
Blood Parrot
Ikan hibrida
- Suhu
- 22–27°C
- Tingkat kesulitan
- Mudah
Cichlidae, Nikaragua
Amphilophus citrinellus
Nama lain: Ikan Midas, Lemon Cichlid
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Diterjemahkan dan dirangkum dari Seriously Fish. Diperbarui 2026-10-29.
Midas cichlid, Amphilophus citrinellus, adalah cichlid berukuran besar dari Nikaragua dan Kosta Rika. Ikan ini hidup di danau, kolam, dan bagian sungai yang alirannya lambat. Ikan ini sering tertukar dengan red devil, A. labiatus, tetapi benjolan kepalanya (nuchal hump) lebih besar dan tubuhnya lebih gempal. Midas termasuk cichlid yang paling galak, jadi pemilihan penghuni akuarium lain harus sangat hati-hati, termasuk sesama jenisnya. Persilangan yang disengaja dengan spesies lain menghasilkan parrot cichlid dan louhan (flowerhorn).1
Akuarium dengan ukuran alas 150 cm x 45 cm atau yang setara sebaiknya dianggap ukuran minimum untuk satu ekor. Untuk sepasang atau akuarium campuran dengan cichlid lain, dibutuhkan akuarium yang lebih besar lagi.1

Hanya sedikit ikan yang lebih tidak peduli pada akuarium yang ditata indah daripada ikan ini. Lupakan saja akuarium tanaman air, karena substrat dalam jumlah besar akan dipindah-pindahkan setiap hari. Batu, kayu (driftwood), dan pot tanah liat besar semuanya cocok asalkan terlalu berat untuk dipindahkan ikan, walaupun ikan ini pasti tetap akan mencobanya. Tanaman plastik bisa dicoba ditahan dengan batu, tetapi jangan berharap posisinya akan bertahan lama. Kalau ada ikan lain di akuarium, atur dekorasi supaya ada sebanyak mungkin penghalang pandangan. Walaupun kecil kemungkinannya menghilangkan agresi sepenuhnya, cara ini setidaknya membantu meredam perilaku agresif.
Begitu juga, peralatan yang tidak terlindungi seperti heater, saluran masuk/keluar filter, dan sebagainya akan diserang kalau tidak diberi pelindung. Pasang pelindung heater yang paling kuat yang bisa ditemukan, atau sembunyikan heater dan peralatan lainnya di balik susunan batu yang tidak bisa digeser, dan gunakan suction cup (pengisap) yang sangat kuat untuk semua pipa. Filternya sendiri harus sangat besar dan efisien untuk menangani limbah biologis dalam jumlah banyak yang dihasilkan ikan yang rakus dan jorok ini. Ganti air dalam jumlah besar setiap minggu juga wajib, dan kadar oksigen terlarut dalam air harus tinggi. Untuk itu, pertimbangkan memakai beberapa batu aerasi berukuran besar. Akuarium perlu ditutup dengan penutup yang berat agar ikan tidak melompat keluar saat sedang sangat bersemangat, dan momen seperti itu akan sering terjadi!1
Termasuk ikan yang paling tidak pilih-pilih pakan di dunia hobi ini; kebanyakan individu akan mencoba memakan apa saja yang kelihatannya bisa dimakan. Berikan pakan stik khusus cichlid berkualitas baik sebagai pakan utama, dan lengkapi secara rutin dengan pakan hidup dan beku seperti cacing tanah, udang (biarkan kulitnya karena mengandung karoten yang berharga untuk membantu menjaga warna oranye/kuning ikan), kerang, dan sebagainya. Bahan nabati, antara lain kacang polong dan bayam, juga sebaiknya menjadi bagian yang cukup besar dari menunya. Pakan berprotein tinggi seperti jantung sapi dan daging merah lainnya bukan pilihan yang cocok, karena dapat berdampak buruk pada sistem pencernaan ikan. Begitu juga, walaupun di alam ikan ini memang memakan ikan yang lebih kecil, memberi pakan ikan hidup di akuarium hanya sedikit manfaatnya.1

Sebagai salah satu cichlid paling galak, siapa pun yang mencoba memelihara midas bersama ikan lain harus tahu apa yang dilakukan, termasuk bila digabung dengan sesama jenisnya. Di akuarium yang sangat besar, agresi ini tidak terlalu jadi masalah, tetapi yang dimaksud sangat besar di sini adalah lebih dari 1000 liter, yang memang di luar jangkauan kebanyakan penghobi. Di akuarium sebesar ini, midas bisa dipelihara bersama cichlid Amerika Tengah lain yang tangguh, Loricariidae (pleco) besar, dan ikan lele/catfish besar lainnya. Ikan perenang cepat berukuran cukup besar seperti silver shark (balashark), tinfoil barb, dan sejenisnya juga bisa menjadi pilihan.1
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Jantan dewasa biasanya bertubuh lebih kekar daripada betina, dengan sirip punggung dan sirip anal yang lebih panjang, serta benjolan kepala (jenong) yang lebih mencolok. Di alam, benjolan ini hanya muncul saat musim kawin, tetapi di akuarium banyak individu memiliki benjolan yang sangat besar dan permanen. Selain itu, papila genital jantan dan betina cukup berbeda: milik jantan lebih ramping dan lebih memanjang dibandingkan milik betina.1

Asalkan bisa mendapatkan pasangan yang cocok, pemijahannya cukup mudah. Dibutuhkan akuarium dengan panjang sekitar 180 cm, yang ditata dengan batu besar dan pot tanah liat besar sebagai calon tempat bertelur. Sudah pasti tidak boleh ada ikan lain di akuarium, karena walaupun pasangan ini mungkin menoleransinya untuk sementara, ikan lain itu hampir pasti akan dibunuh oleh jantan saat pemijahan dimulai.
Sayangnya, menjodohkan ikan dewasa adalah proses yang sulit dan penuh risiko, karena jantan sering membunuh betina bila keduanya langsung dicampur begitu saja di akuarium. Sebagian penghobi berhasil dengan memasang sekat bening di tengah akuarium agar jantan terbiasa dengan calon pasangannya, lalu sekat dilepas setelah beberapa minggu. Namun cara ini pun tidak menjamin keberhasilan, dan ada penghobi yang lebih memilih memisahkan jantan dan betina dengan sekat sepanjang waktu, bahkan sampai melubangi sekat agar sperma bisa berpindah tanpa ikan harus pernah berada di ruang yang sama.
Sejauh ini cara terbaik untuk mendapatkan pasangan adalah membeli minimal enam ekor ikan muda dan membesarkannya bersama, sehingga pasangan terbentuk secara alami. Begitu pasangan pertama terlihat (biasanya cukup jelas, karena ikan lainnya kemungkinan besar akan meringkuk ketakutan di salah satu sudut akuarium), ikan lainnya harus segera dipindahkan demi keselamatan mereka.
Setelah pasangan terbentuk, biasanya mereka akan memijah tanpa perlu banyak dirangsang. Saat siap memijah, benjolan kepala jantan maupun betina akan membesar. Masa pendekatan bisa berlangsung cukup lama dan kadang disertai kekerasan, dengan banyak pukulan ekor dan saling membuka mulut lebar-lebar dari kedua ikan. Betina juga biasanya menggesekkan sisi tubuhnya ke benjolan kepala jantan. Selalu siapkan sekat akuarium karena jantan bisa berbalik menyerang pasangannya kapan saja. Kedua ikan juga akan banyak menggali. Menjelang bertelur, ovipositor betina akan terlihat jelas. Telur biasanya diletakkan di dalam gua atau di permukaan batu yang tegak, walaupun bila tidak ada, hampir semua permukaan keras bisa dipakai. Pengasuhan induknya sangat baik dan menyenangkan untuk diamati: jantan dan betina sama-sama menjaga telur dan mempertahankan wilayahnya dari siapa pun yang mendekat. Ini termasuk jari penghobi yang lengah, jadi berhati-hatilah bila merawat akuarium selama periode ini.
Telur menetas dalam 2-3 hari, lalu burayak dipindahkan ke lubang di substrat yang sudah digali sebelumnya. Sekitar 5-7 hari kemudian burayak mulai berenang bebas, dan pada tahap ini mungkin bijak untuk memasang sekat guna melindungi betina dari jantan yang kini sangat agresif. Begitu juga, jangan tergoda untuk memindahkan burayak dulu, karena hal ini bisa membuat jantan benar-benar menggila. Jika betina berhasil bertahan tanpa perlindungan tambahan lalu burayak dipindahkan, jantan mungkin akan mencoba memijah lagi, dan bila betina belum siap, ia bisa dibunuh oleh jantan yang bingung.
Awalnya burayak bisa diberi naupli artemia, sebelum kemudian ditambah pakan kering. Dalam kondisi yang tepat burayak tumbuh sangat cepat. Awalnya warnanya abu-abu polos, lalu mulai berubah warna pada ukuran sekitar 5–6 cm.1
Hidup alami di: Nikaragua, Kosta Rika1
Sungai, danau, wilayah: Lake Apoyo1
GBIF punya 635 catatan di alam liar: 466 di negara-negara di atas, 169 di tempat lain (terbanyak: Amerika Serikat 74, Taiwan 63, Filipina 10, India 6, Republik Dominika 3). Catatan di tempat lain bisa jadi ikan yang dilepas orang, atau salah identifikasi.
Data: GBIF.org, 635 catatan, diambil 2026-11-06 · CC0, CC BY 4.0. Peta dasar: Natural Earth.
Umumnya menghuni perairan besar yang permanen seperti danau dan kolam, walaupun juga pernah tercatat di bagian sungai yang alirannya lambat. Ikan ini terutama menyukai dinding dan tepian berbatu, tempat ia mencari makan di antara celah-celah batu.1
Dulu dimasukkan ke dalam genus Cichlasoma, midas cichlid sering tertukar dengan red devil, A. labiatus. Keduanya bisa dibedakan dari perbedaan morfologinya. Sesuai nama ilmiahnya, A. labiatus sering memiliki bibir besar yang khas, walaupun ciri ini bervariasi dan tidak sebaiknya dijadikan penentu spesies. Perbedaan yang lebih bisa diandalkan adalah benjolan kepala yang lebih besar dan penampilan yang lebih gempal pada A. citrinellus.
Midas memiliki banyak bentuk warna alami, yang sebagian besar bergantung pada lokasi asalnya. Ada juga beberapa varian hasil rekayasa manusia, antara lain bentuk putih, abu-abu, kuning, oranye, merah, belang (barred), dan piebald (bercak-bercak). Tidak mengherankan, varian yang lebih berwarnalah yang populer di dunia akuarium. Sayangnya, persilangan yang disengaja antara spesies ini dan spesies lain sudah banyak terjadi, sehingga menghasilkan ikan "sport" yang menjijikkan seperti parrot cichlid dan louhan (flowerhorn).
Walaupun sifatnya agresif, ikan ini tetap menjadi salah satu spesies akuarium paling populer di kalangan pencinta cichlid karena kepribadiannya yang menggemaskan. Ikan peliharaan cepat belajar mengenali pemiliknya dan menunjukkan tingkat kecerdasan yang jauh melampaui kebanyakan ikan yang umum dipelihara. Bahkan banyak pemilik berhasil melatih ikannya melakukan berbagai trik dengan imbalan pakan.
Beberapa populasi liar A. citrinellus terbukti memperlihatkan biologi evolusi yang menarik. Biasanya spesies baru terbentuk ketika suatu populasi dari spesies yang sudah ada terpisah dari kelompok lainnya oleh suatu penghalang fisik (biasanya geografis). Fenomena ini disebut spesiasi alopatrik. Jauh lebih jarang (atau setidaknya lebih sulit dibuktikan secara ilmiah) adalah proses yang disebut spesiasi simpatrik. Di sini spesies baru muncul ketika individu-individu tertentu dalam suatu populasi mulai hanya kawin di antara mereka sendiri dan mengabaikan individu lain dari spesies yang sama. Populasi A. citrinellus yang menghuni Danau Apoyo, danau kawah gunung berapi di Nikaragua, diyakini telah mengalami proses ini, dengan munculnya spesies "baru", A. zaliosus, yang menempati relung ekologi berbeda di danau tersebut. Sementara populasi citrinellus ada di perairan lain di sekitarnya, zaliosus endemik di Danau Apoyo. Mengingat kemiripan DNA keduanya, ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa spesiasi simpatrik telah terjadi di sini, kemungkinan dalam kurun waktu 10.000 tahun (sekejap saja dalam ukuran evolusi).1
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.

Ikan hibrida

Ikan hibrida
Belum ada foto. Anda memelihara Midas Cichlid? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.
Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.