Satuan
Tampilan

Cobitidae, Thailand

Dwarf Kuhli Loach

Pangio cuneovirgata

Nama lain: Dwarf Coolie Loach, Ikan kuhli, Kuhli loach

Suhu
21–26°C
pH
3,5–7
Akuarium minimum
45 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
21–26°C
pH
3,5–7
Ukuran
4 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahakuarium mulai 45 cm, ikan sepanjang 4 cm
  • AirMudahpH 3,5–7, 0–8 dGH
  • SuhuMudah21–26°C
  • PerilakuMudahdamai
  • KelompokMudahkelompok mulai 5 ekor

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • Aquarium Glaser: 5 cm
  • Seriously Fish: 4 cm
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Glaser, Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-03.

Info singkat

Aquarium Glaser mencatat angka yang berbeda dari tabel data: ukuran 5 cm (tabel: 4 cm).

Dwarf coolie loach, Pangio cuneovirgata, panjangnya hanya mencapai 4 cm; betina yang besar pun jarang mencapai 5 cm. Ikan ini adalah loach kerdil yang sempurna untuk akuarium mini.1

Ukuran maksimum: 40 mm SL. Ukuran akuarium: 45 × 30 cm. Suhu: 21–26 °C. pH: 3,5–7,0. Kesadahan: 0–8 dGH.

  • Pemijahan: Belum tercatat.2

Layak dibeli?

Biasanya berbagai spesies coolie loach bergaris (Pangio kuhlii, P. semicincta, P. myersi, P. shelfordi, P. alternans, P. cuneovirgata, P. malayana) tidak dibedakan dalam perdagangan karena warnanya sangat bervariasi dan sering diimpor dalam keadaan tercampur. Menyortir coolie loach itu pekerjaan yang melelahkan dan juga membuat ikannya stres, jadi semuanya dijual begitu saja dengan label "kuhlii".

Ada satu pengecualian: Pangio cuneovirgata pernah datang dari Thailand dalam keadaan hampir "murni satu jenis" (hanya ada beberapa P. semicincta kecil yang ikut terselip).1

Akuarium perlu tutup yang rapat karena spesies ini dikenal suka melompat. Pastikan individu yang kecil tidak bisa masuk ke lubang hisap filter dan tutup akuarium dengan baik, karena sebagian besar loach memang sesekali melompat, terutama saat baru dimasukkan ke lingkungan baru.

Pangio cuneovirgata adalah kuhli loach berukuran kecil dari Thailand selatan, Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Jawa bagian barat, yang hidup di sungai-sungai hutan dan rawa. Ikan ini memiliki 7–13 pelana gelap di bagian atas tubuhnya dan paling mirip dengan P. malayana, tetapi memiliki sungut hidung dan sirip ekor yang tegak lurus di ujungnya (truncate). Ikan ini jarang dijumpai di perdagangan, paling sering sebagai tangkapan ikutan di antara kiriman kerabat segenus yang penampilannya mirip.2

Butuh akuarium seberapa besar?

Disarankan akuarium dengan ukuran alas minimal 45 × 30 cm atau yang setara (sekitar 41 liter).2

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 21–26 °C
  • pH: 3,5–7,0
  • Kesadahan: 0–8 dGH2
...and the fact that the dark, saddle-shaped markings are restricted to the upper half of the body.
©

Bagaimana cara merawatnya?

Semua coolie loach pada awalnya agak rentan terhadap penyakit infeksi dan tidak tahan obat-obatan. Sediakan lingkungan menyerupai rawa dengan daun kering, buah alder (alder cone), dan gambut. Dengan begitu proses adaptasinya akan berjalan baik dan ikan kerdil yang berumur sangat panjang ini bisa dinikmati selama bertahun-tahun.1

Gunakan substrat pasir yang lembut karena spesies ini suka menggali dan cenderung menghabiskan sebagian waktunya dengan membenamkan diri sepenuhnya. Jika digunakan kerikil yang lebih kasar, ikan bisa stres atau melukai dirinya sendiri, dan perilaku makannya bisa terhambat.

Beberapa akar dan cabang kayu apung (driftwood), yang ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak tempat teduh, bisa digunakan untuk memberi struktur pada tampilan akuarium, dan penambahan serasah daun kering akan memberi tempat persembunyian tambahan serta membantu meniru kondisi alaminya.

Pencahayaan yang cukup redup juga lebih disukai, dan tanaman air seperti Microsorum, Taxiphyllum, dan Cryptocoryne spp. bisa ditambahkan.

Filter yang lembut dengan sedikit riak di permukaan air sudah memadai, dan arus yang kencang sebaiknya dihindari. Pastikan individu yang kecil tidak bisa masuk ke lubang hisap filter dan tutup akuarium dengan baik, karena sebagian besar loach memang sesekali melompat, terutama saat baru dimasukkan ke lingkungan baru.2

Diberi pakan apa?

Pada dasarnya ikan ini adalah mikropredator yang menyaring substrat sesuap demi sesuap melalui mulut dan insangnya untuk mengambil larva serangga, krustasea kecil, dan sejenisnya. Sebagian dari pakan alaminya kemungkinan juga terdiri dari detritus organik dan bahan tumbuhan yang berasal dari isi perut mangsanya.

Di akuarium, ikan ini mau menerima pakan kering yang tenggelam, tetapi juga perlu rutin diberi kutu air, artemia, cacing darah, cacing mikro, cacing grindal, dan sebagainya, baik hidup maupun beku.2

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Pangio spp. bersifat damai, baik terhadap sesamanya maupun terhadap ikan lain, dan tidak ada laporan bahwa mereka mengganggu teman satu akuarium, meskipun mereka mungkin memangsa telur atau burayak.

Di alam mereka sering ditemukan dalam kelompok besar, dan di akuarium mereka sering berjejal bersama di satu celah, sudut, atau gua saat beristirahat, jadi sebaiknya beli minimal 5–6 ekor sekaligus.

Spesies kecil dan damai dari lingkungan serupa seperti Boraras, Sundadanio, Rasbora yang berukuran lebih kecil, Trichopsis, Sphaerichthys, Kottelatlimia, dan sebagainya merupakan teman satu akuarium yang paling cocok.

Beberapa loach penghuni dasar berpasir dari famili Nemacheilidae juga cocok, tetapi riset yang matang sangat penting karena sebagian di antaranya bisa terlalu kompetitif, teritorial, atau agresif dengan cara lain.2

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Betina dewasa biasanya bertubuh lebih berisi dan sedikit lebih besar daripada jantan, dan pada jantan dewasa jari-jari pertama sirip dadanya tampak jelas bercabang dan menebal.2

©

Di mana habitat aslinya?

Dideskripsikan dari negara bagian Johor, Semenanjung Malaysia bagian selatan. Berdasarkan pengetahuan saat ini, spesies ini diduga tersebar ke arah selatan dari Provinsi Narathiwat, Thailand selatan, menyusuri garis pantai barat Semenanjung Malaysia (negara bagian Kelantan, Terengganu, Pahang, Johor, dan mungkin Selangor), hingga ke Sumatra (Provinsi Riau dan Jambi) dan Jawa bagian barat.

Menurut Burridge (1992), sebaran yang terpecah-pecah ini tidak sesuai dengan sejarah geologi wilayah tersebut dan mungkin patut dipertanyakan, meskipun Kottelat dan Lim (1993) sama sekali tidak menyinggung masalah tersebut.

Burridge mengajukan beberapa hipotesis, antara lain bahwa spesies ini mungkin dulunya tersebar lebih luas tetapi kini hanya tersisa dalam populasi-populasi yang terisolasi, bahwa seri tipenya dikumpulkan untuk perdagangan ikan hias dan mungkin disertai keterangan lokasi yang keliru, atau bahwa sebelum dideskripsikan spesies ini salah diidentifikasi sebagai P. kuhlii.2

Habitat alami

Paling sering ditemukan di bagian sungai hutan yang dangkal dan berarus lambat, atau di habitat tenang lainnya seperti rawa, kolam bekas meander sungai (oxbow lake), dan perairan balik (backwater).

Banyak dari lingkungan ini berkaitan dengan rawa gambut purba dan berair hitam (blackwater), meskipun spesies ini juga ditemukan di perairan jernih, yang bisa saja sedikit berwarna kecokelatan karena tanin, bisa juga tidak.

Habitat seperti ini biasanya terlindung dari sinar matahari oleh tumbuhan di tepian dan kanopi pepohonan di atasnya. Kandungan mineral terlarut dalam airnya nyaris tidak ada, daya penyangganya (buffer) lemah, dan pH bisa serendah 3,0 atau 4,0 akibat tanin dan asam organik yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk. Tergantung lokasinya, substratnya bisa berupa gambut, lumpur, atau pasir, dan ikan ini biasanya melimpah di tumpukan serasah daun.

P. cuneovirgata ditemukan hidup bersama (sintopik) dengan P. semicincta di sebagian besar wilayah sebarannya. Di daerah aliran Sungai Endau, Semenanjung Malaysia bagian tenggara, ikan lain yang hidup di wilayah yang sama antara lain Brevibora dorsiocellata, Rasbora cephalotaenia, R. einthovenii, R. dusonensis, R. paucisqualis, 'Puntius' johorensis, 'P.' partipentazona, Trigonopoma gracile, T. pauciperforatum, Betta pugnax, Sphaerichthys osphromenoides, Acanthopsoides molobrion, Vaillantella maassi, Pangio doriae, P. filinaris, P. malayana, P. piperata, dan P. shelfordii.2

Catatan

Spesies ini jarang dijumpai di perdagangan ikan hias, paling sering sebagai tangkapan ikutan di antara kiriman kerabat segenus yang penampilannya mirip.

Menurut Bohlen dkk. (2011), spesies ini termasuk dalam kelompok P. kuhlii-oblonga, yaitu kelompok spesies yang berkerabat dekat di dalam genus ini, dan dapat dibedakan dari anggota lainnya berdasarkan kombinasi ciri berikut: memiliki sungut hidung yang panjang dengan pangkal yang ditembus oleh lubang hidung depan; sirip ekor tegak lurus di ujungnya (truncate); 7–13 pelana gelap yang hanya terdapat di bagian atas tubuh; bercak hitam di pangkal sirip ekor; sirip ekor bening; bagian atas tubuh berwarna dasar kekuningan.

Di dalam kelompok tersebut, P. cuneovirgata paling mirip dengan P. malayana, tetapi dapat dibedakan karena memiliki sungut hidung (P. malayana tidak) dan sirip ekor yang tegak lurus di ujungnya (P. malayana berlekuk).

Pangio termasuk genus cobitid dengan jumlah spesies terbanyak dan tersebar luas di seluruh Asia Selatan dan Asia Tenggara, dengan keragaman spesies yang diperkirakan jauh lebih besar daripada yang diakui saat ini.

Di kalangan penghobi akuarium, spesies Pangio sering disebut secara umum sebagai loach 'kuhli' atau 'coolie'. Sebutan yang kedua merupakan variasi dari yang pertama, yang berasal dari nama keluarga naturalis Jerman Heinrich Kuhl (1797–1821). Para ahli iktiologi cenderung menyebutnya 'eel loach' (loach belut).

Mereka dibedakan dari cobitid lainnya oleh bentuk tubuhnya yang panjang dan ramping, jumlah ruas tulang belakang yang relatif banyak, serta letak sirip punggung yang berada jauh di belakang pangkal sirip perut (pada cobitid lain di depan, di atas, atau hanya sedikit di belakangnya).

Semua cobitid memiliki duri di bawah mata yang tajam dan dapat digerakkan. Duri ini biasanya tersembunyi di dalam kantong kulit, tetapi akan ditegakkan saat ikan stres, misalnya ketika diangkat dari air. Karena itu perlu berhati-hati, sebab duri ini bisa tersangkut di jaring akuarium dan pada spesies yang lebih besar bahkan bisa melukai kulit manusia.2

Sumber

2 sumber dan pustaka
  1. Aquarium Glaser aquariumglaser.de
  2. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Burridge, M. E. (1992). Systematics of the Acanthophthalmus kuhlii complex (Teleostei: Cobitidae), with the description of a new species from Sarawak and Brunei. Copeia 1992(1), 172-186
  • Kottelat, M. and K. K. P. Lim (1993). A review of the eel-loaches of the genus Pangio (Teleostei: Cobitidae) from the Malay Peninsula, with descriptions of six new species. Raffles Bulletin of Zoology 41(2), 203-249
  • Bohlen, J., V, Šlechtová, H. H. Tan and R. Britz (2011). Phylogeny of the Southeast Asian freshwater fish genus Pangio (Cypriniformes; Cobitidae). Molecular Phylogenetics and Evolution 61(3), 854-865
  • Kottelat, M. (2012). Conspectus cobitidum: an inventory of the loaches of the world (Teleostei: Cypriniformes: Cobitoidei). Raffles Bulletin of Zoology Supplement 26, 1-1992

Video

  • Dwarf Kuhli Loach (Pangio cuneovirgata or Pangio shelfordii), often called the Zipper or Pygmy Loach0:11, EN

  • Pangio cuneovirgata - Zwerg-Dornauge0:22, EN

  • The Most Underrated Fish for Nano Tanks15:06, EN-AU

  • Pangio cuneovirgata0:34, EN