Satuan
Tampilan

Cichlidae, Malawi

Malawi Butterfly

Aulonocara jacobfreibergi

Nama lain: Fairy Cichlid, Freiberg's Peacock, African Butterfly, Peacock Jake

Suhu
25–29°C
pH
7,5–9
Akuarium minimum
120 cm
Tingkat kesulitan
Sedang

Tabel data

Lihat tabel lengkap
Suhu
25–29°C
pH
7,5–9
Ukuran
17 cm
Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?

Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:

  • RuangSulitakuarium mulai 120 cm, ikan sepanjang 17 cm
  • AirSedangair basa · pH 7,5–9, 10–25 dGH
  • SuhuMudah25–29°C
  • PerilakuSedangagak agresif

Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung

Sumber dan tingkat keandalan
Suhu
  • Seriously Fish
pH
  • Seriously Fish
Kesadahan (dGH)
  • Seriously Fish
Ukuran
  • Seriously Fish
Akuarium minimum
  • Seriously Fish
Tingkat kesulitan
  • Seriously Fish

Cara tabel memilih satu angka jika sumber-sumber berbeda

Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-31.

Info singkat

Malawi butterfly, Aulonocara jacobfreibergi, adalah ikan cichlid endemik Danau Malawi. Ikan ini hidup di zona tempat pantai berbatu beralih menjadi dasar berpasir. Spesies ini termasuk anggota genusnya yang berukuran lebih besar, dengan ikan jantan mencapai 150–170 mm. Ia juga termasuk spesies Aulonocara pertama yang masuk ke dunia ikan hias, dan dijual pula dengan nama 'Freiberg's peacock' dan 'fairy cichlid'. Ikan jantan bereaksi agresif terhadap ikan dengan pola warna yang mirip, jadi teman satu akuarium perlu dipilih dengan hati-hati.1

Butuh akuarium seberapa besar?

Disarankan akuarium dengan ukuran dasar minimal 120 × 60 cm atau yang setara, kecuali ikan dipelihara di akuarium yang lebih kecil untuk keperluan pembiakan. Volumenya sekitar 432 liter.1

Kondisi air seperti apa?

  • Suhu: 25–29 °C
  • pH: 7,5–9,0
  • Kesadahan (GH): 10–25 dGH1

Bagaimana cara merawatnya?

Susun beberapa tumpukan batu di dalam akuarium, tetapi sisakan ruang terbuka di antaranya, dan gunakan pasir halus sebagai substrat supaya ikan bisa makan secara alami (lihat bagian 'pakan'). Substrat yang lebih kasar seperti kerikil atau batu kecil bisa menghambat cara makannya, merusak filamen insang, bahkan bisa tertelan dan berpotensi menyebabkan kerusakan atau sumbatan di dalam tubuh. Ikan ini tidak merusak tanaman, jadi tanaman air yang tahan air sadah seperti Vallisneria, Anubias atau Sagittaria boleh ditambahkan kalau mau.

Kualitas air sangat penting karena cichlid ini sangat rentan terhadap penurunan kualitas air maupun perubahan parameter kimia air, dan tidak boleh dimasukkan ke akuarium yang siklus nitrogennya belum matang. Cara terbaik untuk mendapatkan kestabilan yang diinginkan adalah memasang filter dengan kapasitas berlebih, menggunakan kombinasi filter canister dan/atau sistem sump, serta melakukan ganti air minimal seminggu sekali sebanyak 30–50%.1

Diberi pakan apa?

Aulonocara spp. secara alami adalah pemakan dasar (bentofag). Cara makannya adalah mengambil substrat sesuap demi sesuap lalu menyaringnya untuk mencari makanan, sementara sisa materialnya dikeluarkan lewat insang dan mulut. Ikan ini sama mahirnya berburu maupun merumput. Biasanya ia melayang di atas substrat sampai mendeteksi gerakan kecil, dan memiliki pori-pori sensorik yang membesar di kepala yang membantu teknik ini.

Pakan di akuarium sebaiknya berupa berbagai pakan buatan berkualitas tinggi dengan ukuran halus, ditambah pakan hidup dan/atau beku berukuran kecil seperti cacing darah, cacing sutra, artemia, jentik nyamuk, dan sebagainya. Setidaknya sebagian pakan kering harus mengandung banyak bahan nabati seperti Spirulina atau sejenisnya.

Pakan buatan sendiri yang diikat dengan gelatin, misalnya berisi campuran pakan ikan kering, kerang-kerangan yang dihaluskan, serta buah dan sayuran segar, juga bisa cocok. Pakan ini bisa dipotong menjadi kepingan seukuran sekali makan dengan ujung pipet yang tajam atau pisau kecil. Daripada sekali makan dalam porsi besar, berikan 3–4 porsi kecil setiap hari agar ikan bisa mencari makan secara alami, karena cara ini tampaknya memberikan pertumbuhan dan kondisi terbaik.1

Bisa dicampur dengan ikan apa?

Tidak sedamai beberapa kerabat satu genusnya, dan ikan jantan cenderung bereaksi agresif terutama terhadap ikan dengan pola warna yang mirip, jadi berhati-hatilah saat memilih teman satu akuarium. Pilihan yang mungkin antara lain Copadichromis atau Placidochromis dengan pola berbeda, Otopharynx lithobates, dan Mbuna yang lebih kalem seperti Labidochromis caeruleus. Namun, spesies Aulonocara lain sebaiknya dihindari karena kebanyakan bisa saling kawin silang (hibrida), dan sebagian besar Mbuna terlalu ribut. Kecuali di akuarium yang sangat besar, sebaiknya pelihara hanya satu ikan jantan bersama 4–6 ikan betina.1

Bagaimana membedakan jantan dan betina?

Ikan jantan lebih besar dan lebih berwarna dibandingkan betina.1

Bagaimana cara berkembang biaknya?

Termasuk pengeram mulut oleh induk betina (maternal mouthbrooder). Ikan ini sering memijah di akuarium campuran, tetapi sebaiknya dipindahkan atau dipelihara di akuarium khusus jika ingin hasil anakan maksimal. Ikan jantan bisa agresif saat mengejar betina, jadi biasanya disarankan perbandingan satu jantan dengan 4 betina atau lebih agar perhatian jantan tidak tertuju pada satu individu saja. Sediakan beberapa batu yang agak datar dan area pasir terbuka sebagai calon tempat memijah. Ikan jantan akan memilih salah satu tempat tersebut dan mulai menampilkan tarian pacaran. Jika betina sudah siap, ia akan mendekat dan mengeluarkan sekumpulan telur, lalu segera memungutnya ke dalam mulut. Ikan jantan memiliki sejumlah 'bintik telur' (egg spots) pada sirip anal yang juga menarik perhatian betina. Saat betina mencoba memasukkan bintik itu ke mulutnya, sebenarnya ia menerima sperma dari jantan sehingga telur pun terbuahi.

Betina akan mengerami telur hingga 4 minggu sebelum melepaskan burayak yang sudah bisa berenang bebas. Selama masa ini betina biasanya tidak makan, dan mudah dikenali dari bagian mulutnya yang menggembung disertai gerakan 'mengunyah' yang khas. Jika terlalu stres, telur bisa dimakan atau dimuntahkan sebelum waktunya, jadi harus berhati-hati jika memutuskan memisahkan betina yang sedang mengeram. Perlu diperhatikan juga bahwa jika betina terlalu lama terpisah dari kelompoknya, ia bisa kehilangan posisinya dalam urutan hierarki kelompok. Karena itu, sebisa mungkin tunggu selama mungkin sebelum memindahkan betina, kecuali jika ia terus-menerus diganggu.

Sebagian peternak mengeluarkan burayak secara paksa dari mulut induknya pada usia 2 minggu dan membesarkannya secara terpisah sejak saat itu. Saat dilepaskan, burayak mungkin masih memiliki sisa kuning telur dan belum perlu diberi pakan tambahan sampai kuning telurnya habis. Jika dilepaskan dengan kuning telur yang sudah terserap sepenuhnya, naupli artemia atau sejenisnya bisa langsung diberikan. Jenis kelamin anakan biasanya mulai bisa dibedakan pada usia sekitar 4 bulan.1

Sebaran alami

Hidup alami di: Malawi, Mozambik, Tanzania1

Sungai, danau, wilayah: Danau Malawi1

Apa kata sumber
  • Malawi, Mozambik, Tanzania · Seriously Fish1: “Recorded in Malawi, Mozambique and Tanzania (Lake Malawi).”
  • Danau Malawi · Seriously Fish1: “The Malawi butterfly, Aulonocara jacobfreibergi, is a cichlid endemic to Lake Malawi, living where rocky shores give way to sand.”

GBIF punya 9 catatan di alam liar, semuanya di negara-negara di atas.

  • Catatan di negara asal
  • Negara asal
  • Tiap kotak sekitar 160 km.

Data: GBIF.org, 9 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.

Di mana habitat aslinya?

Endemik Danau Malawi dan hanya diketahui dari bagian selatan danau. Populasinya antara lain ada di Cape Maclear, Otter Point, Pulau Mumbo dan Domwe, Monkey Bay, karang Makokala, Pulau Chinyankhwazi dan Chinyamwezi, bebatuan Mpanga, Pulau Namalenje, Pulau Mphandikucha dan karang Undu.

Tercatat di Malawi, Mozambik dan Tanzania (Danau Malawi).1

Habitat alami

Mendiami zona yang disebut zona peralihan (intermediate zone) di danau, tempat pantai berbatu beralih menjadi dasar berpasir dengan batu-batu yang tersebar. Di dekat batas utara wilayah sebarannya, ikan ini teramati sangat menyukai gua dan celah batu. Ini berbeda dengan sebagian besar anggota genusnya yang cenderung mencari makan di atas pasir, tetapi mirip dengan perilaku A. hansbaenschi. Di gua yang lebih besar, beberapa ikan jantan bisa memiliki teritori masing-masing.1

Catatan

Ini termasuk salah satu Aulonocara spp. pertama yang masuk ke dunia ikan hias, dan popularitasnya bertahan hingga sekarang. Ikan ini dikenal dengan beberapa nama umum lain, termasuk 'Freiberg's peacock', 'fairy cichlid' dan 'African butterfly', serta nama 'ilmiah' keliru seperti Trematocranus trevori, T. jacobfreigbergi dan T. regina. Ada juga sejumlah varian hias hasil seleksi, antara lain 'eureka', 'albino' dan 'colour select'. Bentuk alami berwarna kekuningan dari karang Undu, Tanzania, sering disebut 'lemon jake', meskipun nama ini sekarang juga dipakai untuk beberapa strain hias. Ikan ini bisa dibedakan dari sebagian besar anggota genusnya lewat tepi luar sirip punggung, sirip anal dan sirip ekor yang lebar dan berwarna pucat, sirip ekor yang bercabang lebih dalam, serta ukuran dewasa yang lebih besar.1

Sumber

1 sumber dan pustaka
  1. Seriously Fish seriouslyfish.com

Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Referensi

  • Meyer, Riehl & Zetzsche (1987). A revision of the cichlid fishes of the genus Aulonocara Regan, 1922 from Lake Malawi, with descriptions of six new species (Pisces, Perciformes, Cichlidae). Courier ForschungsInstitut Senckenberg 94, 7-53
  • Grant, S. M., H. W. Dieckhoff, H. J. Mayland and M. K. Meyer (1987). Ecology of Aulonocara REGAN, 1922 in Lake Malawi. Courier ForschungsInstitut Senckenberg 94, 131-1391