Cyprinidae, India
Indian Hill Trout
Barilius bendelisis
Nama lain: Hamilton's Baril, Opsarius bendelisis, Hill Trout
- Suhu
- 18–26°C
- pH
- 6–8
- Akuarium minimum
- 180 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 18–26°C
- pH
- 6–8
- Kesadahan (dGH)
- 2–15
- Ukuran
- 20 cm
- Akuarium minimum
- 180 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 180 cm, ikan sepanjang 20 cm
- AirMudahpH 6–8, 2–15 dGH
- SuhuMudah18–26°C
- PerilakuSedangagak agresif
- KelompokMudahkelompok mulai 5 ekor
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-04.
Info singkat
- Pemijahan: Belum ada laporan.1
Layak dibeli?
Akuarium wajib pakai tutup yang rapat, karena ikan ini dikenal suka melompat. Butuh akuarium yang sangat besar dan sudah lama berjalan (matang).
Barilius bendelisis adalah ikan cyprinid berukuran besar dan perenang cepat yang berasal dari India, Bangladesh, Nepal, dan kemungkinan juga Bhutan. Sesekali dijual dengan nama 'Indian hill trout' atau 'Hamilton's baril'. Tubuhnya punya 8–12 garis tegak kebiruan, dan pada ikan dewasa terdapat bintik biru kehitaman di setiap sisiknya. Ukurannya bisa mencapai sekitar 200 mm SL dan hidup di sungai serta aliran air berarus deras yang kaya oksigen. Karena gerakannya sangat cepat dan makannya rakus, ikan ini tidak cocok untuk akuarium komunitas biasa.1
Butuh akuarium seberapa besar?
Panjang standar: 200 mm SL (20 cm). Ukuran dasar akuarium: 180 × 60 cm. Volume: ~648 liter.
Membutuhkan akuarium besar dengan luas permukaan minimal 180 × 60 cm atau yang setara.1
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Idealnya akuarium ditata menyerupai sungai atau aliran air yang mengalir, dengan substrat berupa batu berbagai ukuran, pasir, kerikil halus, dan beberapa bongkahan batu besar yang halus terkikis air. Kalau mau, bisa ditambah akar dan cabang kayu (driftwood), tapi pastikan tetap tersisa banyak ruang terbuka untuk berenang.
Sebagian besar tanaman air tidak akan tumbuh baik di kondisi seperti ini, tetapi genus yang tangguh seperti Microsorum, Bolbitis, atau Anubias spp. bisa ditanam dengan diikatkan ke dekorasi.
Ikan ini tidak tahan terhadap penumpukan limbah organik dan butuh air yang selalu benar-benar bersih agar bisa tumbuh sehat. Ikan ini juga paling baik dipelihara dengan kadar oksigen terlarut yang tinggi dan arus air yang sedang, jadi filter eksternal, powerhead, batu aerasi, dan sebagainya perlu dipakai sesuai kebutuhan.
Karena kondisi air yang stabil mutlak diperlukan, ikan ini tidak boleh dimasukkan ke akuarium yang siklus nitrogennya belum matang, dan ganti air mingguan sebanyak 30-50% volume akuarium harus dianggap wajib. Tutup yang rapat juga sangat penting karena Barilius spp. adalah pelompat ulung.1
Diberi pakan apa?
Di alam, Barilius spp. umumnya makan di permukaan air dengan memangsa serangga air maupun serangga darat, dan kemungkinan juga memakan ikan-ikan kecil serta invertebrata dasar.
Di akuarium, pakan kering berkualitas baik bisa diberikan, tetapi sebaiknya dilengkapi secara rutin dengan pakan hidup dan beku seperti larva chironomid (cacing darah), artemia, cacing tanah yang dipotong-potong, dan sebagainya. Lalat buah Drosophila dan jangkrik kecil juga cocok, asalkan sudah diberi makan bergizi (gut-loading) sebelum diberikan.
Ada bukti anekdotal yang menunjukkan bahwa B. bendilisis mungkin juga merumput atau mencari makan di permukaan batu yang terendam. Isi lambung individu liar pernah ditemukan berupa alga seperti Cladophora, Spirogyra, Volvox, dan Sphaerocytis spp., ditambah larva cacing, larva serangga, potongan tubuh serangga, daphniid (kutu air), copepoda, dan butiran pasir.1
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Tidak cocok untuk akuarium komunitas biasa karena kebutuhan lingkungannya, dan kemungkinan besar akan kalah bersaing atau mengintimidasi spesies yang lamban dan kurang berani saat waktu makan, karena ikan ini perenang yang sangat cepat dan makannya rakus. Ikan yang jauh lebih kecil juga sebaiknya tidak dicampur karena bisa dimangsa.
Teman setangki terbaik adalah cyprinid perenang tengah yang kuat dan berukuran serupa, seperti Dawkinsia, Barilius lain, atau Devario dan Rasbora spp. yang berukuran besar. Untuk penghuni dasar bisa dipilih misalnya Garra, Crossocheilus, Botia, dan Schistura spp. Banyak characid dan lele loricariid juga seharusnya cocok, tetapi pastikan untuk riset dengan teliti sebelum membeli.
Meskipun pada dasarnya suka berkelompok, ikan ini termasuk spesies shoaling (berkelompok longgar), bukan schooling (berenang serempak), yang membentuk hierarki dominasi yang jelas. Karena itu ikan ini harus selalu dipelihara dalam kelompok minimal lima ekor. Kalau hanya dibeli dua atau tiga ekor, ikan yang kalah dominan bisa terus-menerus ditindas, sedangkan ikan yang dipelihara sendirian bisa menjadi agresif terhadap spesies yang mirip dengannya.1
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Agak agresif
- Kelompok minimal
- 5 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Betina dewasa warnanya kurang cerah, cenderung tumbuh sedikit lebih besar, dan badannya lebih tebal dibanding jantan, terutama saat sedang bertelur.
Jantan yang siap kawin juga memunculkan tuberkel yang menonjol di kepala dan menunjukkan warna kemerahan di tubuhnya.1
Sebaran alami
Hidup alami di: India, Bangladesh, Nepal1
Sungai, danau, wilayah: Krishna River, Indrawati River1
Apa kata sumber
- India, Bangladesh, Nepal · Seriously Fish1: “Currently considered to occur throughout India, Bangladesh, Nepal, and probably Bhutan, and has also been recorded in Pakistan, Myanmar, Thailand, and Sri Lanka, although some or all of these reports may refer to other species.”
- Krishna River · Seriously Fish1: “Type locality is 'Cedawáti [Vedawati] stream, headwaters of Krishna River near Heriuru, Mysore, India'.”
- Indrawati River · Seriously Fish1: “At one locality in the Indrawati River basin, Nepal, it was collected from a pristine, fast-to-torrential flowing river with a substrate of cobbles and boulders and a gravel shoreline.”
GBIF punya 205 catatan di alam liar: 202 di negara-negara di atas, 3 di tempat lain (terbanyak: Myanmar 2, Pakistan 1). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.
- Catatan di negara asal
- Catatan di tempat lain
- Negara asal
- Tiap kotak sekitar 160 km.
Data: GBIF.org, 205 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Di mana habitat aslinya?
Saat ini dianggap tersebar di seluruh India, Bangladesh, Nepal, dan kemungkinan Bhutan. Ikan ini juga pernah tercatat di Pakistan, Myanmar, Thailand, dan Sri Lanka, meskipun sebagian atau semua laporan tersebut mungkin sebenarnya merujuk ke spesies lain.
Lokasi tipenya adalah 'Cedawáti [Vedawati] stream, headwaters of Krishna River near Heriuru, Mysore, India'.1
Habitat alami
Hidup di sungai dan aliran air yang kaya oksigen, dengan kemiringan dasar rendah hingga tinggi dan arus sedang hingga deras. Dasarnya berupa kerikil, batu bulat, bongkahan batu besar, dan batuan dasar yang terbuka.
Di salah satu lokasi di daerah aliran Sungai Indrawati, Nepal, ikan ini ditangkap dari sungai yang masih alami dengan arus deras sampai sangat deras, dasar berupa batu bulat dan bongkahan batu, serta tepian berkerikil.
Spesies lain yang hidup di habitat yang sama antara lain Botia almorhae, Barilius vagra, B. barna, Schizothoraichthys sp., Schizothorax richardsonii, Tor putitora, Turcinonemacheilus himalaya, Myersglanis blythii, dan Pseudecheneis cf. crassicauda.1
Catatan
Spesies ini sesekali tersedia di perdagangan ikan hias dan mungkin dijual dengan nama 'Indian hill trout' atau 'Hamilton's baril'.
Ikan ini bisa dibedakan dari kerabat segenusnya lewat kombinasi ciri berikut: gurat sisi lengkap; ada 2 pasang sungut, pasangan maksila lebih panjang dari pasangan rostral; 8-12 garis tegak kebiruan di tubuh; 18-20 sisik predorsal; sirip anal pendek dengan 7-8 jari-jari lunak; 2 bintik hitam di pangkal sirip ekor; pada ikan dewasa ada bintik biru kehitaman di setiap sisik tubuh.
Penempatan genus spesies Barilius sudah lama dipertanyakan sejak Howes (1980) menyimpulkan bahwa kelompok Barilius, tempat spesies-spesies ini dimasukkan saat itu, tidak monofiletik, dan mengidentifikasi dua garis keturunan terpisah. Kelompok pertama berisi B. barila (spesies tipe), ditambah B. bendelisis, B. radiolatus, B. vagra, dan B. shacra, sedangkan kelompok kedua mencakup semua spesies lainnya. Awalnya kedua kelompok ini disebut sebagai subdivisi 'group i' dan 'group ii' di dalam Barilius sendiri.
Susunan kelompok-kelompok ini membingungkan, karena dalam karya berikutnya Howes (1983) memasukkan B. evezardi dan B. modestus ke 'group i' sambil mengeluarkan B. bendelisis, B. radiolatus, dan B. shacra tanpa menjelaskan alasannya secara tegas.
Rainboth (1991) memindahkan anggota 'group ii' milik Howes ke nama genus Opsarius yang divalidasi ulang, karena nama itu adalah yang tertua yang tersedia, sementara spesies 'group i' tetap memakai nama Barilius karena di dalamnya ada spesies tipe.
Sistem ini diikuti oleh beberapa peneliti berikutnya, misalnya Tang et al. (2010) dan Collins et al. (2012), tetapi baru dipakai lebih luas sejak Kottelat (2013), yang memasukkan semua spesies yang dulunya Barilius dari Asia Tenggara ke dalam Opsarius.1
Sumber
1 sumber dan pustaka
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Collins R. A., K. F. Armstrong, R. Meier, Y. Yi, S. D. J. Brown, R. H. Cruickshank, S. Keeling, and C. Johnston (2012). Barcoding and border biosecurity: identifying cyprinid fishes in the aquarium trade. PLoS ONE 7(1), e28381
- Tang, K. L., M. K. Agnew, W. J. Chen., M. V. Hirt, T. Sado, L. M. Schneider, J. Freyhof, Z. Sulaiman, E. Swartz, C. Vidthayanon, M. Miya, K. Saitoh, A. M. Simons, R. M. Wood and R. L. Mayden (2010). Systematics of the subfamily Danioninae (Teleostei: Cypriniformes: Cyprinidae). Molecular Phylogenetics and Evolution 57(1), 189-214
- Liao, T-Y, S. O. Kullander, and F. Fang (2011). Phylogenetic position of rasborin cyprinids and monophyly of major lineages among the Danioninae, based on morphological characters (Cypriniformes: Cyprinidae). Journal of Zoological Systematics and Evolutionary Research 49(3), 224-232
- Howes, G. J. (1980). The anatomy, phylogeny and classification of bariliine cyprinid fishes. Bulletin of the British Museum (Natural History) : Zoology series 37(3), 129-198
- Nath, P., D. Dam, and A. Kumar (2010). A New Fish Species of the Genus Barilius (Cyprinidae: Rasborinae) from River Siang, D'Ering Memorial Wildlife Sanctuary, Arunachal Pradesh, India. Records of the Zoological Survey of India 110(3), 19-33
- Selim, K. and W. Vishwanath (2002). A new cyprinid fish species of Barilius Hamilton from the Chatrickong River, Manipur, India. Journal of the Bombay Natural History Society 99(2), 267-270
- Arunkumar, L. and H. Tombi Singh (2000). Journal of the Bombay Natural History Society 97(2), 247-252
- Hamilton, F. (1807). A journey from Madras through the countries of Mysore, Canara, and Malabar. T. Cadell and W. Davies, London, i-iv + 1-479
- Dishma, M., and W. Vishwanath (2012). Barilius profundus, a new cyprinid fish (Teleostei: Cyprinidae) from the Koladyne basin, India. Journal of Threatened Taxa 4(2), 2363-2369
- Kottelat, M. (2013). The fishes of the inland waters of southeast Asia: a catalogue and core bibiography of the fishes known to occur in freshwaters, mangroves and estuaries. The Raffles Bulletin of Zoology Supplement 27, 1-6631
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Indian Hill Trout? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.
Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.