Satuan
Tampilan

Kiambang

Salvinia auriculata

Nama lain: Salvinia auriculata, Salvinia, Eared watermoss, Butterfly fern, African payal

Tingkat kesulitan
Sedang
Cahaya
Kuat
CO₂
Tidak perlu
Kecepatan tumbuh
Cepat
Posisi
Mengapung

Info singkat

  • Nama lain: African payal, Butterfly fern, Eared watermoss
  • Ukuran akuarium minimum: 40 liter
  • Tingkat kesulitan: mudah sampai sedang
  • Pencahayaan: sedang sampai tinggi
  • Substrat: apa saja
  • Laju pertumbuhan: sedang sampai cepat
  • Penempatan: mengapung
  • Pupuk: dianjurkan
  • CO2: tidak perlu
  • Perbanyakan: secara vegetatif lewat fragmentasi atau dengan memecah tanaman
  • Warna: hijau1

Butuh akuarium seberapa besar?

Salvinia auriculata bisa dipelihara di akuarium dengan berbagai ukuran dan kedalaman karena tanaman ini mengapung di permukaan air. Dalam kondisi optimal, pertumbuhannya sangat cepat dan cenderung makan banyak tempat; bahkan satu tanaman saja bisa menutupi akuarium 50 cm dalam waktu yang cukup singkat. Dianjurkan memakai akuarium minimal 40 liter.1

Kondisi air seperti apa?

Suhu: kisaran idealnya 22–26 °C. Makin hangat airnya, makin cepat tanaman tumbuh dan makin besar daunnya.

pH: tanaman ini bisa tumbuh di rentang yang cukup lebar, tetapi pH optimalnya 6,0–8,0.

Kesadahan: Salvinia auriculata tidak terlalu peduli soal kesadahan dan tahan di air lunak maupun keras. Untuk pertumbuhan optimal, jaga kesadahan di 3–18 GH.

Aliran air: di alam, tanaman ini hidup di kolam dan sungai dangkal berarus lambat. Tanaman ini sering tidak bertahan di air yang deras (lebih dari 0,3 m/detik), jadi dianjurkan air tenang atau berarus pelan.1

Bagaimana cara merawatnya?

Perawatannya minim, tetapi ada beberapa kiat yang membantu agar pertumbuhannya maksimal.

  • Rutin pangkas kalau sudah terlalu lebat, terutama saat menutupi permukaan. Buang sebagian daunnya, tetapi sisakan cukup banyak supaya tetap tumbuh dan mengeluarkan tunas samping.
  • Tanaman ini bisa membuat akuarium terlalu teduh. Kalau cahaya tidak sampai ke tanaman di bagian bawah, pertumbuhannya terhambat dan bisa jadi kerdil.
  • Kalau permukaan sudah terlalu padat, serok sebagian tunas dengan skimmer atau jaring, sekalian ambil daun yang sakit atau rusak.
  • Buang daun yang sudah diambil, sebaiknya dalam kantong plastik tertutup, supaya tidak masuk ke perairan setempat.
  • Perhatikan warna tunasnya: daun akan kehilangan warna cerahnya dan bisa menguning bila kekurangan nutrisi. Tambahkan pupuk yang berisi nutrisi esensial dengan dosis yang tepat.
  • Lindungi tanaman dari tetesan embun (kondensasi) karena bisa membuatnya busuk. Miringkan sedikit tutup akuarium supaya tetesan air mengalir mengikuti kemiringan dan kembali ke akuarium, bukan jatuh ke daun.
  • Lakukan ganti air sebagian sekitar 20–25% setiap dua minggu dengan air tawar yang bersih. Kurangi aliran air dan buat arusnya pelan.

Penanaman dan perbanyakan

Tanaman ini mengapung datar di permukaan air. Cukup sebar potongan-potongan kecilnya di atas air lalu biarkan mengapung dan bercabang.

  • Pecah dan disinfeksi dengan benar tanaman yang baru dibeli.
  • Sebar potongan tanaman secara merata di permukaan air. Jangan biarkan tanaman menutupi seluruh permukaan; sekitar sepertiga sudah cukup karena nantinya tanaman akan bercabang dan menyebar lebih luas.

Tanaman ini berkembang biak secara vegetatif lewat fragmentasi, yaitu percabangan terus-menerus dan lepasnya tunas samping maupun tunas ujung. Kematian sebagian tanaman sering merangsang tunas dorman untuk berkembang, dan setiap ruas punya hingga 5 tunas dorman. Biasanya batang yang lebih tua akan lepas dari ruas-ruas ini seiring berkembangnya tunas baru. Cara lain, cabang tanaman yang sudah ada bisa dipecah untuk mendapatkan tanaman baru.

Masalah

  • Tumbuh berlebihan: bila dibiarkan, tanaman ini bisa memenuhi akuarium dan menaungi tanaman di dasar. Pangkas dan buang bagian yang terlalu rimbun secara berkala.
  • Kekurangan oksigen: tanpa aerasi atau aliran air yang menggerakkan permukaan, jangan biarkan tanaman ini membentuk lapisan tebal terlalu lama. Lapisan ini bisa mengurangi pertukaran gas dan menguras oksigen di air, sehingga berpotensi membuat ikan atau udang mati lemas.
  • Daun busuk: disebabkan tetesan embun yang jatuh ke daun yang mengapung. Batasi kontak daun dengan tetesan air, kalau tidak daun bisa mati dan merusak kualitas air saat membusuk.
  • Perubahan warna: tanda tanaman kurang sehat, umumnya karena kekurangan nutrisi. Pemupukan rutin akan mengisi kembali nutrisi dan menghasilkan warna hijau pekat serta pertumbuhan yang kokoh.1

Peralatan apa yang dibutuhkan?

Salvinia auriculata tumbuh subur di cahaya sedang sampai tinggi. Tanaman ini butuh cahaya terang supaya tumbuh cepat dan mengeluarkan tunas baru; di cahaya rendah pertumbuhannya menurun. Cahaya terang bisa didapat dari lampu LED yang dinyalakan minimal 10 jam sehari. Di alam, sinar matahari langsung paling cocok untuknya, tetapi itu tidak cocok untuk akuarium yang juga berisi tanaman dan hewan lain yang mungkin tidak suka sinar matahari langsung atau lampu yang sangat kuat, jadi perlu dijaga keseimbangannya.

Injeksi CO2 tidak wajib: tanaman ini tidak perlu tambahan CO2 karena mengambilnya dari udara.

Tanaman ini menyerap sebagian besar nutrisinya dari air, jadi pupuk cair di kolom air sangat membantu. Pemupukan rutin meningkatkan hasil dan membuat tanaman tampak lebih sehat. Untuk mempercepat pertumbuhan, berikan pupuk (NPK: nitrogen, fosfor, kalium) atau suplemen secara rutin.

Kalau memelihara udang bersama tanaman ini, perlu diingat bahwa kadar CO2 tinggi dan tembaga (yang terkandung di sebagian besar pupuk) sangat berbahaya bagi udang.1

Di mana habitat aslinya?

Salvinia auriculata berasal dari Amerika tropis dan saat ini banyak dijumpai di Argentina, Bolivia, Brasil, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, El Salvador, Honduras, Meksiko, Panama, Paraguay, Peru, dan Venezuela.

Spesies ini sudah diintroduksi sebagai tanaman hias dan bisa ditemukan telah meliar di berbagai belahan dunia lain. Di negara seperti Kuba, Republik Dominika, Taiwan, Zambia, dan Zimbabwe, tanaman ini tercatat sebagai spesies invasif.1

Habitat alami

Paku air yang mengapung bebas ini hidup di perairan tenang dan berarus lambat, mulai dari danau, kolam, sungai, rawa, paya, parit, waduk, sampai sawah.

Tanaman ini daya saingnya sangat tinggi. Ia bisa menggusur tumbuhan dan hewan asli, tumbuh sangat cepat, dan mampu menyumbat kanal serta saluran air. Tanaman ini paling subur di air hangat yang kaya nutrisi, dan tahan terhadap kondisi iklim sedang yang tidak terlalu dingin, embun beku sesekali, serta kadar garam rendah.

Di alam, tanaman ini tumbuh di kolam, danau, rawa, dan sebagainya yang terbuka dengan sangat sedikit naungan.1

Catatan

Salvinia auriculata termasuk famili Salviniaceae, yaitu famili paku heterospora dalam ordo Salviniales. Famili ini terdiri dari dua genus, Azolla dan Salvinia. Genus Salvinia dinamai untuk menghormati Anton Maria Salvini, ilmuwan Italia abad ke-17, dan berisi 12 spesies yang dikenal dengan morfologi yang cukup mirip.

Tanaman ini adalah paku air mengapung dengan banyak tunas yang tumbuh mendatar. Tanaman ini bisa dorman saat kondisi tidak mendukung dan tumbuh lagi ketika kondisi membaik. Berbeda dengan tanaman perenial sejati, tanaman ini tidak punya batang bawah atau rimpang tempat bertahan saat bagian atasnya mati. Warnanya bervariasi dari hijau cerah sampai hijau zaitun.

Daunnya banyak dan tersusun dalam karangan (whorl) berisi tiga. Dua daun mengapung (biasanya 1–3 cm), sedangkan satu daun tetap terendam. Daun yang mengapung tertutup rapat oleh rambut halus pelindung yang bentuknya seperti pengocok telur, dan daun ketiga di tiap karangan berubah menjadi struktur mirip akar yang terbagi halus dengan panjang sekitar 2,5–5 cm.

Bentuk tanaman berubah tergantung kondisi lingkungan, dengan bentuk pertumbuhan primer, sekunder, dan tersier. Daun apung pada bentuk primer datar, berjarak renggang, dan lonjong dengan pangkal sedikit bercuping. Daun pada bentuk tersier sangat rapat dan terlipat ke atas dengan kuat di sepanjang tulang daun, sedangkan daun apung bentuk sekunder berada di antara keduanya.

Salvinia auriculata tidak punya akar sejati dan mengandalkan tonjolan mirip rambut pada daun yang terendam untuk berfungsi sebagai akar. Daun yang terendam juga membawa struktur penghasil spora yang disebut sporokarp.

Kadang tanaman ini tertukar dengan Salvinia natans, yang praktis tidak dipakai di hobi akuarium karena merupakan tanaman semusim.

Manfaat

  • Tempat berkembang biak: menjadi tempat berkembang biak bagi ikan penebar telur dan udang hias kecil.
  • Tempat berlindung: memberi perlindungan dan naungan bagi spesies yang suka cahaya redup. Daun terendamnya yang mirip akar menjadi tempat sembunyi burayak dan ikan muda.
  • Penyaring cahaya: bisa menyaring cahaya untuk tanaman yang tidak membutuhkannya (misalnya Java fern, Amazon sword, Marimo moss ball, Anubias), sehingga lampu akuarium yang sangat terang jadi lebih tersebar.
  • Oksigenasi: membantu menambah oksigen lewat fotosintesis dan juga menyerap racun yang berbahaya bagi biota air.
  • Pengendalian alga: membantu menghambat pertumbuhan alga dengan mengalahkan alga dalam berebut nutrisi yang tersedia.
  • Estetika: daunnya yang hijau rimbun membuat akuarium tampak lebih alami.
  • Menyerap kelebihan nutrisi: membantu menjaga kualitas air dengan menyerap zat berbahaya seperti amonia, nitrat, nitrit, dan logam berat. Karena tumbuh cepat, tanaman ini butuh banyak nutrisi.

Teman satu akuarium

Salvinia auriculata sebaiknya dipelihara bersama spesies yang nyaman di akuarium yang teduh.

  • Ikan: corydoras, neon tetra, ember tetra, guppy, molly, otocinclus, pygmy corydoras.
  • Udang: cherry shrimp, snowball shrimp, Caridina cf. babaulti, ghost shrimp, Amano shrimp, blue tiger shrimp, blue velvet shrimp, vampire shrimp, bamboo shrimp, cardinal shrimp, red nose shrimp, dan lain-lain.
  • Siput air tawar: Japanese trapdoor snail, siput ramshorn, siput nerite, Malaysian trumpet snail, black devil snail, Asolene spixi, rabbit snail, dan lain-lain.

Hindari ikan besar, agresif, dan pemakan tanaman yang akan cepat mencabik-cabik tanaman ini, misalnya ikan mas koki, oscar, rainbowfish, Jack Dempsey, dan botia (clown loach).

Membeli

Karena populer, tanaman apung ini mudah didapat di toko ikan hias setempat maupun secara online. Bisa juga minta sebagian dari sesama hobiis di sekitar. Tanaman yang sehat berwarna hijau cerah dan tunasnya tidak menunjukkan kelainan.

Karantina

Karantina tanaman ini sebelum dimasukkan ke akuarium.

  • Tanaman ini bisa membawa parasit, hama seperti siput, atau bahkan predator (nimfa capung dan capung jarum, dan sebagainya).
  • Tanaman ini juga mungkin sudah diberi pestisida untuk membasmi parasit, siput, dan sebagainya. Bahan kimia ini sangat beracun bagi ikan, udang, dan invertebrata lainnya.1

Sumber

1 sumber
  1. Aquarium Breeder aquariumbreeder.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.