Cyprinidae, Malaysia
Clown Rasbora
Rasbora kalochroma
Nama lain: Rasbora badut, Seluang
- Suhu
- 23–28°C
- pH
- 5–7,5
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
- Sedang
Tabel data
Lihat tabel lengkap
- Suhu
- 23–28°C
- pH
- 5–7,5
- Kesadahan (dGH)
- 2–10
- Ukuran
- 10 cm
- Akuarium minimum
- 120 cm
- Tingkat kesulitan
Sedang 4/8 Kenapa?
Yang membuat spesies ini mudah atau sulit dipelihara, menurut tabel:
- RuangSulitakuarium mulai 120 cm, ikan sepanjang 10 cm
- AirMudahpH 5–7,5, 2–10 dGH
- SuhuMudah23–28°C
- PerilakuMudahdamai
- KelompokSedangkelompok mulai 8 ekor
Tingkat kesulitan 4/8 adalah nilai dari sumber. Sumber bisa ikut menimbang hal yang tidak ada di tabel, seperti pakan. Cara tingkat dihitung
Sumber dan tingkat keandalan
- Suhu
- Seriously Fish
- pH
- Seriously Fish
- Kesadahan (dGH)
- Seriously Fish
- Ukuran
- Seriously Fish, Aquarium Glaser · setingkat
- Akuarium minimum
- Seriously Fish
- Tingkat kesulitan
- Seriously Fish
Diterjemahkan dan dirangkum dari Aquarium Glaser, Seriously Fish. Diperbarui 2026-11-03.
Info singkat
Rasbora kalochroma bisa mencapai panjang sekitar 8–10 cm. Ikan ini damai dan senang hidup bersama sesama jenisnya.1
Layak dibeli?
R. kalochroma tak diragukan lagi termasuk spesies Rasbora paling cantik, sekaligus salah satu yang paling sensitif. Ikan ini adalah ikan air hitam (blackwater) sejati. Pada masa aklimatisasi, ikan ini bereaksi sangat sensitif terhadap kontaminasi bakteri yang meningkat, yang hampir pasti terjadi di air “biasa”. Ikan muda pada dasarnya jauh lebih mudah beradaptasi daripada ikan dewasa, jadi sebaiknya pilih ikan muda yang sudah beradaptasi dengan baik.1
Perlu tutup yang rapat karena spesies ini dikenal suka melompat. Jangan masukkan ikan ini ke akuarium yang belum matang secara biologis, karena ikan ini bisa rentan terhadap perubahan kimia air.
Clown rasbora, Rasbora kalochroma, adalah ikan suku Cyprinidae yang berasal dari perairan air hitam rawa gambut di Semenanjung Malaysia, Borneo, dan Sumatra. Pola warnanya berbeda-beda tergantung lokasi asalnya. Ikan dewasa kadang tertukar dengan R. elegans, ikan berwarna keperakan, sedangkan spesies ini berwarna merah muda hingga kemerahan. Satu-satunya kerabat segenus yang memang bisa membuatnya tertukar adalah R. kottelati dari Sarawak bagian utara dan Brunei, yang tampilannya hampir identik, tetapi punya bercak gelap tambahan di pangkal ekor.2
Butuh akuarium seberapa besar?
Spesies ini aktif, dan satu kelompok membutuhkan akuarium berukuran minimal 120 × 45 × 45 cm (sekitar 243 liter).2
Kondisi air seperti apa?
Bagaimana cara merawatnya?
Pilihan dekorasi tidak sepenting kualitas air, meskipun spesies ini terlihat sangat menawan di akuarium yang penuh tanaman dengan substrat gelap. Untuk menampilkan keindahannya secara maksimal, setup bergaya biotop juga bisa menjadi proyek yang menarik. Substrat pasir yang lembut mungkin pilihan terbaik, lalu tambahkan beberapa akar dan dahan kayu (driftwood) yang ditata sedemikian rupa sehingga terbentuk banyak tempat teduh. Jika tidak menemukan driftwood dengan bentuk yang diinginkan, kayu common beech (Fagus sylvatica) atau kayu ek aman digunakan asalkan sudah benar-benar kering dan dikupas kulitnya.
Menambahkan serasah daun kering (daun beech, ek, atau ketapang semuanya cocok) akan semakin menonjolkan nuansa alami. Selain memberi lebih banyak tempat berlindung bagi ikan, daun yang membusuk juga memicu tumbuhnya koloni mikroba. Makhluk-makhluk kecil ini bisa menjadi sumber pakan tambahan yang berharga bagi burayak, sementara tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan daun yang membusuk diduga bermanfaat bagi ikan air hitam seperti spesies ini. Yang pasti, R. kalochroma diketahui menampilkan warna yang lebih pekat di air yang berwarna kecokelatan karena tanin. Daun bisa dibiarkan di akuarium sampai hancur sepenuhnya, atau diangkat dan diganti setiap beberapa minggu. Biarkan kayu dan daun mewarnai air.
Kantong jaring kecil berisi gambut yang aman untuk akuarium juga bisa dimasukkan ke dalam filter atau digantung di tepi akuarium untuk membantu meniru kondisi air hitam. Alternatifnya, dapatkan serat gambut asli lalu masukkan saja beberapa genggam ke akuarium. Setelah beberapa hari, gambut akan jenuh air dan tenggelam ke dasar, dan tampilannya bisa sangat menarik. Selama penggantian air rutin dilakukan, penggunaan gambut maupun daun di akuarium seharusnya tidak menimbulkan efek buruk.
Spesies ini paling baik dipelihara dengan pencahayaan yang cukup redup. Bisa ditambahkan beberapa tanaman air asal Asia yang tahan kondisi seperti itu, misalnya Microsorum pteropus, Vesicularia dubyana, atau mungkin beberapa Cryptocoryne dalam pot. Beberapa kumpulan tanaman apung juga akan sangat berguna untuk meredam cahaya yang masuk ke akuarium.
Jangan masukkan ikan ini ke akuarium yang belum matang secara biologis karena ikan ini bisa rentan terhadap perubahan kimia air, dan pastikan memasang tutup yang rapat karena, seperti kebanyakan rasbora, ikan ini pelompat ulung.2
Diberi pakan apa?
Kemungkinan besar sebagian besar makanannya berupa invertebrata, baik yang hidup di air maupun di darat, seperti anggota genus lain yang mirip. Di akuarium ikan ini mudah diberi pakan, tetapi agar warna dan kondisinya berkembang maksimal, berikan setiap hari pakan hidup dan beku seperti cacing darah, kutu air (Daphnia), dan artemia, ditambah pakan serpihan dan granul kering berkualitas baik.2
Bisa dicampur dengan ikan apa?
Spesies ini sangat damai sehingga ideal sebagai penghuni akuarium komunitas yang tertata baik. Seperti biasa, saat memilih ikan untuk komunitas yang cocok, riset yang matang sangat penting dan ukuran dewasanya harus diperhitungkan. Komunitas yang didasarkan pada salah satu negara asal atau daerah aliran sungai asalnya juga bisa menjadi proyek yang layak dicoba, dengan beberapa pilihan yang menarik. Contohnya, di perairan air hitam daerah aliran Sungai Endau, Semenanjung Malaysia, spesies yang hidup berdampingan dengannya antara lain Rasbora cephalotaenia, R. einthovenii, R. dusonensis, R. paucisqualis, Brevibora dorsiocellata, Trigonopoma pauciperforatum, T. gracile, Puntius johorensis, P. partipentazona, Betta pugnax, Sphaerichthys osphromenoides, Vaillantella maassi, dan tujuh spesies Pangio.
Meski ada laporan yang menyebutkan sebaliknya, ikan ini adalah ikan bergerombol (schooling), dan sebaiknya dibeli minimal 8–10 ekor. Masalah biasanya hanya muncul jika ikan dipelihara di tempat sempit atau jumlahnya kurang. Memelihara ikan ini dalam kelompok yang cukup besar tidak hanya membuatnya tidak mudah gugup, tetapi juga menghasilkan tampilan yang lebih menarik dan alami. Ikan jantan juga akan menampilkan warna terbaiknya saat bersaing satu sama lain untuk menarik perhatian betina, dan agresi yang ada seharusnya tersebar ke seluruh kelompok.2
Teman satu akuarium
- Perilaku
- Damai
- Kelompok minimal
- 8 ekor
Hindari
Saran berdasarkan suhu, pH, ukuran, dan sifat tiap spesies. Cek kecocokan dengan spesies lain →
Bagaimana membedakan jantan dan betina?
Betina dewasa perutnya tampak lebih bulat dan sering kali sedikit lebih besar daripada jantan.2
Bagaimana cara berkembang biaknya?
Seperti banyak ikan kecil suku Cyprinidae lainnya, spesies ini adalah penebar telur yang bertelur terus-menerus dan tidak menunjukkan pengasuhan induk. Artinya, jika ikan dalam kondisi baik, mereka akan sering bertelur, dan di akuarium yang matang dengan tanaman lebat, mungkin saja sejumlah kecil burayak mulai muncul tanpa campur tangan manusia.
Namun, jika ingin menambah jumlah burayak yang dihasilkan, diperlukan cara yang sedikit lebih terkontrol. Kelompok indukan tetap bisa dikondisikan bersama, tetapi siapkan juga satu atau beberapa wadah panjang dan dangkal berukuran 75 × 30 × 30 cm (sekitar 68 liter) yang diisi air setengahnya. Wadah ini harus sangat redup pencahayaannya, dan dasarnya ditutup semacam jaring dengan ukuran lubang yang cukup besar agar telur bisa jatuh melewatinya, tetapi cukup kecil agar indukan tidak bisa menjangkaunya. Alas plastik model 'rumput' yang banyak dijual juga bisa dipakai dan hasilnya sangat baik; menambahkan beberapa rumpun java moss atau tanaman berdaun halus lainnya juga sangat dianjurkan.
Airnya sendiri sebaiknya ber-pH sedikit asam dengan suhu mendekati batas atas kisaran yang disebutkan di atas. Filter listrik kecil bisa dipasang di awal, dan posisikan sedemikian rupa sehingga arusnya mengalir sepanjang akuarium. Saat indukan sudah terkondisi dengan baik dan betina tampak penuh telur, masukkan satu atau dua pasang ke setiap wadah. Pemijahan bisa dipicu dengan menambahkan sedikit air yang lebih dingin setiap beberapa jam sehingga akuarium terisi penuh secara bertahap, serta memberi sedikit pakan hidup dan beku. Biasanya terjadi beberapa kali pemijahan sebelum telur betina habis.
Indukan akan memakan telur yang mereka temukan, jadi sebaiknya dipindahkan setelah beberapa hari. Pada saat itu, filter listrik sebaiknya diganti dengan filter spons yang sudah matang agar burayak tidak tersedot ke dalam mesin. Masa inkubasi sampai batas tertentu bergantung pada suhu, tetapi biasanya berlangsung 18–48 jam, dan burayak mulai berenang bebas 24–48 jam kemudian. Pakan awalnya sebaiknya Paramecium atau sejenisnya, lalu berikan naupli artemia dan/atau microworm setelah burayak cukup besar untuk memakannya.2
Di mana habitat aslinya?
Berasal dari Semenanjung Malaysia serta Pulau Borneo dan Sumatra di Kepulauan Sunda Besar. Di Semenanjung Malaysia, ikan ini pernah dikoleksi dari negara bagian Selangor, Terengganu, Pahang, dan Johor, sehingga tampaknya penyebarannya luas. Informasi yang tersedia tentang Sumatra hanyalah catatan dari Gunung Sahilan di Provinsi Riau, Pulau Bintan di Provinsi Kepulauan Riau, serta Kepulauan Bangka Belitung di lepas pantai tenggara. Di Borneo, sebarannya membentang ke selatan dari Kota Kuching di negara bagian Sarawak, Malaysia, melalui daerah aliran Sungai Kapuas di Provinsi Kalimantan Barat, hingga daerah aliran Sungai Barito di Kalimantan Selatan. Ikan ini tidak ditemukan di bagian utara dan timur pulau tersebut.2
Habitat alami
Hidup di anak sungai dan sungai air hitam yang berhubungan dengan rawa gambut hutan purba. Airnya berwarna cokelat karena tanin dan zat kimia lain yang dilepaskan oleh bahan organik yang membusuk, sementara dasarnya dipenuhi daun gugur, ranting, dan dahan. Lingkungan seperti ini biasanya memiliki air yang sangat lunak (kesadahan hampir nol) dan asam (pH bisa serendah 4,0), serta sering kali remang-remang karena tertutup kanopi hutan di atasnya. Di sebagian besar Asia Tenggara, biotop seperti ini terancam oleh perkebunan karet/kelapa sawit, pembangunan, dan aktivitas manusia lainnya.2
Catatan
Warna ikan di foto hanyalah tiruan pudar dari warna yang ditampilkannya di akuarium air hitam yang tertata baik; sayangnya, memotret di air seperti itu tidak bisa dilakukan, atau warnanya akan tampak sama sekali tidak alami. Dulu, R. kalochroma dianggap sebagai bentuk dewasa dari rasbora kerdil (Boraras maculatus); namun, menurut sudut pandang saat ini, kemiripannya tidak terlalu besar.1
R. kalochroma menunjukkan pola yang bervariasi di seluruh wilayah sebarannya tergantung lokasi; beberapa bentuk memiliki deretan tanda seperti bintik yang menghubungkan dua bercak gelap di sisi tubuh, sementara yang lain memiliki warna tubuh yang lebih pekat. Ikan muda kadang tertukar dengan Boraras maculatus, dan ikan dewasa dengan R. elegans yang polanya mirip, meskipun R. elegans mudah dikenali dari warnanya yang keperakan secara keseluruhan, bukan merah muda/kemerahan.
Satu-satunya kerabat segenus yang memang bisa membuatnya tertukar adalah R. kottelati yang hampir identik, yang sebarannya terbatas dan hanya ditemukan di Sarawak bagian utara dan Brunei Darussalam, Pulau Borneo. Spesies tersebut memiliki bercak gelap tambahan berbentuk oval di pangkal ekor dan tidak memiliki garis di tengah sirip ekor seperti pada R. kalochroma, sehingga mudah dibedakan jika diamati dari dekat. Keduanya diduga berasal dari nenek moyang yang sama, tetapi kini terpisah oleh ujung barat Pegunungan Kapuas Hulu. Saat mendeskripsikan spesies tersebut pada 1995, Kelvin Lim mencatat bahwa populasi R. kalochroma dari Borneo, Sumatra, dan Semenanjung Malaysia lebih sulit dibedakan secara pasti satu sama lain dibandingkan dengan R. kottelati. Tidak satu pun spesimen dari kedua spesies yang digunakan dalam penelitian itu memiliki pola peralihan, yang semakin menunjukkan bahwa keduanya tidak hidup berdampingan di alam dan secara genetik berbeda satu sama lain.
Rasbora sudah lama diakui sebagai garis keturunan polifiletik, seperti dicatat antara lain oleh Kottelat (1999), dan pada 2010 analisis filogenetik oleh Liao et al. mengusulkan sejumlah perubahan untuk memperbaiki taksonominya, dengan membentuk genus-genus baru untuk bekas anggota Rasbora. Tak lama kemudian, Tang et al. (2010) menerbitkan studi tentang subfamili Danioninae yang hasilnya sangat berbeda, dengan menyinonimkan genus-genus baru tersebut beserta Boraras dan Trigonostigma ke dalam Rasbora. Di sini digunakan sistem Liao et al. sambil menunggu penelitian lebih lanjut. Dalam Liao et al., R. kalochroma dimasukkan ke dalam kelompok spesies R. einthovenii bersama R. einthovenii, R. cephalotaenia, R. elegans, R. jacobsoni, R. kottelati, R. nematotaenia, R. patrickyapi, dan R. tubbi. Spesies tipe Rasbora adalah R. cephalotaenia (saat itu dikenal sebagai Leuciscus cephalotaenia), karena Bleeker pertama kali menggunakan nama Rasbora pada 1859.2
Sumber
2 sumber dan pustaka
- Aquarium Glaser aquariumglaser.de
- Seriously Fish seriouslyfish.com
Bagian-bagian di atas diterjemahkan dari sumber-sumber ini. Setiap paragraf mencantumkan nomor sumbernya.
Referensi
- Mayden, R. L., K. L. Tang, K. W. Conway, J. Freyhof, S. Chamberlain, M. Haskins, L. Schneider, M. Sudkamp, R. M. Wood, M. Agnew, A. Bufalino, Z. Sulaiman, M. Miya, K. Saitoh, S. He (2007). Phylogenetic relationships of Danio within the order Cypriniformes: a framework for comparative and evolutionary studies of a model species. Journal of Experimental Zoology, Molecular Development and Evolution 308B, 642-654
- Kottelat, M. (1999). Nomenclature of the genera Barbodes, Cyclocheilichthys, Rasbora and Chonerhinos (Teleostei: Cyprinidae and Tetraodontidae), with comments on the definition of the first reviser. Raffles Bulletin of Zoology Supplement 47(2), 591-600
- Lim, K.K.P. (1995). Rasbora kottelati, a new species of cyprinid fish from north-western Borneo. Raffles Bull. Zool. 43(1), 65-74.
- Ng, H. H. and H.-H. Tan (1999). The fishes of the Endau drainage, Peninsular Malaysia with descriptions of two new species of catfishes (Teleostei: Akysidae, Bagridae). Zoological Studies 38(3), 350-366
- Liao, T. Y., Kullander, S. O. and F. Fang (2010). Phylogenetic analysis of the genus Rasbora (Teleostei: Cyprinidae). Zoologica Scripta 39(2), 155-176
- Tang, K. L., M. K. Agnew, W. J. Chen., M. V. Hirt, T. Sado, L. M. Schneider, J. Freyhof, Z. Sulaiman, E. Swartz, C. Vidthayanon, M. Miya, K. Saitoh, A. M. Simons, R. M. Wood and R. L. Mayden (2010). Systematics of the subfamily Danioninae (Teleostei: Cypriniformes: Cyprinidae). Molecular Phylogenetics and Evolution 57(1), 189-2142
Foto pembaca
Belum ada foto. Anda memelihara Clown Rasbora? Kirim fotonya agar semua bisa ikut melihat.

Diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pengalaman.
Pemeriksaan antispam gagal dimuat sehingga komentar belum terkirim. Coba muat ulang halaman.
Sesuai ketentuan, komentar memerlukan verifikasi pengguna; fitur ini akan segera tersedia.