Satuan
Tampilan

Balitoridae, Malaysia

Neohomaloptera

Neohomaloptera johorensis

Nama lain: Johor Hillstream Loach, Lizard Loach, hillstream loach Johor

Suhu
23–26°C
pH
3,5–6,5
Akuarium minimum
45 cm
Tingkat kesulitanSumber-sumber berbeda pendapat
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
23–26°C
pH
3,5–6,5
UkuranSumber-sumber berbeda pendapat
2,5 cm
Tingkat kesulitanSumber-sumber berbeda pendapat
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangMudahakuarium mulai 45 cm, ikan sepanjang 2,5 cm
  • AirSulitair asam, air lunak · pH 3,5–6,5, 0–5 dGH
  • SuhuSedangrentang suhu sempit · 23–26°C
  • PerilakuMudahdamai
  • KelompokSedangkelompok mulai 6 ekor

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • BW Aquatics: 20–25°C
  • Seriously Fish: 23–26°C
pH

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • BW Aquatics: 6–7,2
  • Seriously Fish: 3,5–6,5
Kesadahan (dGH)

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • BW Aquatics: 2–8
  • Seriously Fish: 0–5
Ukuran

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • BW Aquatics: 6 cm
  • Seriously Fish: 2,5 cm
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan

Tiap sumber mencantumkan angka berbeda

  • BW Aquatics: 6
  • Seriously Fish: 4

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari BW Aquatics, Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-04.

Info singkat

BW Aquatics mencatat angka yang berbeda dari tabel data: ukuran 6 cm (tabel: 2,5 cm).

Neohomaloptera johorensis ("Johor Hillstream Loach") adalah hillstream loach kecil yang pandai bersembunyi dan bertubuh ramping. Ikan dewasa mencapai panjang total sekitar 5–6 cm. Daftar Merah IUCN: Least Concern (populasi lokal terancam oleh penggundulan hutan dan sedimentasi).1

Layak dibeli?

Akuarium perlu tutup yang rapat karena spesies ini diketahui suka melompat. Pastikan ikan berukuran kecil tidak bisa masuk ke lubang hisap filter, dan tutup akuarium dengan baik karena kebanyakan loach memang sesekali melompat, terutama saat baru dimasukkan.

Neohomaloptera johorensis adalah loach balitorid mungil dari Semenanjung Malaysia, terutama ditemukan di rawa gambut dan sungai blackwater di sekitarnya. Ukuran dewasanya yang kecil dan warnanya yang oranye hingga cokelat kemerahan membuatnya sulit tertukar dengan balitorid lain. Air di habitatnya berwarna cokelat, kandungan mineralnya sangat sedikit, dan pH-nya bisa serendah 3,0 atau 4,0. Ikan ini membutuhkan air yang kaya oksigen dan bebas dari polutan organik.2

Butuh akuarium seberapa besar?

Disarankan akuarium dengan ukuran dasar 45 × 30 cm atau lebih (sekitar 41 liter).2

Kondisi air seperti apa?

BW Aquatics mencatat angka yang berbeda dari tabel data: suhu 20–25°C (tabel: 23–26°C), pH 6–7,2 (tabel: 3,5–6,5).

  • Air yang sejuk, bersih, dan kaya oksigen mutlak diperlukan
  • pH 6,0–7,2
  • GH 2–8 °d
  • KH 1–4 °d
  • TDS 60–150 ppm
  • Suhu: 20–25 °C; suhu yang lebih sejuk mencerminkan habitat alaminya dan mendukung kesehatan jangka panjang1
  • Suhu: 23–26 °C
  • pH: 3,5–6,5
  • Kesadahan: 0–5 dGH2
Dorsal view.
©

Bagaimana cara merawatnya?

Yang paling penting, air harus kaya oksigen dan bebas dari polutan organik, meskipun arus sederas aliran deras tidak diperlukan. Gunakan kombinasi output filter, powerhead kecil, batu aerasi, dan sebagainya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Substrat pasir yang lembut lebih baik, dan bisa ditambahkan akar dan cabang kayu (driftwood), serasah daun kering, serta tanaman air yang mampu bertahan di kondisi seperti ini, misalnya Microsorum, Taxiphyllum, dan Cryptocoryne spp.

Pastikan ikan berukuran kecil tidak bisa masuk ke lubang hisap filter, dan tutup akuarium dengan baik karena kebanyakan loach memang sesekali melompat, terutama saat baru dimasukkan.

Karena membutuhkan kondisi air yang stabil, loach ini jangan pernah dimasukkan ke akuarium baru yang belum matang secara biologis.2

Peralatan apa yang dibutuhkan?

Sediakan arus air yang kuat, banyak batu licin, dan area teduh dari kayu (driftwood) atau tanaman. Permukaan yang ditumbuhi biofilm dan alga merupakan area merumput yang penting. Akuarium yang sudah matang dan kaya alga serta biofilm alami sangat bermanfaat.1

Diberi pakan apa?

Terutama pemakan (grazer) biofilm dan invertebrata mikro. Berikan:

  • Sayuran yang direbus sebentar (bayam, zucchini)
  • Repashy "Soilent Green" atau pakan gel sejenis
  • Cyclops, kutu air (daphnia), dan baby artemia beku
  • Algae wafer dan pakan tenggelam yang halus1

Di alam, spesies ini adalah pemakan khusus (grazer) biofilm, krustasea kecil, larva serangga, dan invertebrata lainnya.

Di akuarium, sebagian pakan kering tenggelam mungkin diterima, tetapi pemberian rutin kutu air (Daphnia), artemia, cacing mikro (micro worm), cacing grindal, dan sebagainya dalam bentuk hidup atau beku sangat penting untuk menjaga kesehatannya, dan sangat dianjurkan jika akuarium memiliki permukaan keras yang ditumbuhi alga dan aufwuchs (lapisan perifiton) lainnya.

Balitorid sering dijual dalam kondisi sangat kurus yang bisa sulit dipulihkan.

Penjual yang baik sudah menangani hal ini sebelum menjualnya, tetapi jika memutuskan untuk mengambil risiko dengan spesimen yang sangat lemah, pada awalnya ikan tersebut membutuhkan pasokan pakan yang sesuai secara terus-menerus tanpa adanya pesaing agar bisa pulih.2

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Damai dan paling baik dipelihara dalam kelompok 6 ekor atau lebih untuk mendorong aktivitas alaminya dan mengurangi stres. Penghuni lain yang cocok antara lain:

Hindari spesies besar, agresif, atau yang lamban dan tidak tahan arus sedang.1

Sangat damai, tetapi kebutuhan lingkungan dan ukuran dewasanya membatasi pilihan penghuni lain yang cocok.

Ikan cyprinid kecil yang damai dan hidup bergerombol seperti Boraras, Trigonostigma, dan Sundadanio spp. sangat ideal, dan jika asal geografis tidak dipermasalahkan, banyak characin kecil penghuni blackwater juga seharusnya cocok.

Loach lain yang bisa dipilih antara lain Pangio, Acanthopsoides, atau Lepidocephalichthys spp. yang lebih kecil.

Dari informasi yang terbatas, spesies ini tampaknya damai baik terhadap sesamanya maupun ikan lain, dan tidak ada laporan bahwa ikan ini mengganggu penghuni lain, meskipun telur dan burayak mungkin dimangsa.

Ikan ini tampaknya paling baik dipelihara dalam jumlah banyak, idealnya dalam kelompok 4 ekor atau lebih.2

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Betina yang sudah matang kelamin semestinya sedikit lebih besar dan bertubuh lebih berisi dibanding jantan.2

Head detail.
©

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Pemijahan di akuarium rumahan jarang terjadi. Pemijahan diduga terjadi di mikrohabitat berarus deras di antara bebatuan, tempat telur diletakkan dan ditinggalkan tanpa pengasuhan induk. Burayak berukuran sangat kecil dan membutuhkan pakan mikro, biofilm, serta kondisi yang stabil dan kaya oksigen. Sebagian besar keberhasilan yang dilaporkan berasal dari setup tema sungai yang sudah matang dan sangat lama berjalan.1

Di alam kemungkinan memijah secara musiman, tetapi belum ada catatan pemijahan di akuarium.2

Di mana habitat aslinya?

Asli Semenanjung Malaysia, terutama di Johor.1

Dideskripsikan dari sebuah anak sungai dekat kota Simpang Renggam, distrik Kluang, negara bagian Johor, bagian selatan Semenanjung Malaysia, dan sejak itu tercatat juga dari sistem Sungai Endau, juga di Johor, serta hutan rawa gambut Selangor Utara di negara bagian Selangor dan negara bagian Perak di barat laut negara itu.

Hal ini menunjukkan bahwa dulunya spesies ini memiliki sebaran yang lebih luas di hutan rawa gambut Semenanjung Malaysia yang kini sudah sangat rusak.

Spesimen yang dikoleksi dari daerah aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, Indonesia, juga telah diidentifikasi sebagai N. johorensis, meskipun ikan yang mirip dari daerah aliran Batang Hari, Provinsi Jambi, Sumatra, oleh Tan dan Kottelat (2009) dinyatakan memiliki warna tubuh yang berbeda dan sungut hidung yang lebih panjang.

Ikan yang terakhir ini hanya dicatat sebagai N. 'sp.'.2

Habitat alami

Loach ini menghuni sungai hutan blackwater yang jernih dan berarus deras, dengan air yang sejuk dan kaya oksigen, bebatuan licin, lumut yang lebat, serta arus yang stabil. Tubuhnya yang pipih, sirip yang membulat, dan pola jaring yang samar memungkinkannya menempel erat di permukaan batu di air yang mengalir sambil merumput biofilm.1

Paling sering menghuni rawa gambut dan sungai blackwater di sekitarnya serta perairan tenang lainnya, sering di area dengan rumput yang terendam atau tanaman air dan vegetasi tepi sungai yang lebat.

Airnya biasanya berwarna cokelat karena asam humat dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk, kandungan mineral terlarutnya umumnya sangat sedikit, dan pH-nya bisa serendah 3,0 atau 4,0.

Dasar perairan biasanya dipenuhi daun gugur, ranting, dan akar pohon yang terendam, meskipun di beberapa tempat dapat ditemukan tanaman air dari genus seperti Cryptocoryne atau Barclaya.

Di rawa gambut Selangor Utara, Semenanjung Malaysia, spesies ini hidup berdampingan dengan banyak ikan lain, termasuk Rasbora cephalotaenia, R. einthovenii, R. kalochroma, Trigonopoma gracile, 'Puntius' hexazona, 'P.' johorensis, Kottelatlimia pristes, Nemacheilus selangoricus, Hemirhamphodon pogonognathus, Betta bellica, B. livida, Parosphromenus harveyi, Sphaerichthys osphromenoides, dan Trichopodus trichopterus.2

Catatan

Lakukan aklimatisasi secara perlahan dan pertahankan arus yang kuat, oksigen terlarut yang tinggi, dan air yang sangat bersih. Sediakan akuarium yang sudah matang dengan banyak permukaan untuk merumput dan hindari perubahan parameter yang mendadak. Kerusakan habitat dan sedimentasi di sungai hutan Malaysia terus mengancam populasi liar, sehingga pemeliharaan di akuarium dan perawatan yang bertanggung jawab sangat dianjurkan.1

Belum jelas apakah spesies ini pernah diperdagangkan secara komersial, meskipun pernah dipelihara oleh beberapa kolektor pribadi.

Ikan ini sulit tertukar dengan balitorid lain karena ukuran dewasanya yang kecil dan warna tubuhnya yang khas, oranye hingga cokelat kemerahan.

Neohomaloptera awalnya dibentuk oleh Herre (1944) sebagai subgenus monotipe dari Homaloptera untuk spesies ini. Silas (1953) menaikkan statusnya menjadi genus penuh. Kemudian genus ini disinonimkan dengan Homaloptera oleh Alfred (1969), tetapi sejak Roberts (1989) umumnya diterima sebagai genus tersendiri.

Ciri utama yang membedakannya dari Homaloptera adalah adanya dua pasang sungut maksila (vs. 1), jumlah jari-jari sirip dada yang sedikit (11-12, vs. 13-18), dan 31-37 sisik gurat sisi, lebih sedikit daripada semua Homaloptera spp. kecuali H. tweedei yang memiliki 32-36. Hingga kini genus ini tetap monotipe.

N. johorensis kadang disebut 'lizard loach' karena perilaku dan penampilannya.

Ikan ini memiliki morfologi yang terspesialisasi untuk hidup di air berarus deras, yaitu sirip berpasangan yang mengarah dan membentang horizontal, kepala dan tubuh pipih, serta perut yang rata.

Ciri-ciri ini membentuk semacam alat penghisap yang kuat sehingga ikan bisa menempel erat di permukaan keras. Kemampuan berenang di perairan terbuka sangat berkurang, dan ikan ini justru tampak merayap dan melompat-lompat kecil di atas bebatuan dan permukaan lainnya.

Famili Balitoridae sebagaimana diakui oleh Kottelat (2012) tersebar luas di sebagian besar anak benua India, Asia Tenggara, dan Tiongkok.

Kottelat (2012) juga menganggap famili Gastromyzontidae valid dan banyak anggota balitorid sebelumnya kini termasuk dalam kelompok tersebut, tetapi Neohomaloptera tetap berada di Balitoridae.2

Sumber

2 sumber dan pustaka
  1. BW Aquatics bwaquatics.com
  2. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Alfred, E. R. (1969). The Malayan Cyprinoid fishes of the family Homalopteridae. Zoologische Mededelingen 43, 213-237
  • Herre, A. W. C. T. (1944). Notes on fishes in the Zoological Museum of Stanford University. XVII. New fishes from Johore and India. Proceedings of the Biological Society of Washington 57, 45-51
  • Ng, H. H. and H.-H. Tan (1999). The fishes of the Endau drainage, Peninsular Malaysia with descriptions of two new species of catfishes (Teleostei: Akysidae, Bagridae). Zoological Studies 38(3), 350-366
  • Roberts, T. R. (1989). The freshwater fishes of western Borneo (Kalimantan Barat, Indonesia). Memoirs of the California Academy of Sciences 14, 1-210
  • Šlechtová, V., J. Bohlen and H. H. Tan (2007). Families of Cobitoidea (Teleostei; Cypriniformes) as revealed from nuclear genetic data and the position of the mysterious genera Barbucca, Psilorhynchus, Serpenticobitis and Vaillantella. Molecular Phylogenetics and Evolution 44(3), 1358-1365
  • Tan, H. H. and M. Kottelat (2009). The fishes of the Batang Hari drainage, Sumatra, with description of six new species. Ichthyological Exploration of Freshwaters 20(1), 13-69
  • Tang, Q., H. Liu, R. Mayden and B. Xiong (2006). Comparison of evolutionary rates in the mitochondrial DNA cytochrome b gene and control region and their implications for phylogeny of the Cobitoidea (Teleostei: Cypriniformes). Molecular Phylogenetics and Evolution 39(2), 347-357
  • Kottelat, M. (2012). Conspectus cobitidum: an inventory of the loaches of the world (Teleostei: Cypriniformes: Cobitoidei). Raffles Bulletin of Zoology Supplement 26, 1-199
  • Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibliography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-6632

Video

  • Habitat dari Species Blackwater Loach Neohomaloptera johorensis (Marcel Blackwater Loach)0:59, ID

  • Loach Neohomaloptera sp0:16, EN

  • Snorkeling Time di Habitat Ikan Blackwater dari Kalimantan Barat9:08, EN