan berenang di perairan terbuka sangat berkurang, dan sebagai gantinya ikan ini tampak merayap dan melompat-lompat di atas bebatuan dan permukaan lainnya.

Famili Balitoridae seperti yang diakui oleh Kottelat (2012) tersebar luas di sebagian besar anak benua India, Asia Tenggara, dan Tiongkok.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Alfred, E. R. (1969). The Malayan Cyprinoid fishes of the family Homalopteridae. Zoologische Mededelingen 43, 213-237
  • Kottelat, M. (1998). Homaloptera yuwonoi, a new species of hillstream loach from Borneo, with a new generic name for H. thamicola (Teleostei: Balitoridae). Ichthyological Exploration of Freshwaters 9(3), 267-272
  • Roberts, T. R. (1989). The freshwater fishes of western Borneo (Kalimantan Barat, Indonesia). Memoirs of the California Academy of Sciences 14, 1-210
  • Šlechtová, V., J. Bohlen and H. H. Tan (2007). Families of Cobitoidea (Teleostei; Cypriniformes) as revealed from nuclear genetic data and the position of the mysterious genera Barbucca, Psilorhynchus, Serpenticobitis and Vaillantella. Molecular Phylogenetics and Evolution 44(3), 1358-1365
  • Tan, H. H. and P. K. L. Ng (2005). Homaloptera parclitella, a new species of torrent loach from the Malay Peninsula, with redescription of H. orthogoniata (Teleostei: Balitoridae). Ichthyological Exploration of Freshwaters 16(1), 1-12
  • Tang, Q., H. Liu, R. Mayden and B. Xiong (2006). Comparison of evolutionary rates in the mitochondrial DNA cytochrome b gene and control region and their implications for phylogeny of the Cobitoidea (Teleostei: Cypriniformes). Molecular Phylogenetics and Evolution 39(2), 347-357
  • Randall, Z. S. and L. M. Page (2012). Resurrection of the genus Homalopteroides (Teleostei: Balitoridae) with a redescription of H. modestus (Vinciguerra 1890). Zootaxa 3586, 329-346
  • Kottelat, M. (2012). Conspectus cobitidum: an inventory of the loaches of the world (Teleostei: Cypriniformes: Cobitoidei). Raffles Bulletin of Zoology Supplement 26, 1-199
  • Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibliography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-663
  • Randall, Z. S. and L. M. Page (2015). On the paraphyly of Homaloptera (Teleostei: Balitoridae) and description of a new genus of hillstream loaches from the Western Ghats of India. Zootaxa 3926(1), 57-861